Takdir sangat kejam bukan, saat kita berpisah aku pikir tak ada alasan lagi untuk kita kembali bersama, namun dia membuat kehidupan kita seolah sebuah permainan, mempertemukan kita kembali dalam lingkaran kehidupan yang semakin sulit.
Penasaran kisah nya yukkk langsung baca
Hati hati bucin tingkat akut!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ryuuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu? (2)
" Hei bro masuk yok ke kelas bosan gue disini mulu." ucap Morgan sambil menepuk pundak Rey.
Sekarang, Rey beserta Dodi dan Morgan sedang berada di roftoop sekolah tempat kesukaan Rey. Dia menyukai tempat yang tidak berisik dan penuh dengan ketenangan, sehingga dia memilih roftoop sekolah ini, dan siapa juga yang mau menghampiri roftoop ini kalau bukan dia dan geng nya.
" Bentar gue masih mau disini." balas Rey sambil membiarkan hembusan angin yang menerpa wajahnya tampanya.
Rey merasa sekarang hatinya sedang tidak tenang dia merasa bahwa ada hal yang membuat hatinya tak pernah tenang, tapi ketika dia ingin mencoba melupakan nya dia malah hanya memikirkan Reva saja.
" Cih knapa harus dia yang gue pikirin." ucap Rey kesal sambil memejamkan matanya.
" lo knapa sakit ya? " tanya Dodi penasaran.
" Diam lo gua ngak nyuruh lo ngomong, jangan ngomong kalau bukan hal yang berguna!" balas Rey sarkas.
" Yaelah galak benar ni bocah." balas Dodi.
" Rey lo lagi mikirin siapa? Lagi mikirin dia? " ucap Morgan.
Morgan dan Dodi tau siapa wanita yang pernah meluluhkan hati lelaki es yang berada di depannya ini, wanita yang mampu mengukir senyuman di bibir Rey. Tapi wanita itu harus pergi meninggalkan Rey sendiri di sini,ntah lah mereka juga tidak tau apa alasan wanita itu pergi Rey tidak pernah menceritakan dan hanya berkata bahwa dia akan menunggu sampai wanita itu pulang.
" Gue lagi ngak mikirin dia " balas Rey.
" jadi siapa? Reva? " tanya Morgan penasaran
Pertanyaan telak yang membuat Rey tak bisa menjawab apa apa lagi.
" Apa? bagaimana dia tau apa yang gue pikirkan memang pikiran gue bisa ketebak dengan semudah aaaa sial. " batin Rey.
" wow kenapa Rey, apa lo skarang udah mulai suka sama itu cewek gila? " ucap Dodi.
" Diam kalian! "balas Rey dengan nada kesal.
Rey yang sedang kesal dibuat semakin kesal melihat pemandangan yang berada di bawah,
Dia melihat seorang wanita yang sedang duduk dengan senyum mengembang, matanya tertuju melihat seorang pria yang sedang bermain basket dengan tim nya.
Rey pun melihat, pria itu juga melempar kan senyum kepada wanita itu membuat Rey semakin kesal saja.
Dia melihat ada perasaan lain di mata Reva yang tidak pernah ditunjukkan padanya.
"cih apa yang mereka lakukan? Mereka mau pamer kemesraan apa?" batin Rey.
Morgan dan Dodi yang melihat wajah Rey yang semakin pias, ikut melihat ke arah pandang di mana Rey menatap.
" Hei itu bukanya Reva ya, dan siapa itu yang diberi nya minum? Tunggu tunggu bukanya itu Ardo ya lelaki yang dikabarkan pacaran dengan Reva itu." ucap Morgan melihat ke bawah dan menunjuk.
" aaaa so sweet banget sih mereka ,pantes saja banyak siswa yang membicarakan mereka, mereka benar benar pasangan serasi ya. " ucap Dodi yang malah membuat wajah Rey semakin pias dan menatap Dodi tajam tak terima dengan ucapan Yang dikatakan Dodi barusan.
" Kenapa? Gue kan cuman bilang yang sebenarnya." Ucap Dodi dengan tampang polos nya saat melihat Rey menatap dia tajam.
"Berhenti bicara yang gak berguna atau kau mau gue lempar kan dari sini sekarang. " ucap Rey sarkas.
" Iddih galak amat sih. " balas Dodi sambil bergidik ngeri.
Morgan yang hanya melihat perdebatan antara Rey dan Dodi akhirnya buka suara.
" jangan bilang lo cemburu melihat Reva dengan Ardo? " balas Morgan menuju ke arah Reva yang sedang berbincang dengan Ardo.
" cih masa iya gue cemburu sama wanita gila itu ,ya enggak lah dia kan istri gue ya wajar aja gue kayak gini kan." batin Rey berusaha meyakinkan dia tidak sedang cemburu.
" ya enggak lah iya kali gue cemburu liat wanita gila dekat sama pria lain." balas Rey namun pandangan nya tak pernah berpaling dari Reva.
" Dia itu istri gue makanya gue harus jagain dia, karena kalau terjadi apa apa sama dia pasti orang tuanya nyalain gue." ucap Rey.
Dia berfikir lebih baik dia memberitahukan pada dua curut yang ada disamping nya ini daripada telinga nya nanti sakit harus mendengarkan ocehan tidak jelas dari mereka.
" hahahaha lawakan lo lucu bro kenapa ngak ikut kontes XX aja mana tau lo bisa menang kan." balas Dodi sambil tak hentinya tertawa.
" Yang bilang gue bercanda siapa? Sepertinya lo bosan hidup ya Dodi? " balas Rey sambil menatap Dodi tajam, yang ditatap pun pura b***h saja supaya dia tidak kena amukan dari serigala yang ada didepanya ini.
" Lo serius nikah sama Reva, kapan lo nikah sama dia dan knapa enggak ngundang kami, dan lo nikah sama Reva karena lo cinta sama dia trus orang yang lo tunggu itu gimana?" ucap Morgan.
Pertanyaan yang dilontarkan Morgan membuatnya Rey jenggah dan membuat nya semakin kesal.
"gue nikah sama dia karena perjodohan hanya perjodohan gue enggak punya rasa apa apa sama dia camkan itu baik baik. Dan kenapa gue enggak ngundang lo berdua karena lo berdua tau nya buat onar aja." ucap Rey penuh penekanan dan mendengus.
Teman teman rey pun tak berani membantah dan hanya mengangkat bahu acuh.
"cih jangan sampai gue jatuh cinta sama perempuan rubah itu gue hanya mencintai dia hanya dia." batin Rey.
Reva merasa ada yang memperhatikan gerakan geriknya, namun dia tidak bisa menemukan siapa pelakunya. Akhirnya dia memilih berpamitan ke kelas dengan Ardo dan di balas dengan senyuman hangat dari Ardo.
" Kok gue merasa ada yang liatin gue tadi yaa, tapi yaudah lah enggak usah dipikirkan " batin Reva sambil menuju kelas nya.
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"
Salam "Suami Bajinganku Tersayang"