*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6. Nana Marriage Life
happy reading ✨
"Dasar Sagara sialan. bukannya ngasih pacarnya ini penjelasan dia malah ketawa kaya kuntilanak yang lagi nakutin orang" kata Nana yang kesal pada Sagara karena tidak dapat penjelasan apa pun dari pacarnya itu.
"bagus banget dia selama dia luar negeri dekat sama perempuan lain sedangkan gue di sini jaga hati buat dia"
Nana melempar tas selempangnya dan naik ke atas kasus lalu setelah itu melihat lagi ponselnya siapa tahu ada Sagara yang menghubungi nya .
"dia pikir cuman dia doang yang bisa kata gitu, gue juga bisa jangan nangis aja nanti gue balas. Nana di lawan" kata Nana berbaring menarik selimutnya sampai sebatas perut.
"gue bikin gebrakan apa ya yang sekiranya beda dari Sagara yang telponan sama cewek. apa gue jalan aja sama cowok. kan banyak tawaran yang ngajakin gue jalan" pikir Nana sambil mengetuk dagunya dengan jari telunjuk nya .
"gue pikirin nanti aja lah ,udah malah mending tidur gue gak mau nemenin setan jaga malam udah jam berapa ini cukup temenin Mayat aja gue di ruang otopsi di apartemen ini gue gak mau mau begadang jaga malam" kata Nana menutup matanya bersiap ingin tidur.
sedangkan di rumahnya Sagara baru saja sampai melihat banyaknya barang yang sudah di pesan dan di persiapkan nya jauh jauh hari untuk datang ke rumah Nana besok.
bahkan Sagara mengabari orang tua dan keluar Nana secara tiba tiba jika dia ingin berkunjung besok.
"sudah sejauh ini tidak mungkin di sia sia kan" kata Sagara tertawa dan setelah nya naik ke lantai atas rumahnya menuju kamar nya yang sudah hampir 8 tahun lebih ini sudah tidak dia tempati.
jujur saja Sagara sempat hilang arah ketika di tinggal orang tuanya dalam kecelakaan pesawat dulu dan lebih hilang arah lagi ketika kakek dan neneknya meninggal di jarang yang tidak terlalu lama dan hal itu sempat membuat Sagara berpikir dia sebatang kara dan tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia.
namun keluarga Nana mengulurkan tangan pada nya men support nya sampai dia ada di titik ini dan mengatakan mereka keluarga dan jangan berangkat kalau dirinya hanya sendiri.
********
"mas ngapain sih kenapa kelihatan tegang dan khawatir begitu???" tanya lora pada bumi yang terlihat tegang pagi pagi begini.
"rasanya gak percaya aku sebentar lagi akan melepas anak kedua ku bersama pasangannya" kata bumi yang pagi ini amat melow.
"apa yang mas khawatirkan hah??? ini bukan soal anak kita yang akan memulai babak baru dalam hidupnya kan??? " kata lora yang seperti sudah paham kekhawatiran suaminya ini.
"Nana itu berbeda jauh dari Bee yang mau belajar dan mengalah untuk pasangan nya tapi Nana sebaliknya. aku takut dia akan di tinggalkan jika terlalu keras oleh pasangannya" kata bumi yang tahu anak keduanya itu bagaimana.
"buktinya 10 tahun mereka mampu bertahan dan mereka sampai bukan di titik ini " kata Lora mencoba menyakinkan suaminya ini.
"iya aku tahu sayang namun pacaran dan menikah itu dia makna dan jalan yang berbeda" kata bumi yang membuat tangan lora terangkat mengusap punggung suaminya.
"kalau aku yakin Sagara tidak akan melakukan semua yang menjadi ketakutan mas, sebelum dia begitu Nana pasti akan memperingati nya dari awal jika hubungan bukan lah mainan dan Sagara lebih dewasa dari Nana dan tidak akan mungkin menyakiti Nana Juga" kata lora lagi.
"semoga" kata bumi menghela napas panjang
"ayo bantu aku siapkan halaman belakang untuk acaranya, jangan sampai semua belum selesai dan mereka sudah sampai nanti " kata Lora meminta bumi untuk membantunya.
sedangkan di apartemen dokter muda itu Bee sedang sangat geramnya karena Nana belum juga membuka pintu apartemen padahal bee sudah mengetuk pintu itu lebih dari 10 kali.
"telpon lagi coba mas, aku rasa dia masih tidur di kasurnya . sudah mirip piton kenyang ketika sudah menelan 2 ekor ayam utuh" kata bee yang sudah amat kesal.
"tunggu aku Telpon lagi " kata Rio mencoba menghubungi nomer iparnya itu.
"Nana nya mana ka???" tanya Sagara yang datang sambil mengendong Mikha yang tadi bee titipkan pada kakek dan nenek.
"anak konda ini belum bangun dan membuka pintunya juga Sagara, Kaka rasa kuping tersumpal ular ular peliharaan nya itu" kata bee yang sudah amat kesal.
"Halo Na,,, Abang dan Kaka ada di depan pintu apartemen kamu tolong buka pintunya " kata Rio yang membuat bee bernapas lega karena akhirnya adiknya itu bangun juga dari hibernasi nya .
tidak lama pintu terbuka dan keluar lah Nana dengan wajah mengantuk nya dan mulutnya itu menguap membuat Nana kesal dan menyumpal mulut itu dengan mainan milik Mikha .
"aw,,, apaan sih ka???" kata Nana setelah mengeluarkan mainan milik keponakan nya itu.
"Kaka sudah lama ya na,, ada di depan sini mengendor pintu kamu ini tapi gak kamu bukakan juga , untung gak Kaka roboh kan pintu ini " kata bee masuk kedalam apartemen Nana melewati nana begitu saja .
"lagipula ngapain ke sini pagi pagi ganggu aja sih" kata melirik Sagara kesal Karana ingat kejadian tadi malam .
"Sagara udah bilang kan kalau kita mau ke rumah ibu dan ayah" kata bee duduk di sofa milik Nana itu .
"aku gak ikut dan udah ngomong kalian aja " kata Nana menolak ikut ke rumah orang tuanya.
"mandi gak kamu dan siap siap sebelum ular ular kamu nenek rica rica , nenek sudah menunggu di bawah " kata bee yang membuat Nana mau tidak mau beranjak dan masuk ke kamarnya.
ular ular itu adalah teman temannya Mana tega Nana kalau sampai ular ular nya di masak mana nenek kalau sudah bertindak membuat Nana takut pula.
ingat sekali Nana saat burung malah milik kakeknya menjadi santapan makan malam mereka yang berujung membuat kakek nya demam karena di tinggal burung peliharaan nya itu karena berakhir menjadi masakan pedas oleh nenek nya.
"maaf ya Sagara harus menunggu lagi , Kaka rasa karena kamu tidak mengatakan apa tujuan kita ke sana makanya Nana jadi malas malasan begini . kalau dia tahu Mungkin dia sudah bersiap dari jam dua dini hari tadi" kata bee yang jadi tidak enak pada sagara.
"tidak papa Kaka lagi pula Sagara ingin membuat kejutan untuk Nana" kata Sagara pada bee .
"ayo " kata Nana sudah siap dengan baju kaos putih dan juga celana jeans, terlihat santai sehingga bee memukul dahinya pelan .
"setelah ini kamu akan menyesal dengan penampilan kamu" kata bee beranjak keluar dari apartemen Nana di ikuti yang lain dan sang pemilik .
"menyesal kenapa coba, hanya ke rumah ayah ada ibu memang aku harus pakai kebaya atau gaun begitu" kata Nana ngedumel sambil mengunci pintu apartemen.
**********