NovelToon NovelToon
Kultivator Sistem

Kultivator Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Fantasi Timur / Transmigrasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fandi Pradana

Tio tidak pernah meminta untuk mati—apalagi tereinkarnasi dan bangun di dunia kultivasi brutal sebagai Ci Lung di Benua Tianlong.

Dengan tekad sederhana untuk hidup tenang di Lembah Sunyi, ia mencoba menjauh dari sekte, perang, dan orang-orang yang bisa membelah gunung hanya dengan bersin. Sayangnya, sebuah sistem misterius muncul, memberinya kekuatan… sekaligus hutang yang terus bertambah.

Lebih sial lagi, dunia mulai salah paham dan menganggapnya sebagai ahli tersembunyi yang menakutkan—padahal tingkat kultivasinya sebenarnya masih pas-pasan.

Di belakangnya berdiri Gu Shentian, guru di puncak Void Realm yang terlalu kuat untuk dijelaskan. Di sampingnya ada Yan Yu, murid kecil yang terlalu percaya bahwa gurunya adalah legenda hidup.

Ci Lung hanya ingin hidup normal.

Masalahnya…

Setiap kali ia mencoba, langit justru retak duluan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fandi Pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Domain Master

Malam itu Lembah Sunyi tidak berangin.

Terlalu tenang.

Ci Lung duduk bersila di pusat lembah.

Qi di tubuhnya sudah stabil di Meridian Opening Layer 4.

Namun stabil bukan berarti penuh.

Ia bisa merasakan dinding tipis di dalam dirinya.

Satu batas terakhir sebelum wilayah yang lebih berbahaya.

Sistem muncul.

[Deteksi: Kondisi lingkungan optimal.]

[Stabilitas domain 92%.]

[Rekomendasi: Sinkronisasi inti meridian.]

Ci Lung membuka mata sedikit.

“Risiko?”

[Jika gagal: retakan meridian permanen 17%.]

[Jika berhasil: Domain akan memasuki fase semi-otonom.]

Semi-otonom.

Itu berarti domainnya tidak lagi sepenuhnya dikendalikan kehendak.

Ia akan hidup.

Ci Lung tersenyum tipis.

“Mulai.”

Qi di seluruh lembah bergerak.

Bukan mengamuk.

Tapi berkumpul.

Seperti laut surut sebelum tsunami.

Yan Yu yang sedang bermeditasi membuka mata.

“Guru…”

Tekanan tidak berat.

Tapi dalam.

Burung-burung di hutan tidak terbang.

Mereka diam.

Langit perlahan memucat.

Di utara.

Seorang tetua Sekte Pedang Surgawi berdiri mendadak.

“Dia melangkah lagi.”

Kembali ke lembah.

Ci Lung menarik qi ke inti meridiannya.

Lapisan keempat bergetar.

Retakan kecil muncul di jalur energi lama.

Bukan rusak—

Tapi melebar.

Ia tidak memaksa.

Ia membiarkan.

Qi tidak lagi mengalir seperti sungai.

Ia berputar seperti pusaran.

Domain Ci Lung menyebar lebih luas dari biasanya.

Tanah retak tipis.

Pohon tua di tengah lembah bergetar pelan.

Yan Yu mundur beberapa langkah.

“Ini berbeda…”

Sistem berbunyi cepat.

[Sinkronisasi 40%]

[58%]

[71%]

Jantung Ci Lung berdetak lambat.

Ia tidak merasa sakit.

Ia merasa… kosong.

Seolah dirinya menjadi pusat ruang.

Kemudian—

CRRRK.

Suara seperti kaca tipis pecah di dalam tubuhnya.

Lapisan kelima terbuka.

Tidak ada ledakan.

Tidak ada cahaya menyilaukan.

Hanya—

Kesunyian yang lebih dalam dari sebelumnya.

[Konfirmasi: Meridian Opening Layer 5 tercapai.]

[Domain memasuki fase semi-otonom.]

[Efek baru terdeteksi.]

Ci Lung membuka mata.

Dunia terasa… lambat.

Bukan karena ia lebih cepat.

Tapi karena ruang di sekitarnya tunduk.

Ia berdiri.

Rumput di bawah kakinya tidak lagi bergoyang karena angin.

Ia bergoyang mengikuti napasnya.

Yan Yu menatap gurunya dengan napas tertahan.

Aura Ci Lung tidak besar.

Tidak menekan.

Tapi ada satu perasaan jelas:

Kalau dia mengangkat tangan sekarang,

langit bisa retak lagi.

Namun jauh di barat.

Han Zir membuka mata dari meditasinya.

Dan tersenyum.

“Akhirnya.”

Kenaikan itu tidak bisa disembunyikan.

Dalam tiga hari, kabar menyebar.

Bukan rumor.

Tapi sensasi.

Aliansi Murim mengirim utusan resmi.

Kultus Demonic mengirim pengamat.

Dan yang paling mengejutkan—

Sekte Pedang Surgawi mengirim seorang perwakilan berpakaian putih.

Mereka bertemu di kaki Lembah Sunyi.

Tempat netral.

Ketua Aliansi Murim berbicara lebih dulu.

“Kami tidak datang untuk perang.”

Pemimpin utusan Kultus tersenyum tipis.

“Kami juga.”

Utusan Sekte Pedang Surgawi hanya berkata satu kalimat:

“Dunia membutuhkan struktur. Bukan anomali.”

Semua tahu kalimat itu ditujukan pada Ci Lung.

Ci Lung berdiri tenang.

Layer 5-nya tidak ia lepaskan penuh.

Tapi cukup untuk membuat tanah di bawah kaki semua orang terasa sedikit lebih berat.

“Lembah ini netral,” katanya datar.

Ketua Aliansi langsung menanggapi,

“Netralitas di zaman ini adalah ilusi.”

Ci Lung menatapnya.

“Kalau begitu, dunia yang bermasalah. Bukan lembahku.”

Ketegangan naik.

Namun belum pecah.

Lalu—

Langit terbelah tipis.

Han Zir turun.

Tanpa aura berlebihan.

Tanpa pasukan.

Hanya pedang di punggungnya.

“Aku dengar ada yang naik lagi.”

Semua utusan membeku.

Ketua Aliansi menggenggam gagang pedangnya.

Utusan Kultus mundur setengah langkah.

Utusan Sekte Pedang Surgawi menyipitkan mata.

Han Zir memandang Ci Lung.

“Sekarang kau cukup menarik.”

Ci Lung tidak tersenyum.

“Kalau kau ingin duel, jangan di sini.”

Han Zir tertawa pelan.

“Bagus.”

Semua faksi menyadari satu hal:

Kalau duel itu terjadi…

Tak ada yang bisa mengontrol akibatnya.

Dan untuk pertama kalinya—

Aliansi dan Kultus saling melirik.

Bukan sebagai musuh.

Tapi sebagai saksi.

1
Arifinnur12
Udah aku kasih kopi tor updet yang banyak dong😄
Tio Da Vinci: Wah makasih yaaa😄
total 1 replies
Arifinnur12
Thor author up thorr up up upp tanggung banget ah, aku kasih kopi nanti biar semangat🤣👍💪
Tio Da Vinci: sabar sabar saya juga manusia😭
total 1 replies
Shelia_:3
Sumpah si ini bagus menurut aku, novelnya murim tentang ritme, tentang ketenangan yang lebih nakutin daripada perang, kebanyakan salah paham juga😭, terus buat kalian yang baca tapi kesannya monoton, tunggu sampe kalian masuk ke bab 20 an seru banget disitu Ci lung jadi op anjay😭
Dan kalo boleh jujur,
Kalau authornya konsisten pakai gaya ini, ini bisa jadi ciri khas yang beda dari pasar murim mainstream, aku bakal lanjut baca.
Inget thor aku bakal jadi salah satu pembaca yang marah kalo Yan yuu kenapa-kenapa😠
Tio Da Vinci: Makasih yahh😊🕊
total 1 replies
Arifinnur12
Mungkin authornya lagi pusing🤣, saya udah baca yang bab 13 atau berapa tadi yan yu udah naik kultivasinya ke layer 3, terus pas baca bab 15 ini tetep di layer ke 2 atau keberapa gitu, semangat thor ceritanya bagus😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!