terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
Bila mengerjapkan matanya, masih dengan rambut yang acak acakan khas orang bangun tidur mencoba duduk meraih gelas di nakas dan meminumnya hingga tandas. Dia melihat sekeliling dan baru sadar bahwa dia sudah ada di kamar, wajahnya merah teringat kejadian semalam yang panas di ruang kerja Gama, menyadari dia memakai kaos ke besaran yang di pakai gama semalam.
Tanpa sadar dia mengendus wangi baju Gama, "hemm, nyamannya" tersenyum, ini tidak benar! bagaimana bisa aku bertingkah seperti seorang gadis yang jatuh cinta dan telah menghabiskan malam yang penuh gairah dengan orang yang kucintai . Tidak! Sadarlah Bila, kau hanya pelampiasan tuan Gama yang akan dia buang ketika sudah bosan, ohh hati tolong rapatkan lagi! Tolong jangan terbuai dengan sikap tuan Gama sekarang. Aku takut pergi membawa luka.
Bila memegang dadanya yang terasa sesak ,karena entah sejak kapan hatinya memghianatinya tanpa sadar.
Masih dengan rambut basahnya Gama keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya, bertelanjang dada dan berlalu menuju walk in closet. semua tidak luput dari pandangan Bila yang terlihat takjub apa itu? Kenapa aku merasa terpesona, sadarlah Bila! Menepuk pipinya. Bila lekas berjalan, tidak. Bahkan dia berlari menuju kamar mandi untuk menyegarkan fikirannya.
Bila keluar dari kamarnya dan bergegas turun untuk sarapan. Di sana Gama melihat Bila sebentar dan melanjutkan sarapannya, Bila mengambil piring dan mulai menyendokkan nasi goreng yang tampak lezat, walau biasanya di meja hanya ada sandwich dan buah sekarang terlihat berbeda semenjak kedatangan Bila. Sesuai instruksi Gama yang memberikan perintah pada kepala pelayan untuk menambahkan makanan berat di meja makan untuk sarapannya, karena Gama tahu bahwa Bila tidak terbiasa dengan sarapan ala dirinya. Dan yah, Bila tidak tahu akan hal itu.
Gama melihat Bila dengan intens sambil minum jus, dia meletakkan kembali ke meja jus yang telas tandas "aku sudah memutuskan kau akan mulai melanjutkan pendidikanmu di universitas Sigama, aku sudah mengurus semuanya. Seth akan memberikan arahan padamu, jadi diamlah di rumah" Bila tampak berbinar senang, tanpa sadar memeluk Gama yang tengah berdiri untuk berangkat kerja, " terimakasih tuan Gama, saya sangat senang dengan semua ini" tersenyum lebar, dan bergegas melepaskan diri setelah tersadar dengan gerakan cepat. Semburat merah langsung terlihat dari wajahnya, malu. Gama pun kaget dengan apa yang di lakukan Bila, tapi dia tampak senang, karena walaupun mulut Bila mengatakan tidak tertarik padanya tapi tubuhnya tidak bisa berbohong.
Gama menganggukkan kepalanya dan berjalan perlahan keluar rumah di ikuti Bila di belakangnya, Seth sudah tiba dari tadi tapi dia sibuk memeriksa laporan dan jadwal yang akan lakukan hari ini agar berjalan semestinya, dan sedikit menggeser jadwal rapat, karena ada satu agenda yang akan dia lakukan hari ini untuk nona mudanya.
Set membukakan pintu mobil untuk Gama, dan membungkuk pada nona mudanya. Ketika sudah dalam perjalanan Seth tampak memperhatikan Gama dari spion, karena keanehan yang terjadi pada Gama semenjak memasuki mobilnya. Dia tersenyum, pada Bila. Hal yang tidak pernah Gama lakukan pada perempuan manapun.bahkan tampak seperti seorang remaja yang jatuh cinta, dan itu tampak lucu bagi Seth. Dia hanya harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru tuan mudanya.