NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: uutami

"Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?"
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Yuda menatap Ning yang masih berdiri terpaku di depannya. Kalimat barusan seperti berhenti di udara, menggantung di antara mereka.

"Mas mau Ning bayar dengan ini," ulang Yuda pelan, jarinya menyentuh sudut bibir Ning, nyaris tak menyentuh kulit.

Ning mengernyit bingung. "Dengan… ini?" Ia menunjuk bibirnya sendiri. "Maksud Mas… gimana?"

Yuda menahan senyum. "Ya dengan itu."

"Tapi… bibir Ning cuma satu, Mas," jawab Ning polos. "Mau dibayar gimana?"

Detik itu juga, Yuda tertawa. Bukan tawa kecil, tapi tawa yang lepas, membuat bahunya naik turun. Ia sampai harus menunduk sedikit, menahan perut.

"Ya Allah, Ning…" katanya sambil menggeleng. "Kamu tuh bisa bikin orang gemas tanpa usaha."

Ning makin bingung. "Kenapa Mas ketawa?"

Yuda mendekat selangkah. "Mas enggak minta dibayar literal. Mas cuma bercanda."

"Oh." Ning mengangguk pelan, lalu wajahnya memerah. "Ning kira Mas serius."

"Mas serius," jawab Yuda cepat. "Tapi caranya beda."

Ia mengangkat dagu Ning dengan dua jari. "Mas mau kamu nyaman dulu. Enggak usah mikir bayar-bayaran."

Ning menelan ludah. Jantungnya berdegup tak beraturan. "Terus… kenapa Mas sentuh bibir Ning?"

"Karena Mas ingin," jawab Yuda jujur, suaranya turun setingkat. "Dan karena kamu istri Mas."

"Ning..."

Kalimat itu terpotong saat Yuda akhirnya mencium Ning. Bukan ciuman tergesa, bukan pula yang menuntut. Hanya sentuhan singkat, lembut, penuh rasa syukur. Seolah Yuda sedang bilang terima kasih, tanpa kata.

Ning membeku sesaat, tubuhnya membeku, tanpa tau harus bagaimana. Tapi, tangannya refleks mencengkeram kemeja Yuda. Dadanya bergetar.

Saat Yuda menjauh, Ning masih terdiam. "Mas…"

"Hmm?"

"Jadi… itu bayarannya?"

Yuda terkekeh. "Hihihi, iya."

Pipi Ning bersemu merah.

****

Malam itu, di rumah Anggun.

Anggun mondar-mandir sejak magrib. Ponsel di tangannya tak berhenti ia lihat. Panggilan ke Yuda tak satu pun terangkat.

"Kenapa masih belum ada kabar!?"

"Sabar, Ma. Namanya juga orang nyari, enggak mungkin juga satu jam langsung ketemu."

"Anak kamu itu keterlaluan!" bentaknya akhirnya.

Deni yang sedang duduk di sofa menghela napas. "Astaga! Mulai lagi dah."

Tak lama, muncul satu orang yang Anggun suruh cari.

"Bagaimana?" tanyanya langsung, tanpa banyak basa basi.

"Lapor, Nyonya."

"Hemmm! Cepetan!"

"Kami berhasil menemukan Mas Yuda."

"Oke, dimana?" tanya Anggun tak sabar.

"Di sebuah rumah kontrakan di jalan X."

"Apa? Di kontrakan? Ngapain dia?"

Anggun bingung. Seorang tuan muda, bisa-bisanya malah tinggal di sebuah kontrakan kecil.

"Mas Yuda..." orang suruhan itu tampak ragu. "Tinggal dengan seorang wanita di sana."

"Apa!?"

Anggun memekik, Deni terkejud.

"Dia tinggal sama perempuan!?" suara Anggun meninggi. "Kumpul kebo!?"

"Sayang, tenangin dirimu...," Deni mencoba tenang. "Ingat darah tinggi."

"Justru kelakuan anakmu itu bikin darah tinggi!" potong Anggun. Ia menyinsingkan lengan bajunya "Biar aku lihat sendiri perempuan yang berani menjerumuskan anakku."

****

Pagi datang dengan cahaya lembut. Ning menata sop, ikan asin, dan sambal di meja. Yuda sudah rapi dengan kemeja kerjanya.

"Mas sarapan?" tanya Ning.

"Iya," jawab Yuda. "Tadi kamu belanja?" tanyanya memandang meja makan yang siap olahan yang masih mengepul.

"Iya, Mas. Tadi ke warung di ujung gang," jawab Ning.

"Ahh, maaf. Mas lupa kasih uang belanja kamu."

"Enggak papa. Ning masih punya kok. Uang 50 juta dari mas itu banyak banget."

"Jangan pakai itu. Itu uang mahar. Nanti mas kasih uang bulanan buat kamu."

Ning menunduk menyembunyikan senyumnya. Baru kali ini dia perlakuan sangat baik. Ning mengambilkan sarapan Yuda. Mereka mengobrol ringan.

"Mas…"

"Hm?"

"Ning boleh ke salon hari ini?"

Yuda berhenti menyuap. "Mau kerja?"

"Iya. Sekalian kasih nomor baru Ning ke Bu Rumi."

Yuda tersenyum. "Boleh. Mas enggak larang."

Ia mengambil ponsel Ning yang baru. "Sini."

Yuda dengan sabar menyimpan nomornya, mengajarkan cara menelepon, menyimpan kontak, membuka pesan.

"Pelan-pelan aja," katanya.

Ning memperhatikan dengan serius. "Oh… jadi ini buat nelpon."

"Ya."

Tak sampai lima menit, Ning sudah lancar. Ia tersenyum puas. Ia memandang kontaknya yang hanya terisi nomor suaminya.

Yuda berdiri. "Mas berangkat."

"Hati-hati," kata Ning sambil mencium tangan suaminya.

Yuda menunduk, mencium kening Ning singkat, lalu pergi.

Ning membereskan rumah. Menyapu, mencuci piring, merapikan baju. Rumah kecil itu terasa hangat.

Tiba-tiba, ketukan terdengar di pintu.

Ning berhenti.

"Siapa ya?" gumamnya.

Ia berjalan ke pintu, membuka...

Dan dunia Ning seolah berhenti berputar.

1
Rebecca Jaimin
aku cari ternyata dia masih perawan ngk ada tuh
Rebecca Jaimin
karya yang hebat..mengajar apa itu keredhaan,kemaafan dan keikhlasan serta keindahan didalam semuanya itu..teruskan berkarya yg mampu membuka mata hati nurani..moga kita hidup tidak didasari dgn kepahitan masa lalu,tapi menjadikan teladan dn pengalaman di titi usia untuk menjadi insin yg lebih baik dari kemarin,lebih dewasa hari ini untuk hari ini dan dewasa memotivasikan hari esok..
Marina Tarigan
semoga jgn yg nya lina lqqmembenci ningsih Dewi Ranu dan nenek
Marina Tarigan
lanjut yg tetbsik bagi mereka ksrena sdh kedal dipertengahan jln deh
Marina Tarigan
keyemu kuntilanak cantik. hi hi hiii aku cinta kamu zRanu jgn istri juda pantang kualat kamu nanti Ningsih juga ngeri dan jijik melihatmu . bagus pak Deni anakmu tdk normal
Marina Tarigan
rRanu lesong alias gila alias bodoh mencintai istri orang sadarlah tuan kamu tdk laku ya cinta sm idtri orang ningsih taat agama dia bukan jalang tolol kamu mau hancurkan keluargamu sendiri
Marina Tarigan
ranu gila ys dia sakitin yg di tabrak sampai pincang kamu perlu dijebloskan kepenjsra tanpa bertanggung jswab apapun sm korban tabrskanmu otakmu kemana larinya tolol
Marina Tarigan
la jut ceritanya
Marina Tarigan
lanjutkan semoga semua stroke kecuali ningdih
Marina Tarigan
ya elah Ranu sdh iistrimu pun bisa pisah diambil orang ini kamu tabrak dia menferita tdk punya kuasa pincang tdk punya dans berobat dlm segi apapun tdk afa hakmu persoalkan itu juds menjsga dan merswat sampai operadi juga srmbuh total tdk ada sedikitpun jasamu di tubuh ningsinh berpikir jernih lah demi ketenanganmu ningsih bukan barang bisa diofer sesuma hatimu Arun aneh otakmu
Marina Tarigan
salon ning akan berkembang jgn saling merebut harta kalau orang tuamu tdk bijak biarkan saja tinggalkan semua juga ibumu itu yg tdk tegas sejal awsl doa hanya mikirkan Arun bukan rmh tgha mu
Marina Tarigan
bagus tak usah punya saudara begitu ning nukan pacarmu Ranu gomans sekarang ibu zaanggun radakan akibst perbuatsnmu itu anakmu akan saling menghancurkan
Marina Tarigan
biadap kamu Ranu awal kehancuran keluargamu Anggun
Marina Tarigan
salahkan ibumu tdk berterus terang terus maksa ningsih terus bantu therapimu tuan kelusrgamu tdk punya adab ya kalau adst kami ssngst pantang dekat sm ipsr sendiri apalagi sempst pegang apapun ceritanya mknya sussh dekat sama orang tdl punya adsb khusus ibumu dua2 anaknya tetluka korban ningsih jgn mau lagi ningsih biadap mertuamu itu
Marina Tarigan
pindsh saja Ning sm suamimu ke Salon kalian Ranu tdk tahu ning idtri juda ibu Anggun cari masallah
Marina Tarigan
keluarga kaya raya tapi punya ibu biadap jgn2 anakmu berdua saling membunuh aru tahu rasa dan ning kembali pd ridho karena merema saling mencintai dulu
Marina Tarigan
mama anggun tfk benar seorang ibu wataknya menyakiti anak sendiri Ranu belum tahu Ning istri juda fan dulupun ning bukan pacar Ranu dia merasa bersalah karena menabrkaknya dia mencari diA tdk ning istri adiknya juda apa ibu mau menghilir ning ke anak ibu berdua ning bukan barang ibu apa mau ning punya dua suami atau ibu
Marina Tarigan
ning kan bukan pacar Ranu Ning istrimu biadap sia2 kamu pintar dan masa sangsi sm Ranu dan ning bukan barang tak ada masallah apapun ningsih idyrimu atau kamu mau sm zDewi cerita aneh
Marina Tarigan
ning kan sdj fisayang sangat dinikahi juda dan ning sdh dioperasi hingga mormal kembali pikiran keluarga ini kok picik kali
Marina Tarigan
kepoĺosanmu ning bisa bawa petala pd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!