NovelToon NovelToon
KELINCINYA ORION

KELINCINYA ORION

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Romantis / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Romansa / Roman-Angst Mafia
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ceye Paradise

Seraphina, gadis panti asuhan polos, mendapati hidupnya hancur saat ia menjadi bidak dalam permainan kejam Orion Valentinus, pewaris gelap yang haus kekuasaan. Diperkosa dan dipaksa tinggal di mansion mewah, Seraphina terjerat dalam jebakan hasrat brutal Orion dan keanehan Giselle, ibu Orion yang obsesif. Antara penyiksaan fisik dan kemewahan yang membutakan, Seraphina harus berjuang mempertahankan jiwanya. Namun, saat ide pernikahan muncul, dan sang ayah, Oskar, ikut campur, apakah ini akan menjadi penyelamat atau justru mengunci Seraphina dalam neraka kejam yang abadi? Kisah gelap tentang obsesi, kepemilikan, dan perjuangan seorang gadis di tengah keluarga penuh rahasia. Beranikah kau menyelami kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceye Paradise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB TIGA PULUH TIGA: SIKLUS GAIRAH

"Sekali lagi?" desah Seraphina dengan suara yang parau dan berat, seolah setiap kata yang keluar dari bibirnya membawa beban gairah yang sudah tidak tertahankan lagi. Matanya yang kini berkilat oleh api obsesi yang pekat menatap Orion dengan pandangan yang menuntut. Ia tidak lagi peduli sudah berapa kali mereka mencapai puncak kenikmatan yang meledak-ledak, atau berapa banyak tanda kepemilikan yang telah Orion tanamkan di dalam rahimnya hingga ia merasa penuh dan meluap. Yang ia rasakan hanyalah sebuah rasa lapar baru yang muncul segera setelah orgasme terakhir memudar, sebuah rasa lapar yang lebih kuat, lebih dalam, dan lebih mendesak dari sebelumnya.

Orion memberikan seringai yang sangat lebar, sebuah ekspresi yang menunjukkan kepuasan mutlak dari seorang penguasa yang berhasil menciptakan dunia baru bagi istrinya. Wajahnya yang tampan kini tampak sangat maskulin dengan butiran keringat yang membanjiri keningnya, mencerminkan intensitas fisik yang telah mereka lalui. "Tentu saja, istriku. Malam ini hanyalah bab pembuka dari selamanya. Aku akan memastikan setiap saraf di tubuhmu hanya akan bereaksi terhadap kehadiranku, dan kau akan menyadari bahwa kecanduan ini adalah satu-satunya kenyataan yang kau miliki," ucapnya dengan nada yang serak dan penuh otoritas.

Dengan gerakan yang sangat cekatan, Orion menarik tubuh Seraphina ke atasnya, memposisikan gadis itu untuk duduk mengangkang di atas pangkuannya yang kekar. Milik Orion yang sudah kembali menegang maksimal dan berdenyut penuh kekuatan seolah-olah memiliki nyawanya sendiri, siap untuk kembali melakukan invasi.

Sluuurp! Jleb!

Penyatuan itu kembali terjadi dengan satu hentakan yang sangat dalam dan mulus, karena tubuh Seraphina sudah sangat siap dan basah oleh sisa-sisa penyatuan sebelumnya. Seraphina menjerit pendek, sebuah lengkingan ekstasi yang memenuhi kamar pengantin yang luas itu. Ia tidak lagi menunggu instruksi; pinggulnya langsung bergerak dengan ritme yang sangat liar dan bertenaga, menduduki milik Orion dengan cara yang sangat mendominasi. Wajah Seraphina kini menunjukkan ekspresi yang benar-benar lepas dari segala norma—bibirnya terbuka lebar untuk meraup udara, dan matanya melotot gila saat ia merasakan setiap inci dari Orion menghujam bagian terdalam dirinya.

Orion mencengkeram pantat Seraphina dengan tangan besarnya, memberikan remasan yang sangat kuat hingga meninggalkan tanda kemerahan yang mencolok. Ia membantu gerakan Seraphina dengan mendorong pinggul istrinya ke bawah, memastikan bahwa setiap dorongan yang dilakukan akan mengenai titik paling sensitif di dalam rahim Seraphina. "Kau menyukai bagaimana aku mengisimu, bukan? Katakan bahwa kau sangat membutuhkannya!" Orion menggeram di tengah deru napasnya.

"SANGAT SUKA! AKU SANGAT MENYUKAINYA, ORION! AHHH! TERUS... JANGAN PERNAH BERHENTI!" Seraphina berseru dengan suara yang nyaris pecah. Ia menjambak rambut suaminya, mencakar bahu Orion yang bidang, dan meliuk-liukkan tubuhnya di atas milik Orion dengan keluwesan seekor ular yang sedang melilit mangsanya.

Orion segera membalikkan posisi mereka, membaringkan Seraphina di atas tumpukan bantal dan menarik kedua kaki istrinya hingga melingkar di lehernya. Posisi ini membuat area pribadi Seraphina terangkat sangat tinggi, benar-benar terekspos dan menganga di hadapan Orion.

"Dalam posisi ini, aku bisa merasakan setiap denyutan kecil dari dalam dirimu," Orion mendesis dengan suara yang sangat gelap. Ia kembali melakukan penumbukan dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Plok! Clep! Plok! Clep! Suara benturan fisik yang basah dan nyata bergema di seluruh ruangan, menciptakan ritme yang sangat provokatif. Ranjang mewah itu berderit hebat seiring dengan gerakan Orion yang semakin brutal.

"AAAHHH! INI SANGAT NIKMAT! ORION! SAYA BISA MERASAKANNYA HINGGA KE JANTUNG SAYA!" Seraphina menjerit histeris, tubuhnya mengejang hebat di setiap hantaman Orion. Ia merasa seolah-olah miliknya sedang dirobek dan dibangun kembali di saat yang bersamaan, menciptakan gelombang kenikmatan yang melampaui segala batas logika.

Orion menundukkan wajahnya, menghisap puting Seraphina yang sudah sangat bengkak dan berwarna kemerahan. Ia melakukannya dengan sangat agresif, sesekali memberikan gigitan-gigitan kecil yang memicu jeritan baru dari bibir istrinya. Orion memperlakukan tubuh Seraphina seolah-olah itu adalah instrumen yang hanya ia yang boleh memainkannya, dan Seraphina meresponsnya dengan gairah yang sama besarnya.

Bau gairah yang sangat pekat, campuran antara aroma parfum mahal, keringat, dan sisa-sisa penyatuan yang melimpah, memenuhi udara kamar tersebut. Tidak ada lagi rasa malu di antara mereka; yang ada hanyalah kebutuhan primitif untuk terus saling memiliki.

"AKU AKAN MEMBERIKAN SEGALANYA PADAMU LAGI, SERAPHINA! TERIMALAH SELURUH BENIHKU!" Orion meraung dengan suara yang sangat dalam saat ia merasakan puncaknya sudah berada di ambang ledakan. Dengan beberapa dorongan terakhir yang sangat menghujam dan tanpa ampun, Orion memuntahkan seluruh isinya ke dalam rahim Seraphina. Semburan cairan panas itu terasa sangat kental dan melimpah, membuat Seraphina melengkung tinggi dan menjerit dalam orgasme yang paling hebat malam itu.

Namun, kegilaan itu belum berakhir di sana. Begitu Orion menarik dirinya perlahan, ia menatap mata Seraphina yang masih tampak sayu namun penuh dengan hasrat. Orion memposisikan dirinya di tepi ranjang, membiarkan miliknya yang masih bersimbah sisa penyatuan berada tepat di depan wajah istrinya.

"Tunjukkan padaku betapa kau menghargai pemberianku, Seraphina. Bersihkan setiap tetesnya dengan lidahmu," perintah Orion dengan nada yang sangat posesif.

Tanpa ragu sedikit pun, Seraphina mendekat. Dengan wajah yang mencerminkan ketundukan sekaligus keinginan yang dalam, ia mulai menjilati dan menghisap setiap sisa benih Orion yang masih tersisa, membersihkannya dengan sangat telaten seolah itu adalah nektar yang paling berharga. "Rasanya sangat enak, Orion... aku menginginkannya lebih banyak lagi," gumam Seraphina setelah ia menyelesaikan tugasnya, matanya kembali menatap Orion dengan tantangan.

"Tentu saja, istriku. Kita memiliki seluruh waktu di dunia ini untuk mengeksplorasi setiap sudut kegilaan ini," balas Orion dengan tawa gelap yang penuh kemenangan.

Malam penghujung fajar itu berlanjut dengan berbagai eksplorasi gaya yang jauh lebih ekstrem dan menuntut kekuatan fisik. Mereka berpindah dari ranjang ke sofa mewah di sudut ruangan, lalu ke meja kerja jati milik Orion, hingga akhirnya berakhir di kamar mandi luas di bawah guyuran air hangat yang tidak mampu memadamkan api gairah mereka. Setiap gerakan yang mereka lakukan adalah pernyataan atas kecanduan yang sudah tidak memiliki obatnya lagi.

Seraphina telah benar-benar bertransformasi. Ia bukan lagi gadis yang hanya bisa menerima penderitaan; ia telah menjadi permaisuri kegelapan yang menuntut setiap inci dari kekuatan suaminya. Kata-kata yang mereka bisikkan di tengah penyatuan adalah janji-janji yang mengikat jiwa mereka lebih kuat dari janji pernikahan mana pun. Malam pengantin itu benar-benar menjadi saksi atas lahirnya hubungan yang didasarkan pada kecanduan indrawi yang paling absolut, di mana Seraphina telah dengan sukarela menyerahkan seluruh keberadaannya untuk menjadi milik Orion sepenuhnya.

Saat cahaya pagi semakin terang dan menerangi setiap kekacauan yang mereka ciptakan di dalam kamar tersebut, mereka berdua terbaring dalam kelelahan yang sangat memuaskan. Seraphina tersenyum dengan sangat manis, sebuah senyuman yang kini memiliki makna yang jauh lebih dalam dan gelap.

1
lucky
tolol ini cewe. bukan polos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!