Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Jad, Regita istri Kellano. Astaga, kenapa seleranya anjlok begini? Gumam Azelva dalam hati.
Azelva pikir wanita yang Kellano nikahi itu adalah seorang wanita dari kalangan yang sama dengan keluarga Gavintara. Karena itu, Azelva tidak pernah ingin tahu sosok istri Kellano. Ia takut akan semakin sakit hati jika mengetahui sosok wanita yang sudah membuat Kellano mengingkari janjinya itu.
Namun saat mengetahui wanita itu ternyata Regita, wanita cantik itu hanya bisa tersenyum. Senyuman yang membuat harga diri Kellano semakin runtuh.
Sial! Rutuk Kellano dalam hati. Ia tahu Azelva tengah mengejeknya saat ini.
"KAMU NGAPAIN DI SINI?" Regita berteriak histeris, sampai-sampai bola matanya melotot nyaris keluar dari tempatnya.
Mungkin karena panik dengan keberadaan Azelva di sana, membuat Regita tanpa sadar berteriak. Dan teriakannya itu membuat Arlend menangis kencang.
Oeeekkk... oeeekkk...
"Jangan berteriak, Kamu membuat putraku takut!"
Azelva menatap tajam Regita karena sudah membuat Arlend menangis. Wanita cantik itu paling tidak suka dengan orang yang membuat bayi gembulnya menangis. Kellano saja tak jarang mendapat pukulan dari Azelva hanya karena menggoda Arlend hingga merengek.
Diam-diam Kellano tersenyum. Dalam hatinya pria itu bergumam, Kamu sudah membangunkan induk singa, Regita.
Azelva sama terkejutnya dengan Regita. Wanita cantik itu tidak menyangka jika Regita adalah istri Kellano, yang artinya ibu dari anak yang ia asuh. Namun, Azel tidak peduli walaupun Regita ibu kandungnya sekalipun. Tidak ada yang boleh membuat Arlend-nya menangis.
"Kamu berani mengatur ku di rumahku sendiri?" Ucap Regita. Wanita itu membalas tatapan Azelva tak kalah tajamnya. "Dan apa Kamu bilang tadi, putramu?" Regita tertawa penuh ejekan. "Dia putraku. Dasar wanita tidak tahu malu!" Geram Regita.
Walaupun Regita masih bingung dengan apa yang terjadi selama kepergiannya, namun ia tidak boleh menunjukkannya di depan Azelva. Wanita itu harus tahu siapa posisinya di rumah ini.
"Rumahmu? Sejak kapan?" Tanya Azelva dengan senyum penuh ejekan. Sebenarnya Azelva sudah paham maksud ucapan Regita, hanya saja ia ingin sedikit memberi pelajaran pada wanita itu, karena sudah membuat Arlend-nya menangis.
"Dan satu lagi, Arlend adalah putraku, bukan putramu!"
Azelva tidak gentar sedikitpun menghadapi Regita. Ia dengan yakin mengatakan jika Arlend adalah putranya. Walaupun dalam hatinya Azelva sangat sakit, karena Arlend harus terlahir dari rahim Regita.
Apa dia sudah tahu semuanya? Batin Regita. Ia sangat terkejut mendengar ucapan Azelva yang dengan lantang mengatakan jika bayi itu adalah putranya.
Berbagai pertanyaan mulai memenuhi otaknya. Kenapa Azelva berada di sini, apa wanita itu benar-benar sudah mengetahui semuanya?
Namun, Regita langsung menepis semua pikirannya itu. Azelva tidak mungkin mengetahui rahasiaku, lagipula aku juga sudah menyingkirkan semua bukti dan juga saksi. Dia pasti hanya asal bicara, ucap Regita dalam hati.
"Haa.. haha..." Regita terbahak untuk menutupi kegugupannya. "Sejak kapan Arlend menjadi putramu? Jangan pernah bermimpi," ucapnya lagi penuh penekanan.
Melihat raut wajah Azelva yang berubah sedih membuat Regita yakin, jika rahasianya masih aman. Tuh kan, benar dugaanku. Azelva hanya asal bicara, gumam Regita dalam hati.
"Dengarkan aku baik-baik, aku adalah satu-satunya istri Kellano, Nyonya muda Gavintara. Itu artinya, rumah ini adalah rumahku juga. Dan aku berhak mengusir siapapun dari rumah ini," ucapnya lagi dengan seringai di wajahnya.
Regita merasa di atas angin. Apalagi Kellano dan orang tuanya sejak tadi hanya diam, tidak membantah sedikitpun ucapannya. Kali ini ia yakin mereka semua berada di pihaknya.
"Benarkah? Lalu, di mana fotomu?" Tanya Azelva sambil tersenyum. Senyuman yang terlihat menyebalkan di mata Regita.
Brengsek, wanita sialan! Umpat Regita dalam hati.
Azelva sengaja mengatakan itu untuk memancing emosi Regita. Lagipula apa yang Azelva katakan tidak salah, karena selama tinggal di rumah keluarga Gavintara, Azelva tidak pernah melihat satupun foto istri Kellano itu.
Itu artinya, mungkin benar Regita istri Kellano, tapi keluarga Kellano tidak mengakuinya. Entah apa penyebabnya, namun Azelva yakin ada sesuatu di balik semua ini. Apalagi ucapan Mommy Yumna beberapa saat lalu yang terdengar tidak menyukai istri Kellano.
Jika Regita pikir Azelva akan terintimidasi, jawabannya salah besar. Azelva bukan wanita lemah apalagi mengandalkan air mata untuk menjalani hidupnya.
Azelva tidak pernah takut dengan siapapun apalagi wanita seperti Regita. Azelva sudah tahu bagaimana sifat wanita itu sejak kuliah dulu. Agresif dan tidak tahu malu, sama sekali bukan tandingannya.
Dan Kellano sangat bodoh, sudah membuangnya demi wanita rendahan seperti Regita.
"Foto tidaklah penting. Kalau aku mau, aku juga bisa mencetaknya," elak Regita.
Azelva tidak menanggapi lagi ucapan Regita, ia memilih untuk membawa Arlend ke kamarnya. Bayi gembulnya itu terlihat mengantuk setelah menangis gara-gara Regita.
"Mau ke mana, Kamu?"
Azelva tidak menggubris ucapan Regita apalagi setelah Kellano memberinya ijin untuk pergi dari sana. Namun Regita tidak berhenti sampai di situ, wanita itu berusaha mengejar Azelva dan mengambil Arlend dari tangan Azelva.
"Berhenti Regita! Jangan pernah menyentuh Azel dan putraku!"
Ucapan Kellano itu berhasil menghentikan Regita yang ingin mengambil Arlend dari Azelva.
"Kenapa aku tidak boleh menyentuhnya? Dia juga putraku, Kellan. Aku yang sudah melahirkannya."
Regita mulai melancarkan aksinya, drama murahan yang selalu berhasil ia mainkan. Dan Regita sangat yakin, kali ini juga akan berhasil.
"Kamu memang sudah melahirkannya, tapi aku yang selama 3 bulan ini merawatnya," lirih Azelva. Wanita cantik itu tak kuasa menahan air matanya. Hatinya sangat sesak setiap kali Regita mengatakan jika dia yang sudah melahirkan Arlend.
"Hanya 3 bulan. Jangan merasa Kamu berhak atas putraku! Sekarang kembalikan putraku, aku sendiri yang akan merawatnya. Dan kalau Kamu tahu diri, sebaiknya Kamu pergi dari rumah ini."
Ucapan panjang lebar Regita itu semakin menusuk hati Azelva. Bukan karena ia tidak ingin pergi dari rumah itu, hanya saja Azelva tidak siap jika harus berpisah dengan Arlend.
"Siapa Kamu berani mengusirnya? Aku yang menentukan siapa yang boleh tinggal di rumah ini," ucap Kellano. "Dan sampai kapanpun Azel tidak akan pergi dari rumah ini," tambahnya lagi.
Ingin sekali Kellano membongkar semua kebusukan Regita saat ini juga, namun saat ini bukanlah waktu yang pas untuk mengungkapkan semuanya. Sebentar lagi, sebentar saja, setelah ini Kellano akan pastikan Regita tidak akan berani menampakkan wajahnya lagi di hadapannya atau Azelva.
"Aku masih istrimu, Kellano. Dan tidak ada istri manapun di dunia ini, yang terima ada wanita lain di dalam rumahnya."
"Kalau begitu, dengarkan aku baik-baik. Regita Faressa, mulai detik ini aku menceraikanmu dengan talak tiga. Dan mulai detik ini juga Kamu bukan lagi istriku!"
Deg
Duar
To be continued