NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:117.2k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Yuda menatap Ning yang masih berdiri terpaku di depannya. Kalimat barusan seperti berhenti di udara, menggantung di antara mereka.

“Mas mau Ning bayar dengan ini,” ulang Yuda pelan, jarinya menyentuh sudut bibir Ning, nyaris tak menyentuh kulit.

Ning mengernyit bingung. “Dengan… ini?” Ia menunjuk bibirnya sendiri. “Maksud Mas… gimana?”

Yuda menahan senyum. “Ya dengan itu.”

“Tapi… bibir Ning cuma satu, Mas,” jawab Ning polos. “Mau dibayar gimana?”

Detik itu juga, Yuda tertawa. Bukan tawa kecil—tapi tawa yang lepas, membuat bahunya naik turun. Ia sampai harus menunduk sedikit, menahan perut.

“Ya Allah, Ning…” katanya sambil menggeleng. “Kamu tuh bisa bikin orang gemas tanpa usaha.”

Ning makin bingung. “Kenapa Mas ketawa?”

Yuda mendekat selangkah. “Mas enggak minta dibayar literal. Mas cuma bercanda.”

“Oh.” Ning mengangguk pelan, lalu wajahnya memerah. “Ning kira Mas serius.”

“Mas serius,” jawab Yuda cepat. “Tapi caranya beda.”

Ia mengangkat dagu Ning dengan dua jari. “Mas mau kamu nyaman dulu. Enggak usah mikir bayar-bayaran.”

Ning menelan ludah. Jantungnya berdegup tak beraturan. “Terus… kenapa Mas sentuh bibir Ning?”

“Karena Mas ingin,” jawab Yuda jujur, suaranya turun setingkat. “Dan karena kamu istri Mas.”

“Ning—”

Kalimat itu terpotong saat Yuda akhirnya mencium Ning. Bukan ciuman tergesa, bukan pula yang menuntut. Hanya sentuhan singkat, lembut, penuh rasa syukur. Seolah Yuda sedang bilang terima kasih—tanpa kata.

Ning membeku sesaat, tubuhnya membeku, tanpa tau harus bagaimana. Tapi, tangannya refleks mencengkeram kemeja Yuda. Dadanya bergetar.

Saat Yuda menjauh, Ning masih terdiam. “Mas…”

“Hmm?”

“Jadi… itu bayarannya?”

Yuda terkekeh. “Hihihi, iya.”

Pipi Ning bersemu merah.

****

Malam itu, di rumah Anggun.

Anggun mondar-mandir sejak magrib. Ponsel di tangannya tak berhenti ia lihat. Panggilan ke Yuda tak satu pun terangkat.

"Kenapa masih belum ada kabar!?"

"Sabar, Ma. Namanya juga orang nyari, enggak mungkin juga satu jam langsung ketemu."

“Anak kamu itu keterlaluan!” bentaknya akhirnya.

Deni yang sedang duduk di sofa menghela napas. “Astaga! Mulai lagi dah.”

Tak lama, muncul satu orang yang Anggun suruh cari.

"Bagaimana?" tanyanya langsung, tanpa banyak basa basi.

"Lapor, Nyonya."

"Hemmm! Cepetan!"

"Kami berhasil menemukan Mas Yuda."

"Oke, dimana?" tanya Anggun tak sabar.

"Di sebuah rumah kontrakan di jalan X."

"Apa? Di kontrakan? Ngapain dia?"

Anggun bingung. Seorang tuan muda, bisa-bisanya malah tinggal di sebuah kontrakan kecil.

"Mas Yuda..." orang suruhan itu tampak ragu. "Tinggal dengan seorang wanita di sana."

"Apa!?"

Anggun memekik, Deni terkejud.

“Dia tinggal sama perempuan!?” suara Anggun meninggi. “Kumpul kebo!?”

“Sayang, tenangin dirimu...,” Deni mencoba tenang. “Ingat darah tinggi.”

“Justru kelakuan anakmu itu bikin darah tinggi!” potong Anggun. Ia menyinsingkan lengan bajunya “Biar aku lihat sendiri perempuan yang berani menjerumuskan anakku.”

****

Pagi datang dengan cahaya lembut. Ning menata sop, ikan asin, dan sambal di meja. Yuda sudah rapi dengan kemeja kerjanya.

“Mas sarapan?” tanya Ning.

“Iya,” jawab Yuda. "Tadi kamu belanja?" tanyanya memandang meja makan yang siap olahan yang masih mengepul.

"Iya, Mas. Tadi ke warung di ujung gang," jawab Ning.

"Ahh, maaf. Mas lupa kasih uang belanja kamu."

"Enggak papa. Ning masih punya kok. Uang 50 juta dari mas itu banyak banget."

"Jangan pakai itu. Itu uang mahar. Nanti mas kasih uang bulanan buat kamu."

Ning menunduk menyembunyikan senyumnya. Baru kali ini dia perlakuan sangat baik. Ning mengambilkan sarapan Yuda. Mereka mengobrol ringan.

“Mas…”

“Hm?”

“Ning boleh ke salon hari ini?”

Yuda berhenti menyuap. “Mau kerja?”

“Iya. Sekalian kasih nomor baru Ning ke Bu Rumi.”

Yuda tersenyum. “Boleh. Mas enggak larang.”

Ia mengambil ponsel Ning yang baru. “Sini.”

Yuda dengan sabar menyimpan nomornya, mengajarkan cara menelepon, menyimpan kontak, membuka pesan.

“Pelan-pelan aja,” katanya.

Ning memperhatikan dengan serius. “Oh… jadi ini buat nelpon.”

“Ya.”

Tak sampai lima menit, Ning sudah lancar. Ia tersenyum puas. Ia memandang kontaknya yang hanya terisi nomor suaminya.

Yuda berdiri. “Mas berangkat.”

“Hati-hati,” kata Ning sambil mencium tangan suaminya.

Yuda menunduk, mencium kening Ning singkat, lalu pergi.

Ning membereskan rumah. Menyapu, mencuci piring, merapikan baju. Rumah kecil itu terasa hangat.

Tiba-tiba, ketukan terdengar di pintu.

Ning berhenti.

“Siapa ya?” gumamnya.

Ia berjalan ke pintu, membuka...

Dan dunia Ning seolah berhenti berputar.

1
arniya
Dewi bukan nya sadar malah makin bablas....
Yensi Juniarti
nah looo di luar BMKG kan...
makanya jangan Maruk say ...
i🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Arieee
mampus🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Cinta_manis: loh, seneng kali/Facepalm/
total 1 replies
Yana Phung
nggak pake lama... aksi tipu-tipu dewi berakhir
semoga ibu dan anak ini cpt dpt azab😅😅😅
Cinta_manis: bener
total 1 replies
Ariany Sudjana
Dewi dan Sumi sama saja, kalian itu serakah dan cuma bisa buat malu saja
Cinta_manis: turunan kak/Grievance/
total 1 replies
Ira Herawati
/Rose/
Ira Herawati: Aamiin, doa yg sama untuk author/Pray/
total 2 replies
Ariany Sudjana
pak Tyo katanya pengusaha, kenapa percaya begitu saja dengan omongan Dewi? kenapa tidak minta anak buahnya untuk selidiki dulu omongan si Dewi? percuma dong sudah tes DNA untuk Ning
Cinta_manis: sabar ya kak
total 1 replies
Yana Phung
untungnya pak tyo nggak bodoh2 amat 😅😅😅
entah kpn dewi dan emaknya ini dpt azab?? 🤭🤭🤭
Cinta_manis: 😆😆😆😆😆 gitu ya
total 1 replies
sunaryati jarum
Enak saja menganggap tak setara,malah itu Riana yan hanya keponakan ayah kandung Ning.
Semoga usulan bibi Rumi untuk buka salon sendiri dilakukan oleh Ning,dan Ning sukses tanpa mengurangi pelanggan Bu Rumi.Dan atas nasehat Ayah Hasto,Ning bisa memaafkan dan berdamai dengan pak Tyio
Cinta_manis: hmmmm, semoga ya kak. biar bahagia semua🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Rani kamu blm tau kl Ning sebenarnya anak kakak mu pak Tyo....apa Ning tdk pantas utk Yuda, berarti kamu pun tdk pantas 😆😆😆...lanjut Thorr😘😘😘
Cinta_manis: waduhh, langsung kena nih😅
total 1 replies
Arieee
bagus 👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Cinta_manis: makasih untuk bintang 5 nya kak 🙏🥰 sehat selalu, dan diberkahi.
total 1 replies
mama
pk tyo goblokkkkk klu smpe percaya sm bualan ny si dewi🤣.. udh jelas ning ank ny,😄
Cinta_manis: 🤣🤣🤣 bisa jadi, bisa jadi
total 3 replies
Arin
Yang dianggap perempuan tidak setara..... adalah keponakan mu🤣🤣🤣. Yang justru lebih berhak dengan harta dari bapaknya
Cinta_manis: 🤣🤣🤣 iya ya, makasih buat kakak, udah mampir di cerita2 aku😍🥰
total 3 replies
Maseni Maseni
pak tyo kalau emang sdh pernah menyelidiki harusnya ga mudah percaya dong, apalagi sdh melakukan tes DNA dgn ning
dan yuda sudah mengetahui

pak tyo harus cerdas Dan tetap berpikir waras bahwa anak siti cuma Saturday...... .. jangan sampai menyesal dua kali karena ulah nenek sihir
Cinta_manis: hmmmm, betul
total 2 replies
Arieee
kalau Sampek tertipu bodoh banget pak tyo🤧🤧🤧🤧🤧🤣
Cinta_manis: 😅 nah, harusnya enggak ya
total 1 replies
Jumi Saddah
ayo lah pak tyo jgn bego2 banget,,harus jeli dlm melihat masalg jgn tertipu lgi,,,sdh cukup yg dlu jdi pelajaran,,jgn mengulang lgi,selidiki,,atau temui pas hasto atau yuda,,,
Cinta_manis: hmmm, saran yang bagus😅
total 1 replies
Sri Rahayu
Dewi ga tau malu ngaku2 anak pak Tyo dan bu Siti...dikira pak Tyo percaya gitu aja mau ngakuin dia anak 🤪🤪🤪...lanjut Thorr 😘😘😘
Cinta_manis: makasih kak, tunggu ya
total 1 replies
Ummi Sulastri Berliana Tobing
udah dluan pak Tyo ketemu ma anak ny, paok🤣🤣🤣
Cinta_manis: 🤣🤣🤣 betul guh, Kak
total 1 replies
Nana Geulise
kalau tyo percaya dewianaknya itu namanya tyo bego 🤔🫢.🫢.ning aja tyo tes dna yg sdh pasti mirib kaya siti..
Cinta_manis: 🤣🤣betul
total 1 replies
sunaryati jarum
Ayolah Pak Tyo anda kan sudah tes DNA ,masa langsung percaya,seret polisi saja.🤣🤣🤣🤭
Cinta_manis: wkwkwk pelan2 kak jangan langsung diulti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!