NovelToon NovelToon
AYAH SAMBUNG

AYAH SAMBUNG

Status: tamat
Genre:CEO / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:393.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mimah e Gibran

Siapa yang ingin bercerai? Bahkan jika hubungan pelik sekalipun seorang wanita akan berusaha mempertahankan rumah tangganya, terlebih ada bocah kecil lugu, polos dan tampan buah dari pernikahan mereka.

Namun, pada akhirnya dia menyerah, ia berhenti sebab beban berat terus bertumpu pada pundaknya.
Lepas adalah jalan terbaik meski harus mengorbankan sang anak.

Bekerja sebagai sekertaris CEO tampan, Elen tak pernah menyangka jika boss dingin yang lebih mirip kulkas berjalan itu adalah laki-laki yang menyelamatkan putranya.
laki-laki yang dimata Satria lebih pantas dipanggil superhero.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimah e Gibran, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - ELEN KE RUMAH

Divine menatap Elen tak berkedip, tubuhnya bergejolak dan terkejut saat melihat wanita itu tiba-tiba datang di hadapannya.

"Ehm." Deheman Morena membuyarkan keduanya. Wanita paruh baya itu tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kok jadi tatap-tatapan," ujar Morena menatap Divine dan Elen yang seketika salah tingkah.

"Maaf," ujar Elen mendahului. Tubuhnya sedikit bergetar menyodorkan dokumen ke arah Divine.

"Tolong tanda tangani dokumen ini, Pak! Pak Wijaya sendiri yang mengutus saya datang kesini," sambungnya lagi kemudian bernapas lega setelah menyelesaikan kalimatnya.

"Hm, mana pulpennya?" tanya Divine.

Elen dengan sigap membuka tas, menyodorkan pulpen ke Divine.

Tak butuh waktu lama bagi Divine menanda tangani dokumen itu.

"Terima kasih," pamit Elen.

"Bu,Pak Divine. Saya pamit dulu!" ujar Elen kepada Morena dan Divine.

"Tunggu, ini jam makan siang. Lebih baik tinggal sebentar untuk makan, baru kembali ke kantor," pinta Morena.

"Terima kasih banyak, Bu Morena. Tapi, saya..."

"Elena, tinggalah sebentar. Bundaku sendiri yang memintamu makan siang disini, apa kamu tega menolaknya?" tanya Divine.

Deg.

Elen terdiam, ia tak mungkin bisa menolak lagi.

"Wah, namamu Elena. Nama yang sangat cantik," ujar Morena tersenyum ramah.

Elen semakin salah tingkah, lalu mengangguk pasrah.

"Bund..." Divine melirik bundanya.

"Ah iya, Bunda siapin dulu. Kamu, tolong bantu dorong Divine ke dalam ya Elen."

Lagi-lagi Elen hanya bisa mengangguk pasrah, rasanya ia seperti sedang dikerjai hingga mati kutu.

Divine menghela napas, "kalau gak mau dorong, gak apa-apa! Sekarang boss kamu bukan aku," ujarnya dengan nada rendah.

"Siapa yang bilang gak mau," ujar Elen langsung memegang kendali kursi roda Divine dan mendorongnya masuk.

"Bagaimana kabar Satria?" tanya Divine, berusaha memulai percakapan dengan Elen. Terus terang, ia kebingungan mencari topik disaat seperti ini.

"Sangat baik, bukankah Pak Divine sendiri juga melihatnya di sekolah?" tanya balik Elen.

Divine menunduk, "hanya melihat, bukan bertemu!"

Mereka sampai di meja makan sesuai petunjuk Divine. Meski, laki-laki itu tak sedingin sebelumnya, Elen tetap menjaga sikap. Bagaimana baiknya seorang wanita.

"Wah, kalian sudah sangat akrab ya ternyata," goda Morena yang sedang membantu pelayan menyiapkan makan siang.

"Nah duduklah, Elen! Jangan sungkan," sambungnya lagi.

"Bunda," pinta Divine. Ia ingin pindah ke kursi tapi tak mungkin meminta tolong pada Elen.

"Sebentar sayang," ujar Morena berdiri dan menghampiri Divine. Elen mematung di tempat, melihat Divine kesusahan berpindah tempat membuatnya ikutan sedih.

"Kalau boleh tahu, kaki Pak Divine kenapa, Bu?"

"Kakinya Divine..."

"Kakiku lumpuh," potong Divine.

Elen terkejut, tak pernah menyangka jika separah itu kecelakaannya.

Morena membantu Divine pindah ke kursi sebab kursi rodanya yang pendek membuat Divine kesusahan menjangkau meja.

Sementara Elen, diam memperhatikan mereka dan duduk di samping Divine. Hatinya mencelos saat mendengar langsung pengakuan Divine jika kondisi kakinya lumpuh.

"Makan yang banyak, kamu kurusan semenjak ganti boss," ujar Divine membuat Elen langsung mengernyitkan dahi.

"Divine, dia gak kurus. Tapi seksi," ujar Morena meralat perkataan Divine.

Elen memilih diam, membiarkan Ibu dan anak berasumsi sendiri perihal tubuhnya. Toh selama ini, Elen tak kekurangan makan.

Elen pun pamit akhirnya. Semakin tak enak saat melihat Morena mendorong kursi roda Divine untuk mengantarnya keluar.

"Biar ku bantu, Bu?" tawar Elen.

"Eh jangan, kamu kan harus ke kantor ada meeting. Lain kali, jangan kapok ya kesini, apalagi Divine jadi punya teman," ujar Morena yang diangguki kepala oleh Elen.

Morena mendorong kursi roda Divine sampai ke depan. Melihat Elen yang perlahan melangkah jauh dari halaman rumahnya.

Divine hanya tersenyum tipis, tapi tidak dengan Morena. Ia bisa merasakan sang putra tertarik dengan sekertarisnya itu.

"Kalau kamu suka, lebih baik dikejar. Sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama, Div!" terang Morena memberi wejangan.

"Apa sih, Bund?" elak Divine.

"Dia cantik loh, kamu tahu? ayah kamu sangat menyukai kinerjanya, semalam beliau cerita sama bunda."

"Kalau aku mengejarnya, dia belum tentu mau. Lagi pula, Rafael juga menyukainya, masalah seperti ini kami tak bisa..."

"Memang kenapa kalau Rafael menyukainya?" potong Morena.

"Asalkan kalian bersaing secara sehat, bunda rasa tidak masalah. Elen bukan hanya cantik tapi juga muda, energik, dan bertalenta. Ayolah Divine, bunda janji gak akan carikan kamu wanita lain lagi..." Morena sampai mengangkat jarinya hingga membentuk huruf V sebagai tanda janji.

"Dia sudah punya anak, Bund." Divine menunduk, ia sejujurnya takut jikalau kedua orang tuanya tak memberi restu. Maka sebelum melangkah lebih baik memastikannya lebih dulu. Divine takut, jikalau sang Bunda akan menolak Elen seperti Cassandra.

"Bunda tahu kok, udah kamu istirahat ya?" pinta Morena.

Divine mengangguk tanpa suara, akan tetapi hatinya lebih lega mendapat restu langsung dari sang bunda.

***

"Mom, aku tadi melihat ayah!" aku Satria.

Beberapa hari ini ia melihat Bram seolah sedang memperhatikannya dari jauh.

"Ayah??" dahi Elen mengernyit, ayah yang mana? Pikirnya.

"Ayah Bram, siapa lagi mom."

"Ehm, eh iya. Momy lupa, Ayah ada ngomong sesuatu sama Satria?" tanyanya melembut, meski dalam hati cukup terkejut.

"Nggak ada, Ayah cuma lihat dari jauh Mom." Raut wajah Satria tampak kecewa, sejujurnya dalam hati bocah itu masih menyimpan harapan agar Bram datang sekedar menyebut namanya atau bertanya perihal sudah makan atau belum?

"Jangan cemberut, Satria kan kuat." Elen tersenyum getir seraya memeluk sang putra.

"Ayah Bram itu baik, hanya saja..." Elen terdiam, ia tak bisa menemukan alasan yang tepat untuk membela laki-laki itu, terlebih Satria melihat sendiri bagaimana Bram begitu kasar memperlakukannya.

Dan saat menoleh ke arah Satria, bocah hampir tujuh tahun itu sudah terlelap dan masuk ke dalam mimpi. Dengan gemas Elen menciumi wajah Satria sebelum ikut berbaring di samping sang putra.

Pagi hari di TK Pelita Harapan.

Satria tengah berlarian bersama teman-temannya, akan tetapi terkejut saat sebuah panggilan lembut terdengar.

"Kamu yang bernama Satria?" tanya Morena setelah ia menemui Wina untuk bertanya perihal bocah TK yang bernama Satria.

"Iya, Bu." Satria mendekat. Sedikit takut dengan wajah menunduk.

"Kamu tau nggak? Om ini katanya kangen sama kamu!" Morena menunjukan foto Divine.

"Om baik!" Satria langsung mengenali foto itu.

"Ya benar, Om yang waktu itu..."

"Menemaniku lomba, Bu!"

"Ah ya, ibu lupa. Kamu mau ketemu Om baik, nggak? Dia lagi sakit loh..." Morena memasang ekspresi sedih, ia berharap Satria mau ikut dengannya sepulang nanti.

"Mau... Mau... Mau..."

"Beneran?" tanya Morena.

Satria mengangguk, "tapi kata momy..."

"Biar Ibu yang meminta izin pada Momy-mu," ujarnya.

1
Elisanoor
belok ke sini, pdhl mu dowlod f**zzo 😅
Huru'in Alhamira: aku pdhal dlu mantan NT ksni gr gr nmu crita Alina jd blik k NT mau baca crta ortu2 mereka
total 2 replies
Sam Umar Studio
mantap
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: makasih kak ratenya🥰
total 1 replies
Andriani Rahmi
suka banget ceritanya... keren... menikmati alurnya, meskipun pas awal baca bisa melihat el sama keyra dan div sama elen
Dani Setiawan
semoga keluarga bahagia
Nurjannah Komar
ya udah tamat aja maseh penasaran ceritanya
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
BRRTI TTP BLM TAU JIKA KKEK DJAJA BKN KKEK KNDUNGNYA,, AYAH WIJAYA PSTI BLM CERITA KE DIVINE...
Sulaiman Efendy
SMKIN TUA, TK MNJAMIN SMKIN DEWASA, SMAKIN BIJAK & SEMAKIN MAWAS DIRI, MNCINTAI MMANYA WIJAYA, TPI TK MNERIMA WIJAYA,, HNY MNCINTAI DARAH DAGINGNYA SENDIRI, YAITU WILLIAM & NOAH,, SDNGKN KE WIJAYA & DIVINE, KAKEK DJAJA PILIH KASIH YG KENTARA.. HRUSNYA KKEK DJAJA BLAJAR DRI DIVINE YG LBH MNCINTAI SATRIA DLU SBLM MNCINTAI MOMMY NYA SI ELEN, SAMPE UDH TAU ELEN PEWARIS KLUARGA SHAIN SJA KKEK DJAJA MSH BLM PUAS, KRN KTDAK SUKAAN NYA TRHADAP WIJAYA YG BKN ANAK KANDUNGNYA, DN BRIMBAS KE DIVINE YG TDK TAU MNAU SJARAH PAPA WIJAYA..
Sulaiman Efendy
TPI SURVEY DILAPANGN, DI BANDINGKN WANITA YG MNJADI STEP MOTHER, PRIA YG MNJADI STEP FATHER, DARI 100%, SKALA 65-70% MRK BRHASIL MNJADI STEP FATHER, DN 100%, SKALA 70% GAGAL WANITA MNJADI STEP MOTHER, HNY 30% YG BRHASIL, DN YG LUCUNYA DARI SKALA 70% WANITA YG GAGAL JDI STEP MOTHER, ADA WANITA2 YG DICAP SHALEHAH, WANITA YG TAU AGAMA, TAU AHKLAK, TPI MRK GAGAL JDI IBU SAMBUNG. APALAGI JIKA SAMA BAWA2 ANAK...
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •: bener bang
total 1 replies
Sulaiman Efendy
TOKCER JUGA BENIH SI DAVE...
RAHIM ELEN JUGA SUBUR....
Sulaiman Efendy
MESKI KAU YG TIDUR MA CASSANDRA, SAAT CASSANDRA MSH STTUS KKASIH DIVINE SPUPU LO, TPI CASSANDRA BKN WANITA YG BAIK BUAT JDI ISTRI, SIFAT CASSANDRA SDH MNDARAH DAGING,, JDI SAMPAI KPNPUN TKKN BRUBAH, INGAT, SAAT MSH KKASIH DIVINE,,DY SLINGKUH MA LO & BRZINAH, STELAH MNJDI TUNANGAN LO, DY BKN MNJENGUK LO DI PENJARA, TPI INGIN GODA DIVINE LAGI, DN TIDUR DGN BBRPA PRIA..
Sulaiman Efendy
JADI OBAT NYAMUK SI ANITA....
Sulaiman Efendy
BUKAN TK ENAK BADAN TU SI KAKEK BAU TANAH, TPI MALU DGN KLUARGA SHAIN, KRN UDH HINA PEWARIS KLUARGA SHAIN...
Sulaiman Efendy
BIAR MMPUS DN MUNTAH DARAH TU SI KAKEK DJAJA TAU KLO ELEN YG SLLU DIRENDAHKNNYA ADALH PEWARIS KLUARGA SHAIN..
Sulaiman Efendy
PREMPUAN KOTOR DN MURAHAN, GK NYADAR SIAPA DIRI LO, AYAH LO SAJA ANJING KLUARGA SHAIN, UNTUNG DIVINE & NOAH GK JDI SMA PREMPUAN YG LBH KOTOR DARI PELACUR
Sulaiman Efendy
KAKEK DJAJA GK TAU TU KLO ELEN PEWARIS KLUARGA SHAIN YG MNGKIN KKAYAANNYA MLEBIHI KLUARGA DIVINE....
Sulaiman Efendy
TERNYATA DIVINE ATAU YG DIPANGGIL DAVE, ADALH COWOK YG DISUKAI ELEN SEJAK SMA..
Sulaiman Efendy
TERNYATA ELEN KTURUNAN KLUARGA KAYA DRI SBLAH IBUNYA, KRN TRLAHIR PREMPUAN, ELEN GK DIANGGAP...
Sulaiman Efendy
PASTI DIVINE BWA MOBIL SAMBIL EMOSI KRN ELEN NOLAK DI ANTAR PULANG OLEHNYA, HRSNYA ELEN GK BOLEH GITU SAMA ATASANNYA..
Sulaiman Efendy
DIVINE BOSS LO LEN, YAA SUKA2 DIVINE.. DY YG BUAT PRATURAN, TENTU HAK DIVINE BUAT MLANGGAR SENDIRI..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!