Setelah dua tahun tak pernah bersua, akhirnya Anneta bertemu kembali dengan kakak angkatnya, Brian Leonard Marsello di acara pameran tunggal pertamanya.
Sejak pertemuan itu, hubungan antara keduanya semakin dekat sampai timbul benih-benih cinta pada diri Anne. Namun, perbedaan keyakinan, budaya serta penyakit yang pernah diderita Brian, membuat hubungan mereka di tentang oleh keluarga Anne.
" Meski aku tak bisa melawan restu sang semesta, setidaknya kamu adalah langitku dan satu-satunya wanita yang aku cintai sampai akhir nafas ini."
" Aku tak pernah tahu bagaimana semesta dalam menuliskan kisah cintaku. Alih-alih bisa melupakan masa lalu, aku justru terus terjerat di dalam belenggu cinta masa lalu. "
Akankah Anne dan Brian bisa mendapatkan restu serta bersatu dalam satu keyakinan dan dunia yang sama?
Follow ig author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MR Bab 14 : Kejutan untuk Anne
Saat melihat Anne sudah pergi, semua orang juga ikut pergi menuju tempat keberangkatan jet pribadi. Ya ... Semua orang memang sedang mengelabui Anne dengan mengatakan bahwa dia tidak bisa berangkat dengan jet pribadi dengan berbagai alasan. Alhasil Anne hanya bisa menaiki pesawat kelas bisnis pada umumnya, dan untungnya dia tidak keberatan atau bertanya macam-macam.
Semua ini di lakukan semata-mata untuk memberikan kejutan ulang tahun buat Anne. Di karenakan terlalu sibuk mengurus keberangkatannya ke NY, Anne sampai lupa kalau dia akan berulang tahun. Bahkan, ulang tahunnya tepat di hari dimana Anne sampai di New York.
Sedangkan di NY, Brian sudah menyuruh seseorang untuk mendekorasi apartemen yang akan di tempati oleh Anne selama dia berada di NY.
Di karenakan memakai jet pribadi yang tidak perlu transit, Kenzo family tentu saja sampai di NY lebih dulu. Sesampainya di NY, mereka sudah di jemput dengan orang suruhan Brian.
" Welcome to New York," sambut Brian ketika Kenzo family sampai di hotel yang tidak jauh dari apartemen Anne.
" Apakah semuanya sudah siap, Bri?" tanya Mama Dira.
" Sudah, nanti Mama bisa melihatnya. Jika masih kurang pas, Mama bisa bilang agar mereka memperbaikinya," papar Brian.
" Buat yang lainnya, kalian bisa istirahat dulu. Apalagi kasihan ibu hamil dan juga triplet baby, mereka pasti kecapekan selepas melakukan perjalanan jauh, " saran Brian.
Mereka semua pun mengikuti saran Brian sehingga tinggal tersisa Mama Dira dan Papa Ken saja yang ikut ke apartemen Anne. Sedangkan yang lainnya sudah istirahat di kamar mereka masing-masing.
Sesampainya di apartemen, Mama Dira langsung merasa puas dengan desain ruangan itu. Sangat nyaman untuk di tempati, soal desain kejutan ulang tahun juga sudah perfect.
" Benar-benar putra Mommy bisa di andalkan," puji Mama Dira dengan tersenyum bahagia sambil mencubit gemas pipi Brian.
" Mom ...," keluh Brian yang merasa malu masih di perlakukan seperti anak kecil oleh Mommynya.
" Apa Mommy suka?" tanya Brian dan di angguki oleh Mama Dira.
" Kalau Om? Apakah suka?" Brian meminta pendapat pada Papa Ken.
" Kerja bagus!" Papa Ken memberikan jempolnya untuk Brian. Menandakan bahwa ia suka.
...***...
Ketika waktu sudah menunjukkan bahwa Anne akan datang, semua orang sudah berkumpul di ruangan itu. Lampu ruangan juga sengaja di matikan.
Mendengar suara ada yang memasukkan pin untuk membuka pintu, membuat semua orang bersiap-siap.
" Kak Seva, kenapa lampunya mati?" tanya Anne yang cukup terkejut dengan penampakan apartemennya yang gelap gulita.
" Mungkin, Tuan Brian lupa menyuruh orang untuk menyalakannya, Nona," jawab Seva asal.
" Dasar Kakak ketiga! Sepertinya dia sudah mulai terserang penyakit pikun! "ujar Anne. Sedangkan semua orang di dalam apartemen mencoba menahan tawa tatkala mendengar Anne menghina Brian terkena penyakit pikun.
" Kalau begitu, biar saya mencari mencari saklarnya terlebih dulu, Nona. "
Saat Seva mau menyalakan lampu ponselnya, tiba-tiba lampu sudah menyala.
Surprise!!!!
Seru semua orang yang membuat Anne dan Seva terkejut. Untung saja mereka tidak punya penyakit jantung.
Happy Birthday to you ... Happy Birthday to you ... Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday to you...
Semua orang menyanyikan lagu ulang tahun dengan Mama Dira yang membawa sebuah kue ulang tahun untuk Anne.
Anne masih diam membeku, antara shock, bingung, terharu semuanya menjadi satu. Dia tidak menyangka akan mendapatkan sebuah kejutan ulang tahun yang begitu meriah seperti ini. Jangankan kejutan, bahkan Anne saja lupa kalau hari ini dia ulang tahun.
Tanpa permisi, buliran bening sudah jatuh menetes dari pelupuk matanya.
"Selamat ulang tahun yang ke 20 putri kesayangan Mama," ucap Mama Dira.
" Kenapa semuanya bisa ada di sini?Bukankah kalian seharusnya ada di Indonesia?" ucap Anne dengan air mata yang terus menetes.
" Apa kamu tidak bahagia melihat kita ada di sini, adik ipar? "tanya Nala dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Iya, Anne. Apa kamu tidak suka kita ada di sini memberikan kejutan? "timpal Mama Dira.
" Bukan gitu ... "
" Huh bukan? Yasudah kita pulang saja karena Anne tidak suka kita ada di sini, " goda Lean yang membuat Anne semakin tersedu-sedu.
Sedangkan Papa Ken langsung memeluk putrinya dan memarahi Lean.
...***...
Keesokan paginya, Kenzo Family sudah pulang ke Indonesia karena mereka harus kembali ke rutinitas masing-masing. Papa Ken dan Kean harus kembali bekerja karena masih banyak proyek yang harus mereka urus. Begitupun dengan Lean yang tidak bisa mengambil cuti lama-lama.
Anne dan Brian mengantar kepulangan mereka sampai bandara.
" Bri, titip Anne ya. Jika dia sulit di atur, lapor saja sama Papa," ujar Papa Ken yang kini sudah mengganti panggilannya dengan Brian. Semakin lama mengenal Brian, serta istrinya yang sangat menyayangi anak itu. Membuat Papa Ken mulai mau menganggap dia sebagai putranya juga, lagian Brian juga tidak bersalah soal kejadian di masa lalu. Justru karena dialah, Papa Ken bisa bersatu lagi dengan Mama Dira.
" Siap, Pa," jawab Brian.
"Papa! Anne kan sudah dewasa, ada Kak Seva juga, kenapa masih di titipin ke Kak Brian, sih!" protes Anne.
" Karena bagi Papa kamu selalu menjadi putri kecil yang harus di jaga dengan baik. Lagian, Brian juga Kakakmu, sekaligus akan menjadi walimu selama tinggal di sini. Jadi, patuhlah dengannya dan jangan bertengkar, " pesan Papa Ken.
Mendengar hal itu, membuat Anne mengerucutkan bibirnya. Tidak di Indonesia, ataupun di luar ternyata sama saja. Masih di jaga dengan ketat, tidak ada kebebasan sama sekali.
" Oh, ya Pa, Mom. Daddy titip pesan katanya maaf tidak bisa menjamu kalian saat berada di sini karena masih ada urusan di luar kota," jelas Brian.
Mendengar kata Daddy, raut wajah Papa Ken seketika berubah. Sepertinya, waktu belum bisa merubah ingatan tragedi di masa lalu. Meskipun sudah bisa menerima Brian, tapi sepertinya belum dengan Samuel.
Bahkan, Kean mau menerima kerjasama dengan perusahaan Samuel hanya karena Brian yang bertanggung jawab, andai Samuel mungkin belum ada kerjasama antara mereka.
" Iya, tidak apa-apa," jawab Mama Dira santai.
Setelah itu, mereka semua pamit pulang ke Indonesia. Kini, giliran Anne yang melepas kepulangan keluarganya.
Selepas mengantar kepulangan Kenzo family, Brian menyempatkan singgah ke gereja untuk beribadah.
" Anne, Seva, kalian pulang di antar Jeremy ya. Soalnya aku mau mampir ibadah dulu," ujar Brian.
" Apa Jeremy tidak ikut? Aku sama Kak Seva bisa pulang sendirian kok kalau kalian memang mau ibadah," pungkas Anne yang membuat Brian tersenyum. Sedangkan Jeremy hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
" Sudah, kamu di antar sama Jeremy saja. Dia itu... ," jelas Brian.
" Saya tidak ibadah, " sambut Jeremy yang paham jika bosnya tak nyaman mengatakan yang sebenarnya.
" Oh, Maaf." Anne jadi merasa tidak enak mendengarnya.
" Tidak perlu minta maaf."
Sesampainya di tempat parkir gereja, Brian segera turun dari mobil.
" Jer, antar mereka ke apartemen dengan selamat," titah Brian.
" Baik, Bos. "
" Kalau begitu aku pamit dulu, sampai ketemu nanti malam Anne." Setelah itu, Brian segera berlalu pergi memasuki gereja.
Setelah itu, Jeremy segera mengemudikan mobilnya melaju ke jalanan menuju apartemen. Dalam perjalanan, Anne terus diam tanpa kata.
...***...
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya...
smoga Di Novel Anne Yg Slanjutnya Tdak Mnguras Air mata ku lagi.
Capek tau kak nangis trus.
Tpi ya. gomana ya. gk Nangis Jgk Gk Bisa. airmata klao Udah Kluar Gk Bisa di Tahan.🥺
Qm memang prlu mnenangkan Hati Dan Pikiran mu Lbih dulu.
.
Kalo Pangeran Stia Dan Tulus mncintaimu.
dia Pasti akn Mnunggu mu smpai Qm kmbali. Ntah Itu Kpan. aq jgk tdk tau
sana pergi cari kamar lain🙄
smoga Allah mnempatkn Mu Di Syurganya.
Bahagia lah Qm Di Sana.
Skrang qm sdah tdak sakit lagi.
.
.
Bner bner mnghabiskan Tisu🥺
tpi knpa Mampu Mmbuat Air mata ini Trus Mngalir.
Dan Dada Ini Jgk Bgitu merasa sngt sesak sekali.😭😭😭😭😭😭😭