NovelToon NovelToon
Benih Kesalahan Satu Malam

Benih Kesalahan Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senimetha

Elisa (18 tahun) hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang sendirian demi menyekolahkan adiknya. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat sebuah pesanan makanan membawanya ke kamar yang salah. Di sana, ia kehilangan segalanya dalam satu malam yang tragis. Di sisi lain, ada Kalandra (30 tahun), pewaris tinggal kaya raya yang dikenal dingin dan anti-perempuan. Malam itu, ia dijebak hingga kehilangan kendali dan merenggut kesucian seorang gadis asing. Elisa hancur dan merasa mengkhianati amanah orang tuanya. Sedangkan Kalandra sendiri murka karena dijebak, namun bayang-bayang gadis semalam terus menghantuinya. Apa yang akan terjadi jika benih satu malam itu benar-benar tumbuh di rahim Elisa? Akankah Kalandra mau bertanggung jawab, atau justru takdir membawa mereka ke arah yang lebih rumit? Yukkk…ikuti ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senimetha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elisa-14

Malam harinya di kediaman utama Mahendra terasa jauh lebih dingin bagi Elisa, meskipun ia berada di dalam kamar yang pemanas ruangannya bekerja dengan sempurna. Kejadian siang tadi, saat ia melihat wajah bengis Pak Danu muncul di monitor interkom, masih menghantuinya. Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, ia melihat seringai pria itu seolah-olah memberikan sebuah peringatan bahwa kemewahan yang ia tempati sekarang berdiri di atas tanah yang penuh ranjau.

Keesokan paginya, suasana mansion tampak sibuk namun senyap. Para pelayan bergerak lincah menata bunga-bunga lily putih dan baby's breath di area taman dalam yang tertutup kaca. Tidak ada musik yang menggelegar, tidak ada tenda raksasa di luar. Sesuai instruksi Tuan Baskoro, ini adalah pernikahan benteng dari sebuah penyatuan yang sakral sekaligus cara untuk mengunci rapat-rapat celah fitnah.

Elisa duduk di tepi ranjangnya, memandangi perutnya yang masih rata di balik daster katun. Rasa mual pagi ini tidak seganas biasanya, berganti dengan rasa lemas yang membuat persendiannya seolah terbuat dari jelly.

Pintu kamar diketuk tiga kali dengan lembut. Nyonya Siska masuk membawa sebuah kotak beludru panjang dan nampan kecil berisi teh camomile serta potongan apel malang yang dikupas rapi.

"Masih mual, Nak?" tanya Siska dengan suara keibuan yang menenangkan.

Elisa mencoba tersenyum, meski terlihat getir. "Sedikit, Bu. Saya hanya merasa__takut."

Siska duduk di samping Elisa, meletakkan nampan yang di bawahnya itu di atas nakas. Ia mengambil tangan Elisa dan menggenggamnya. Tangan itu terasa dingin dan gemetar. "Wajar jika kamu takut. Menikah dengan keluarga ini bukan hanya soal menyatukan dua orang, tapi menyatukan dua dunia yang sangat berbeda. Apalagi dalam keadaanmu yang seperti ini."

Siska menghela napas, matanya menatap Elisa dengan tulus. "Landra sudah menceritakan semuanya. Papa juga sudah tahu soal gangguan Danu kemarin. Kamu harus tahu satu hal, Elisa. Di rumah ini, kamu aman. Papa Baskoro tidak akan membiarkan seekor lalat pun masuk tanpa izin jika itu menyangkut keselamatan keluarganya. Dan mulai besok, kamu adalah keluarga kami. Kamu adalah Mahendra!”

"Apakah saya pantas, Bu?" bisik Elisa, suaranya pecah. "Saya hanya seorang gadis yatim piatu yang bekerja di jalanan. Dan besok, semua orang akan melihat saya sebagai istri dari Kalandra Mahendra. Saya takut saya akan mempermalukan kalian."

Siska tersenyum, ia membuka kotak beludru yang dibawanya. Di dalamnya terdapat sebuah kalung mutiara putih yang sangat cantik dan klasik. "Pantas atau tidaknya, bukan ditentukan oleh dari mana kamu berasal, tapi bagaimana kamu membawa dirimu ke depan. Mutiara ini terbentuk dari rasa sakit kerang yang kemasukan pasir, Nak. Ia menahan perih bertahun-tahun sampai akhirnya menjadi perhiasan yang paling dihargai. San kamu adalah mutiara itu."

Siska memakaikan kalung itu ke leher Elisa. "Besok, saat kamu berdiri di samping Landra, ingatlah satu hal bahwa kamu tidak berhutang apapun dan pada siapapun. Kamu adalah ibu dari calon pewaris Mahendra. Tegakkan kepalamu."

...----------------...

Di ruang kerjanya, Kalandra sedang berhadapan dengan Gery dan Bimo. Wajah Kalandra tampak lebih segar setelah sempat beristirahat beberapa jam, namun sorot matanya tetap tajam. Di atas meja, terdapat beberapa layar monitor yang menampilkan rekaman CCTV dari berbagai sudut mansion.

"Keamanan sudah ditingkatkan tiga lapis," lapor Bimo. "Gue sudah koordinasi dengan intelijen swasta untuk memantau pergerakan Danu. Dia sedang mencoba menghubungi beberapa media gosip, tapi Papa sudah lebih dulu menutup jalur itu. Narasi yang keluar besok adalah pernikahan privat karena keluarga sedang dalam masa berkabung san itu alasan klasik tapi efektif."

Kalandra mengangguk. "Gery, Aris gimana?"

"Anak itu hebat, Lan," jawab Gery sambil menyandarkan punggungnya. "Tadi pagi gue ajak main basket sebentar di belakang. Dia sempat nanya, kenapa kakaknya sering nangis. Gue bilang, Kak Elisa lagi bahagia karena mau nikah sama pangeran berkuda hitam alias lo. Dia percaya-percaya aja, tapi gue liat dia mulai protektif sama kakaknya."

Kalandra terdiam. Ia memutar-mutar bolpen di tangannya. "Besok, setelah akad, gue mau kita segera pindah ke rumah peristirahatan Papa di Puncak untuk beberapa minggu. Jakarta terlalu panas buat Elisa. Dia butuh udara segar biar kandungan dan mentalnya stabil."

"Setuju," sahut Bimo. "Tapi Lan... lo udah siap kan? Besok lo bener-bener jadi suami orang. Lo bukan lagi Kalandra yang biasa kerja 20 jam sehari tanpa mikirin siapa yang nunggu di rumah."

Kalandra menatap layar monitor yang menampilkan area taman tempat Elisa akan berdiri besok. "Gue nggak pernah siap untuk kejadian malam itu, Bim. Tapi gue lebih nggak siap lagi kalau harus liat dia hancur karena kesalahan gue. Jadi, kalau ditanya siap atau nggak jadi suami... gue rasa mual-mual tiap pagi ini sudah cukup jadi bukti kalau tubuh gue udah lebih dulu siap daripada otak gue."

Gery tertawa kecil. "Ngomong-ngomong soal mual, lo udah makan siang belum?"

"Belum. Baru cium bau dapur tadi saja, gue langsung pengen pingsan," gerutu Kalandra.

"Aneh ya," gumam Gery. "Si Elisa yang hamil, tapi lo yang dapet semua paket lengkap gejalanya. Itu anak di dalem perut bener-bener sayang banget sama bapaknya, pengen bapaknya ngerasain apa yang emaknya rasain."

Kalandra hanya melempar tatapan tajam, namun di dalam hatinya, ia mulai menerima anomali medis itu sebagai bagian dari perjalanannya.

Sore harinya, Elisa meminta izin pada Nyonya Siska untuk berjalan-jalan sebentar di taman belakang. Ia merasa sesak jika terus berada di dalam kamar. Dengan pengawalan seorang pelayan senior bernama Bi Sumi yang tetap menjaga jarak, Elisa melangkah di atas rumput yang terpangkas rapi.

Langkah kakinya terhenti saat melihat Aris sedang duduk di tepi kolam koi, termenung menatap air. Elisa mendekat dan duduk di sampingnya.

"Lagi mikirin apa sih jagoan Kakak?" tanya Elisa lembut.

Aris menoleh, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Elisa. "Kak... beneran besok Kakak mau nikah sama Kak Landra?"

"Iya, Sayang. Kenapa?"

"Berarti nanti Aris nggak tinggal berdua lagi sama Kakak dong? Aris takut kalau nanti Kak Landra galak sama Kakak. Kemarin Aris liat Kak Landra marah-marah di depan pintu apartemen, mukanya serem banget," ucap Aris jujur.

Elisa memeluk adiknya. "Kak Landra marah karena mau lindungin kita, Dek. Dia orang baik, meskipun kelihatannya kaku. Adek jangan takut, ya? Kita akan tetap bersama. Kakak nggak akan pernah tinggalin Kamu sayang."

"Janji?" Aris mengacungkan jari kelingkingnya.

"Janji," Elisa menautkan kelingkingnya.

Tanpa mereka sadari, Kalandra berdiri di balkon lantai dua, memperhatikan interaksi kakak-beradik itu. Ia melihat betapa rapuhnya Elisa, namun sekaligus betapa kuatnya ia saat berhadapan dengan adiknya. Kalandra merasa ada sesuatu yang berdenyut di dadanya bukan rasa mual, tapi sesuatu yang lebih hangat, sesuatu yang belum bisa ia beri nama.

Malam harinya, sebelum istirahat, Kalandra mengetuk pintu kamar Elisa. Ia membawa sebuah buku kecil bersampul kulit.

Elisa membukakan pintu, tampak terkejut. "Mas Landra? Kamu belum tidur?"

"Belum. Saya hanya ingin memberikan ini," Kalandra menyodorkan buku itu. "Ini buku catatan harian Mama saat mengandung saya dulu. Mama bilang, mungkin kamu butuh membacanya untuk tahu apa saja yang harus dipersiapkan selama kehamilan di bulan pertama dan kedua. Ada tips-tips tradisional juga di sana."

Elisa menerima buku itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih, Mas. Ini... ini sangat berharga."

Kalandra berdiri canggung di ambang pintu. "Besok pagi jam sembilan. Penghulu dan petugas KUA akan datang. Kamu tidak perlu dandan berlebihan, cukup jadi dirimu sendiri. Saya juga sudah minta perias untuk tidak menggunakan parfum yang menyengat agar kamu tidak mual."

"Terima kasih atas perhatiannya, Mas," ucap Elisa tulus.

Kalandra mengangguk. Sebelum berbalik, ia menatap mata Elisa lekat-lekat. "Tidurlah yang nyenyak. Besok adalah hari baru. Apapun yang terjadi di masa lalu, biarkan itu terkubur di malam ini. Besok, kamu adalah istri saya. Dan perlindungan saya untukmu adalah mutlak."

Pintu ditutup perlahan. Elisa memeluk buku catatan itu di dadanya. Di luar, hujan mulai turun rintik-rintik, seolah sedang mencuci sisa-sisa debu trauma yang melekat.

Di kamarnya sendiri, Kalandra berbaring telentang. Ia merasakan sedikit kram di perutnya, gejala simpati yang semakin sering muncul. Namun anehnya, kali ini ia tidak merasa terganggu. Ia hanya berharap, bayi yang di dalam sana bisa memberi ibunya kesempatan untuk tidur nyenyak malam ini.

Ikrar itu tinggal beberapa jam lagi. Sebuah janji yang tidak hanya mengikat dua raga, tapi juga mempertaruhkan nama besar Mahendra demi satu nyawa yang belum sempat melihat dunia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selamat membaca☺️🥰

Jangan lupa like, comment, vote dan ratenya ya Manteman🙏🏻🙌🏾❤️

1
Edi
semoga si danu cepat ketangkap dan bebi tripel lahir dengan selamat
tamara.nietzsche
Saling dukung ya! The Mansion😍🙏
tamara.nietzsche
Cerita yang kerennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!