NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Huek...!"

Callum mengernyit saat mendengar suara muntahan yang menggema dari kamar mandi. Dia yang berdiri di balik pintu- menunggu wanita itu keluar, merasa ada yang salah. Meski tidak tahu apa yang terjadi pada Delanay, Callum rasa kejadian ini disebabkan oleh dirinya.

Bagaimana tidak? Dua menit lalu, Delanay berlari tergesa sambil membekap mulutnya begitu disuruh untuk berkemas. Dia yang pontang-panting masuk ke kamar, membuat Callum dan Brayen terbengong-bengong. Apa wanita itu langsung ingin berkemas?

Tapi kenapa wajahnya seperti menahan mual? Dan benar saja. Suara

'huek'

keras membuat Callum dan Brayen saling beradu pandang. Untung tak berselang lama, nada dering ponsel Brayen malah menginterupsi. Pria itu harus pamit karena ada keperluan ke luar kota. Untuk urusan kontraknya, akan disahkan sebelum Delanay pindah tempat tinggal.

Ah, diingatkan soal kesepakatan untuk membiarkan Delanay pergi dari apartemen, yang sudah deal sejak semalam, Callum cukup senang.

Tapi... sekarang apa? Kenapa kondisi wanita itu malah terlihat seperti baru saja disiksa habis-habisan? Delanay muntah hebat seakan Callum baru saja meracuninya.

Ini merepotkan! Callum tidak ingin ditanyai macam-macam saat mereka bertemu dengan ibunya. Siapa yang tidak tau kalau hati Ivana sangatlah lembut. Dengan memulangkan Delanay secara tiba- tiba, tanpa meminta persetujuan sama sekali, Callum bisa diceramahi tujuh hari tujuh malam.

Dia sudah siap dengan konsekuensi demikian. Sayangnya, lagi-lagi kesabaran Callum diuji. Delanay yang muntah tanpa henti, kalau tidak salah hitung ini kelima kalinya Callum mendengar nada tersiksa itu, bukan hanya membuat Callum diceramahi. Dia pasti akan dipenggal. Sepertinya takdir hoki Callum, telah berhenti semenjak kemarin. Semenjak namanya dan nama Delanay tertulis dalam buku nikah.

Cklek

Suara handle pintu yang ditarik membuyarkan lamunan Callum. Dia menoleh. Menemukan sesosok wanita yang bisa dibilang wajahnya pucat. Seputih mayat. "Apa yang terjadi?" tanya Callum. Sulit menyembunyikan nada datarnya. Sekaligus kesal.

Delanay sendiri terperanjat melihat Callum berdiri di belakang pintu. Kenapa pria itu mengikutinya?

"A-aku tidak apa-apa kok." Mata Callum menatap muka tanpa rona itu. Bahkan polesan nude di bibir Delanay, tidak bisa menutupi apapun.

"Benarkah?"

Bibir Callum menipis.

"Apa kamu pikir aku buta? Tuli? Suara muntahmu bahkan sampai ke ruang tengah. Masih bilang tidak apa-apa?" Dia benar- benar geregetan. Lagi, apa yang Callum lihat justru membuatnya tertegun.

Tadi itu Delanay malah tersenyum lembut? Really?

"Aku baik-baik saja, Kak. Ini sudah biasa terjadi." Delanay berjalan melewati Callum menuju meja di dekat ranjang. Dari ujung matanya, Callum melihat Delanay membuka tas kecil miliknya lalu mengambil dua tablet obat.

Obat seperti pil yang Callum sendiri tidak tau namanya.

"Aku cuma perlu minum obat dan semua tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap wanita itu.

Dengan santai, Delanay menuang segelas air dari teko yang memang terbiasa dia persiapkan di nakas. Kemudian, obat itu masuk ke mulutnya dan tertelan dalam sekali napas.

Callum mematung. Dia tau kalau Delanay sering minum obat- akibat depresi atas hal yang menimpanya. Namun, apa ini terjadi setiap saat?

"Obat apa?"

"Hah?" Delanay bingung mengapa Callum terlihat penasaran. Berjalan mendekat, Callum meraih sisa obat dari tangan Delanay.

"Ini obat antidepresan?" Dia membolak-balikan tablet itu dan menemukan bahasa ilmiah yang entah apa artinya. Delanay mengangguk, ragu.

"Itu memang obat antidepresan. Tapi satunya lagi, obat untuk morning sickness." Kepala Callum berputar cepat. Morning sickness? Callum bukan orang bodoh yang tidak tau apa itu morning sickness. Namun, bukannya gejala itu akan muncul pada ibu hamil yang sudah terlihat cukup menonjol? Melirik pelan perut Delanay yang tidak ada bedanya dengan perut langsing para wanita, Callum mengerutkan kening.

"Apa tidak berbahaya meminumnya sekaligus?" Justru pertanyaan yang terdengar bernada khawatir yang keluar dari mulutnya. Delanay mendongak. Tinggi Callum yang berbeda 12 senti dengannya, sedikit menyulitkannya untuk memastikan apa benar Callum sedang khawatir?

Ternyata, ya. Mata itu tidak berbohong. Callum memang khawatir.

"Em, aku sudah konsultasi dengan dokterku. Katanya tidak apa- apa. Walaupun pasti ada efek sampingnya, tapi kalau aku tidak meminum salah satunya, bisa berakibat fatal." Callum memandang wajah tenang itu. Wajah yang pernah membutakan mata hatinya. Cantik. Sejujurnya, Callum terkejut melihat gadis yang menangis menggerung-gerung di lift waktu itu adalah Delanay.

Delanay yang dulu menjadi obyek kejahilannya. Awalnya, Callum merasa kasihan. Mendengar kisah pilu gadis itu dia merasakan betapa Tuhan menyepelekan kebahagiaan hidup sang gadis. Sudah ditinggal pergi calon suaminya, dia harus menanggung beban, keluarganya akan dicela banyak orang.

Pada akhirnya saat Callum tau nama gadis itu adalah Delanay dari Keluarga Harper, jantung Callum berdegup kencang. Dia menemukan kembali kepingan puzzle yang sempat terputus saat dia pergi melanjutkan kuliah di antah berantah.

Dia menemukan kembali gadis yang harus dia jaga. Sesuai wasiat Tante Melanie. Sayang sekali, berharap pun pasti ada ujungnya. Harapan Callum justru terkoyak lebar, tatkala adik Delanay membeberkan fakta bahwa Delanay tengah hamil.

Hamil?

Ya. Hamil anak pria yang tidak diketahui asal usulnya Kehamilan itulah yang memupuk rasa benci Callum pada gadis—ah bukan, pada wanita semurah Delanay.

"Kenapa tidak kamu gugurkan?"

Pertanyaan Callum terdengar kejam? Biarkan. Memang sejak dulu dia adalah pria yang kejam.

"A-pa maksud Kakak?" Wanita yang duduk menenangkan diri di ranjang Callum itu melebarkan mata.

Callum meletakkan obat, setengah melemparnya ke nakas kemudian bersedekap penuh intimidasi.

"Kalau tau akibatnya fatal, kenapa tidak kamu gugurkan? Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Kamu tidak harus repot meminum obat, kamu akan terlepas dari belenggu bajingan itu, dan kamu bisa bebas menikmati hidupmu."

Apa? Tangan Delanay kembali berkeringat dingin. Baru menyadari kalau dia tinggal dengan seorang iblis.

"Dengar, Delanay. Kontrak ini mungkin akan menyelamatkanmu sekarang. Tapi tidak dengan nyawamu. Kenapa tidak lebih baik kamu gu―"

"Stop!" bentak Delanay. Manik cokelatnya melihat Callum dengan sorot marah.

"Aku tau Kakak merasa terbebani dengan keberadaan kami. Aku juga tidak berharap Kakak bertahan dalam pernikahan ini. Tapi, Kak..., nyawaku adalah milikku. Anak ini milikku. Kakak tidak berhak mengaturnya."

Benar.

Andai Callum tidak terikat balas budi sialan itu. Kini, mau sampai kapanpun, nyawa Delanay adalah tanggung jawab Callum.

Dia bukannya sedang mendalami peran sebagai suami yang baik hati. Justru beginilah sikap pria sejati yang berjanji menjaga mutiara hidup seseorang.

"Kalau Kakak memang tidak ingin kami di sini, baik. Kami akan keluar sekarang juga," lanjut Delanay. Wanita itu terburu bangkit dan menyambar obat juga lipbalm beserta tas kecilnya, lalu berjalan ke arah koper. Dengan tergesa Delanay memasukan apapun barang miliknya ke dalam koper.

"Semua laki-laki sama saja," gumam wanita itu.

"Kalian selalu berusaha terlihat suci. Padahal aslinya, laki-laki itu tak lebih dari makhluk bajingan yang hanya bisa menyakiti makhluk lemah seperti kami."

"Apa katamu?”

1
Mia Camelia
nah gitu dong ada yg mulai duluan👍☺☺☺☺
mantap thor😂
Mia Camelia
parah nih gosip nya🤣
Mia Camelia
ya jonathan naksir delanay kahh???
Mia Camelia
calum jdi posesif ya😂😂😂mantap nih
Mia Camelia
hahaaha kasian banget dion hrz bolak balik🤣🤣🤣sabar ya
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
Mia Camelia
kaget ternyata callum bisa marah juga denger delanay ada yg jelek2iin🤣🤣🤣
seruuu banget thor😄
Mia Camelia
wah callum sikap nya berubah mulu ya, kadang dingin, kadang manis, kadang nyeremiin🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
siapa sih yg perkosa delanay??? ayoo thor kasih tau napa ?🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor😄😄😄
callum kok dingin ky es balok banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!