Terlahir kembali sebagai Riser Phenex—bangsawan iblis paling dibenci dengan reputasi sampah—bukanlah pilihan yang buruk bagi seorang pemuda dari dunia modern. Dengan sistem "Yui" yang bermulut tajam namun setia, serta kekuatan terlarang dari masa lalu yang terkubur (Meliodas), Riser memutuskan untuk berhenti mengejar wanita yang tidak menginginkannya. Di hari Rating Game yang seharusnya menjadi kehancurannya, dia justru membakar naskah takdir. Dia membatalkan pertunangan, melepaskan gelar "pecundang", dan mulai membangun "keluarga" sejatinya sendiri. Dari pedang Saeko Busujima hingga kesetiaan Yasaka, Riser tidak hanya ingin bertahan hidup; dia ingin mendominasi dunia supranatural dengan gaya yang elegan, sarkastik, dan tak terbantahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan dan Fajar
cahaya hijau zamrud yang menyelimuti apartemen Shizuka Marikawa perlahan memudar, meninggalkan keheningan yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Di tengah ruangan, Shizuka berdiri dengan ekspresi linglung yang khas, namun ada sesuatu yang berubah secara fundamental pada dirinya. Kulitnya kini tampak lebih bercahaya, dan aura kehangatan yang menenangkan memancar dari tubuhnya, menetralkan udara dingin malam di Kuoh.
Riser melepaskan tangan Shizuka, membiarkan wanita itu menyesuaikan diri dengan aliran energi baru yang mengalir di pembuluh darahnya.
"Hmm... rasanya aneh," Shizuka menggeliat, menyebabkan lekukan tubuhnya yang provokatif semakin terlihat. "Rasanya seperti baru saja meminum sepuluh botol suplemen energi sekaligus. Badanku terasa... ringan?"
Riser tidak menjawab dengan kata-kata. Dia hanya melirik ke arah sudut ruangan yang gelap. "Saeko, keluarah."
Dari balik bayang-bayang tirai balkon, Saeko Busujima melangkah masuk. Kehadirannya yang tajam dan dingin menciptakan kontras yang luar biasa dengan aura lembut Shizuka. Shizuka sedikit terlonjak, mata cokelatnya membelalak menatap gadis berambut ungu yang membawa katana panjang itu.
"Wah, gadis cantik lainnya!" Shizuka bertepuk tangan kecil, seolah lupa bahwa dia baru saja diubah menjadi iblis. "Apa dia juga pasienmu, Tuan Tampan?"
Saeko menatap Shizuka dengan pandangan menilai. "Tuanku, apa Anda yakin wanita... santai ini yang akan menjadi penyembuh kita?"
"Jangan tertipu oleh penampilannya, Saeko," Riser berjalan menuju tengah ruangan, tangannya memancarkan pendaran api tipis untuk memicu lingkaran sihir transportasi. "Di balik kecerobohannya, dia memiliki bakat medis yang melampaui logika manusia. Shizuka, mulai sekarang, kau adalah Bishop-ku. Dan Saeko adalah Knight-ku. Kalian adalah fondasi pertama dari masa depanku."
[ Proses Reinkarnasi Selesai. ]
[ Subjek: Shizuka Marikawa. ]
* Sacred Gear Terdeteksi: 「White Sanctuary – Miracle Pulse」
* Status: Aktif (Level Pemula).
* Fungsi: Pemulihan seluler instan dan pembersihan status negatif.
"Ayo pergi. Aku tidak ingin Grayfia atau Sona Sitri menyadari ada fluktuasi energi sebesar ini di wilayah mereka," perintah Riser.
Dia mengulurkan kedua tangannya. Saeko dengan sigap meraih lengan kanan Riser, sementara Shizuka, dengan gaya santainya, memeluk lengan kiri Riser dengan erat, membuat dada besarnya menempel tanpa rasa canggung sedikit pun.
"Eh? Kita mau terbang?" tanya Shizuka polos.
"Lebih dari sekadar terbang," bisik Riser.
Wush!
Lingkaran sihir Phenex menelan mereka bertiga dalam sekejap. Dalam hitungan detik, pemandangan apartemen sempit di Kuoh berganti menjadi kemegahan aula utama di wilayah Phenex. Udara panas yang kaya akan energi iblis menyambut mereka.
Para pelayan yang berjaga di aula langsung membungkuk hormat saat melihat tuan muda mereka kembali. Namun, mata mereka tidak bisa menyembunyikan keterkejutan saat melihat Riser membawa dua wanita manusia—yang kini beraroma iblis reinkarnasi—masuk ke dalam kastel.
"Kak Riser!"
Suara nyaring Ravel bergema saat dia berlari menuruni tangga besar. Dia berhenti mendadak saat melihat pemandangan di depannya. Kakaknya yang biasanya pulang dengan wajah masam atau sombong, kini kembali dengan aura yang sangat tenang, membawa dua pengikut baru yang auranya terasa sangat kuat.
"Ravel," Riser mengangguk kecil. "Siapkan paviliun barat. Mulai malam ini, Saeko dan Shizuka akan tinggal di sini. Mereka adalah anggota Peerage baruku."
Ravel mengerjap, menatap Saeko yang terlihat sangat berbahaya dan Shizuka yang tampak... bingung dengan dekorasi kastel. "Tapi Kak, bukankah Rating Game tinggal sembilan hari lagi? Bagaimana mungkin Kakak melatih mereka dalam waktu sesingkat itu?"
Riser berjalan melewati adiknya, namun dia berhenti sejenak untuk menepuk pundak Ravel. "Sembilan hari adalah waktu yang lama jika kau tahu cara melipatgandakan nilai setiap detiknya. Yubelluna!"
Dari bayang-bayang pilar, Yubelluna muncul dan berlutut di hadapan Riser. "Saya di sini, Tuanku."
"Bawa mereka ke paviliun. Berikan mereka pakaian yang layak dan makanan yang cukup. Besok pagi, tepat saat matahari terbit di Underworld, aku ingin mereka sudah siap di lapangan pelatihan. Tidak ada pengecualian."
"Dimengerti," jawab Yubelluna tegas. Dia melirik Saeko dan Shizuka, memberikan tatapan yang mengandung otoritas sebagai Queen senior, namun Saeko tidak sedikit pun bergeming, menunjukkan mentalitas ksatria yang kuat.
Setelah mereka pergi, Riser berdiri sendirian di aula yang luas. Dia memejamkan mata, membiarkan kesadarannya masuk ke dalam ruang sistem.
[ Laporan Kondisi: ]
* Tingkat Kelelahan: 15%
* Integrasi Kekuatan Meliodas: Meningkat ke 26%.
* Catatan: Kamu baru saja menghabiskan banyak energi untuk dua reinkarnasi berturut-turut. Tubuh Phenex-mu sedang melakukan kompensasi suhu.
Yui, tunjukkan padaku modul latihan yang paling efektif untuk mereka berdua. Aku tidak punya waktu untuk metode konvensional, batin Riser.
[ Memproses Analisis... ]
[ Modul 'Lembah Kematian' direkomendasikan. ]
[ Peringatan: Modul ini sangat berat secara mental. Shizuka mungkin akan menangis, dan Saeko mungkin akan mencoba membunuhmu sungguhan karena tekanan stres. ]
Riser menyeringai tipis, sebuah ekspresi yang penuh dengan tekad dingin. "Itu bagus. Jika mereka tidak bisa menahan tekananku, mereka tidak akan bisa menahan tekanan dari Boosted Gear Issei atau sihir penghancur Rias."
Riser berjalan menuju kamarnya sendiri, setiap langkahnya bergema di aula sunyi itu. Dia tahu bahwa langkah yang dia ambil malam ini telah mengubah arah sejarah High School DxD. Dia bukan lagi Riser yang hanya mengandalkan keabadian murahan; dia adalah pemangsa yang sedang mengasah taringnya.
"Rias Gremory... aku harap kau benar-benar berlatih keras," gumamnya sambil menatap rembulan ungu dari jendela kamarnya. "Karena saat kita bertemu di arena nanti, aku tidak akan memberikanmu kesempatan bahkan untuk sekadar menarik napas."
[ Sinkronisasi Jiwa meningkat: 28%. ]
[ Komentar Yui: Sikap yang bagus, Pemalas. Tidurlah sekarang. Besok, siksaan yang sesungguhnya dimulai. ]
Matahari Underworld baru saja membiaskan cahaya ungu kemerahan di ufuk timur saat Riser sudah berdiri tegak di tengah lapangan latihan. Angin pagi yang membawa aroma belerang tipis memainkan ujung rambut pirangnya. Dia tidak lagi mengenakan jaket kulit, melainkan kaos tanpa lengan hitam yang memperlihatkan otot-ototnya yang padat dan efisien, serta celana latihan yang memudahkan pergerakan.
Di belakangnya, Yubelluna berdiri dengan sikap sempurna, sementara Ravel mengamati dari tribun dengan perasaan cemas yang tidak bisa disembunyikan.
Tak lama kemudian, dua sosok yang dia tunggu muncul. Saeko Busujima berjalan dengan langkah mantap, kini mengenakan pakaian latihan iblis yang lebih fleksibel namun tetap menonjolkan aura prajuritnya. Di sampingnya, Shizuka Marikawa tampak masih menguap, mengenakan seragam medis yang telah dimodifikasi oleh pelayan Phenex agar tidak menghambat pergerakannya—meskipun tetap saja, pakaian itu terlihat terlalu ketat di beberapa bagian.
"Kalian terlambat sepuluh detik," suara Riser datar, namun getarannya membuat udara di sekitar mereka terasa berat.
Saeko segera membungkuk. "Maafkan saya, Tuanku. Saya harus membiasakan diri dengan berat pedang ini dalam koordinasi tubuh iblis saya."
Shizuka hanya nyengir polos. "Ehehe, maaf ya Tuan Tampan... kasurnya terlalu empuk, jadi aku sedikit kebablasan."
Riser tidak membalas gurauan itu. Dia menatap mereka berdua dengan mata yang berpendar jingga. "Lupakan semua yang kalian pelajari di dunia manusia. Di sini, musuh tidak akan menunggu kalian siap. Di sini, jika kalian lengah, kalian tidak hanya akan terluka—kalian akan lenyap."
[ Modul Latihan: Lembah Kematian - Aktif. ]
[ Parameter: Tekanan gravitasi ditingkatkan 2x lipat di area latihan. ]
[ Status: Memantau detak jantung dan integritas seluler subjek. ]
Seketika, Saeko dan Shizuka merasakan beban yang luar biasa menekan bahu mereka. Saeko tertekuk lututnya sejenak sebelum memaksa dirinya untuk berdiri tegak kembali dengan gigi terkatup. Shizuka, di sisi lain, hampir jatuh terduduk jika dia tidak segera menyeimbangkan tubuhnya.
"Apa... apa ini?" gumam Saeko, keringat mulai membasahi dahinya.
"Ini adalah beban dari kenyataan yang akan kalian hadapi," ucap Riser sambil berjalan mengelilingi mereka dengan langkah ringan, seolah gravitasi ganda itu tidak berpengaruh padanya. "Saeko, tugasmu hari ini adalah menebas bayangan yang akan kubangkitkan. Jika kau gagal, tekanan gravitasi ini akan terus meningkat."
Riser menjentikkan jarinya. Dari tanah, muncul lima sosok bayangan hitam yang menyerupai prajurit iblis tingkat rendah.
"Dan Shizuka," Riser menoleh pada sang perawat. "Tugasmu adalah menjaga Saeko tetap hidup. Setiap kali dia terluka, kau harus menyembuhkannya seketika. Jika kau terlambat, energi kehidupanmu sendiri yang akan tersedot oleh sistem latihan ini untuk menutup lukanya."
Shizuka yang tadinya terlihat santai, tiba-tiba memucat. "Eh? Itu... itu terdengar sangat kejam!"
"Selamat datang di keluarga Phenex, Shizuka. Di sini, kebaikan hati tanpa kekuatan hanyalah cara lain untuk bunuh diri," balas Riser dingin.
[ Perintah Sistem: Mulai Simulasi Tempur. ]
Bayangan-bayangan itu melesat maju dengan kecepatan tinggi. Saeko dengan cepat menarik katananya. Clang! Suara benturan logam bergema. Saeko menyadari bahwa di bawah tekanan gravitasi ini, gerakannya yang biasanya secepat kilat menjadi lamban dan berat.
Salah satu bayangan berhasil menyayat lengan atas Saeko. Darah segar menetes.
"Shizuka! Sekarang!" teriak Riser.
Shizuka tersentak. Dia mengangkat tangannya secara naluriah. 「White Sanctuary – Miracle Pulse」 aktif untuk pertama kalinya. Gelombang cahaya hijau lembut terpancar dari telapak tangannya, menyelimuti Saeko. Dalam sekejap, luka di lengan Saeko menutup, namun Shizuka merasakan dadanya sedikit sesak karena konsumsi energi yang mendadak.
"Jangan hanya berdiri diam, Dokter! Fokus pada aliran energimu!" Riser mengamati dengan tajam.
Selama dua jam berikutnya, lapangan latihan itu menjadi saksi bisu perjuangan keras kedua wanita tersebut. Saeko berkali-kali terlempar, tubuhnya dipenuhi luka memar dan sayatan, namun dia terus bangkit dengan mata yang semakin berkilat haus darah. Shizuka, yang awalnya ceroboh, mulai memahami ritme penyembuhannya. Dia belajar untuk tidak membuang-buang energi dan hanya melepaskan sihir di saat yang tepat.
Riser berdiri di sana, tidak memberikan bantuan sedikit pun. Dia bertindak sebagai pengawas yang kejam, namun di dalam hatinya, dia sedang melakukan analisis mendalam melalui Yui.
[ Analisis Kemajuan: ]
* Saeko Busujima: Adaptasi fisik meningkat 15%. Sinkronisasi dengan Muramasa mulai stabil.
* Shizuka Marikawa: Efisiensi sihir meningkat 20%. Dia mulai bisa memprediksi kapan Saeko akan terkena serangan.
"Cukup," ucap Riser akhirnya.
Dia menjentikkan jari lagi, dan tekanan gravitasi menghilang seketika. Saeko dan Shizuka langsung jatuh terduduk, napas mereka terengah-engah, tubuh mereka basah oleh keringat.
Riser berjalan mendekat, menyerahkan dua botol air yang telah dicampur dengan ramuan energi Phenex. Dia berjongkok di depan Saeko, menghapus noda darah di pipi gadis itu dengan ibu jarinya.
"Kau melakukannya dengan baik untuk hari pertama, Ksatria-ku," bisik Riser, nadanya kini sedikit lebih lembut.
Saeko menatap Riser dengan tatapan yang sulit diartikan—ada rasa sakit, kelelahan, tapi juga rasa hormat yang sangat dalam. "Saya... saya akan menjadi lebih kuat, Tuanku. Saya janji."
Riser kemudian menoleh ke Shizuka yang tampak sangat berantakan. "Dan kau, Shizuka. Kau menyelamatkan nyawanya setidaknya dua belas kali hari ini. Ingatlah rasa lelah ini. Ini adalah bukti bahwa kau memiliki kekuatan untuk menantang kematian."
Shizuka hanya bisa mengangguk lemah, namun sebuah senyum kecil muncul di wajahnya. Dia merasa berguna dengan cara yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
[ Sinkronisasi Jiwa: 30% ]
[ Status: Kekuatan Meliodas 'Full Counter' kini bisa diakses untuk durasi singkat tanpa membebani jantung secara ekstrem. ]
Kerja bagus, Yui. Sembilan hari lagi... dan tim ini akan siap mengguncang dunia bawah, batin Riser.
Riser berdiri dan menatap Ravel yang masih terpaku di tribun. "Ravel, bawa mereka kembali ke paviliun. Berikan mereka perawatan terbaik. Besok, kita akan mulai melatih teknik koordinasi tim."
Saat dia berjalan meninggalkan lapangan, Riser tahu bahwa Issei dan Rias mungkin sedang berlatih di hutan di dunia manusia. Namun, mereka berlatih untuk bertahan hidup, sementara Riser... dia sedang melatih bidak-bidaknya untuk menaklukkan.