Xuan Hao adalah putra Pangeran yang keberadaannya tidak diakui.
Wajahnya memang tampan, tapi dia pemalas dan suka minum, ditambah dia tidak tau apa-apa tentang beladiri, sastra, maupun strategi perang.
Benar-benar pemuda tidak berguna, tapi setelah tanpa sengaja tersambar petir dan mendapatkan berkah langit berupa Sistem, segalanya berubah~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Identitas Tersembunyi Keluarga Ibu
[Ding!]
[Misi Sistem]
[Selamat, Tuan berhasil menyelesaikan misi ‘Merapikan Dan Membersihkan Paviliun Qingfeng’]
[Hadiah Misi: 2 Poin Atribut, 10 Poin Sistem, 10 Poin Pengalaman]
-----
Xuan Hao tersenyum. “Sekarang aku memiliki empat poin atribut, dan semuanya akan aku alokasikan pada kekuatan!” ucapnya.
[Ding!]
[Apa Tuan ingin mengalokasikan seluruh poin atribut ke kekuatan?]
“Ya, lakukan!”
[Ding!]
[Proses terselesaikan]
[Status]
Nama: Xuan Hao
Usia: 18 tahun
Status Identitas: Putra Pangeran (Tidak Diakui)
Berkah Langit: Sistem Tangan Dewa
Tingkat Sistem: Dasar (Level 1)
[Atribut Dasar]
Kekuatan: 16 / 100
Kecepatan: 14 / 100
Daya Tahan: 15 / 100
[Atribut Mental]
Kecerdasan: 16 / 100
Pemahaman: 18 / 100
Konsentrasi: 17 / 100
[Atribut Khusus]
Ketampanan: 92 / 100
Keberuntungan: 21 / 100
Aura: 10 / 100
[Misi Sistem: Belum Diperbarui]
[Poin Sistem: 10]
[Poin Pengalaman: 10]
[Poin Atribut: 0]
[Ruang Penyimpanan Sistem: ~]
[Toko Sistem: Status Terkunci]
Status Tambahan
Fondasi Tubuh: Tingkat Awal
Bakat Alami: Tidak terdeteksi
Kondisi Jiwa: Stabil
Kemampuan Sistem Tangan Dewa: Tingkat Dasar
Efek:
~ Mempercepat pembelajaran melalui pengalaman nyata
~ Mengurangi kesalahan fatal dalam tahap awal
~ Membantu tubuh beradaptasi dengan kekuatan baru
-----
Begitu atribut kekuatannya meningkat, Xuan Hao bisa merasakan jika ia lebih kuat dari sebelumnya.
“Sistem, seberapa kuat aku sekarang?”
[Ding!]
[15 Poin adalah kekuatan Seorang Komandan Pasukan. Dengan kekuatan Tuan saat ini, seorang Komandan Pasukan dengan mudah dapat Tuan kalahkan]
“Aku sudah sekuat itu?” Xuan Hao takjub akan kekuatannya sendiri, tapi ia tiba-tiba penasaran dengan kekuatan Ayahnya, yang mana dari desas-desus yang sampai di telinganya, Pangeran Ketiga, Xuan Lie, ia adalah orang terkuat di Kekaisaran Tian Yuan.
“Sistem, seberapa kuat si Xuan Lie itu?” tanya Xuan Hao begitu enggan menyebutkan nama ayahnya sendiri, dan itu wajar karena ia sangat membenci orang itu.
[Ding!]
[Pangeran Ketiga Xuan Lie, sang Jenderal Agung Kekaisaran Tian Yuan. Ia memiliki kekuatan sebesar 35 Poin, kekuatan tertinggi yang sejauh ini bisa dicapai oleh manusia]
“Sialan! Ternyata dia memang sekuat apa yang pernah aku dengar!” gumamnya lirih, dan seketika itu perhatiannya tertuju pada dua pelayan yang datang mendekat.
Pagi tadi pelayan datang mengantarkan makanan yang sudah ia habiskan, dan seperti biasa siang ini datang pelayan yang sama mengantarkan makan siang.
“Kalian bisa membawa kembali wadah makanan yang telah aku bersihkan!” ucap Xuan Hao mengejutkan kedua pelayan.
Ini adalah kali pertama ia bicara dengan pelayan dalam keadaan sadar, tidak dalam pengaruh minuman memabukkan.
Sementara itu, selain terkejut, kedua pelayan sesaat tertegun, terpesona oleh sosok Xuan Hao yang siang ini berpenampilan rapi, walau pakaiannya bukan pakaian mewah, tapi penampilannya membuat mereka sampai mimisan.
“Gunakan ini untuk membersihkan darah di hidung kalian! Aku tidak ingin orang di luar sana berpikir kalau aku telah menyakiti kalian!” Xuan Hao bangkit berdiri dari kursi malam, lalu menyerahkan sebuah kain bersih untuk membersihkan darah yang menetes dari hidung kedua pelayan.
Usai melakukan itu ia pergi, mengambil alih membawa nampan berisi makanan ke halaman belakang, tempat yang kini tampak bersih dan tidak mengeluarkan bau aneh.
“Apa yang barusan itu si Pangeran tidak berguna?”
“Sttt!~. Jangan keras-keras! Kalau sampai di dengar olehnya, bisa saja ia marah.”
“Mulutku ini memang suka ngomong sembarangan,” ia memukul ringan mulutnya.
“Lebih baik kita pergi dari sini, sebelum itu mulutmu membuat hidup kita terancam!”
Mereka pergi sambil membawa wadah kosong yang telah di bersihkan, tapi dalam pikiran keduanya, mereka sama-sama tak sabar kembali melihat Xuan Hao saat nanti mengantarkan makan malam.
Sebenarnya mereka adalah dua pelayan muda yang memang seharusnya melayani Xuan Hao di Paviliun Qingfeng, tapi karena takut pada sosok yang harus mereka layani, keduanya memilih hanya datang untuk mengantarkan makanan dan uang bulanan yang jumlahnya hanya recehan.
Tetapi hari ini, keduanya, Mei Yun dan Lan Xi, mereka merasakan perubahan nyata pada diri Xuan Hao, dan itu adalah perubahan yang baik.
***
[Ding!]
[Misi Sistem]
[Buat Pedang Kayu]
[Hadiah Misi: 2 Poin Atribut, 10 Poin Sistem, 10 Poin Pengalaman, Jurus Pedang Satu Tarikan Langit]
-----
“Sistem, misi ini terlalu mudah. Aku akan menyelesaikannya dalam waktu singkat!”
Xuan Hao sangat bersemangat, apalagi ia memang memiliki keahlian membuat replika senjata dari kayu.
Memilih kayu terbaik yang ada di dapur reot Paviliun, dengan menggunakan pisau yang sebelumnya telah ia asah, Xuan Hao mulai membuat pedang dari kayu.
Pekerjaannya tidak lambat, tapi itu juga tidak cepat.
Terus saja bekerja, begitu menghabiskan waktu setara dua kali pembakaran dupa (1 jam), bentuk pedang kayu sudah terlihat sempurna, tinggal memolesnya sedikit maka pedang kayu telah terselesaikan.
Baru juga ingin menyelesaikan pedang kayu buatannya, Xuan Hao yang kini memiliki kepekaan tinggi terhadap suasana sekitar, ia merasakan ada dua sosok mendekati tempatnya, tapi itu bukan dua pelayan yang setiap hari dilihatnya.
“Kawan, atau justru lawan?!”
Awalnya ia bingung. Tetapi begitu merasakan niat membunuh yang begitu jelas, Xuan Hao segera sadar jika itu lawan.
Dua sosok bertopeng yang seluruh pakaiannya berwarna putih, mereka langsung menyerang begitu melihat keberadaan Xuan Hao.
Tetapi sesaat kemudian dari sorot mata keduanya, tampak jelas mereka terkejut saat dengan mudah Xuan Hao menghindari serangan mereka.
Keterkejutan mereka hanya sesaat, tetapi keterkejutan lainnya segera mereka rasakan saat semua serangan yang dilakukan, satupun tak ada yang berhasil melukai Xuan Hao.
“Kalian pergi saja! Aku sedang malas menumpahkan darah di tempat ini!”
Mendengar itu, kedua sosok yang sebelumnya menunjukkan niat membunuh, seketika niat itu lenyap, dan mereka justru sejenak membungkuk sebelum pergi.
“Sistem, apa mereka benar-benar orang yang diutus oleh keluarga Ibuku untuk memastikan aku baik-baik saja?”
[Ding!]
[Benar, mereka memang diutus oleh Kakek Tuan]
“Kalau begitu, mungkinkah sebenarnya identitas Ibuku itu bukan hanya seorang mantan pelayan yang kemudian diangkat menjadi Selir?”
[Ding!]
[Tingkatkan Sistem ke Level 3, maka Tuan akan mendapatkan jawaban lengkap!]
Xuan Hao mengangguk. “Informasi sebesar itu tentu tidak mudah didapatkan. Baiklah, aku akan berusaha keras supaya kamu bisa segera naik level!”
Beberapa saat kemudian Xuan Hao berhasil menyelesaikan Misi Sistem, dan segera ia mengalokasikan 2 Poin Atribut untuk meningkatkan kecepatannya.
Sebelumnya saat bertarung melawan dua sosok pendekar misterius, ia merasa kecepatannya masih kurang, jadi alangkah lebih baiknya jika bisa meningkatkan kecepatan.
Kecepatan dan kekuatan akan menjadi dasar kekuatan.
Begitu sudah memiliki kecepatan dan kekuatan yang cukup, baru saat itu ia akan menaikan Poin Atribut lainnya.
“Jurus pedang ini~, aku akan mulai mempelajarinya esok hari!”