NovelToon NovelToon
Santet Kelamin

Santet Kelamin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Selingkuh / Dendam Kesumat
Popularitas:38.1k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

Setiap kali Bimo berhasrat dan mencoba melakukan hubungan seks dengan wanita malam,maka belatung dan ulat grayak akan berusaha keluar dari lubang pori-pori kelaminya,dan akan merasa terbakar serta melepuh ...

Apa yang Bimo lakukan bisa sampai seperti itu?

Baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hasutan Mbah Suro

Kabut pagi di desa itu terasa lebih dingin bagi Ratih. Ia baru saja kembali dari rumah mendiang ibunya di kampung sebelah, tempat di mana ia merenung dan mengumpulkan kembali sisa-sisa amarahnya. Namun, begitu ia melangkah menuju gudang kayu milik bapak Bimo, ia mendapati tempat itu telah kosong. Hanya ada tumpukan jerami yang acak-acakan dan aroma busuk yang mulai memudar, tertiup angin pegunungan.

Ratih segera menghampiri seorang tetangga yang sedang menjemur kerupuk di halaman. "Mbah, lihat laki-laki yang di gudang itu? Yang baunya anyir?"

"Oh, si Bimo? Tadi pagi-pagi sekali saya lihat dia menyeret kaki ke arah selatan. Sepertinya menuju rumah si Teguh," jawab nenek itu sambil menutup hidungnya, seolah bayangan bau Bimo masih tertinggal di sana.

Mendengar nama Teguh, jantung Ratih berdegup kencang. Ia tahu siapa Teguh. Pria itu adalah satu-satunya orang di desa ini yang tidak pernah silau oleh harta Bimo, dan satu-satunya orang yang memiliki batin yang bersih. Ratih segera melangkah terburu-buru, mengikuti jalan setapak di pinggir sawah. Ia merasa seperti seorang pemburu yang takut mangsanya melepaskan diri dari jerat yang sudah dipasang bertahun-tahun.

Energi yang Menggetarkan Dendam

Ketika jaraknya hanya tinggal seratus meter dari rumah gubuk Teguh, langkah Ratih mendadak terhenti. Bulu kuduknya berdiri bukan karena dingin, melainkan karena sebuah getaran aneh yang menghantam dadanya.

Dari kejauhan, rumah Teguh yang sederhana itu tampak diselimuti oleh aura yang berbeda. Ratih, yang sejak melakukan ritual dengan Mbah Suro menjadi lebih peka terhadap hal-hal gaib, melihat seolah-olah ada cahaya putih tipis yang memayungi atap rumbia rumah itu. Aroma rempah-rempah yang direbus Teguh serai, sirih, dan pandan menguar kuat, namun ada sesuatu yang lebih dari sekadar bau tanaman. Ada energi ketenangan, sebuah frekuensi doa yang sangat kuat yang terpancar dari dalam rumah.

"Kenapa kakiku gemetar?" gumam Ratih. Ia mencoba melangkah maju, namun setiap kali ia mendekat, rasa mual dan pusing menyerangnya.

Ratih tersentak. Ia menyadari sebuah ancaman besar. "Kalau Bimo sadar... kalau dia benar-benar bertaubat di bawah bimbingan Teguh, santet ini bisa luntur. Kekuatan Mbah Suro bisa terpental oleh doa orang jujur itu!"

Rasa takut mulai menggerogoti hati Ratih. Bukan takut akan hukum manusia, tapi takut jika dendamnya gagal terselesaikan. Ia tidak sudi melihat Bimo sembuh sebelum pria itu merasakan kehancuran yang setara dengan penderitaan ibunya. Ia tidak boleh membiarkan Bimo menemukan kedamaian di rumah Teguh.

Perjalanan Menuju Lereng Gelap

Tanpa membuang waktu, Ratih berbalik arah. Ia berlari menuju jalan raya kecamatan, debu jalanan menempel di gamis hitamnya. Ia tidak peduli dengan rasa lelahnya. Ia harus segera berkonsultasi dengan sumber kekuatannya: Mbah Suro.

Ia naik bis antarkota yang menuju ke arah lereng gunung di perbatasan provinsi. Perjalanan itu ditempuh selama tiga jam yang menyiksa. Pikiran Ratih berkecamuk. Ia teringat bagaimana Mbah Suro pernah berpesan bahwa santet Ulat Sengkolo adalah santet yang dipicu oleh nafsu dan emosi negatif korban. Jika korban menemukan ketenangan sejati dan pengampunan, maka ulat-ulat itu tidak akan punya "makanan" lagi untuk tumbuh.

"Jangan sampai... jangan sampai Bimo sujud di depan Tuhan sebelum dia sujud di kakiku," desis Ratih sambil menatap ke luar jendela bis yang mulai mendaki perbukitan kabut.

Sesampainya di terminal kecil di kaki gunung, Ratih menyewa ojek untuk naik lebih tinggi lagi, ke sebuah gubuk yang tersembunyi di balik rimbunnya pohon kamboja tua dan batu-batu besar yang dikeramatkan. Tempat itu sunyi, hanya terdengar suara burung gagak dan gemericik air sungai yang dingin.

Pertemuan dengan Mbah Suro

Mbah Suro sedang duduk di atas dipan kayu, mengisap rokok klobot yang baunya sangat khas—campuran kemenyan dan tembakau keras. Matanya yang buta sebelah tampak berkilat saat merasakan kehadiran Ratih.

"Kamu datang dengan kegelisahan, Ratih," suara Mbah Suro parau, seperti gesekan batu. "Umpanmu mulai lepas?"

Ratih langsung bersujud di depan pria tua itu. "Mbah, Bimo... dia sekarang di rumah seorang teman bernama Teguh. Ada energi di rumah itu yang membuat saya takut. Ulat-ulat itu sepertinya tidak bekerja saat Bimo di sana. Doa-doa pria itu... apakah bisa menghancurkan kiriman kita?"

Mbah Suro terdiam lama. Ia mengembuskan asap rokoknya ke udara, membentuk gumpalan hitam yang aneh. Ia kemudian mengambil sebuah cawan berisi air hitam dan menjatuhkan beberapa butir bunga kantil ke dalamnya.

"Doa orang yang tulus memang musuh utama bagi ilmu hitam, Ratih," ujar Mbah Suro dingin. "Teguh itu bukan orang sakti, tapi hatinya tidak punya celah untuk dimasuki setan. Itu yang membuat energinya memayungi si Bimo. Selama Bimo di sana, ulat-ulat itu akan 'puasa'. Mereka tidak bisa makan daging Bimo jika hati Bimo sedang tenang dan tak bernafsu."

Ratih mengepalkan tangannya. "Lalu apa yang harus saya lakukan, Mbah? Saya tidak mau dia sembuh hanya karena bersembunyi di rumah orang itu!"

Mbah Suro terkekeh, suara tawanya membuat bulu kuduk Ratih berdiri. "Ilmu hitam tidak bisa melawan cahaya secara langsung, tapi ilmu hitam bisa menghasut kegelapan di sekitar cahaya itu. Jika kamu tidak bisa menembus doa Teguh, maka hancurkanlah ketenangan di desa itu."

Hasutan Sang Dukun

Mbah Suro mengambil sebuah botol kecil berisi cairan merah kental darah gagak yang sudah dimantrai selama empat puluh malam.

"Bawa ini. Taburkan di empat penjuru rumah Teguh pada jam tiga pagi. Cairan ini tidak akan menyakiti Teguh, tapi akan membangkitkan fitnah di hati warga desa. Mereka akan melihat rumah Teguh sebagai sarang wabah. Mereka akan mencium bau bangkai Bimo seratus kali lebih tajam daripada biasanya."

Ratih menerima botol itu dengan tangan gemetar. Ada rasa ragu sejenak di hatinya ia tahu Teguh adalah orang baik namun bayangan ibunya yang meninggal dalam kemiskinan karena dikhianati Bimo menghapus segala belas kasihannya.

"Saya mengerti, Mbah. Saya akan buat seluruh desa membenci rumah itu," ucap Ratih mantap.

"Pergilah. Malam ini bulan mati. Waktu yang paling tepat untuk menabur duri di ladang orang yang suci," pungkas Mbah Suro.

Kembali dengan Kebencian Baru

Ratih turun dari lereng gunung saat senja mulai merah. Ia kembali ke desa dengan sebuah misi baru. Ia tidak lagi mengejar Bimo secara fisik, melainkan ia akan menghancurkan perlindungan spiritual Bimo.

Di dalam bus kepulangannya, Ratih menggenggam botol merah itu dengan erat. Ia menyadari satu hal: pertarungan ini bukan lagi sekadar antara dia dan Bimo, tapi antara dendamnya melawan ketulusan Teguh. Namun bagi Ratih, tidak ada jalan kembali. Baginya, kebaikan Teguh adalah penghalang yang harus disingkirkan demi tercapainya keadilan versi dirinya.

Malam itu, Ratih tidak langsung menuju rumah Teguh. Ia menunggu di kegelapan, di bawah pohon beringin besar dekat balai desa. Ia melihat warga desa yang mulai berbisik-bisik tentang kembalinya "Bimo si anak terkutuk". Ia hanya perlu menyulut sedikit api, dan seluruh desa akan terbakar oleh fitnah.

"Maafkan aku, Teguh," gumam Ratih dingin. "Tapi Bimo adalah milikku. Dia tidak pantas mendapatkan doa-doamu."

1
Rembulan menangis
makin seru ya thor ,
Rembulan menangis
thor ,mkasih telah mmbuat si bimo ketipu rupnya si sari tdak punya sari murni lg sarinya sudah gk ory 🤣
Halwah 4g: 🤭🤭🤭🤭 iya kak mklum sinden tempo dlu
total 1 replies
Akbar Aulia
bimo,kamu itu jelmaan kucing ya🤭 punya nyawa 9 lolos terus
Halwah 4g: hehehehejejhje...kyaknya iya ka
total 1 replies
dzafara dza
kapan tobatnya sih thor nih si Bimo🤣
Ineke Susanti: mungkin nanti klo tumbalnya dh lengkap baru deh tobat🤭
total 2 replies
Anjany
kpn Bimo kena batunya Thor.
Halwah 4g: biasaaaa ka..kek para pejabat korup..susah matinya..🤭
total 1 replies
Taramia
emang sudah bukan manusia kan si Bimo
Halwah 4g: 🤭🤭 spertnya bukan ka
total 1 replies
Taramia
emang dasarnya jahat si Bimo mah
Rembulan menangis
thor yg pngantin gendoruwo kok blm juga up sih
pnasaran lanjutanya
Halwah 4g: ooohhhh..ada yg baca ya ka..q pikir sepi GK ada yg baca..jdi q blm up..hehehehe...ok hbis isya q up buanyakkkkkkkkkkk 🤭
total 1 replies
Nia Rahmi
bnr2 sdh jd setan dlm wujud manusia si bimo ini
Halwah 4g: nyata kaaa...berarti klo setan mau di wjutin tuh jadinya salah satunya Bimo hihihihi....
total 1 replies
Yeni Yulita
meskipun bimo berubahpun tak kan hilang jiwa psikopatnya
Halwah 4g: mnurut psikologis orng ktanya gtu,klo dh kecanduan sekli yg menyimpang,akan susah buat berubah ka 🤭
total 1 replies
dzafara dza
panjang nih kayaknya ceritanya
Halwah 4g: gak ka, pngen segera di tamatkan 🤭
total 1 replies
Kustri
gengsi kegedean, rasain sakit hati ratih yg diubah jd siksaanmu🤣
Kustri
rasakno, enak tho😂
dzafara dza
di tunggu kehancuran bimi nih thor
Lintang
hadeh, kalo emang dari awal punya sifat asli yg tidak baik, pasti mau sekeras apapun orang membimbing nya ke jalan kebenaran, pasti ujung-ujungnya sifat asli nya itu lah yang menghalangi nya
Lintang
gila, pengen bertaubat ada aja ya rintangannya? Wkwkw
Nia Rahmi: iya begitu emg dlm kehidupan nyata..tanpa adanya bimbingan seorg guru maka jln menuju taubat akn susah dicapai
total 1 replies
Lintang
ujian bimo berat banget ya? Pengen balik ke jalan yg benar ada aja rintangannya hehee
dzafara dza
luar biasa keren
dzafara dza
author pinter banget bikin cerita👍👍👍
Halwah 4g: terimakasih kka..love u bertubi-tubi 🤭
total 1 replies
dzafara dza
aku ikut tegang ngebayangin kalau aku ada disana gimna dengan keimanan setipis tisu ini astagfirullah
Halwah 4g: 🤣 klo Thor pasti dah guling2..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!