Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3.3 Cinta Eka
Jam 20.21 WITA, Mei dan 2 pria tampan sudah sampai di mansion,
"Mei bukannya sekarang udah waktunya minum obat," Eka
"Mei kamu bersihkan dirimu dulu lalu makan dan minum obat ya," Bulkrish
"Baiklah, tapi aku mau makan roti, aku udah males makan nasi," Mei
"Kamu mau kubuatkan roti selai coklat??" Eka
"Tentu, udah lama aku tak memakan buatanmu," Mei
"Baiklah, akan kubuatkan," Eka
Mereka pun masuk.
.
.
.
Saat Mei sudah selesai mandi dan siap di meja makan, Eka datang dengan beberapa macam olahan roti, Eka menaruhnya di meja makan,
"Mei makanan udah jadi," Eka
"Wahhh ada roti selai coklat, roti bakar, es krim goreng, sandwich, dan lainnya, Eka kamu hebat banget," Mei
"Selama di Amerika aku juga belajar masak dan itu untukmu," Eka
"Pria perfect ada disini, aku tak perlu takut makan makanan tak enak," Mei
Bulkrish datang,
"Mei, ini obatmu," Bulkrish
"Kalian duduk lah," Mei
Mereka berdua duduk, Mei pun mulai memakan semua roti itu,
"Ah Asa, aku dengar kau mengambil kembali beberapa pulau yang pernah terlepas dari negara ini," Eka
"Kenapa? Masalah untukmu? Pulau itu terbengkalai, jadi yaa aku beli aja," Bulkrish
"Eh, karena itu kau bilang kau punya beberapa pulau pribadi??" Mei
"Kamu kira aku hanya main main, aku tak akan membuatmu malu," Bulkrish
"Dan kau Eka?" Mei
"Mungkin aku memiliki saham Bank Dunia, itu hanya sebagian kecil," Eka
"Ahhh aku sendiri yang tak punya apapun," keluh Mei
"Memang kamu kira atas nama siapa semua pulau itu, tentu saja atas namamu Mei," Bulkrish
"Nama semua bankku aja MeivBank, inti perusahaanku juga MeivCorp," Eka
"MeivBank??" Mei
Mei melihat sebuah kartu,
"Ini dari perusahaanmu?? Aku mendapatkannya sebagai hadia," Mei
"Itu aku yang mengirimkannya, gunakan saja sesuka hatimu Mei," Eka
"Wahhh," Mei
Mei kembali memakan rotinya,
"Asa, kudengar Ayahmu sedang sakit di Jakarta?? Kenapa kau tak menjenguknya??" Eka
"Aku tak mau, kau kira aku akan meninggalkan Mei," Bulkrish
"Yaa kali aja, bagaimana pun kekayaanmu sekarang berkat Kakek Maha," Eka
"Tch!" Bulkrish
"Bulkrish, pergilah ke Jakarta besok, Ayah Maha akan senang jika kamu menemuinya," Mei
"Tidak mau," Bulkrish
"Kau berani menolak perintahku," Mei
"Bu-Bukan seperti itu Mei, tapi-" Bulkrish
"Pergilah, aku tak mau tau jika tidak, aku akan mengasingkanmu," Mei
Bulkrish kesal karena Eka tersenyum mengejek,
"Baiklah, aku akan berangkat besok," Bulkrish
"Anak pintar. Eka, ikut aku," Mei
Mei yang sudah selesai makan pun pergi setelah meminum obatnya,
"Kalau kayak gini, bisa bisa Eka merebut Mei dariku," Bulkrish.
.
.
.
Di kamar Mei, Mei mengunci pintunya dari dalam,
"Mei," Eka
"Kenapa kau melakukan ini??" Mei
"Hah??" Eka
"Memang kau kira aku tak tau kalau kau sengaja memancing emosi Bulkrish kan??" Mei
"Tidak kok, dia aja yang tempremental," Eka
"Kau juga tempremental Eka, ahhh kalian berdua membuatku pusing," Mei
"Aku hanya ingin bersamamu berdua saja, 7 tahun kamu mengasingkanku, kamu menganggapku tak pernah ada sebelumnya," Eka
"Bukan begitu Eka-" Mei
"Memang kenapa jika aku keponakanmu, apa aku tak boleh mencintaimu?? Aku tau, aku dulu membencimu, tapi sekarang dihatiku hanya ada dirimu Mei, aku mencintaimu," Eka
Eka memeluk Mei,
"Aku melakukan segalanya untukmu Mei, untuk membahagiakanmu aku bahkan bisa menghancurkan apa saja, aku tak akan bisa hidup tanpamu Mei," Eka
Eka mencium bibir Mei,
"Mei, dari awal kamu adalah milikku begitupun seterusnya, dan aku hanya milikmu," Eka
Eka membuka satu persatu kancing kemejanya,
"Eka," Mei
Mei pergi ke depan cermin, Eka mengikutinya dan memeluknya dari belakang,
"Aku mencintaimu," bisik Eka
"Eka, sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku, aku tak seperti wanita luar yang cantik, sexy, ataupun kaya, tanpamu dan Bulkrish aku bahkan tak akan punya tv sebesar tvku sekarang," lirih Mei
"Lalu kenapa?? Aku seorang yang sangat terkenal dan banyak juga punya kenalan gadis, tapi aku hanya melihatmu, aku tak pernah bersentuhan secara langsung dengan wanita lain," Eka
"Jangan jangan di Amerika kamu masih-" Mei
Eka tertawa kecil,
"Benar, aku masih jadi Pangeran Es," Eka
Eka mencium lembut telinga kanan Mei,
"Ahh Eka jangan, geli," Mei
"Aku akan memilikimu sekarang," Eka
Eka mulai melepaskan semua tali dress yang terikat di punggung dan pita perut Mei hingga membuat Mei langsung telanjang, Eka menciumi punggung polos Mei,
"Mei lahirkanlah anakku dan kita bisa hidup bersama, aku akan memberikan segalanya untukmu," ujar Eka
Eka mulai memperkosa Mei.
.
.
.
Kebesokannya, Eka terbangun lebih dulu, Eka memakai pakaiannya kembali dan memakaikan pakaian Mei, saat Eka keluar dari kamar Mei, Bulkrish yang sudah menungguinya langsung menarik kerah Eka dan membawanya ke tempat yang cukup sepi, Bulkrish langsung memukul Eka,
"Beraninya kau menyentuh Meiku!!!" Bulkrish
"Kenapa hah?? Sejak awal Mei adalah milikku, kau hanya anak yang ditemukan oleh Mei dan dibuat menjadi salinanku saja," Eka
"Aku bukan salinanmu!!! Ingat itu baik baik!!" Bulkrish
Bulkrish menghempaskan Eka ke dinding,
"Jika kau bukan salinanku, kenapa sampai sekarang kau tetap ada di bayanganku," Eka
"Kau kira aku hanya bayanganmu, cih," Bulrkish
"Walau kau sudah menjadi boss mafia terkuat, Sang Hyang Group adalah nama grup mafia Mei berikan padaku, dan aku membentuknya tanpa bantuan siapapun, sedangkan kau membentuknya dengan bantuan Tua Bangka Ayahmu kan, ck ck ck, jika kau tak bisa lebih kuat dariku, bagaimana bisa kau melindungi Mei?!" Eka
Eka membetulkan kerah kemejanya,
"Jika kau ingin tau satu hal, aku akan beritau, Ayahmu- mencoba membunuh Mei, dan- Gede masih hidup," Eka
"Apa!?" Bulkrish
"Menurutmu kenapa aku tak barengan pulang bersama Aji, itu karena aku pulang juga membawa pasukanku, aku akan melindungi Mei walau aku harus membunuhmu sekalipun, jadi temui Ayahmu dan minta dia berhenti mencoba menghabisi Mei!!!" Eka
Eka menarik kerah kemeja Bulkrish,
"Jika tidak- Yin Yang Group ataupun Sang Hyang Group palsumu- akan kumusnahkan dari dunia ini, aku akan melindungi Mei dan memilikinya, karena aku pemilik Mei yang sebenarnya!!" Eka
Eka menghempaskan Bulkrish dengan sangat keras lalu pergi,
"Ayah, kenapa dia ingin menghabisi Mei?" lirih Bulkrish.
.
.
.
Saat waktunya sarapan, semuanya berkumpul,
"Mei, makanlah, aku membuatkan bubur ayam, dan kesukaanmu burger," Eka
"Wahhh, baiklah, aku akan makan banyak. Eh iya Bulkrish, kau kapan akan berangkat??" Mei
"Setelah sarapan," Bulkrish
"Pulangnya beliin aku oleh oleh yaa," Mei
Bulkrish tersenyum,
"Memang kamu mau apa??" Bulkrish
"Boneka beruang besar dan lain lainnya," Mei
"Tidak boleh," sahut Ayah Mei
"Lahhh kenapa Pa??" Mei
"Kamu tak nyadar jika di kamarmu terlalu banyak boneka, bahkan kamu mempunyai gudang boneka, jika kamu meminta lagi, Papa akan jualin semua bonekamu," Ayah
Mei cemberut,
"Papa jahat banget," Mei
"Mei, jika kamu mau boneka, aku punya cabang perusahaan mainan di Bali," Eka
"Wahhh, baiklah aku akan main ke sana nanti," Mei
"Lalu oleh olehmu??" Bulkrish
"Hmmm foto putra Kak Dewa saja deh, aku tak pernah melihatnya. Itu bolehkan Papa?" Mei
Mei menatap Ayahnya,
"Baiklah baiklah," Ayah
"Baiklah, akan kubawakan," Bulkrish
"Sudah sebaiknya berhenti mengobrol, habiskan makanan kalian," Ayah
"Baikkk," ujar semuanya
Mereka melanjutkan makan mereka.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁