Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lima belas
"Nay Lo duduk di depan aja."
Kanaya menatap bingung ke arah dirinya, saat ini seperti biasa mereka akan berangkat menuju sekolah, Kayla masih merasa kesal dengan Arga dan ia tak ingin dekat-dekat dengan laki-laki itu untuk saat ini.
"Gak ah, biasanya Lo yang di depan."Kanaya menolak.
Kayla tak peduli, tanpa mempedulikan penolakan adiknya ia segera masuk ke mobil di bagian tengah, tempat dimana biasanya Kanaya duduk, sedangkan Kanaya masih berdiri di luar dan menatap aneh ke arahnya.
Arga yang sudah berada di kursi kemudi juga menatap aneh ke arahnya. "Ko kamu di belakang? Pindah itu tempat Kanaya."
Kayla tak mempedulikan ucapan Arga, ia menatap tajam Arga lalu ia memainkan ponselnya.
"Kay, aku tahu kamu masih marah tapi tolong jangan kaya anak kecil. Sini pindah duduk di samping aku seperti biasa."
"Gak, biar Kanaya duduk di sana, kali aja kamu belum puas liat dia," ujarnya tanpa sedikitpun melihat ke arah Arga.
Terdengar Arga menarik napasnya, laki-laki itu keluar dari mobil lalu membuka pintu di sampingnya.
Arga merebut ponselnya dan menariknya ke luar mobil, entah sadar atau tidak laki-laki itu mencengangkan kuat lengannya sampai ia merasa sakit akibat cengkraman itu.
Arga menatap datar dirinya. "Kamu jangan buat ulah pagi-pagi, aku cuma minta kamu duduk di depan seperti biasa. Adik kamu baru sembuh Kay, kamu tega liat dia berdiri lama kaya gini hanya karena kamu?"
Ia melirik Kanaya yang menatap bingung ke arahnya dan Arga, ia tau pasti Kanaya sedang bingung dengan apa yang terjadi sekarang.
"Aku cuma mau duduk di belakang memangnya salah? Cuma duduk di belakang Arga."
Arga kembali menarik napasnya "Kamu kenapa si Kay? akhir-akhir ini kamu kaya anak kecil."
Arga bilang dia seperti anak kecil? Apakah laki-laki itu tidak sadar jika Kanaya pun bersikap seperti anak kecil di depannya dan laki-laki itu tidak marah sama sekali. Lalu Arga ingin ia seperti dulu yang selalu memaklumi setiap perbuatannya, yang tak pernah membantah, yang selalu bersikap seolah baik-baik saja, maaf Arga tapi ia tak mau menjadi wanita bodoh lagi.
Kayla menatap marah ke arah Arga, ia merebut ponselnya dari tangan laki-laki itu lalu masuk kembali ke dalam mobil, kali ini ia duduk di tempat biasa. Ia menutup pintu mobil dengan cukup kencang, membuat Kanaya maupun Arga terkejut.
Arga masuk ke dalam lalu melajukan mobilnya, di sepanjang perjalanan hening tak ada percakapan apapun disana. Kayla yang sibuk dengan ponselnya, Arga yang sibuk menyetir dan Kanaya yang asyik memandang keluar jendela.
Setelah sampai di sekolah Kayla mengucapkan terima kasih pada Arga lalu segera pergi menuju kelasnya tanpa menunggu Arga dan Kanaya.
Di sepanjang lorong para siswi yang memang penggemar berat Arga menatap sinis ke arahnya, gadis-gadis itu berani menatapnya seperti itu karena sedang sendirian.
"Kayanya Arga udah bosen sama cewe cupu ini."
Kayla melirik ke arah gadis yang berbicara barusan, ia menatap sekilas gadis itu lalu pergi tanpa mau membalas ucapan gadis itu. Sesuai prinsip nya sejak awal, ia ingin hidup tenang dan tak mau mencari masalah dengan siapapun.
___
Saat jam istirahat, seperti biasa Arga selalu menghampiri nya ke kelas. Tapi tidak seperti biasanya kali ini laki-laki itu hanya datang sebentar untuk memberikan sebuah kotak makan kepadanya.
"Aku tahu kamu masih marah, aku cuma mau ngasih ini. Tolong di makan ya, aku susah payah buatnya."
Arga mengelus sebentar pucuk kepalanya, lalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun lagi.
Kayla mengambil kotak makan itu dan membukanya, di dalam terdapat nasi goreng dan telur mata sapi yang dibentuk menyerupai hati. Tanpa sadar ia tersenyum, Arga memang bisa di bilang brengsek tapi untuk perlakuan manis laki-laki itu patut diacungi jempol.
"Wih, di kasih bekal dari ayang nih,"ujar Meta yang sudah duduk di depannya.
"Manis juga ya cowo Lo, pacar gue mana pernah ngasih beginian," ujar Sasha menimpali.
Kayla hanya tersenyum, benar Arga memang manis tapi juga racun.
"Lo mau ikut ke kantin?"tanya Meta
"Engga deh, kalau gue ke kantin takut makanan ini gak kemakan, sayang kan jadinya mubazir."
"Yaudah gue sama Sasha ke kantin bentar ya, kita makan bareng di sini aja."
Kayla mengangguk, setelahnya kedua sahabatnya pergi untuk membeli makanan.
"Lagi marahan kah sama pacar lo?"tanya Bastian yang entah sejak kapan sudah duduk manis di sampingnya.
"Ya begitulah."
"Tumben banget marah, biasanya juga lo diem aja kalau dia ngapa-ngapain. "
Kayla melirik sini Bastian. "Jangan ngeledek deh Bas."
Bastian terkekeh. "Gue gak ngeledek,tapi gue bicara fakta. Sepertinya teman gue yang satu ini sudah sadar ya."
Kayla menarik napasnya. "Iya gue sadar, kalau selama ini gue bodoh."
"Bagus kalau Lo sadar, sekarang berlakulah seperti perempuan pada umumnya, kalau cemburu Lo tunjukkin, kalau Lo marah ungkapin, kalau Lo gak suka bicarain. Jangan cuma diem kaya yang dulu."
Kayla mengangguk. "Sono makan, pingsan tau rasa Lo."
"Iya bawel, ini gue mau otw kantin."
Bastian beranjak dan keluar dari kelas, bersamaan dengan itu kedua sahabatnya datang.
"Untung Lo gak ke kantin Kay." Ujar sambil Sasha menyimpan makanan dan minum yang ia beli.
"Kenapa?"
"Kasih tau Met, gue mau makan," ujar Sasha, gadis itu melahap makanannya.
Ia dan Meta menggeleng melihat kelakuan Sasha.
Kayla menatap Meta meminta penjelasan "Kenapa tadi di kantin?"tanyanya.
"Lo tau Sera kan? itu loh anak kelas sebelah penggemar berat pacar lo."
"Penggemar Arga banyak Met, lagian gue gak tau nama mereka."
"Nanti Lo bisa cari tau sendiri orangnya yang mana, jadi kita ke kantin dan gue liat dia nempel-nempel ke pacar lo."
"Heem, bener kesel banget gue liatnya, Arga nya si keliatan risih tapi dia gak ngusir tu cabe-cabean, aneh banget cowo Lo." Sasha menimpali dengan nada berapi-api.
"Iya Kay, gue rasanya pengen Jambak tu rambutnya, bisa-bisanya gatel sama cowo orang," ujar Meta lagi
Kayla hanya mendengar kedua sahabatnya berbicara, sesekali menganggukkan kepala. Ia tidak peduli jika Sera ataupun perempuan lain mendekati Arga, karena ia tau Arga tak akan pernah tertarik dengan wanita yang terlalu agresif mendekati nya. Tapi jika wanita yang diceritakan itu Kanaya, sudah pasti lain cerita.
"Kok Lo gak marah atau kesal di Kay?"Meta menatap heran ke arahnya.
"Iya nih, gue sama Meta cerita tentang cowok Lo Kay."
"Makasih infonya, tapi pemandangan yang Lo lihat itu udah biasa terjadi dan gue udah gak kaget. Lagipula sampai saat ini gak ada perempuan yang berhasil merebut Arga dari gue."
Kecuali Kanaya
Meta dan Sasha mengangguk paham "Iya juga si, pantas aja Lo terlihat santai."
"Heem"
Kayla menyendok nasi goreng yang di berikan Arga, ia terkesan karena rasanya cukup enak. Ia baru tahu jika kekasihnya itu pandai memasak.
"Kay, gue boleh coba nasi gorengnya?"Tanya Meta.
Kayla mengangguk dan memberikan kotak makannya ke hadapan Meta.
Meta terlihat sangat senang, lalu gadis itu mengambil sesendok nasi dan melahapnya.
"Lo kenapa?"tanya Kayla bingung melihat Meta yang langsung terdiam setelah mencicipi masakan Arga.
Meta menggeleng. "Gak apa-apa, tiba-tiba gue jadi ingat teman kecil gue setelah makan nasi goreng ini. Gue rindu dia, dulu dia selalu kasih sebagian bekalnya buat gue."
"Wah, kayanya temen kecil Lo itu anak yang baik."Ujar Sasha
Meta mengangguk. "Iya dia baik, karena perlakuan dia lama-lama gue naruh perasaan dan sepertinya dia juga begitu."
"Lalu gimana hubungan kalian sekarang?"tanya Kayla penasaran
Meta menatap Kayla sebentar. "Dia hilang ingatan karena kecelakaan, karena itu dia gak mengenal gue lagi. Sekarang hubungan kita seperti orang asing, bahkan dia udah punya pacar sekarang."
Ia maupun Sasha ikut sedih mendengar kisah cinta Meta ."Sabar ya Met, gue yakin suatu saat dia akan ingat sama Lo lagi," ujarnya menenangkan Meta.
"Iya semoga aja."
"Ngomong-ngomong siapa nama teman kecil Lo?"
"Hesa, namanya Mahesa"