NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:259.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana tersembunyi

Dring! Dring!

Ares membuka matanya saat ponselnya yang terus bergetar sejak tadi menandakan ada pesan masuk. Ia menyipitkan mata, menoleh sebentar ke arah Elina yang sudah terlelap dengan tenang, lalu perlahan bangkit dari tempat tidur agar tidak membangunkannya.

Dengan langkah hati-hati, Ares melangkah keluar kamar, menahan suara lantai yang berdecit. Ia menuju kamar orang tuanya, mengikuti pesan dari Arman yang menyuruhnya datang secepatnya.

Pintu terbuka, dan Ares langsung bertanya. "Ada apa, Ma, Pa?"

Amelia menatapnya dengan mata penuh perhitungan. "Ares, Mama kepikiran dengan berlian dan perhiasan Elina," ucapnya dengan nada dingin namun berisi kepuasan.

"Perhiasan?" Ares mengernyit, matanya menyiratkan penasaran dan sedikit kegugupan.

"Iya, Res. Kita harus buat Elina jadi gelandangan tanpa tersisa satu harta pun. Termasuk perhiasan dan berlian Elina," jelas Amelia, nada suaranya tegas tapi mengandung rencana yang sudah matang di kepalanya.

"Mama mau kita ambil juga perhiasan dan berlian Elina?" tanya Ares, menatap kedua orang tuanya dengan wajah serius.

"Iya, Res..." Amelia menekankan kata itu, matanya berbinar penuh strategi.

Bukan ide yang buruk, pikir Ares, dan ia tersenyum tipis. "Ares akan melakukannya dengan rapi, tanpa Elina curiga," ucapnya sambil membayangkan langkah-langkahnya dengan hati-hati.

Amelia tersenyum penuh kepuasan. "Itu baru anak Mama. Mama tahu kamu bisa melakukannya dengan rapi, tanpa ada yang curiga."

"Ares akan mencari cara agar kita bisa..." katanya lagi, bersiap menguraikan rencana detailnya.

"Papa sudah punya ide, Res," potong Arman dengan senyum miring, menatap Ares seolah mengajak bersekutu dalam rencana licik itu.

"Ide apa, Pa?" tanya Ares, matanya menyala-nyala karena penasaran dan antisipasi.

Arman dan Amelia saling menatap sejenak, kemudian keduanya tersenyum miring—senyum yang memancarkan rasa kemengan dan kepuasan akan rencana yang sebentar lagi akan mereka jalankan.

♡♡

Di dalam kamar, Elina bisa melihat dan mendengar semua percakapan Ares dan mertuanya melalui ponselnya, yang menampilkan rekaman ketiganya dengan jelas. Sebelumnya, ia sudah memasang CCTV tersembunyi di setiap ruangan di rumah ini, termasuk kamar orang tua Ares. Privasi? Itu sudah bukan hal penting baginya, terutama jika orang-orang itu berniat jahat padanya.

Setelah Ares keluar dari kamar, Elina segera tersadar dan mengintip dari celah pintu. Ternyata Ares menuju kamar kedua orang tuanya—itulah sebabnya ia bisa memastikan langkah berikutnya sebelum mereka sempat menyadarinya.

"Nih, nenek sihir... enak saja mau ambil berlian aku," gumam Elina pelan, matanya menyipit, penuh amarah sekaligus waspada.

"Dia pikir dia siapa."

Dengan langkah cepat namun hati-hati, Elina bangkit dan menuju lemari tempat ia menyimpan semua berlian dan perhiasannya—lemari dengan ruang rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya dengan Ares. Ia membuka lemari, mengambil setiap potongan perhiasan dengan teliti, lalu menaruh semuanya ke dalam paper bag yang sudah disiapkan.

"Harta-hartaku, kalian akan aku tempatkan di tempat yang aman sementara," gumamnya, memastikan setiap perhiasan tersimpan rapi.

Sekali lagi, ia memeriksa CCTV. Ares masih ada di kamar kedua orang tuanya, larut dalam rencananya sendiri. Elina menarik napas dalam-dalam, kemudian bergerak cepat ke kamar Bi Wati lewat jalur lain, memastikan ia tidak akan berpapasan dengan siapa pun di rumah.

Tok! Tok!

Krek! Pintu terbuka.

"Non Elina..." sapa Bi Wati, terdengar kaget.

Elina tak menjawab, ia segera masuk ke kamar Bi Wati dan menutup pintu rapat-rapat di belakangnya.

"Bi, maaf ya kalau ganggu istirahat Bibi," ucap Elina pelan, suaranya tetap tenang tapi tegas.

"Tidak, apa-apa Non. Memang ada apa?" Bi Wati menatapnya dengan penasaran, matanya menelusuri paper bag yang dibawa Elina.

“Aku mau sembunyikan perhiasan dan berlian aku di sini, Bi,” jelas Elina, membuka paper bag dan memperlihatkan perhiasan yang berkilau memantulkan cahaya lampu kamar.

Bi Wati terkejut, matanya membesar, tidak menyangka barang-barang itu seharga dan seberkilau itu.

“Non… ngapain simpan di sini? Kenapa tiba-tiba Non simpan perhiasan di sini?” tanyanya, suaranya dipenuhi rasa heran dan sedikit khawatir.

“Para keluarga benalu itu ingin merebut semua ini, Bi. Makanya aku simpan di sini dulu, aman,” jawab Elina, menatap Bi Wati dengan tatapan mantap, menunggu responnya. Elina membuka lemari menyingkirkan beberapa pakaian di lemari Bi Wati, lalu membuka sebuah ruang penyimpanan rahasia yang sudah tersembunyi bertahun-tahun. Bi Wati terpaku, tak menyangka lemari lamanya menyimpan ruang rahasia seperti itu.

Dengan hati-hati, Elina menata perhiasan dan berlian secara merata, memastikan semuanya tersimpan rapi dan aman.

“Bi, aku balik ke kamar ya,” ucapnya sambil tersenyum tipis, pamit.

“Non… serius simpan di sini? Itu kan…” Bi Wati masih ragu, terlihat khawatir dan cemas.

“Serius, Bi. Elina percaya Bibi. Silakan istirahat, Bi,” potong Elina, lembut namun tegas, menutup pembicaraan sambil meninggalkan kamar dengan langkah mantap.

♡♡

"Sayang, dari mana kamu?" tanya Ares, suaranya lembut, seolah ingin menenangkan.

"Aku dari dapur, Mas, ambil minum," jawab Elina sambil memperlihatkan tumblernya. "Terus kamu dari mana?"

"Aku dari cari angin sebentar, El," ucap Ares, memberikan alasan yang terdengar santai.

Elina hanya mengangguk, pura-pura percaya, mengikuti permainan suaminya.

Mereka berdua masuk ke kamar, namun Elina tak langsung menuju ranjang. Ia melangkah ke meja kerjanya, menyalakan laptop dan mulai mengetik beberapa dokumen penting.

"Ini sudah malam, El. Kamu nggak istirahat? Besok saja kerjanya," ucap Ares, nada suaranya penuh perhatian—meski dibuat-buat.

"Aku nggak bisa tidur..." jawab Elina, matanya masih menatap layar laptop.

Ares menghela napas pelan, menyadari ia harus bersikap sabar dan lembut sampai hari kemenangannya tiba. "Kamu mau kopi atau teh nggak? Mas buatkan," tawarnya, nada suaranya tetap hangat.

Elina terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan. "Boleh deh, Mas, tapi teh saja," balasnya.

"Tunggu ya, Mas buatkan buat kamu," ucap Ares, kemudian keluar dari kamar.

Tak lama kemudian, Ares kembali dengan membawa secangkir teh hangat. "Sayang, ini tehnya," ucapnya sambil menaruh di samping Elina.

"Makasih, Mas. Kalau Mas ingin istirahat duluan saja," jawab Elina tanpa menoleh, tetap fokus pada laptopnya.

"Ternyata Elina masih perhatian dengan aku… dia tidak akan bisa lepas dari aku," gumam Ares dalam hati sambil tersenyum tipis, senyumnya menyimpan rencana tersendiri.

"Tapi, El, kamu sendirian lho," lanjut Ares, suaranya terdengar lembut namun penuh pengamatan.

"Gak apa-apa, kan kamu masih di sini," balas Elina sambil tetap fokus pada layar laptopnya.

Ares mengangguk, kemudian merebahkan diri di ranjang, matanya sesekali menoleh ke arah Elina yang masih sibuk.

Kantuk mulai menyerang Elina perlahan. Ia menguap sekali, dua kali, hingga tak lama kemudian, matanya terasa berat. Dengan laptop yang masih menyala di depannya, Elina akhirnya tertidur di atas meja kerja, tubuhnya sedikit membungkuk ke arah layar, sementara teh hangat di sampingnya mulai menguap perlahan.

1
Gintania nia
cukup bagus
THAILAND GAERI
kok tokoh perempuannya kek lucinta luna 🤣🤣🤣🤣
Sarminem Mimi
gitu Thor aga gambar nya 👍. biar bisa ngebayangin cantik nya Elina☺️☺️😍
Nona Jmn: Terima kasih🤭
total 1 replies
Sarminem Mimi
gitu Thor ada gambar nya👍
Ophelia Roosevelt
ga punya kaca apa gimana neng..
Raisha Mieyka
𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬𝘬𝘬𝘬𝘬
Lies Atikah
mang enak ternyata bukan anak loh
Lies Atikah
si jala nk maya aman 2 saja masih tetatp bahagia ada yang ngelindungi lagi kebohongan mu hamil anak si ares aman menang banyak kamu maya
Lies Atikah
kebayang perasaan si Ares pastahu kalau anak yang di kandung si jala nk Maya adalah anak dari lelaki lain cian deh loh
Lies Atikah
semoga berjodoh yah oma
Lies Atikah
kayanya yang mandul teriak mandul 😄😄😄😄 semoga begitu
Lies Atikah
semoga yang di kandung bukan anak s Ares biar si ares jatuh dlm penyesalan yang patal
Lies Atikah
kirain lengah suka thor yang satset ginni sedikit lebih kejam bolehlah biarkan hancur merangkak dan punah.. puas👍
Lies Atikah
skalian putarkan juga perselingkuhan dan kebusukan si Arres dan si maya biar orang2 tahu
Lies Atikah
kelamaan makin lengket dan bahagia aja Si ares sama si amel bebas melakukan niu niu nya di man saja termasuk di kamar pribadi menang banyak Amel😄
Lies Atikah
nah gitu donk thor adakan saingan cowok janga menyedih kan kesan jadi lebih cantik si maya laku sampai si Ares kelepek2 jadi kasihan lina gakada pengagum yang bikin si ares cemburu
Lies Atikah
jangan lemah Lin jangan karna bucin sama si Ares berengsek kamu jadi bodoh sadar diri kamu sudah di campakan gitu harga dirimu mana ngenes banget
Lies Atikah
jangan ragu 2 untuk bertindak bener2 harus di hancur kan
Hasanah
🤣🤣 keluarga gila iri kok sama harta dan hidup orang lain mereka berada di titik itu kan Krena kerja keras lah Klian klau mau Kya gitu ya kerja jngan jdi benalu aj krjax
Hasanah
Klian ngak bersyukur udah di ksih berlian ee milih batu got 🤣🤣 ya udah nikmati aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!