NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nostalgia yang Terlambat

Rizki berdiri di tengah ruang tamu, auranya yang dominan seolah menyempitkan udara di apartemen kecil itu. Ia mencoba menekan api cemburu di dadanya dengan logika kepemilikan yang kaku. Baginya, selama ketuk palu hakim belum terdengar, ia masih memiliki hak mutlak atas Aulia.

"Aku lapar. Masaklah sesuatu untukku," perintah Rizki. Nada suaranya bukan permohonan, melainkan instruksi otoriter, seolah-olah lima tahun pengabdian tanpa pamrih Aulia adalah hutang yang masih harus dibayar.

Dulu, perintah seperti ini akan membuat jantung Aulia berdebar bahagia; sebuah kesempatan langka untuk melayani suaminya. Namun kini, Aulia hanya menatapnya dengan pandangan kosong.

"Aku bukan pelayanmu lagi, Rizki. Pergilah ke rumah Meli atau restoran mana pun yang kamu mau," jawab Aulia dingin.

"Aku suamimu, Aulia! Dan aku ingin makan di sini!" bentak Rizki, langkahnya maju satu tindak, membuat jarak di antara mereka menghilang.

Aulia tidak mundur. Ia justru menantang tatapan mata Rizki. Tanpa kata, ia berbalik ke dapur, bukan karena patuh, tapi karena ingin perdebatan ini segera berakhir. Ia hanya memasak tumisan sayur sederhana—menu seadanya yang ia beli dengan uang hasil keringatnya sendiri.

Saat piring diletakkan di meja, Rizki mengernyitkan dahi dengan jijik. "Hanya ini? Tanpa daging? Tanpa hidangan utama? Apa ini cara kamu menyambut suamimu?"

"Ini rumahku, Rizki. Di sini, aku makan untuk hidup, bukan untuk pamer kemewahan. Kalau lidah bangsawannmu tidak cocok, pintunya ada di sana," sahut Aulia tanpa emosi.

Rizki merasa terhina. Ia segera keluar apartemen tanpa pamit, membuat Aulia mengira pria itu akhirnya pergi. Namun sepuluh menit kemudian, Rizki kembali dengan tumpukan bahan makanan mewah yang ia borong dari supermarket premium terdekat—daging wagyu A5, bumbu-bumbu impor, hingga anggur mahal.

"Masak ini," perintahnya lagi, membanting kantong belanjaan ke atas meja dapur. "Aku tidak mau makan sampah sayuran itu."

Aulia menatap tumpukan bahan makanan itu dengan urat pelipis yang menegang. "Kamu pikir kamu bisa membeli suasana rumah dengan uang? Lima tahun aku masak makanan terbaik untukmu, tapi kamu lebih memilih makan di luar bersama Meli atau membiarkan masakanku membusuk di meja. Sekarang, saat aku sudah tidak peduli, kamu datang membawa semua ini?"

Tapi aku hanya ingin makan masakanmu!" suara Rizki meninggi, kali ini terdengar ada getaran frustrasi di dalamnya.

Rizki tiba-tiba teringat kata-kata Fadil tentang "ikatan rumah tangga". Ia teringat rasa masakan Aulia yang pernah ia cicipi sekali saat ia pulang sangat larut. Rasa itu tertinggal di lidahnya—hangat, tulus, dan penuh cinta. Sesuatu yang tidak pernah ia dapatkan dari kemewahan restoran atau perhatian manipulatif Meli.

Ironisnya, Rizki baru menyadari nikmatnya masakan sang istri justru saat Aulia sudah mematikan kompor cintanya.

Aulia mendekati Rizki, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari dada pria itu. "Rizki, kamu tahu kenapa makanan yang dulu aku masak rasanya enak? Karena ada cinta di dalamnya. Sekarang? Yang tersisa hanya rasa hambar dan muak. Masaklah sendiri kalau kamu memang sangat menginginkannya."

Rizki terpaku. Ia melihat mata Aulia yang dulu selalu memandangnya dengan pemujaan, kini hanya memancarkan kelelahan yang luar biasa. Ia sedang berusaha mendekat, namun setiap langkahnya justru menginjak luka lama yang belum kering.

Di saat Rizki terjebak dalam nostalgia yang terlambat ini, ia tidak tahu bahwa di luar sana, Meli sedang menyiapkan dokumen palsu untuk menyabotase proyek robotika Aulia besok pagi. Makan malam ini bukan lagi tentang rasa, tapi tentang dua jiwa yang satu mencoba mengejar dan yang satu sudah berlari terlalu jauh.

1
Dini Anggraini
Q gak sabar vivian menuai karma si merebut devan dari scarlet dan devan di ambil pelakor lain yang lebih cantik dari vivian bukan scarlet tapi pemain baru yang menggoda devan bagaimana vivian merasakan jadi scarlet suatu saat nanti. 😡😡🙏🙏😍😍
Sweet Girl
O'oooon kamu Devan... kang drama kau tolongin.
Ndak ada kesempatan lagi buatmu Devan...
Sweet Girl
Eh iyaaaa, kemana mereka berdua kok Ndak mencari ketiadaan Scarlett disekitar nya.
Sweet Girl
Waaah kejam sekali kamu Devan...
itu barang satu satunya yg mengingatkan Scarlett kepada ibunya.
Sweet Girl
Wleeeh🤪
Dini Anggraini
Devan kamu gak pernah merasakan jadi scarlet biarpun nyawa pasti akan scarlet berikan demi cincin peninggalan ibunya karena di saat dia sedih, bahagia dan kangen ortunya scarlet hanya bisa mencium cincin peninggalan ibunya. Kamu enak kaya raya apapun bisa kamu dapatkan dengan hanya membeli semua dengan uang. 🙏😍
Sweet Girl
Lhaaa mana yang asli...??? atau emang ada dua cincin yg sama identik...???🤔
Sweet Girl
Emang bodoh kamu Pamela...
Sweet Girl
O'on kamu Pamela... klo mengikuti rencana Vivian.
Sweet Girl
Bener bener ular berbisa kau Vivian.
Sweet Girl
Jadi penasaran, apa yang akan dikatakan Nek Trisha di pestanya nanti.
Sweet Girl
Semoga aja Ndak kejet kejet terus pingsan.
Sweet Girl
Klo itu untuk Scarlett, ngapain kamu milih model yang sama Van...🤦
Sweet Girl
Bisalah... Amnesia kamu... klo karya yg kau curi itu juga karya Scarlett...
Sweet Girl
Bwahahaha banyak belajar dari kamu Scarlett.
Sweet Girl
Emang enak, lagi enak enaknya marah, diputusin gitu...🤣
Sweet Girl
Wah!? Gue banget nie... pejuang discount.🤪
Sweet Girl
Bwahahaha pacarmu yang payah.
tukar tambah aja sama robot nya Scarlett.
Sweet Girl
Terserah wes... yg penting sekarang Scarlett sukses.
Sweet Girl
Betul... karena dirimu memberikan kesempatan ke orang lain untuk meremehkan mu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!