NovelToon NovelToon
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Roh Supernatural / Hantu / Mata Batin
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Di sudut sepi Yogyakarta, di bawah naungan pohon beringin yang tua, terdapat sebuah warung tenda yang tidak terdaftar di peta manapun. Warung itu tidak memiliki nama, tidak memiliki daftar harga, dan hanya buka ketika lonceng tengah malam berdentang.
​Pemiliknya adalah Pak Seno, seorang koki bisu dengan tatapan mata setenang telaga namun menyimpan ribuan rahasia. Pelanggannya bukanlah manusia yang kelaparan akan kenyang, melainkan arwah-arwah gentayangan yang kelaparan akan kenangan. Mereka datang untuk memakan "hidangan terakhir"—resep dari memori masa hidup yang menjadi kunci untuk melepaskan ikatan duniawi mereka.
​Kehidupan sunyi Pak Seno berubah ketika Alya, seorang gadis remaja yang terluka jiwanya dan berniat mengakhiri hidup, tanpa sengaja melangkah masuk ke dalam warung itu. Alya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Alih-alih menjadi santapan makhluk halus, Alya justru terjebak menjadi asisten Pak Seno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 ​Judul: Jurus Sutil Naga dan Latihan Subuh

​Kokok ayam jantan belum terdengar, dan kabut subuh masih menyelimuti halaman belakang rumah Joglo setebal selimut kapas. Namun, ketenangan pagi itu pecah oleh suara napas terengah-engah dan bunyi benda jatuh.

​Bugh!

​Alya tersungkur di atas rumput basah. Tubuhnya penuh keringat dan lumpur.

"Ampun, Pak... istirahat bentar..." keluhnya sambil mengangkat tangan.

​Di hadapannya, Seno berdiri tegak dengan satu kaki, posisinya kokoh tak tergoyahkan seperti bangau tidur. Di tangan kanannya, dia memegang senjata andalannya: Sutil Besi (spatula penggorengan) berukuran besar yang ujungnya sudah hitam karena ribuan kali mencium minyak panas.

​Seno tidak berkeringat sedikitpun. Wajahnya datar. Dia menurunkan kakinya perlahan, lalu mengetuk-ngetukkan sutil itu ke telapak tangannya. Tap. Tap. Tap.

Kode universal untuk: Bangun. Belum selesai.

​"Pak, ini udah jam empat pagi. Kita baru tutup warung jam tiga. Bapak mau bunuh saya pelan-pelan ya?" protes Alya sambil berusaha bangkit. Kakinya gemetar hebat, efek dari latihan kuda-kuda selama satu jam non-stop.

​Seno mengambil papan tulis kapurnya yang disandarkan di pohon mangga.

​MUSUH KITA TIDAK BUTUH TIDUR. ORDO PENAGIH JANJI BISA DATANG KAPAN SAJA. KAMU HARUS BISA MELINDUNGI DIRI SENDIRI SAAT SAYA SIBUK MEMASAK.

​Alya menghela napas pasrah. Benar juga. Sejak kejadian di Hutan Wanagama dan kedatangan Pak Haris semalam, Alya sadar dunia ini jauh lebih berbahaya dari yang dia kira. Pisau Beras Wutah di kamarnya memang sakti, tapi apalah gunanya senjata sakti kalau penggunanya lambat seperti siput?

​"Oke, oke. Lanjut," kata Alya, memasang kuda-kuda lagi. "Jurus apa sekarang? Jurus Mengupas Bawang?"

​Seno menggeleng. Dia melempar sebuah sutil kayu (yang lebih ringan) ke arah Alya.

Alya menangkapnya dengan kikuk.

​Seno mulai memperagakan gerakan.

Ini bukan pencak silat biasa. Ini adalah Silat Dapur.

​Seno menggerakkan sutil besinya dengan gerakan memutar yang luwes, seolah sedang mengaduk nasi goreng di wajan raksasa.

Wung... wung...

​Gerakan itu terlihat santai, tapi saat Alya mencoba memukulnya dengan tongkat kayu, sutil Seno berputar cepat, menangkis tongkat Alya, melilitnya, dan—Takh!—memelintir tongkat itu hingga terlepas dari tangan Alya.

​Seno menulis:

JANGAN DILAWAN DENGAN KEKUATAN. LAWAN DENGAN ALIRAN. SEPERTI MENGADUK BUBUR, JANGAN KAKU ATAU AKAN GOSONG DI BAWAH. IKUTI TENAGA LAWAN, LALU BALIKKAN.

​"Susah, Pak. Teori sama praktek beda," gerutu Alya sambil memungut sutil kayunya.

​Tiba-tiba, dari atas pohon mangga, terdengar suara kikik mengejek.

Kik... kik... kik!

​Gulo, si Bajang hutan, sedang bergelantungan terbalik dengan ekornya. Di tangannya ada tumpukan mangga muda yang keras.

Seno mengangguk pada Gulo.

​"Eh? Mau ngapain dia?" Alya waspada.

​Tanpa aba-aba, Gulo melempar mangga muda itu sekuat tenaga ke arah Alya.

Wush!

​"Woi!" Alya merunduk panik. Mangga itu menghantam pagar kayu di belakangnya dengan suara keras. Dug!

Kalau kena kepala, pasti benjol segede bakpao.

​Seno memberi isyarat: Tangkis. Pakai sutil.

​Gulo melempar lagi. Kali ini dua sekaligus.

Alya mengayunkan sutil kayunya membabi buta.

Pletak! Satu mangga berhasil dipukul (lebih mirip main kasti). Tapi mangga satunya menghantam bahu Alya.

"Aduh!"

​Gulo tertawa senang. Dia melempar lagi. Serangan udara bertubi-tubi.

Alya kewalahan. Dia melompat ke sana kemari, menangkis sebisanya, tapi lebih banyak kena lempar.

​Seno memperhatikan dengan seksama. Dia tidak menolong. Dia ingin Alya menemukan ritmenya sendiri.

Dia melihat Alya terlalu fokus pada benda yang terbang, bukan pada arah datangnya.

​Seno mengambil segenggam garam kasar dari saku celananya.

Dia berjalan mendekati Alya yang sedang panik, lalu dengan tenang menaburkan garam itu ke sekeliling Alya.

​FOKUS. JANGAN LIHAT MANGGANYA. RASAKAN ANGINNYA.

​Alya memejamkan mata sejenak, menarik napas panjang, mencoba mengingat teknik pernapasan saat memotong bawang agar tidak pedih.

Tenang. Atur napas. Jangan panik.

​Dia mendengar suara desinga angin.

Srrrt. (Dari kiri atas).

​Alya membuka mata, menggerakkan sutilnya memutar, bukan memukul.

Dia menyambut mangga itu, membiarkannya menyentuh permukaan sutil, lalu memutarnya mengikuti gravitasi dan membuangnya ke samping.

​Mangga itu tidak terpental keras, tapi meluncur mulus jatuh ke rumput.

Alya ternganga. "Wah... barusan gue kayak Po Kungfu Panda."

​Seno tersenyum tipis. Itu dia.

​Gulo, yang merasa ditantang karena lemparannya gagal, kini mengambil senjata pamungkas: Durian runtuh (kecil) yang entah dia dapat dari mana.

Gulo bersiap melempar.

​Mata Alya melotot. "Eh, Gulo! Jangan duren! Gila lu ya?!"

​Tapi Gulo sudah melempar.

Durian berduri itu melayang ke arah wajah Alya.

Waktu terasa melambat.

​Alya tidak bisa menangkis durian dengan sutil kayu. Sutilnya akan patah.

Dia harus menggunakan teknik lain.

Tanpa sadar, tangan kiri Alya merogoh saku celananya.

Garam.

​Alya mengambil segenggam garam, lalu melemparnya ke udara, tepat ke arah durian yang melayang itu.

"HIAAA!"

​Butiran garam itu bertabrakan dengan durian di udara.

Bukan sekadar fisika. Ada energi batin yang tersalurkan lewat kepanikan Alya.

Garam itu meledak kecil. Poff!

​Ledakan energi itu membuat durian itu terpental balik ke arah Gulo.

Gulo kaget, matanya melotot. Dia tidak sempat menghindar.

Buk!

Durian itu mengenai dahan tempat Gulo bergantung. Gulo kaget dan jatuh ke tanah.

Gubrak!

​Hening sejenak.

Lalu Gulo bangun, mengusap pantatnya yang sakit, dan menatap Alya dengan tatapan baru: Tatapan hormat. Dia mengacungkan jempol kecilnya.

​Seno bertepuk tangan tanpa suara.

Dia berjalan mendekati Alya, mengambil papan tulisnya.

​TABUR GARAM. ITU TEKNIK DASAR PENGUSIRAN. TAPI KAMU BARU SAJA MENJADIKANNYA PROYEKTIL. NOT BAD.

​Alya melihat tangannya yang masih ada sisa butiran garam. Tangannya gemetar, tapi kali ini karena adrenalin.

"Saya... saya bisa, Pak."

​Seno mengangguk.

TAPI INGAT. SENJATA TERBAIK SEORANG KOKI BUKAN SUTIL ATAU GARAM. TAPI RASA PERCAYA DIRI.

​Matahari mulai terbit, menyinari halaman belakang dengan cahaya oranye.

Latihan selesai.

​Mereka duduk di pendopo, minum teh hangat dan makan singkong rebus. Gulo duduk di samping Alya, ikut makan singkong dengan lahap (sebagai tanda gencatan senjata).

​"Pak," kata Alya setelah napasnya teratur. "Sembilan hari lagi Purnama. Bapak sudah punya ide mau masak apa buat Sang Penagih?"

​Wajah Seno berubah serius. Dia meletakkan cangkir tehnya.

Dia menggeleng pelan.

Belum.

​Sang Penagih bukan hantu biasa seperti Banaspati yang punya elemen jelas (Api). Sang Penagih adalah entitas murni dari kegelapan dan kontrak. Dia tidak punya rasa lapar fisik. Dia lapar akan keputusasaan.

​Memasak untuk makhluk yang tidak punya nafsu makan adalah tantangan terberat bagi seorang koki.

​Seno menulis di papannya:

SAYA MASIH MENCARI BAHAN UTAMA. BAHAN YANG BISA MENGINGATKAN DIA BAHWA BAHKAN KEGELAPAN PUN BUTUH CAHAYA UNTUK EKSIS.

​"Bahan apa itu?"

​Seno menatap jauh ke arah gerbang.

BUNGA WIJAYAKUSUMA YANG MEKAR DI ATAS KUBURAN RAJA. DAN MATA AIR DARI DASAR SAMUDRA.

​Alya menelan ludah singkongnya dengan susah payah.

"Itu... kedengarannya kita harus pergi ke tempat serem lagi ya, Pak?"

​Seno menatap Alya, lalu tersenyum tipis—senyum yang menyiratkan: Tentu saja, Asistenku. Petualangan baru dimulai.

​TAPI SEBELUM ITU, KITA HARUS BELANJA KE PASAR BUBRAH LAGI. STOK GARAM MENIPIS GARA-GARA KAMU PAKAI LEMPAR DURIAN TADI.

​Alya tertawa. "Siap, Bos. Asal Gulo nggak ikut. Dia nyopet nanti."

​Gulo melempar kulit singkong ke kepala Alya.

Alya menepisnya dengan gerakan sutil yang sempurna. Tang!

​Mereka tertawa (dan Gulo terkikik). Di tengah ancaman kematian yang semakin dekat, momen-momen kecil di pagi hari inilah yang menjadi bahan bakar mereka untuk bertahan.

​Namun, di luar pagar rumah Joglo, bayangan hitam panjang mulai merayap di bawah sinar matahari. Pengintai Ordo tidak pernah tidur. Mereka mencatat setiap perkembangan kekuatan Alya, dan mereka mulai menyusun rencana untuk memisahkan Koki dari Asistennya.

​Karena Seno tanpa Alya adalah koki yang kesepian.

Tapi Alya tanpa Seno... adalah mangsa yang empuk.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
ny.KimJeongLee
😭😭 ada bawangnyaa yg epesodeini 😭😭😭
ny.KimJeongLee
pokoknyaa keren deh
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
petualangan seru dan menegangkan
terselip rasa kekeluargaan tanpa mereka sadari.
petualangan batin dan raga yang harus selalu bisa menempatkan diri, singkirkan keangkuhan,keserakahan dan hubungan yang erat saling melengkapi,menjaga dan empati serta simpati yang tinggi.👍
ny.KimJeongLee
IHH kerenn
ny.KimJeongLee
uwow kerenn
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah mampir baca novel ku
total 1 replies
☠ SULLY
mungkin pak Seno
menunggu datang nya tamu wanita dlm foto itu
☠ SULLY
yg baca mulai deg degan
alya 😂
Fitri Yama
go Alya go Seno go go go go,,kalian pasti menang
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
3 hari penuh pelajaran berharga
3 hari dalam ambang batas dunia nyata dan maya
belajar berdampingan
menghantarkan mereka pulang
mungkin hal yang tak pernah terpikirkan.
3 hari menyulam asa, dari keputus asaan.
haru, sedih dan gembira berbaur
ilmu yang berat baru saja terlewati
IKHLAS
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
ikutan master chef aja mas seno😂👍
jago sekali anda merayu eyang banaspati, amarah melunak ,melebur dalam cita rasa ,aroma khas nusantara.

kereen thor, tetap semangat yaa mengetik karya indah.
menyusun kalimat perkata dengan ketelitian ekstra
sepanjang apik runut no typo
ciamik
endah thor, ora bakal cukup ratusan mangsi
tanty rahayu: aamiin .... alhamdulillah seneng nya jangan lupa di promosiin ya ka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
/Heart//Heart/ ceritanya unik, menarik /Good/
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
kalau jadi tontonan pasti seru ini,
horor tapi beda, auranya gak menakutkan.
perjuangan remaja putri yang merasa tidak dapat kasih sayang ,kenyamanan hidup bersama keluarga.
diambang putus asa malah ketemu sosok misterius yang terbelenggu perjanjian , pertukaran nyawa demi sang terkasih, meski tragis ...
pada akhirnya cinta tak berpihak padanya.
hanya bisa memandang dari kejauhan.
ketulusan kasih tanpa perhitungan .
memendam bara asmara seorang diri ,menuangkan rasa lewat cita masakan ,walau beda alam.
semoga di penghujung pak seno bisa menemukan kebahagiaan sejati..
bersama alya saling membantu terlepas dari kerumitan sebuah janji
tanty rahayu: siap ka... terima kasih banyak kaka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pak jaksa yg gak punyaa hidung 🙊🙊
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
malam malam kaca mata hitamnya gak dilepas oom /CoolGuy/
Fitri Yama
mantul thorrrr
Fitri Yama
kkkkkeeerrrreeennnnnnnnn
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
oh ada legenda kepala siapa gitu yang ditanam di tangga menuju makam raja raja imogiri.

adakah semua ini terinspirasi dari sana thor? atau hanya suatu kebetulan belaka?
tapi kepala yang ditanam di undakan itu desas desusnya adalah seorang penghianat? benarkah ? atau hanya cerita dongeng untuk kita selalu bersikap baik ,tulus? sebab konon barang siapa yang menginjak undakan yang ada kepalanya itu sudah dianggap menginjak nginjak harga diri sebagai hukuman sang kepala?
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
takutnya pak seno ini juga hantu😁.
yang memberi pelajaran berharga buat alya.
seburuk apapun keluarga adalah tempat pulang.
tempat yang nyaman dibanding keganasan hidup diluaran.
tanty rahayu: cari tau di episode selanjut nya ka 🤭
total 1 replies
Yulia Lia
ceritanya bagus
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah baca karya ku😊
total 1 replies
Yulia Lia
😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!