Adinda putri harus menerima pil pahit saat suami atau pria yang selama ini begitu ia cintai tidak pernah menganggap dirinya Saat itulah ia memutuskan untuk meninggalkan pria itu dan membatalkan pernikahanya Tapi siapa sangka sahabat atau bossnya malah selalu ada disisinya saat ia terpuruk Akankah adinda membuka hatinya untuk sang boss atau balah sebaliknya Yukk ikuti terus kisah cinta mereka 😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isi hati
“Apa semua sudah siap?” Tanya pria yang tadi pagi menjadi suaminya
Adinda dipaksa untuk tinggal dirumah rey hari ini juga,, pria itu bahkan ikut membantu mengemasi semua barang keperluan adinda yang ada diaprtemen miliknya
Mereka lebih banyak diam, bahkan adinda tidak tahu harus mengatakan apa pada sahabat yang sudah menjadi suaminya itu
“Hhmm rey??” Tanya adinda membuat sang empu melihat kearahnya
“Hhmm kenapa?”
“Hhmm tentang pernikahan kita bagaimana dengan keluargamu?? Apa mereka”
“Jangan khawatir, kita akan kerumah utama lain waktu, untuk saat ini tinggalah dirumahku., aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk jika meninggalkanmu sendiri tinggal diapartemen ini” jawabnya tenang membuat adinda mengangguk mengerti
Memang benar apa yang dikatakan oleh rey, bahkan adinda berpikir jika rey hanya takut kalau dirinya hamil adinda akan mengugurkan kandungannya
Meskipun itu hanya dugaan adinda yang tidak pernah tau jika rey memang begitu mencintainya dari dulu dan ingin memikat dirinya didalam hidup pria itu selamanya
Adinda pergi menaiki mobil mewah rey dengan sang suami. Adinda hanya membawa baju, laptop dan berkas-berkas yang ia perlukan untuk dikantor
Sesuai permintaan rey jika semua memang sudah disiapkan dirumahnya
Hanya butuh waktu 1 jam akhirnya adinda sampai disebuah rumah besar yang tidak pntas disebut rumah tapi lebih tepatnya mansion
Halaman luas dan bangunan kokoh, luas nan megah, adinda menelan ludahnya kasar, ia dan rey memang sudah kenal lama tapi adinda tidak pernah tahu kediaman sahabatnya itu
“Kenapa hanya diam? Ayo masuk!” Ajak pria itu membuat adinda hanya mengangguk dan mengikuti langkah sang suami dari belakang
Kedatangan mereka disambut hangat oleh banyaknya pelayan yang ada disana, nyali adinda seketika menciut saat tahu rey begitu kaya raya selama bekerja dengan rey adinda memang tahu rey memiliki banyak anak perusahaan dan juga property tapi tidak menyangka jika pria sangatlah kaya raya
Rey meminta salah satu pelayan kepercayaannya untuk mengantarkan adinda kekamar mereka sedangkan dirinya pergi keruang kerja
“Silakan non, ini kamar nona dan tuan muda” ucap pelayan yang umurnya sekitar 50 tahunan itu
“Hhhmm bik,, kamar adinda dan rey satu?” Tanyanya dengan gugup
“Iya,, kalian kan suami istri??” Ucap pelayan yang bernama sari itu kebingungan
Adinda hanya menyengir kuda, gadis itu mengangguk dan tidak melanjutkan perkataanya.
Adinda masuk kedalam kamar dan tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada pelayan yang bernama bik sari
“Huuchhh rey kemana ya??” Ucapnya sambil melihat sekeliling kamar yang bernuansa biru
Kamar luas lengkap dengan segala pernak-pernik dan ada beberapa foto rey didalamnya, adinda hanya duduk disofa untuk menunggu kedatangan suaminya
Entah kemana perginya pria itu membuat adinda begitu tidak nyaman dengan situasi saat ini, adinda melihat sebuah kotak berwarna coklat yang berada diatas meja rey
Gadis itu melangkah mendekat, tanganya ingin meraih kotak itu dan melihat isi yang ada didalamnya
Ceklekk
Adinda yang terkejut melihat kearah ambang pintu, ternyata pria yang dari tadi ditunggu-tunggu menampakan batang hidungnya juga
Rey melihat kearah adinda yang berdiri didepan meja yang tepat didepan kotak berwarna coklat itu
“Adinda,”
“Reeyy,,.” Adinda melangkah mendekati rey senyuman manis terukir diwajah pria tampan itu membuat adinda sedikit terpesona
“Kau sedang apa?” Rey penasaran ia pikir jika adinda sudah melihat isi yang ada didalam kotak tersebut
“Hhmm aku menunggumu,” ucapnya dengan menatap wajah rey
“Sepertinya adinda tidak membukanya” ucapnya dalam hati
“Ayok turun kita sarapan sekaligus makan siang, tadi kita belum sempat sarapan” ucap pria tersebut
Adinda hanya mengangguk dan mengikuti langkah rey yang berjalan menuju ruang makan,
Rey menyernyit heran karena adinda berjalan menunduk dan mengekor seperti anak bebek
“Cckkk”
Sreettt
“Eeehhh” adinda terkejut karena rey menarik tanganya dan menggengamnya begitu erat
Semua pelayan begitu terkejut melihat tuanya yang begitu dingin dan cuek kini bersikap sangat manis kepada seorang wanita yang katanya sudah menjadi istri tuannya itu
“Sepertinya tuan rey sangat mencintai istrinya” ucap salah satu pelayan muda kepada temannya
Temannya itu hanya tersenyum miring, tidak ingin banyak komentar.. gadis yang bernama lida itu hanya mengepalkan kuat tanganya
“Sepertinya aku kalah satu langkah” ucapnya dalam hati
Adinda duduk tepat disebelan rey, gadis cantik itu makan dengan lahap membuat rey tersenyum
“Rey kamu gak makan?” Tanya adinda dan rey hanya mengangguk
Setelah menghabiskan makanan, mereka memutuskan untuk kembali kekamar. Adinda ingin mengatakan banyak hal kepada pria itu tapi belum sempat adinda mengatakan sesuatu
Rey pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan adinda menunggu sang suami duduk dipingir tempat tidur
“Adinda,, apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?” Pria itu keluar menggunakan handuk yang melilit dipinggangnya dengan rambut basah membuat ketampanannya bertambah
Adinda yang melihat pemandangan itu tentu saja menelan silvanya kasar karena pagi-lagi terpesona
“Itu,,, reyy akuu…”
Rey melihat kearah adinda yang saat ini pipinya sudah memerah merona, pria itu sangat tau jika adinda sedang menatap kearah perut sixpacknya
“Aku ganti baju dulu setelah ini kita bicara” ucapnya dan berlalu kearah walk in closet
Hanya butuh waktu untuk 10 menit Rey kembali dengan pakaian santai miliknya, seperti biasa jika pria itu terlihat sangat tampan rupawan, adinda sempat terpesona kembali melihat ketampanan sahabat sekaligus bossnya itu
“Jadi apa yang ingin kau bicarakan adinda?” Tanya rey kearah istrinya
“Rey,, apa hubungan kita ini benar?” Tanya adinda membuat rey mengerutkan keningnya
“Lalu apa menurutmu buhungan kita ini tidak benar??” Ucap balik pria tampan itu
“Tapi kejadian malam itu adalah kesalahan, aku tidak ingin memaksamu rey, selain belum mendapat restu dari keluarga besarmu aku juga tidak ingin jika kau tidak mengejar cintamu gara-gara rasa tanggung jawab., aku.. aku minta maaf rey” adinda kini mulai menangis
Gadis itu mulai mengingat bagaimana dirinya memaksa sahabatnya untuk menuntaskan hasratnya karena obat terlarang yang diberikan oleh berlin malam itu
Rey mendekatkan tubuhnya dan memeluk gadis itu begitu lembut, pria itu bahkan menenangkan adindan dengan cara mengelus lembut rambut gadis itu dan tersenyum manis
“Aku tidak peduli adinda, dan aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, jika belum ada rasa cinta sedikitpun dihatimu untuku, maka perlahan aku akan menumbuhkanya, aku berjanji pada diriku sendiri akan membahagiakanmu dan tidak akan pernah melepaskanmu selamanya” ucapnya dalam hati
gadis bodoh
cinta bertepuk sebelah tangan aja sulit melupakan apalah lagi sama-sama cinta baru dihianati
mampuslah kau Adinda makan itu cintamu pd Ziyan