Kirana Ardhita, 17 tahun gadis cantik yang sangat mandiri yang memiliki sifat yang sedikit arogan, Bahkan tak jarang ia sering berantam dengan laki-laki yang awalnya menyukai dirinya, Kirana masih duduk di kelas 3 SMA dia juga terkenal pintar, makanya banyak yang menyukainya. Namun sedikit nakal membuat sang ibu berkali-kali di panggil oleh pihak sekolah, ia juga dikenal si gadis tomboi bahkan para teman-teman lebih sering memanggilnya si Tomboi atau Boi itu karena memang polah lakunya yang seperti laki-laki.
Kana itulah panggilan untuk dirinya sendiri bila bersama keluarganya. Kana adalah seorang anak yatim dan Ia hidup hanya tinggal berdua saja bersama ibunya, sang Ayah, telah tiada semenjak ia duduk di bangku SMP, sedangkan sang Ibu hanya seorang buruh cuci, maka dari itu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, Kana bekerja setiap ia pulang sekolah.
Suatu hari sang Ibu mengalami kecelakaan akibat ia menolong seorang wanita, yang ternyata wanita itu adalah teman karibnya sewaktu mereka muda, tapi pertemuan itu tak berlangsung lama karena sang ibu keburu sekarat dan sang ibu meminta Kana untuk menikah dengan anak temannya itu, yang ternyata dia adalah gurunya sendiri yang amat ia benci.
Akankah Kana menemui cinta pada sang gurunya itu?.
Jangan lupa selalu tinggalkan jejaknya ya, LIKE, VOTE, HADIAH, DAN FAVORITkan oke😉🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DAUBLE DATE.
Di Mobil Adnan.
Setelah merasa puas mengerjai istrinya, Adnan memperintahkan Fadhil untuk kembali ke kantornya. Masih dua puluh menit mobil mereka melaju, tiba-tiba handphone Fadhil berdering. Fadhil pun langsung menerima panggilan tersebut. Dan Lima menit kemudian panggilan terputus.
"Ada apa Dhil?" tanya Adnan penasaran.
"Ini Bos, kata anak buah kita yang mengawasi bini Lo bilang. Kalau minimarket tempat bini lo bekerja di palak preman. Jadi mereka bertanya apakah mereka boleh membantu bini Lo?" jelas Fadhil menceritakan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya Adnan yang di perintahkan mengawasi Kirana.
"Tahan dulu! Sekarang putar balik Fad, kita kesana!" titah Adnan.
"Oke!" Fadhil pun memutar balikkan mobilnya, sesuai perintahnya Adnan. Dan kini mobil mereka sudahmelaju kearah minimarket tempat Kirana bekerja. Fadhil juga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar secepatnya mereka sampai ke lokasi.
Lima belas menit kemudian, mobil mereka berhenti tepat di depan minimarket. Namun Adnan meminta Fadhil untuk memarkirkan mobilnya di seberang jalan minimarket tersebut berada. Awalnya Adnan masih melihat ketiga pria bertubuh besar saja yang berada di depan minimarket. Namun tak berapa lama Kirana pun ikut keluar.
Adnan dan Fadhil akhirnya menyaksikan dari awal saat Kirana menendang salah satu pria bertubuh besar hingga terjatuh. Membuat Fadhil berdecak kagum, berbeda dengan Adnan. Walaupun ia menjadi guru di sekolah TB hanya sebentar. Namun ia telah mengetahui bagaimana prestasinya Kirana. Dan itu terbukti dari beberapa piala yang terpajang di kantor kepsek TB.
"Ckckck.. hebat bini lo bro, sudah cantik bisa menguasai beberapa ilmu beladiri, pula lagi." kata Fadhil penuh rasa kagum.
"Berisik! Bisa diam nggak sih Lo!" tegur Adnan, sembari memberikan tatapan tajam pada Fadhil. Yang sebenarnya ia tak menyukai Fadhil memuji istrinya.
"Haiis.. seram banget.." keluh Fadhil, namun ia kembali mendapatkan tatapan tajam dari Adnan. "Iya iya gue Diam!' balas Fadhil sembari ia menutup mulutnya. Lalu keduanya kembali menyaksikan Kirana yang begitu cepatnya menghajar ketiga pria bertubuh besar tersebut.
Pertempuran terlihat begitu sengit. Namun itu berlangsung hanya sebentar, karena Kirana yang begitu lincah dan cekatan. Membuat ketiganya jadi kualahan, alhasil mereka pun terkalahkan oleh Kirana dalam sekejap.
Adnan tersenyum bangga menyaksikan kemenangan istrinya. Begitu juga dengan Fadhil yang nampak takjub melihat kelihaian istri sahabatnya itu.
"Widiih... keren banget! Persis banget kehebatannya kaya elo Nan. Memang pas banget jadi jodoh Lo, sama-sama memiliki kemampuan yang luar biasa." puji Fadhil terlihat takjub setelah melihat kehebatan Kirana
Mendengar perkataan Fadhil, Adnan hanya tersenyum tipis. Namun ada rasa bangga yang terpancar dari raut wajahnya.
"Sudah selesai! Ayo kita balik ke kantor!" titah Adnan yang tak menanggapi perkataan Fadhil.
Mendengar kata balik, Fadhil tersentak kaget. "Apa? Hanya begitu saja?"
"Emang Lo mau ngapain? Mau bantu dia hah? Dia saja sudah bisa nanganin sendiri. Jadi ya udah kita balik" ujar Adnan datar.
"Haiiis.. tau gitu ngapain kita kemari tadi?" gerutu Fadhil, yang terlihat kesal karena seakan ia di permainkan. Apalagi tadi mereka sudah hampir sampai ke kantor mereka.
"Jangan banyak protes! Cepat jalankan mobilnya!" tegas Adnan.
"Iya iya.. ini juga mau jalan!" Fadhil pun mulai menyalakan mobilnya dan tak berapa mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan area minimarket tersebut.
*********
Sementara Kirana yang terlihat sudah berhasil melumpuhkan ketiga preman. Mendapatkan pujian juga dari para pengunjung dan orang yang ikut menyaksikan, pertempuran mereka. Bahkan ia juga mendapatkan bonus dari bosnya.
"Eh, tidak usah Pak Haji, Kana ikhlas kok bantu Pak Haji," ujar Kirana saat Bosnya memberi sebuah amplop berisikan uang.
"Ambillah Nak, ini Rezki kamu, dan pantang kalau menolak Rezki Nak" balas Bos Kirana yang masih menyodorkan amplop kecil berwarna putih itu pada Kirana.
"Pak Haji rezekinya Kana ambil ya, terima kasih banyak Pak Haji." kata Kirana sambil Ia mengambil amplop tersebut dengan sedikit malu.
"Sama-sama nak, sekarang sebaiknya kamu pulang dan istirahatlah. Hari ini kamu Bapak kasih libur, jadi pulanglah Nak" ujar Bosnya Kirana, sembari ia tersenyum lembut padanya.
"Terima kasih Pak Haji kalau begitu Kana pulang ya. Assalamu'alaikum " pamit Kirana sembari ia menyalami tangan bosnya serta mengecupnya.
"Iya Nak, hati-hati jalan, wa'alaikumus salam"
Setelah mendapatkan jawaban salamnya, Kirana pun melangkah pergi meninggalkan minimarket tempatnya bekerja. Terlihat sekali Kirana begitu senang karena mendapatkan bonus serta libur kerja dari Bosnya.
"Ah senangnya mendapatkan bonus. Enaknya beli apa? Entar deh di pikirkan di rumah." gumam Kirana saat di dalam perjalanan pulangnya. "Ah, di rumahkan sepi? Hmm mendingan rumah Billa ah, dah dekat ini" gumamnya lagi, dan ia pun mempercepat langkahnya, hingga ia berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar. Saat ia hendak memasuki gerbangnya tiba-tiba seorang gadis menyapanya
"Woy.. Boi, tumben kemari, Lo nggak kerja ya?" tanya gadis tersebut, yang terlihat baru turun dari mobil.
"Eh Lo Bil? Iya gue nggak kerja, tapi ngomong-ngomong Lo dari mana sama Roy?" tanya Kirana balik karena ia melihat seorang cowok ikut turun juga dari mobilnya.
"Kencan dong.. hehehe.." balas gadis itu yang ternyata Billa. "Lo sendiri sama Pasha kemana?"
"Nggak kemana-mana, cuma makan doang, Lalu gue langsung kerja, tapi sampai sana gue di kasih libur sana bos gue." balas Kirana apa adanya.
"Wah.. kebetulan banget, kalau begitu nanti malam Lo ikut gue yuk ke klub malam, seru tau"
Mendengar kata Klub malam, tiba-tiba saja Kirana tersenyum miring. "Hmm sepertinya ini sebuah ide. Gue tahu kalau sebenarnya gue di ikuti oleh suruh Guru killer. Nah ini sebuah kesempatan, gimana tanggapan si killer kalau tahu gue mabuk-mabukan?" batin Kirana, yang sepertinya belum menyerah, untuk membuat Adnan benci padanya, agar ia segera mendapatkan yang ia inginkan.
"Woy! Malah bengong! Lo mau ikutan nggak" tegur Billa. Menyadarkan Kirana dari lamunannya.
"Oke gue ikut! Pasha ikutkan?"
"Soal Pasha nanti gue yang ngabarin dia" sela Roy.
"Asyik... double date dong kita hari ini?" timpal Billa senang.
"Ya sudah sana kalian siap-siap, anak cewekkan lama dandannya" titah Roy pada kedua cewek yang ada di depannya. "Kalau begitu gue pulang ya, sekalian jemput Pasha" katanya lagi sambil ia membuka pintu mobilnya.
"Oke, hati-hati di jalan ya Roy" balas Billa dan di balas Roy dengan acungan jempol saja, dan kemudian ia pun melaju mobilnya.
"Ya sudah ayo sekarang kita siap-siap, Lo pakai baju gue aja Boi" ajak Billa sambil menarik tangan Kirana, memasuki rumahnya Billa dan mereka pun bersiap-siap bersama.
Satu jam kemudian, nampak Kirana dan Billa sudah terlihat cantik. Dan keduanya juga nampak tidak memakai hijab. Tadinya Kirana sedikit ragu saat Billa mengajaknya untuk tidak memakai hijab. Tapi setelah mendengar alasannya yang mengatakan. "Masa ke klub malam pakai hijab? Apa kata orang nanti?" Dan akhirnya Kirana pun melepaskan Hijabnya juga.
Setelah itu keduanya pun langsung ke luar dari rumahnya Billa, karena mendengar suara klakson mobil, yang ternyata Roy dan Pasha sudah menunggu di depan gerbang. Pasha tersenyum tipis saat melihat Kirana nampak cantik tanpa hijabnya ia juga terlihat seksi dengan baju pas badan milik Billa.
"Humm.. seksi, aku suka itu. Dan malam ini aku harus memilikimu seutuhnya sayang" batin Pasha dengan pandangan mesumnya, saat melihat Kirana.
____________
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA..🙏🥰
Bonusin dengan VOTE dan HADIAH bila menyukai karya Author😉.
Dan LIKE Bila ingin memberikan semangat.
"KOMENTAR para Readers akan menjadi pemicu inspirasi Author..Jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 Syukron 😊.