NovelToon NovelToon
Jodohku

Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Adira amna

perpisahan kedua orang tuanya itu,membuat seorang gadis bernama Adira Amna (21) sulit untuk menjalin sebuah hubungan serius dengan laki-laki.

hingga dengan tiba-tiba, Amna dilamar oleh seorang pria yang baru dikenal nya selama beberapa minggu! lalu,apakah Amna akan menerima lamaran dari pria tersebut?


penasaran sama kelanjutan ceritanya? yuk baca👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adira amna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14

Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu, oleh Radit dan Amna. Hari dimana, mereka akan melepas status single nya menjadi sepasang suami istri. Amna sungguh nampak cantik, dalam balutan kebaya pengantin Jawa.

"Kok gue yang deg-degan ya na?" tutur Yaya saat menemani Amna di kamar.

"Mungkin, lu juga pengen ngerasain kaya Amna ya!" jawab Sarah.

Kedua sahabat Amna itu, juga sudah berada disini sejak pagi buta. Sarah dan Anisa datang bersama dengan suami mereka, yang sekarang sedang mengobrol bersama keluarga Amna.

Sementara di lantai bawah tengah heboh, sebab mempelai pria nya sudah tiba. Ayah dan pakde Ibra segera menyambut kedatangan mereka. Ayah mempersilakan mereka semua untuk duduk, dan Radit di minta untuk duduk di depan penghulu yang juga baru saja tiba.

Amna menuruni tangga dengan di dampingi oleh Yaya, Sarah dan Anisa. Lalu Amna di tuntun oleh Sarah untuk duduk disebelah Radit. Radit benar-benar di buat terhipnotis oleh kecantikan calon istri nya itu, hingga ia melihat Amna dengan mata yang tak berkedip. Sungguh, jika boleh ia ingin memeluk wanita nya itu sekarang, dan mencium seluruh wajah nya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.

"Cantik banget sayang..." lirih Radit berbisik di telinga Amna. Amna hanya bisa menunduk malu mendengar pujian dari Radit.

"Sabar dulu toh mas, kalau mau mesra-mesraan ucapin dulu ijab kabul nya" ujar bapak penghulu, membuat semua orang yang berada di ruangan itu tertawa.

"Sudah siap toh mas, kalau belum tak tungguin" pak penghulu kembali melempar candaan.

"Siap pak!" jawab Radit tegas.

Radit di minta untuk segera berjabat tangan dengan ayah oleh penghulu dan mengucap istigfar.

"Raditya Wijaya bin almarhum Mahendra Wijaya, saya nikah kan dan kawin kan engkau dengan anak kandung saya yang bernama Adira Amna binti Afnan ananta dengan mas kawin berupa satu sertifikat rumah, satu set perhiasan emas dan seperangkat alat solat di bayar tunai" ucap ayah afnan dengan nada tegas.

"Saya terima nikah dan kawin nya Adira Amna binti Afnan ananta dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Radit dengan satu kali tarikan napas.

"Bagaimana para saksi, Sah?" tanya pak penghulu.

"SAH...!" ucap semua yang berada di ruangan itu, "Alhamdulillah".

Radit memegang kepala Amna dan membaca kan doa, "Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa'alaih", lalu Radit mencium kening Amna dengan penuh kasih sayang.

Radit juga memasangkan cincin di jari manis Amna, begitupun sebalik nya. Dan kini saat nya mereka sungkem kepada para orangtua. Saat Amna meminta restu dari mommy, di saat itulah tangis nya tak bisa di cegah.

"Ayah titip anak perempuan ayah sama kamu Radit, tolong jaga dan sayangi dia dengan sepenuh hati kamu. Ayah percaya sama kamu" ucap ayah afnan memeluk menantu nya itu. Radit pun mengangguk dan berjanji dalam hatinya, untuk menjaga dan juga mencintai istrinya itu dengan sepenuh hati.

Kini Radit dan Amna sudah duduk bersanding di atas pelaminan, setelah melakukan prosesi adat Jawa dan serangkaian acara lain nya.

"Sayang?!" panggil Radit saat tamu sedikit sepi.

"Apa mas?" jawab Amna dengan wajah malu-malu.

"I love you..." ujar Radit lirih dan tersenyum lembut ke arah Amna.

Sontak pipi Amna pun langsung memerah, dada nya juga berdebar tak karuan.

Saat sedang asyik bergurau, Amna dan Radit di kaget kan dengan kedatangan Nadia. "Selamat Radit, Sesuai janji aku, setelah ini aku gak akan ganggu hidup kamu lagi".

Radit hanya diam tak menanggapi Nadia, sementara Amna sudah merapat kan tubuh nya pada Radit. Karna tak ada tanggapan dari kedua nya, Nadia pun memutuskan untuk segera pergi dari sana.

"Mas ngundang dia?" tanya Amna dengan cemberut.

"Engga sayang, mas juga kaget waktu dia dateng tadi" jawab Radit kalang kabut karna takut istri nya itu merajuk.

Amna langsung tersenyum begitu melihat wajah panik Radit. Dan Radit yang sadar sedang dikerjain pun, langsung membawa Amna ke dalam pelukan nya.

"Jahil banget sih sayang" Radit benar-benar gemas pada istri nya itu.

*****

Setelah menjadi raja dan ratu seharian, akhirnya Radit dan Amna bisa mengistirahatkan tubuh mereka. Tante Erna dan keluarga, pamit pulang pada pukul 10 tadi usai acara selesai. Begitu juga dengan mommy dan keluarga nya.

Saat ini Radit dan Amna, sedang berada di dalam kamar Amna. Radit memperhatikan sang istri yang sedang memakai skincare dari atas kasur.

"Kenapa sih mas ngeliatin terus?" tanya Amna, saat sadar tatapan Radit terus tertuju pada nya.

"Istri mas cantik banget" Radit turun dari kasur dan menghampiri Amna.

Radit berjongkok di depan Amna yang duduk di kursi meja rias. "Makasih sayang karna sudah bersedia menjadi istri mas." ungkap Radit pada Amna.

Radit mencium kening Amna, lalu turun ke mata, hidung, pipi dan berakhir di bibir, Radit melumat lembut bibir itu dan mengusap lembut punggung istri nya itu. 'Selanjut nya bayangkan masing-masing'.

*****

Pagi telah menyapa kedua pasangan pengantin baru itu. Amna terus memperhatikan wajah Radit, dengan mengulas senyum tipis. Radit membuka mata, karna merasakan usapan lembut di pipi nya.

"Assalamualaikum, istri mamas yang cantik..." ucap Radit dengan suara lirih.

"Waalaikumsalam, suami Amna yang tampan..." jawab Amna, dengan pipi yang sudah memerah.

Radit melirik jam dinding yang terpasang di tembok kamar Amna. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 4 subuh.

"Masih sakit gak de?" pertanyaan itu, membuat Amna langsung menyembunyikan wajah nya di dada Radit.

"Mas jangan tanya itu, Amna malu...!" jawab Amna, dengan suara pelan.

Radit terkekeh dan langsung menciumi seluruh wajah istri nya itu. "Maaf ya, udah buat Ade nangis semalem". 'kalian tau dong Amna nangis karna apa'😁

Pasangan pengantin baru itu, kemudian beranjak dari tempat tidur. Setelah membersikan diri, Amna dan Radit melaksanakan solat subuh berjamaah.

"Mas nanti mau sarapan apa?" tanya Amna, saat mereka kembali merebahkan diri di atas kasur.

"Ade mau beli sarapan keluar?" tanya Radit, mengusap pelan pipi istri nya.

"Iya, palingan nanti sama Yaya beli nya" jawab amna sambil mengangguk pelan.

"Biar mas aja yang beli sarapan nya, Ade kan masih capek abis acara kemarin" ujar Radit dengan tersenyum.

"Kalau gitu, kita beli sarapan nya berdua aja!" ucap Amna, dengan senyum manis nya.

"Sayang, mas benar-benar merasa beruntung, bisa bertemu Ade dan keluarga Ade" ucap Radit tiba-tiba.

"Keluarga Amna sekarang keluarga mas Radit juga" jawab Amna lembut.

Amna dan Radit keluar dari kamar untuk membeli sarapan. Amna melihat Altaf dan Yaya sudah berada di depan tv memakan cemilan.

"Mau nitip sarapan apa?" tanya Amna pada kedua adiknya.

"Gak usah beli sarapan na, tadi bude Salma udah ngirim lauk, itu gue juga lagi masak nasi" ujar Yaya, dengan mata yang masih terfokus pada layar di depan nya.

Akhirnya Amna dan Radit ikut bergabung bersama kedua adiknya, karna tak jadi keluar membeli sarapan.

"Itu kado-kado sama amplop mau di buka kapan kak?" tanya Altaf pada Amna.

"Nanti ajalah, masih capek banget soalnya" jawab Amna menoleh pada Altaf.

"kalau mau di buka, kasih tau gue ya kak?" ujar Altaf antusias.

"Kepo amat si tap, orang amna mau buka kado nya nanti dirumah mas Radit" jawab Yaya sedikit sewot.

Rencana nya, besok Amna akan ikut tinggal dengan Radit di rumah lelaki itu. Semua baju dan keperluan Amna pun sudah di packing.

Dan setelah mengobrol mereka memutuskan untuk turun kebawah buat sarapan. Ternyata bude Salma mengirim mereka sayur capcay, ayam goreng dan juga rendang.

Amna mengambil piring, lalu mengisi nya dengan Nasi dan juga lauk untuk suami nya.

"Makasih sayang" ucap Radit tersenyum.

Akhirnya mereka sarapan dengan di iringi oleh perdebatan kecil Yaya dan Altaf.

*

*

*

*

*

Happy Reading 💜

1
buna
aku pun mau kak, tapi langka kaya nya
Dinar
Mau yang kaya Radit, co di mana ya Thor?
paket lengkap banget si Radit Radit itu Tuhan
Dini Mariani s
bagus
KoriZen _ Zaa
bagus banget kak ceritanya, saya sukaa
♡ ECHI ♡
lah ayang aku kenapa ada di sini /Smirk/
♡ ECHI ♡
lanjootttt
♡ ECHI ♡
lanjutttttt
♡ ECHI ♡
lanjut dong, yang banyak
♡ ECHI ♡
bagus
♡ ECHI ♡
mampir 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!