Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBODOHANKU (REVISI)
Pagi ini kedua orang tua Kai merasa begitu khawatir karena menemukan Krystal pingsan di kamarnya. Keduanya membawa Krystal ke rumah sakit. "Sayang duduk dan tenang lah," kata tuan Kim pada istrinya yang mondar mandir tak karuan menunggu Dokter keluar dari ruangan itu "Aku begitu takut! Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya dan bayinya," kata ibu Kim dengan rasa khawatir "Kita tak terlalu memperhatikannya selama disini," sesal ibu Kim merasa bersalah.
"Duduk lah dulu sayang," kata suaminya itu menarik tangan ibu Kim, setelah melakukan pemeriksaan Dokter menjelasakan apa yang terjadi pada Krystal, ibu hamil itu pingsan karena lemas, gula darahnya sangat rendah mungkin karena tak makan, begitu juga dengan tekanan darahnya yang rendah, perutnya juga keram karena terlalu tertekan dan stres.
Kai langsung berangkat saat tadi pagi dikabari kedua orang tuanya bahwa Krystal pingsan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Kai duduk di samping tubuh lemah yang terbaring tak berdaya di atas ranjang itu, wajahnya begitu pucat dan layu. Wanita yang biasanya selalu ceria itu terlihat sangat murung, entah apa yang sudah dilakukannya pada wanita ini. awanita ini terlihat begitu menderita karenanya, bahkan harus masuk rumah sakit lagi karenanya.
"Haii..," kata Kai sambil mengelus rambut Krystal saat ibu hamil itu membuka matanya "Mau minum?" tanya Kai dan disahut aggukan oleh Krystal, Kai membantu Krystal untuk minum, setelah itu Krystal kemabali membaringkan tubuhnya karena masih merasa begitu lemas. Tak ada kata diantara mereka, keduanya hanya terus memandang satu sama lain, terlebih Krystal dia memandang Kai terus menerus dengan tatapan dalam, melihat wajah tampan yang dirindukannya beberapa hari ini.
"Maafkan aku ya..," kata Kai sambil mengenggam tangan Krystal "Dek.., maafin ayah ya..," kata Kai sambil mengelus perut Krystal "Adek pasti sedih ya, ayah jahatin ibu, buat ibu nangis dan sedih terus," sambung Kai yang kini menempelkan telinganya ke perut Krystal "Bayinya juga pasti marah padaku ya?" tanya Kai pada Krystal "Tidak," kata Krystal sambil menggeleng "Bayinya merindukanmu," jawab Krystal.
"Kau pernah bilang bayi akan merasakan hal yang sama dengan ibunya, jika bayinya merindukanku artinya kau juga merindukanku?" tanya Kai sambil menatap mata berkaca itu, Krystal mengangguk sambi menahan tangisnya, dengan sigap Kai memabawa wanita itu kedalam pelukannya
"Sutt.., jagan menangis, maafkan aku," kata Kai sambil mengelus sayang punggung Kai "Naafkan aku ya," sabung Kai. Krystal tak mengeluarkan perkataan apa pun hanya terus memejamkan matanya memeluk pria itu erat, seketika amarahnya hilang berganti rasa lemah dan kepiluan, ingin ditenangkan dalam pelukan pria itu dan ingin bermanja dengan pria itu "Jangan marah lagi ya, aku minta maaf," kata Kai, tak ada kata-kata lain yang bisa dikeluarkannya kecuali maaf dan maaf.
"Aku tak tau kenapa begitu lemah, aku terus memikirkan tuan selama di sini. Aku sedih dan menangis kufikir Tuan tak peduli padaku, bahkan Tuan tak mengirim satu pesan pun padaku," kata Krystal terisak "Kufikir kau akan tambah kesal jika aku mengirim pesan," kata Kai jujur "Aku tak tau jika kau menunggu pesan dariku, maaf ya," sambung Kai sambil mengecup punca kepala Krystal.
Sudah cukup lama dalam posisi berpelukan itu, tangis Krystal berlahan mulai menghilang hanya terdengar isakan-isakan kecil saja. Kai terus memeluk wanita itu sambil menenangkannya, walaupun pinggangnya terasa kaku karena terus berada diposisi yang sama dengan waktu yang cukup lama.
reader wajib baca ini.