"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Purnama berkelana
Hujan mulai turun membasahi bumi dan air sungai pun mulai bergelombang ke sana kemari sehingga purnama dan Arya yang ada di tengah sungai menjadi sedikit kedinginan karena tubuh mereka juga basah, Purnama sudah memutuskan untuk mencari tahu tentang hantu Air ini karena sudah semakin banyak saja korban yang timbul dari perbuatan iblis tersebut.
Tapi menurut Purnama sendiri akan begitu sulit untuk menemukan tentang keberadaan hantu air itu karena mereka ada di dalam sungai dan kemungkinan besar bisa ke sana kemari dengan mudah, sedangkan Purnama adalah iblis yang selama ini tinggal di daratan dan kuasa untuk air masih kurang begitu besar.
Jadi pasti butuh perjuangan yang sangat sulit sekali untuk mendapatkan hantu air itu karena sekarang Purnama memang baru turun tangan untuk mencari tahu apa yang telah terjadi, bisa dia rasakan bahwa kekuatan yang ada di sungai terasa begitu besar dan memang harus membutuhkan kewaspadaan begitu tinggi agar mereka tidak sampai celaka.
Sebab semakin didekati kekuatan ini seolah menyedot sehingga Purnama sendiri merasa bingung jenis iblis apa yang sudah masuk di dalam air ini, andai saja saat itu Zahra belum musnah maka pasti dia akan curiga bahwa Zahra yang telah membuat ulah untuk membunuh para manusia di desa pandan Arum ini.
Tapi karena Zahra sudah tidak ada maka sekarang dia tidak curiga bahwa sang anak yang akan menebar kejahatan untuk semua warga lagi, tapi dia masih penasaran Karena sekarang iblis yang ada di dalam air ini masih belum mau menampakkan diri sehingga Purnama tidak mengetahui secara pasti wujud dari iblis tersebut.
Hanya kekuatan yang sangat besar saja bisa dia rasakan namun untuk bertemu secara langsung masih belum ada kesempatan sehingga ada rasa kesal juga di dalam hati Purnama, emang seperti biasa bila mencari iblis maka pasti akan ada saja persembunyian yang dilakukan oleh iblis tersebut karena dia tidak mau bertemu secara langsung.
"Bisa Kakak rasakan kan saat ini bahwa kekuatan dia memang sangat besar." Arya menatap Purnama yang ada di sebelah dia.
"Ya, Nolan juga mengatakan bahwa dia merasakan energi yang begitu besar di Tanjung sembilan tapi dia tidak melihat wujud iblis ini." angguk Purnama.
"Aku merasa juga masih bingung karena saat Digo yang masuk ke dalam air dia akan mencelakai tapi ketika aku masuk dia menghilang begitu saja." ucap Arya.
"Ini antara ingin mempermainkan atau dia belum punya nyali untuk bertemu dengan kita." sahut Purnama.
"Nyali tidak ada? tapi dengan kekuatan sebesar ini mana mungkin nyali dia tidak ada untuk bertemu dengan kita." Arya menyangkal ucapan Purnama.
"Ku rasa dia tidak ingin bertempur dengan iblis lain karena tujuan dia hanya ingin membuat manusia mati." tebak Purnama.
"Oh sengaja ingin menghindari pertempuran karena dia ingin terus membunuh manusia ya." angguk Arya setuju juga dengan ucapan Purnama.
"Sebab bila nanti dia sibuk bertengkar maka yang ada tidak akan mendapatkan nyawa lagi, iblis ini pasti sangat haus dengan nyawa manusia." Purnama sudah bisa menebak.
Wuuuuusss.
Wuuusssh.
"Angin nya kencang sekali, apa kita pulang saja sekarang?" Arya bertanya kepada Purnama yang masih terdiam melihat arah sungai.
"Tunggu beberapa saat lagi karena benar iblis yang muncul di jam satu sampai jam tiga adalah iblis yang paling kuat." Purnama masih ingin menunggu sungai ini.
Pyaaaaak.
Pyaaaaak.
Gelombang kecil berulang kali menghantam perahu mereka berdua sehingga Arya dan Purnama sedikit terombang-ambing di tengah sungai namun mereka tidak ketakutan dan tetap tenang, sebab bila nanti tenggelam pun masih bisa berenang dan bila tidak ingin berenang maka mereka bisa berubah menjadi siluman ular lalu terbang di udara.
Jadi bila hanya ombak kecil seperti ini tidak akan membawa pengaruh bagi mereka berdua, Purnama juga sangat fokus dengan tujuan untuk mencari hantu air itu karena dia sangat ingin mengetahui bentuk dari hantu air tersebut, sebab bila diperhatikan maka dia setiap saat selalu menginginkan nyawa manusia dan tidak membutuhkan waktu yang sangat lama.
Pyaaaak.
"Sekarang sudah tidak ada lagi orang yang mencari ikan karena takut nanti akan tenggelam." ujar Arya.
"Nah pertanyaannya mau sampai kapan mereka tidak mencari ikan, sebab kadang menjadi nelayan adalah salah satu mata pencaharian mereka." ucap Purnama.
"Ya itu, tapi kalau nekat mereka juga takut tidak akan selamat." Arya sudah paham dengan para sikap manusia itu.
"Itu bagian sana banyak kok yang mencari ikan terlihat dari lampu petromak yang mereka bawa, Ayo kita datangi untuk sekalian melihat keadaan yang bagian sana." ajak Purnama kepada Arya.
Arya segera mendayung ke arah keramaian karena terlihat lampu petromak itu sekitar enam biji di sana dan mereka pasti sedang mencari ikan, para nelayan memang banyak di desa ini dan mereka memang bisa di katakan mata pencahariannya hanya mencari ikan di sungai tersebut.
Bila terus di landa rasa takut maka nanti yang ada mereka tidak akan mendapatkan uang karena takut bila sedang mencari ikan justru bertemu dengan hantu air itu lalu di bawa masuk ke dalam air, bila sudah dibawa maka mereka pasti tidak akan punya kesempatan untuk melarikan diri dari dalam air itu.
"Loh Mas Arya sama Mbak Pur lagi apa di sungai ini?" tegur Pak Roni yang sedang sibuk mengambil ikan.
"Tidak ada, kami hanya ingin membantu orang yang sedang mencari mayat Reza." jawab Arya sambil tersenyum.
"Wah saya sangat lega karena bertemu dengan Mas Arya di sini sehingga tidak ada rasa takut lagi." Pak Roni tersenyum malu.
"Hati hati ya, Pak." pesan Purnama kepada Pak Roni tersebut.
"Iya, sebenarnya saya juga belum seberapa berani untuk mencari ikan tapi mau bagaimana lagi karena kalau tidak mencari ikan maka kami tidak punya uang." jelas Pak Roni karena sumber mata pencarian dia hanya menjadi nelayan.
"Hati hati saja, insya allah tidak akan ada apa-apa." Purnama berusaha menenangkan pria setengah baya ini.
"Kami pamit dulu ke bagian lain ya karena mau melihat keadaan sekitar." Arya segera mendayung perahu lagi karena dia ingin mencari yang tidak bisa di temukan oleh manusia biasa.
Pak Roni tersenyum dan sambil melambaikan tangan karena sekarang dia sudah merasa sangat lega setelah melihat kehadiran Arya dan Purnama yang ada di sungai ini juga, sebab dengan begitu dia merasa tidak akan ada iblis yang berani mendekat karena kedua pawang iblis itu ada di sini sehingga Pak Roni pun semangat untuk mencari ikan.
Selamat lagi Besti, hari ini agak kesiangan karena othor juga kesiangan bangunnya, jangan lupa like dan komen kalian semua ya.
Hendra hatinya lembut JD ga tegaan walopun sama musuh😌