NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Jodoh Yang Ditukar (Hacker Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Romansa
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rens16

Pernikahan Amel yang sudah di depan mata itu mendadak batal karena calon suaminya terjebak cinta satu malam dengan perempuan lain. Demi untuk menutupi rasa malunya akhirnya Amel bersedia dinikahi oleh pria yang baru dikenalnya di acara pernikahannya tersebut. Revan yang bekerja sebagai hacker itu akhirnya menjadi suami Amel. Serba-serbi unik dua manusia asing yang terikat dalam hubungan pernikahan itu membuat warna tersendiri pada kehidupan keduanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rens16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Kencan

Amel dan Abel langsung merenggangkan diri. "Kalian selingkuh?" tanya Revan judes.

"Lambene, Mas! Jelek-jelek gini gue bisa jadi wali nikahnya dia, woiii!" ketus Abel kesal lalu menyingkir dan kembali duduk di tempatnya.

Amel menggaruk kepalanya pelan sambil menatap Revan yang wajahnya terlihat angker dan menyeramkan.

Revan duduk di tempatnya lalu mengotak-atik lagi komputernya. Masalah surat menyurat tadi Revan sudah limpahkan ke Eza untuk diurusi.

Suasana canggung kembali tercipta, Abel dan Revan kembali fokus menatap layar laptop masing-masing.

"Hasil pembayaran dari Pak Attar sudah dibagi, komposisinya seperti biasanya!" ucap Revan sambil tetap menatap layar laptopnya.

"Oke, thanks!" Abel mengangguk lalu keduanya kembali fokus ke pekerjaan mereka.

Amel menggaruk kepalanya, agak ngilu melihat aura di tempat itu sepertinya dingin, kaku dan tak tersentuh. Berbeda sekali dengan suasana di toko Amel yang selalu ramai dan seru.

"Cabut, Ney!" ucap Revan sambil menutup laptopnya lalu merapikan barang-barangnya.

Amel mengangkat wajah dan tersenyum manis, dia pun merapikan barang bawaannya yang juga berserakan di sofa.

"Pulang, Van?" tanya Abel berbasa-basi.

"Kencan!" jawab Revan ketus.

"Gue pulang ya, Bel!" pamit Amel.

"Cckk, dibilangin nggak usah deket-deket juga!" omel Revan sambil melotot.

"Dih, apaan sih? Dia itu sepupu aku lagi!" Amel cemberut.

"Jangan kebanyakan posesif terus, Van! Ntar Amel kabur kayak Lula lho, ups!" Abel langsung menutup mulutnya untuk menyembunyikan tawanya.

"Lula? Lula siapa, Van?" tanya Amel kembali menatap Abel.

"Bukan siapa-siapa!" jawab Revan santai.

"Ihh, ditanyain juga!" Amel mendengus pelan.

"Kucing tetangga yang suka ama ikan asin!" teriak Abel kesenangan karena bisa menggoda Revan.

"Cabut, Van?" tanya Kiki dari balik meja bartender.

"Yoi!" jawab Revan singkat, sementara Amel hanya melempar senyum kepada satu-satunya karyawan perempuan suaminya tersebut.

Revan memindah posisi ranselnya ke depan dada lalu dia mengambil helm dan memasangkan ke kepala Amel.

"Nggak ada kerjaan lagi kan?" tanya Revan.

"Nggak sih, kenapa emang?" tanya Amel sambil naik ke atas boncengan Revan.

"Gue pengen makan kepiting!" jawab Revan lalu melajukan motornya setelah Amel duduk nyaman di boncengan itu.

Revan menarik tangan Amel hingga tangan itu melingkari pinggangnya. Revan pikir meskipun rasa di hati keduanya belum mekar sempurna, tapi keinginan mereka untuk tetap mempertahankan pernikahan itu agaknya sama.

Motor Revan berhenti saat lampu lalu lintas di depan sana berwarna merah. Tepat di belakang motor itu ada mobil Lula yang juga menunggu lampu lalu lintas berubah hijau.

"Itu motor Revan kan? Kok dia boncengin cewek?" gumam Lula sambil menajamkan penglihatannya.

Motor Revan melaju saat lampu di depan sana berubah menjadi hijau. Lula tak tinggal diam, dia berusaha membuntuti motor Revan yang sayangnya secepat itu menghilang dari pandangannya.

"Anjinggg! Pantesan mau mutusin gue, ternyata dia selingkuh ama cewek lain!" Lula meremas kemudinya dengan marah.

"Nggak akan gue biarin lo mutusin gue, Revan!" Setelah mengatakan itu Lula pergi dari tempat itu.

Motor Revan berhenti di sebuah restauran Sunda yang letaknya di pinggiran kota itu.

"Turun, Ney!" perintah Revan sambil menoleh menatap Amel.

Amel menurut, dia turun dari motor, menunggu Revan menstandarkan motornya lalu keduanya berjalan memasuki restauran itu.

"Tempatnya enak, Van!" puji Amel sambil melangkah ke saung yang berada agak di belakang sana.

"Makanannya juga enak sih, gue suka makan sama anak-anak juga!" ucap Revan lalu duduk ngelesot di saung tersebut.

"Lula juga pernah diajak?" tanya Amel lalu merutuki mulutnya yang asal berbunyi itu.

Revan menatap Amel intens, dia sedang mencari jawaban di mata bening itu, apakah Amel cemburu sama Lula atau Amel sebatas penasaran saja.

"Hanya orang-orang spesial yang gue ajakin ke sini, dan dia bukan salah satunya!" jawab Revan.

"Sudah siap dengan pesanannya, Kak?" tanya si pramusaji sambil membawa kertas kecil untuk mencatat pesanan mereka.

"Kamu mau makan apa, Van?" tanya Amel.

"Kepiting asap aja!" jawab Revan.

"Pesen kepiting asapnya satu, gurame bakar satu, cumi goreng tepung satu, sambel matah satu, sambel dadaknya satu, nasi dua sama es teh dua!" ucap Amel kepada Mas pramusaji tersebut.

"Itu aja, Kak?" tanya Mas pramusaji itu memastikan sekali lagi.

"Kamu mau nambah apa lagi, Van?" tanya Amel.

"Itu aja cukup, Ney!" jawab Revan.

"Baik kalau gitu, terima kasih, Kak!" Pramusaji itupun pergi dari depan mereka untuk menyiapkan pesanan mereka.

"Kamu siapin persyaratan untuk pendaftaran pernikahan kita ke KUA, semoga aja secepatnya bisa kita realisasikan!" ucap Revan membuat Amel terkejut.

"Kamu setuju buat ngedaftarin pernikahan kita?" tanya Amel ragu-ragu.

"Siapa yang bilang gue nggak setuju?" Revan balik bertanya.

"Tadi kamu langsung diem aja!" ketus Amel.

"Surat-surat gue ilang, Mel! Cuman KTP yang masih nyangkut di dompet yang aman!"

"Kalau cuman ilang, kan bisa diurus, Van! Nyebelin banget deh, aku sampai nethink!"

"Jadi cewek tuh jangan kebanyakan nethink, ntar banyak kerutan di wajah kamu!" ledek Revan.

"Aku masih muda, nggak mungkin muncul kerutan!" Amel cemberut mendengar celotehan Revan yang bikin sensi tersebut.

Perdebatan keduanya terhenti saat pelayan datang membawa pesanan mereka.

"Makasih, Mas!" ucap Amel saat pelayan itu meletakkan pesanan mereka di atas meja.

"Cobain kepitingnya, Ney!" Revan mulai mengupas cangkang kepiting dan meletakkan daging kepiting itu ke piring Amel.

"Enak lho masakannya!" puji Amel sambil menyantap daging kepiting tersebut.

"Di samping enak juga terbilang murah sih harganya!" Revan mengangguk setuju.

Amel mencuil daging gurame bakar tersebut lalu meletakkan ke piring Revan. "Sebenarnya seberapapun harga makanannya kalau kualitasnya bagus dan enak sih nggak masalah. Yang masalah itu kalau makanannya aja nggak enak tapi masih memasang harga mahal yang bikin kapok pelanggan!"

"Yups!"

"Makanya aku tuh nggak kasih harga mahal untuk asesoris yang aku jual di toko aku ya semata agar semua bisa membelinya!" ucap Amel.

"Disama ratakan atau ada kelas-kelasnya?" tanya Revan.

"Disama ratakan, tapi kita nerima pemesanan custom kok! Misal ada pembeli yang mau pesen ya kita akan buatkan juga!"

"Gue salut sih sama kamu, semuda ini tapi kamu sudah bisa memiliki usaha segede itu!" puji Revan.

"Aku lebih salut sama kamu! Kamu tuh dewasa banget, udah bisa bikin usaha juga, dibilang kecil tapi nggak juga karena aku tahu kamu pasti ngerjain proyek sebesar itu untuk orang-orang besar!"

"Tahu klienku orang besar dari mana?" sahut Revan sambil berdiri untuk mencuci tangannya di wastafel.

"Padahal tadi aku denger Abel ngomong ada uang masuk dua ratus juta, duh segede itu masih merendah aja!" Amel mengomel dalam hati tapi memilih menyusul Revan untuk mencuci tangannya.

1
irma hidayat
mudah2an suatu saat feri menyesal
Rens16: Semogq 😍
total 1 replies
beybi T.Halim
cerita yang mengharu biru.,semangat buat para perintis
Rens16: Terima kasih buat bintang limanya 😍
total 1 replies
irma hidayat
cerita bagus
Rens16: Terima kasih 😍
total 1 replies
irma hidayat
yg keterlaluan sebenarnya kamu fery ayah yg gapantas jadi ayah, anak sendiri diabaikn
Rens16: Kita sikat yuk kak 💪🤣
total 1 replies
Soviani
jangan lama2 up nua
Rens16: oke 🤣
total 1 replies
Rini
lnjutt
Rini
lnjutt😍😍
Rens16: Siap 💪
total 1 replies
Rini
lnjuttt
Rini
lamjuttty👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!