NovelToon NovelToon
Di Balik Dendam Sang Ibu Susu

Di Balik Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Anak Haram Sang Istri / Ibu susu
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.

Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.

"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.

Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.

Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.

"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"

Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.

Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

Kellano menatap haru pemandangan di depannya. Azelva tengah bercengkerama dengan Arlend yang bulan ini memasuki usia ke 3 bulan. Azelva bersorak memberikan semangat pada Arlend yang mulai menggerakkan tubuhnya untuk berguling. Namun, bayi tampan itu nampaknya kesal karena belum bisa melakukannya.

Azelva tertawa gemas melihat ekspresi bayi tampan itu. Sangat tampan dan menggemaskan.

"Ayo Sayang, Kamu pasti bisa," ucap Azelva sambil bertepuk tangan.

Ucapan Azelva itu dijawab oleh Arlend dengan celotehan khas bayi membuat Azelva semakin terkikik.

"Gak apa-apa, Sayang. It's okay, nanti juga Kamu bisa."

Arlend mulai merengek, tampaknya bayi gembul itu mulai lelah dan mengantuk. Azelva membawa Arlend ke dalam pangkuannya. Wanita cantik itu menciumi wajah putra asuhnya membuat Arlend tertawa.

Kellano tersenyum sambil mengusap sudut matanya yang tiba-tiba berair. Rasa sesak di hatinya kembali menyeruak. Penyesalan dan rasa bersalah selalu menghantuinya.

Maafkan aku, Zel. Aku janji, setelah aku memberikan pelajaran pada wanita sialan itu, aku akan menebus semua kesalahanku, gumam Kellano dalam hatinya.

Kellano ingin sekali memberitahu Azelva tentang Arlend yang ternyata adalah putra kandungnya. Namun ada hal yang harus Kellano lakukan, yang seharusnya sudah ia lakukan sejak dulu.

Kellano terpaksa harus menyembunyikannya lebih dulu dari Azelva, wanita yang sampai ini masih menjadi pemilik hatinya.

Entah bagaimana reaksi Azelva nantinya saat mengetahui kebenaran ini. Namun Kellano merasa ada sedikit kekhawatiran dalam hatinya. Ia takut Azelva marah dan semakin kecewa padanya.

Walaupun begitu, Kellano akan menanggung semua kesalahannya dan tetap menghadapi apa pun yang terjadi. Karena ia adalah penyebab semua penderitaan Azelva selama ini.

Tok tok tok

Setelah berdiri cukup lama, Kellano akhirnya memberanikan diri untuk menghampiri Azelva dan Arlend yang saat ini berada di dalam kamar.

Azelva menatap kesal pada Kellano yang saat ini duduk di sampingnya. Wanita cantik itu ingin menyusui Arlend yang terlihat mulai mengantuk. Namun kedatangan Kellano membuat Azelva mengurungkan niatnya.

"Kenapa wajahmu cemberut begitu?" Tanya Kellano sambil mengerutkan keningnya.

Walaupun Azelva selalu bersikap acuh padanya, tapi wanita cantik itu masih mau merespon setiap ia mengajaknya berbicara. Dan itu sudah cukup untuk Kellano.

Wajar saja Azelva bersikap seperti itu padanya, mengingat kesalahannya pada wanita cantik itu sangat luar biasa besarnya.

"Aku mau menyusui Arlend," ucap Azelva.

Sikap Kellano yang tidak peka itu membuat Azelva semakin mendengus. Padahal sudah jelas-jelas posisinya saat ini ingin menyusui Arlend.

"Oh..."

Kellano hanya ber-oh saja, namun ia sama sekali tidak beranjak dari tempat duduknya. Pria tampan itu justru semakin merapatkan tubuhnya pada Azelva dan mencondongkan wajahnya untuk mencium wajah tampan putranya.

Cup

Cup

Cup

Kellano mencium seluruh wajah Arlend, membuat bayi tampan yang sedang mengantuk itu semakin merengek.

"Kellan!"

Azelva melotot pada pria itu karena sudah membuat Arlend merengek. Sementara Kellano hanya terkekeh melihat kekesalan ibu dari putranya itu.

"Ya udah, Kamu susu-in Arlend. Sepertinya dia mengantuk."

"Dari tadi juga aku mau susu-in. Kamunya gak pergi-pergi."

Ingin sekali Azelva menendang pria itu dari kamarnya. Namun, ia masih cukup tahu diri di mana keberadaannya saat ini. Walau bagaimanapun juga Kellano adalah pemilik rumah ini sekaligus majikannya.

"Kenapa harus pergi, aku juga mau lihat putraku menyusu."

"KELLANO!"

Buk

Azelva melemparkan bantal tepat di wajah Kellano. Namun bukannya marah, Kellano justru terbahak. Apalagi melihat wajah Azelva yang memerah, entah wanita cantik itu marah atau malu. Namun wajahnya yang merona terlihat sangat menggemaskan di mata pria tampan itu.

"Ok, ok, aku pergi. Setelah Arlend tidur, temui aku di ruang kerjaku," ucap Kellano. Pria itu mulai beranjak dari tempatnya, namun suara Azelva membuat pria itu kembali menoleh.

"Untuk apa?" Tanya Azelva sambil menatap Kellano. Dahi wanita cantik itu sedikit berkerut.

"Aku juga mau Kamu menyusui ku," bisik Kellano.

Pria itu langsung melarikan diri sebelum Azelva mengeluarkan jurusnya.

"KELLANO MESUM!"

...----------------...

Sementara itu, Zidan baru saja sampai di rumahnya. Akhir-akhir ini pria itu lebih sering menghabiskan waktu di kantor. Sejak ia mengambil alih kendali perusahaan Azelva, satu persatu klien-klien besar mulai meninggalkan perusahaan besutan Shawn Alfred itu.

Apalagi setelah berita perceraiannya dengan Azelva mulai menyeruak. Para investor berbondong-bondong menarik investasinya. Bahkan mereka dengan tegas mengatakan, alasan mereka berinvestasi adalah karena Azelva.

Kemampuan Azelva memimpin perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Setelah menggantikan posisi Shawn, hanya dalam waktu singkat saja, wanita cantik itu mampu meningkatkan harga jual saham perusahaan.

Namun sayangnya, wanita cantik itu hanya beberapa bulan saja duduk di kursi CEO. Karena setelah papanya meninggal, kondisi Azelva begitu terpuruk, ditambah lagi kondisinya saat itu sedang hamil membuatnya terpaksa menyerahkan tanggung jawabnya pada Zidan.

Para investor dan klien sangat mempercayai kinerja Azelva. Sebagai lulusan terbaik di Harvard University, tentu saja integritas nya tidak bisa dibandingkan dengan Zidan.

Walaupun Zidan dan Azelva sama-sama memiliki gelar S2, namun mereka meyakini level keduanya sangat berbeda. Bukan karena Zidan yang menempuh pendidikan di dalam negeri, tapi karena pria itu bukanlah keturunan Shawn Alfred yang sesungguhnya.

Karena tidak bisa dipungkiri, gen sangat mempengaruhi kecerdasan seseorang. Dan Zidan tidak mewarisi gen Shawn, mengingat dia hanyalah anak angkat.

Dengan langkah gontainya Zidan mulai menaiki satu persatu anak tangga. Namun pria itu tidak masuk ke kamarnya, ia justru masuk ke dalam kamar yang dulu di tempati Azelva.

Selama pernikahannya, keduanya memang tidak pernah tidur dalam satu kamar. Karena keduanya sepakat tidak akan berhubungan selama Azelva hamil.

"Azel..."

Zidan menatap beberapa potret Azelva yang terpasang di dinding. Rasa rindu perlahan menyeruak di sudut hatinya. Bayangan kebersamaannya dengan Azelva kembali terlintas di benaknya.

"Apa benar yang Venya katakan, sebenarnya aku mencintai Azel tanpa sadar?"

Pria itu bertanya pada diri sendiri sambil mengusap wajah Azel yang tersenyum dalam bingkai foto.

Venya berulang kali mengatakan jika Zidan mencintai Azelva dan mulai mengkhianatinya. Namun Zidan selalu membantah dan menjawab dengan tegas, jika ia hanya bersandiwara demi menjalankan rencananya.

Hal itu juga yang sering memicu pertengkarannya dengan Venya akhir-akhir ini. Karena Venya selalu cemburu buta dengan Azelva.

Namun semakin ke sini Zidan merasakan ada yang kosong dalam hatinya. Setelah kepergian Azelva dari rumah itu, separuh jiwanya seolah ikut pergi. Karena itulah sampai detik ini Zidan belum menandatangani surat perceraian yang Azelva layangkan.

"Benar kan dugaanku, Kamu sudah mengkhianati aku, Mas?"

Venya yang sejak tadi mencari keberadaan Zidan, sangat kesal saat menemukan prianya itu berada di kamar Azelva. Apalagi tanpa sengaja ia juga mendengar gumaman Zidan.

"Sudah ya, Sayang. Jangan mulai. Aku capek."

Zidan keluar dari kamar Azelva dan melewati Venya begitu saja yang berdiri di ambang pintu. Dan tentu saja Venya tidak menyukai sikap Zidan yang seenaknya itu.

"Mas, Kamu gak bisa gini-in aku terus. Mau sampai kapan Kamu menjadikan aku simpananmu?"

Ucapan Venya itu berhasil menghentikan langkah Zidan. Keduanya kini sama-sama berdiri di depan kamar Azelva dengan tatapan saling mengunci.

Venya selama ini selalu sabar menunggu Zidan menikahinya. Namun pria itu selalu beralasan belum bercerai dengan Azelva.

"Aku kan sudah bilang, tunggu sebentar lagi, sampai aku bercerai dengan Azelva."

Hal ini juga yang membuat Zidan lebih betah di kantor. Karena saat pulang Venya selalu menanyakan pertanyaan yang sama membuatnya sakit kepala.

"Bagaimana caranya Kamu bercerai dengan Azelva, sementara Kamu tidak juga menandatangani berkas perceraiannya, Mas?"

Venya yang mulai tersulut emosi tanpa sadar meninggikan suaranya di depan Zidan.

"Aku---"

"Kalau Kamu tidak mau menceraikan Azelva juga, lebih baik aku pergi," ancam Venya. Sebenarnya Venya takut ancamannya itu akan berbalik merugikannya, namun ia yakin Zidan masih mencintainya. Pria itu tidak akan tega mengiyakan ucapannya.

"Sayang..."

Zidan mencekal tangan Venya yang hendak pergi meninggalkannya. Lalu membawa Venya ke dalam pelukannya.

"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu," ucapnya penuh sesal. Walau bagaimanapun juga Zidan tidak bisa meninggalkan Venya, karena wanita itu sudah berkorban banyak untuknya.

Tanpa sepengetahuan Zidan, diam-diam Venya menyunggingkan senyumnya. Tepat seperti dugaannya, Zidan tidak akan pernah tega meninggalkannya.

"Kalau begitu, Kamu mau kan bercerai dengan Azelva secepatnya?"

To be continued

1
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪
Irma Luthfah
uluu uluuu yg di gantung,, enak gk siiihhhh🤣🤣
Ita rahmawati
hadeuh Zidan Zidan,,bodohnya GK sembuh² 🤦
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: gak akan sembuh😭🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
ga sabar nunggu si zidan sm si venya hancur satu lg si regita hancur jg
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: sabar pemirsahhh😭🤭
total 1 replies
ora
Zidan nih mau sama siapa sebenarnya😒😒. Enggak tanda tangan surat pisah, tapi nahan Venya juga ..
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: kalau bisa 4 kenapa harus datu🤣😭🤭
total 1 replies
ora
Minta di timpuk nih orang😒🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: jangan🤣 Kamu mau kikan kutuk🤣
total 1 replies
Orsonpos IsHer
semangat thor💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: terimakasih🤭
total 1 replies
Ayudya
jadi ga sabar pengen tau Regita hancur di buat kallen🤣🤣🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: otw🤭/Joyful/
total 1 replies
astr.id_est 🌻
lanjutt uuup thourr, semakin bagus cerita nya
Aiyuki
hazel? jangan2🧐
Aiyuki
whattt🧐
Aiyuki
nah seru nih🤣
Aiyuki
belalai-belalai apa yg tegak🤣🤣
Aiyuki
bru juga dateng udh ah ah aja😌
Teh Euis Tea
dihhh aiu gemes deh sm si zola dan killano, si zola neranginnya bertele2 di killano ga sabaran main selak aj
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
Ita rahmawati
gaje emang si kellano SM Zola 🤦🤣
ayo segera kita sambut si regina 👏
Ita rahmawati
jd begitu,,kellano dibuat TK berkutik oleh pak Shawn,,kalo papanya azel lebih berkuasa dari keluarga gavintara berarti Zidan juga lebih berkuasa dong kan dia yg mewarisinya 🤔
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣
Irma Luthfah
Bos sm bawahan sm2 sableng, pengen jitak jadinya😭 D satu sisi gk mau kalo s arlend harus d pertemukan dengan regita, krn dia gk berhak buat itu yah. tapi satu sisi lagi pengen tau gmn reaksi s regita bahwa bayi yg dia tukar ternyata di asuh dan di susui oleh ibu kandung nyaaa
Irma Luthfah
daddy arjuna makasih sudah berjuang mengungkap kebenaran😍
Ani Basiati
lanjut gak sabar jd dag dig dug
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!