NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Misi Kurir Rahasia

[Waktu: Minggu, 26 April, Pukul 11.00 AM]

[Lokasi: Gedung Yan Technology, Distrik Nanshan, Shenzhen]

Matahari bersinar terik di atas gedung baru yang masih tercium bau cat segar. Gedung ini adalah markas besar Yan Technology, perusahaan baru milik Gu Yanran. Suasananya sangat berbeda dengan Gu Corp yang kaku; di sini, para karyawan memakai kaos oblong, bermain skateboarding di lobi, dan musik lo-fi terdengar di setiap sudut.

Di depan pintu masuk, seorang kurir makanan dengan jaket kuning besar, helm yang kacanya gelap, dan masker medis yang menutupi wajahnya tampak ragu-ragu. Itu adalah Lin Xia.

"Oke, Lin Xia. Tarik napas. Kau adalah kurir. Kau hanya mengantarkan bento," bisiknya pada diri sendiri sambil membetulkan posisi kotak bento besar di tangannya.

Ia berhasil melewati petugas keamanan yang sedang sibuk bermain game di ponselnya (sangat khas perusahaan Yanran) dan menyelinap masuk ke lift menuju lantai paling atas. Tujuannya satu: Ruang kerja Gu Yanran. Ia harus membujuk anak itu untuk membuka akses server "Script of Love" yang dikunci.

[Waktu: Minggu, 26 April, Pukul 11.30 AM]

[Lokasi: Ruang Kerja CEO Yan Technology, Shenzhen]

Gu Yanran sedang duduk di depan monitor raksasa yang menampilkan barisan kode. Ia tampak frustrasi, rambutnya yang biasanya rapi kini berantakan karena terus-menerus ia acak.

Tok, tok, tok!

"Masuk! Letakkan saja makanannya di meja!" teriak Yanran tanpa menoleh.

Lin Xia melangkah masuk dengan hati-hati. Ia meletakkan kotak bento itu di meja kayu yang dipenuhi kabel. Namun, bukannya pergi, ia malah berdiri mematung sambil memperhatikan layar monitor Yanran.

"Tunggu, variabel pada baris 402 itu salah. Jika kau menggunakan loop seperti itu, servernya akan crash saat sinkronisasi saraf," suara Lin Xia keceplosan.

Yanran terhenti. Ia perlahan memutar kursinya dan menatap kurir mungil di depannya dengan dahi berkerut. "Apa kau bilang? Kurir makanan sekarang mengerti bahasa C++?"

Lin Xia menyadari kesalahannya. Ia segera membuka helm dan maskernya, membuat rambut hitamnya terurai jatuh. "Ini aku, Yanran."

Yanran membelalak. Ia hampir jatuh dari kursi gaming-nya. "Lin Xia?! Bagaimana kau bisa masuk? Dan kenapa kau pakai kostum kuning mencolok begini? Kau terlihat seperti pisang raksasa."

Lin Xia merengut, melepaskan jaket besarnya yang panas. "Ini penyamaran! Dengar, Yanran. Aku tidak datang untuk memarahimu soal kejadian di Suzhou. Aku datang karena aku butuh bantuanmu. Tolong buka blokade server naskah 'Script of Love'. Ada data yang tersangkut di sana, dan aku yakin itu kunci untuk memperbaiki sistem Project Mnemosyne."

Yanran terdiam. Ia menatap Lin Xia yang wajahnya kemerahan karena panas, keringat kecil mengucur di pelipisnya. Entah mengapa, di bawah lampu LED ungu ruang kerjanya, Lin Xia tampak... berbeda. Bukan lagi "wanita penulis yang menyebalkan", tapi seseorang yang punya tekad luar biasa.

"Kenapa kau begitu peduli?" tanya Yanran, suaranya melunak tanpa ia sadari.

"Karena aku sudah berjanji pada kakakmu. Dan karena aku ingin ceritaku memiliki akhir yang adil bagi kalian berdua," jawab Lin Xia tulus.

Yanran merasa jantungnya berdesir aneh. Sial, kenapa dia harus sekeren ini? pikirnya. Ia berdeham, mencoba mengusir rasa canggung. "Baiklah, aku akan membantumu. Tapi dengan satu syarat."

"Apa?"

"Kau harus menemaniku makan siang. Bento ini terlalu banyak untukku sendiri," ujar Yanran sambil tersenyum miring, senyum yang kali ini tidak mengandung kebencian, melainkan sedikit... godaan.

[Waktu: Minggu, 26 April, Pukul 12.00 PM]

[Lokasi: Lobby Yan Technology, Shenzhen]

Di saat yang sama, sebuah mobil Rolls-Royce hitam berhenti tepat di depan gedung. Gu Jingshen keluar dengan wajah yang sangat gelap. Ia baru saja mendapat laporan dari Lin Feng bahwa Lin Xia menghilang dari cafe pagi ini. Menggunakan pelacak GPS yang diam-diam dipasang Ah Cheng pada tas Lin Xia (demi keamanan, katanya), Jingshen sampai di sini.

"Berani-beraninya dia menemui Yanran sendirian!" geram Jingshen sambil melangkah masuk ke gedung adiknya.

Ia mengabaikan resepsionis yang mencoba menyapanya dan langsung menuju area makan di lobi. Dan di sanalah ia melihat pemandangan yang membuat tekanan darahnya naik seketika.

Lin Xia sedang duduk lesehan di atas karpet rumput sintetis bersama Yanran. Mereka sedang berbagi bento. Yanran tertawa lepas sambil mencoba menyuapkan sepotong sosis berbentuk gurita ke arah mulut Lin Xia.

"Ayo, buka mulutmu! Ini sosis keberuntungan!" goda Yanran.

Lin Xia tertawa sambil mencoba menghindar. "Hentikan, Yanran! Kau seperti anak kecil!"

"Ehem!" sebuah suara berat dan dingin seperti es dari kutub utara memecah suasana.

Lin Xia dan Yanran menoleh bersamaan. Gu Jingshen berdiri di sana dengan tangan bersedekap, auranya begitu hitam hingga musik lo-fi di lobi seolah berhenti berputar.

"Tuan Gu?" Lin Xia melompat berdiri, wajahnya pucat pasi. "Kenapa Anda ada di sini?"

"Aku?" Gu Jingshen melangkah mendekat, matanya menatap tajam ke arah Yanran yang masih duduk santai. "Aku yang seharusnya bertanya. Sedang apa penulis naskah yang baru dipecat dan CEO baru melakukan piknik di lantai kantor?"

Yanran berdiri, membersihkan celananya dengan gaya santai. "Oh, Halo Kakak. Lin Xia baru saja membantuku memperbaiki bug di sistemku. Dan sebagai imbalannya, aku mengajaknya berkencan... eh, maksudku makan siang."

"Berkencan?!" Jingshen dan Lin Xia berseru bersamaan.

"Jangan bercanda, Yanran! Aku ke sini hanya untuk naskah!" protes Lin Xia sambil melambai-lambaikan tangannya dengan panik.

Gu Jingshen menarik lengan Lin Xia, membawanya ke belakang punggungnya dengan sikap protektif yang berlebihan. "Dia masih karyawan di bawah kontrak kerahasiaan Gu Corp. Yanran, jangan coba-coba menggodanya atau aku akan menarik kembali modal investasimu."

Yanran mengangkat alis, merasa geli melihat kakaknya yang biasanya tenang kini tampak seperti singa yang kehilangan wilayah. "Wow, santai Kak. Aku tidak tahu kalau kau sebegitu posesifnya pada mantan karyawan. Atau... apakah naskah 'Script of Love' itu benar-benar menjadi nyata bagi kalian berdua?"

Wajah Gu Jingshen memerah, entah karena marah atau malu. "Itu bukan urusanmu! Lin Xia, ayo ikut aku. Kita harus bicara!"

"Tapi bento-ku belum habis!" teriak Lin Xia saat ia diseret paksa menuju pintu keluar.

"Aku akan membelikanmu seluruh restoran bento! Sekarang ikut!" balas Jingshen tanpa menoleh.

[Waktu: Minggu, 26 April, Pukul 13.00 PM]

[Lokasi: Di dalam mobil Gu Jingshen, jalanan kota Shenzhen]

Suasana di dalam mobil sangat sunyi dan tegang. Ah Cheng yang menyetir mencoba melihat melalui spion dan segera memalingkan wajah saat melihat aura gelap tuannya.

"Tuan Gu, Anda menyakitiku," gumam Lin Xia sambil mengusap lengannya yang tadi ditarik.

Gu Jingshen menghela napas panjang, melonggarkan dasinya. "Kenapa kau nekat menemuinya? Kau tahu dia berbahaya, kan?"

"Dia tidak berbahaya, Jingshen. Dia hanya butuh seseorang untuk diajak bicara," jawab Lin Xia pelan. "Dan aku punya tujuan. Aku harus memperbaiki naskah itu. Aku ingin kau mendapatkan kembali ingatanmu sepenuhnya, bukan hanya dari potongan rekaman."

Gu Jingshen terdiam. Ia berbalik menghadap Lin Xia, matanya kini melembut namun tetap penuh kegelisahan.

"Kenapa kau begitu keras kepala ingin aku ingat?" tanya Jingshen. "Bukankah lebih mudah jika kita mulai dari awal di dunia ini? Tanpa beban naskah, tanpa beban Marsekal yang harus mati?"

Lin Xia menatap mata pria itu. "Karena pria yang aku cintai di Suzhou adalah pria yang jujur dengan perasaannya. Dan aku ingin tahu, apakah pria di dunia nyata ini punya keberanian yang sama."

Tiba-tiba, ponsel Lin Xia berbunyi. Sebuah pesan dari Yanran masuk.

"Lin Xia, sosis guritanya enak. Oh, dan aku sudah membuka akses servernya. Datanglah ke kantorku besok, tanpanya (Jingshen). Aku ingin menunjukkanmu sesuatu yang penting tentang data Yanran."

Lin Xia tersenyum kecil melihat pesan itu, namun ia segera menyembunyikannya saat melihat Gu Jingshen mencoba mengintip.

"Siapa itu? Yanran?" tanya Jingshen dengan nada curiga yang kental.

"Bukan urusan Anda, Tuan CEO," jawab Lin Xia dengan nada sedikit menggoda, mencoba membalas perlakuan Jingshen tadi pagi. "Bukankah saya sudah dipecat? Jadi saya bebas berteman dengan siapa saja, termasuk CEO 'Yan Technology' yang tampan itu."

Gu Jingshen mengerang frustrasi, memukul kemudi mobilnya pelan. "Ah Cheng! Jalankan mobilnya! Kita ke cafe Lin Xia sekarang! Dan kau, Lin Xia... dilarang pergi ke Nanshan tanpa seizinku!"

"Memangnya Anda siapa?" Lin Xia menjulurkan lidahnya sedikit, merasa menang dalam perdebatan kecil ini.

Drama cinta segitiga yang aneh ini baru saja dimulai. Antara penulis yang hanya peduli pada naskahnya, anak tiri yang cemburu setengah mati, dan anak kandung yang baru saja menemukan "mainan" baru yang jauh lebih menarik daripada kode komputer.

Di kejauhan, di atas langit Shenzhen yang biru, sebuah helikopter melintas, membawa Tuan Gu yang sedang memantau kedua anaknya melalui laporan Ah Cheng.

"Anak-anak itu... sepertinya mereka akan membuat kepalaku pusing lebih lama lagi," gumam Tuan Gu sambil memijat pelipisnya.

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
Agry
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!