Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa kamu?
Keesokan hari seperti biasanya Ling Xu-mei mengajak Yura untuk pergi ke barak militer, dia selalu suka melihat pemandangan yang indah bahkan tanpa segan dia duduk dengan begitu tenang sembari membawa makanan.
"Nyonya, apa semuanya akan baik-baik saja? bagaimana jika tiba-tiba yang mulia Kaisar dan datang ke tempat ini?" tanya Yura.
"Ngapain takut, lagi pula siapa dia? ngapain dia ikut campur dengan urusanku?" jawab Ling Xu-mei mulutnya masih mengunyah kacang almond dan beberapa makanan yang dia bawa.
Beberapa prajurit yang melihat permaisuri terbuang itu di sana, mereka terkadang jadi salah tingkah. "Wuah.. lihatlah Yura, pria itu ototnya benar-benar seksi." kata Yura sembari menatap salah satu prajurit berbadan tinggi besar dengan otot tubuh yang benar-benar menggoda.
"Ya ampun nyonya, jangan bilang seperti itu, apa nyonya tidak malu bicara seperti itu?" tanya Yura yang malah malu sendiri.
"Ngapain juga malu aku ini wanita sendiri, wanita single, aku berhak mendapatkan pemandangan indah bagus dan menyegarkan seperti ini. Ngapain juga aku harus malu, lagi pula aku tidak melakukan kesalahan, bukan?" jawab Ling Xu-mei singkat yang kemudian melanjutkan memperhatikan satu persatu prajurit. Namun, sesaat kemudian kedatangan seseorang mengejutkan Yura yang berdiri di belakang Ling Xu-mei.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kaisar Han yang berada di barat militer. pria itu menatap wanita yang sebenarnya masih berstatus sebagai istrinya itu.
Ling Xu-mei menoleh sedangkan Yura nampak terkejut, dia langsung membungkukkan badannya.
"Ngapain kamu menghormat seperti itu, cepat duduk." perintah Ling Xu-mei tanpa mau melanjutkan perdebatannya dengan Kaisar Han.
sang Kaisar langsung melotot, menatap tajam kepada Ling Xu-mei yang seolah tidak menghormatinya. "Aku tanya sekali lagi padamu, Apa yang kamu lakukan di sini? ini bukan tempat yang bisa didatangi semau mu." kata Kaisar Han.
Ling Xu-mei yang sedang mengunyah kacang dia langsung menghentikan aktivitasnya, dia menatap sang kaisar yang melotot padanya. "Siapa Kamu? memangnya apa hakmu untuk memarahiku?" tanyanya dengan nada tanpa dosa. dia berani memandang Kaisar Han dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Kasim yang ada di samping sang Kaisar dia bukan hanya terkejut, Dia seolah tidak percaya dengan sosok wanita yang ada di depannya. "Lancang! beraninya kamu mengatakan hal itu kepada yang mulia Kaisar." ucap Kasim.
Ling Xu-mei menatap Kasim yang berani membentaknya. "Hei pria tua, beraninya kamu membentak ku ya, dasar pria setengah berharga tapi tidak berharga sama sekali. Kamu itu pria tapi tidak ada harga dirinya, jangan berani membentak ku lagi!" ujar Ling Xu-mei sembari menunjuk ke arah Kasim.
Hanya mulut terbuka yang menandakan keterkejutan yang begitu luar biasa. "Beraninya kamu mengatakan itu di depanku." kata Kaisar Han.
Ling Xu-mei tersenyum kemudian menatap Kaisar. "Memangnya kenapa aku tidak boleh marah? lagian siapa sih kamu? ngapain sih kamu itu menggangguku? sana pergi, mengganggu pemandangan indah saja." jawab Ling Xu-mei yang kemudian melanjutkan aktivitasnya yang dari tadi melihat para pria bertelanjang dada.
Mereka sedang berlari memutari lapangan. "Mereka benar-benar seksi." ucapnya setengah tersenyum. Ling Xu-mei benar-benar merasa gemas melihat para prajurit.
Kaisar Han menatap ke arah pandangan istrinya itu, dia seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang ini, wanita yang terkenal begitu anggun dan jarang tersenyum itu malah sekarang tersenyum begitu lebar sembari menatap ke arah para prajurit bertelanjang dada itu.
"Apa yang kamu bicarakan, kamu mengatakan itu sengaja untuk membuat aku cemburu ya? tapi sayangnya aku tidak akan pernah cemburu ataupun memiliki perasaan padamu." kata Kaisar Han dengan percaya diri.
Ling Xu-mei menatap pria yang ada di depannya itu, pria yang mengatakan dengan penuh percaya diri. "Memangnya siapa yang ingin mencari perhatianmu? lagi pula aku tidak ada niatan membuatmu cemburu. Lagi pula kalau dibandingkan denganmu....," perkataan Ling Xu-mei terhenti ketika melihat tubuh sang Kaisar kemudian melihat tubuh para prajurit yang sedang berlatih. Dia tersenyum-senyumnya seolah menunjukkan sebuah ejekan kepada suaminya tersebut.
Emosi dan kesal, itulah yang dirasakan oleh sang Kaisar ketika mendengar jawaban dari wanita yang dia nikahi secara terpaksa kemudian menelantarkannya selama 2 tahun pernikahan mereka.
"Apa yang kamu lihat?" tanya sang Kaisar.
tanpa sadar Ling Xu-mei menjawab dengan nada polosnya. "Ya tentu saja melihat pemandangan indah itu, lihatlah tubuh mereka begitu seksi, ototnya begitu menggemaskan, ingin sekali aku membawa mereka masuk ke kamarku." ucapnya dengan senyum begitu merekah. Dia menatap beberapa prajurit yang tubuhnya benar-benar menggoda.
Kaisar Han dan Kasim terkejut, mereka seolah tidak percaya, inikah wanita yang dulu bersikap begitu dingin angkuh, tidak pernah bicara dan jarang sekali berinteraksi dengan orang lain bahkan sikapnya itu selalu pemalu.
"Apakah aku tidak salah lihat? apakah ini wanita yang dibuang itu? kenapa sekarang dia seperti wanita tidak tahu malu?" gumam Kasim dalam hati.
Kaisar Han menghela nafas berulang kali, setelah itu dia mengepalkan tangannya.
"Prajurit!" panggil Kaisar. Kemudian salah satu prajurit mendatangi sang Kaisar. "Bawa wanita ini keluar dari sini!" perintah sang Kaisar.
Prajurit itu menatap Kaisar Han kemudian menatap Ling Xu-mei.
"Memangnya kenapa aku diusir dari sini?"
tanyanya dengan nada bingung.
"Tidak pantas bagi orang luar masuk ke tempat latihan prajurit." jawab kaisar.
Ling Xu-mei yang dari tadi menggenggam kacang itu langsung melempar kacang yang ada di tangannya. "Memangnya kenapa aku tidak boleh berada di sin ini kan tempat yang bisa didatangi orang lain."
Perdebatan pun akhirnya terjadi, Kaisar Han memerintah salah satu prajurit untuk membawa Ling Xu-mei keluar paksa dari area pelatihan para prajurit, Ling Xu-mei yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja dia sangat marah tidak terkendali, bahkan di depan wajah Kaisar Han, Dia langsung menonjok si prajurit yang hendak memaksanya keluar itu.
"Jangan berani menyentuh ya, kalau tidak akan ku patahkan kakimu." ujar Ling Xu-mei yang kemudian pergi meninggalkan tempat pelatihan prajurit.
Tertegun, diam tanpa mengeluarkan suara sama sekali, itulah yang sekarang ini dirasakan oleh kaisar Han dan Kasim. Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Yang mulia, wanita itu menghajar prajurit." Kasim seolah tidak percaya. Kaisar Han menganggukkan kepalanya, dia sendiri pun seolah dibuat kebingungan.
Ketika Ling Xu-mei dan Yura pergi meninggalkan barak pelatihan para prajurit, tanpa sengaja dia bertemu dengan selir Jia dan pelayannya. Melihat Ling Xu-mei berjalan ke arahnya tentu saja selir licik itu langsung memakai kelicikannya untuk berbuat jahat kepada Ling Xu-mei.
"Lihatlah.. wanita tidak tahu diri ini malah jalan-jalan di sekitar tempat ini." selir dia langsung melontarkan kata-kata penghinaan.
Ling Xu-mei yang tidak ingin menghiraukan selir Jia, dia langsung menghentikan langkah kakinya, karena masih kesal diusir oleh sang Kaisar. dia pasti akan melampiaskan kepada wanita kesayangan suaminya itu.
"Memangnya gundik sepertimu itu pantas mengatakan hal itu padaku? dengarkan aku ya, jika kamu berani macam-macam sama aku.. akan ku tampar wajahmu, hatiku ini masih kesal, jangan dibuat kesal." ujar Ling Xu-mei yang kemudian mendorong tubuh selir Jia hingga wanita itu terjatuh di tanah.
"Beraninya wanita itu melakukan hal ini padaku!" teriak selir dia ketika dia didorong oleh Ling Xu-mei hingga terjatuh.
*Bersambung*
semangat berkaryaa