- Berawal dari benci -
Akhh!
"Lo, kalau jalan pakai mata! "
"Maaf, kak "
"Ck, cewek gendut kaya lo mending pergi deh dari sini! "
" Baik ka! "
"Gendut amat sih! "
- berakhir di pelaminan -
"Apa nikah sama dia?, what! "
" Dewa bangun! "
" Akh, mama dewa ngga bisa nikah sama dia! "
" Harus bisa! "
- love 100 kg -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 14 Rubah kebiasaan
Tokk.. Tokk!
"Ka bangun! "
"Ka aura! "
Suara ketukan di susul dengan suara aira, yang terdengar menjengkelkan merusak minggu pagi, aura ia dengan malas beranjak dari ranjang. Dengan bersusah payah. Berjalan ke arah pintu dan membuka nya,
"Kenapa aira? " Tanya aura sembari, mengucek-ngucek. Matanya yang masih perih
"Ada, temen lo tuh di bawah!.. Mau ajak lo jogging! " Lapor aira sedikit jengkel, membuat aura berkerut dahi. " Teman?, maksud kamu siapa? Kaka kan ngga punya teman? "Tanya aura membuat air berdecak jengkel. " Lo kenapa, ngga langsung aja ke bawah turun!. Liat temen lo itu! " Dengkus aira sembari berlalu begitu saja, membuat aura menghela napas entah kenapa belakangan ini. Sifat aira sangat tidak bersahabat olehnya,
Dengan, rasa malas yang menguasai dan rasa penasaran yang bergelayut di rongga dadanya. Aura berjalan ke lantai bawah pupilnya melebar, matanya memicing kala melihat seorang gadis cantik, dengan rambut di kuncir kuda lengkap dengan pakaian olahraga. " Di minum nak! " Rianti, sembari menaruh segelas teh manis. Di meja tersebut "makasih tante" Sahut agatha, aura melangkah mendekati mereka. "Agathaa, lo ngapain disini? " Tanya aura membuat agatha dan rianti. Saling melempar pandangan ke aura,
"Gue, mau ajak lo jogging!.. Yang lain udah di taman sana! " Sahut agatha aura menoleh ke sang mama. Lalu rianti mengangguk paham, " Pergilah!, tapi ingat habis joging segera pulang mandi! " Ujar rianti membuat, aura tersenyum merekah. "Okay, tunggu ya! " Gadis berbobot besar itu berlalu. Ke kamarnya untuk mengganti pakaian, Agatha hanya tersenyum melihatnya.
Selepas, aura berganti baju mereka pamitan lalu berjalan ke taman Komplek perumahan tersebut. Dengan langkah berat dengan napas tersengal aura masih, bertahan untuk melangkah Agatha terkekeh melihat. Gadis berbobot besar tersebut, " Lo emang, jarang joging ya? "Tanya Agatha tetiba membuat aura menoleh. " Lebih tepatnya, jarang keluar rumah!.. Gue paling suka di rumah! " Ralat aura sembari tertawa renyah , membuat agatha melotot. "Jadi lo, introvert dong ya? " Goda Agatha,
"Bisa jadi! "
"Cocok lo sama, dewa sumpah! " Perkataan Agatha, membuat aura terhenti langkah nya. Perkataan Agatha membuat pipi aura merona malu agatha menghentikan langkahnya, menatap penuh ke binggungan gadis tersebut. "Kenapa berhenti? " Tanya Agatha
Aura, menyengir kuda sembari melanjutkan jalannya begitupun agatha. Aura sesekali melirik ke orang-orang yang, berlalu lalang juga di taman tersebut. Memperhatikan nya dan Agatha, membuat rasa percaya dirinya hancur seperti di potong-potong rasa percaya dirinya. Sungguh berjalan dengan orang cantik seperti ini,
"Gue, senang banget soal dewa pas mau jadiin lo cewek nya " Cetus Agatha membuka. Obrolan diantara mereka, membuat aura berkerut dahi. "Maksud kamu apa? " Tanya aura jutaan Kupu-kupi hinggap di dadanya.
Agatha menarik napas, lalu memandang aura " Dewa, itu orang nya introvert sekali dekat itu paling dekat sama bunga!. Selain itu dia suka banget menyendiri, gue harap dengan satu bulannya kalian pacaran bisa ubah dia jadi terbuka! " Ungkap Agatha membuat aura mangut-mangut. " Tapi, gue malu sama dia.. Gue merasa ngga pede aja" Tutur aura kembali, membandingkan tubuhnya dengan tubuh Agatha. " Rubah kebiasaan, lo yang sukanya merendah! Jangan suka bandingkan lo dan orang lain!. Punya takarannya masing-masing! " Nasihat Agatha tajam membuat aura terdiam.
Agatha, melirik dengan ekor matanya kepada gadis yang tertunduk diam dalam rasa ke insecure nya ia bagaikan berenang, di sebuah kolam ketidakpuasan. " Yang buat, lo beda dari yang lainnya yaitu cinta yang lo berikan untuk orang yang lo sayangi! " Cetus Agatha membuat aura menoleh ke arah nya. "Emang, gue sama temen-temen gue wow dimata lo. Tapi kalau dewa cinta sama lo yang kata lo ngga ada apa-apanya!, itu namanya dewa bukan liat lo dari fisik tapi dari hati lo aura!.. Dia cinta apa adanya sama lo! " Jelas Agatha dengan penuh perhatian. Membuat aura terdiam mencerna perkataan Agatha,
"Jadi, gue harus naklukkan dewa? " Tanya aura bimbang dengan sejuta. Rasa malu menyelimuti badannya, " Harus!, gue harap kalian saling cinta nantinya! " Sahut Agatha tersenyum berbinar matanya. Membuat aura tersenyum ia sangat bersyukur memiliki teman baru seperti agatha dan kedua teman lainnya.