NovelToon NovelToon
CINTA MANIS Sang Pewaris

CINTA MANIS Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Seorang presdir tampan pemilik gedung raksasa yang bernama Samuel, rela membesarkan seorang anak yang imut, lucu dan menggemaskan yang bernama Kenzo itu sendirian, dia memang anak yang nakal dan bandel namun sebenarnya dia anak jenius, puluhan baby sister sudah mengundurkan diri karena tidak sanggup melayani bocah yang sering dipanggil Yoyo itu.

Sehingga suatu hari ada anak magang yang bernama Rinjani, karena kesalahannya dia terpaksa menjadi baby sister demi kelangsungan magangnya di perusahaan itu.

Hingga seiring berjalannya waktu tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Akankah Kenzo setuju?

Akankah mereka bisa bahagia selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Trauma Masa Kecil

...Happy Reading...

Jangan sombong dengan apa yang kamu miliki karena tak ada jaminan itu akan bertahan lama. Jangan sombong, sebab yang memberikan keberhasilan adalah Allah tugas manusia hanya berproses yang terbaik.

Jangan terlalu tinggi mengangkat kepala karena kesombongan, karena itu akan menghancurkanmu sendiri atau bahkan kelak kamu akan tertunduk malu karena kesombongan itu.

Berusahalah untuk menjadi pribadi yang baik. Tapi jika kamu merasa telah baik, tak ada alasan yang memperbolehkanmu untuk sombong.

Namun karena Samuel memang sejak dari lahir sudah kaya dan sampai sekarang juga harta kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan sampai tujuh tanjakan sekalipun, jadi sifat sombong akan harta kekayaan itu sudah mendarah daging didirinya.

" Bagaimana?"

" Kekuatan UANG memang sangat menakjubkan bukan?" Dia menekankan kata Uang dengan lantang.

" Kamu harus mengucapkan banyak terima kasih denganku setelah ini!" Suara tegas Samuel langsung terdengar ditelinga Jani dan Yoyo, yang sontak membuat mereka berdua mematung ditempat, mereka bahkan saling pandang tanpa berani menoleh kebelakang, kearah asal suara itu menggema.

" Yooo..." Bisik Jani perlahan.

" Habislah kita kak." Yoyo juga ikut berbisik.

" Kita ketahuan deh kak!" Yoyo bahkan menurunkan kedua bahunya, merasa kecewa, sudah dapat dipastikan dia tidak jadi bermain, padalah ini yang dia tunggu-tunggu, tapi.. ini juga yang dia takutkan sedari tadi, Daddynya bukanlah orang biasa, yang gampang dibohongi begitu saja, tadi emang dia sempat ragu, tapi mendengar ucapan Niar yang begitu terlihat meyakinkan itu, dia jadi tergoda dan menyetujui idenya, ternyata pemikiran bocah ini salah.

" Ada yang mau kamu jelaskan tidak!" Ucap Samuel sambil tersenyum jahat.

" Hehe.. ma.. maafkan saya pak!" Jani hanya bisa menunduk dan membuka ponselnya, dia sudah gatal ingin memaki Niar yang tidak bisa melakukan pekerjaannya dengan baik dan benar.

" Saya butuh penjelasan!"

" Bukan hanya permintaan maaf saja!"

" Aku tahu kamu memang salah!"

" Tapi aku ingin lebih tahu, alasanmu membawa Yoyo ketempat ramai dan terbuka ini!"

" Yoyo tidak terbiasa berkerumun dengan orang luar seperti ini!"

" Untung aku bisa datang lebih awal dan membooking tempat ini!"

" Kalau tidak, aku sudah tidak bisa membayangkan bagaimana nasib putraku, harus berdesakan seperti itu."

" Jangan pernah kamu berani mengulanginya lagi, mengerti nona?" Ucap Samuel perlahan tapi penuh dengan ketegasan.

Misinya hari ini bukan untuk memarahi Jani apalagi Yoyo, dia mengorbankan beberapa meeting pentingnya, hanya untuk membuat Jani tertarik dan juga kagum akan dirinya, harga diri seorang Samuel merasa terinjak-injak dengan perkataan Jani yang menyatakan bahwa dia tidak akan pernah jatuh cinta dengannya dan kata 'amit-amit jabang bayik' benar-benar membuatnya terluka, seolah-olah dia seperti sampah yang tidak berharga sama sekali.

" Baik pak... saya janji!"

" Saya sebenarnya hanya ingin membuat Yoyo bahagia saja pak."

" Sepertinya dia ingin sekali bermain diluar." Jani berkata sangat hati-hati, takut jika salah bicara, sebenarnya dia sedikit lega, bayangannya tadi Samuel akan marah-marah dan memecat langsung dirinya, namun ternyata kenyataannya lain cerita.

" Kamu tahu apa tentang kebahagiaan Yoyo?"

" Jangan sok tahu!"

" Sekarang kita makan dulu disana."

" Biar penjaga disini mensterilkan tempat permainan disini dulu."

" Aku tidak mau Yoyo terkena virus karena permainannya kotor bekas orang banyak!" Samuel langsung menggendong Yoyo dan membawanya kesudut ruangan yang sudah diubah layaknya ruang makan dadakan, yang pasti sudah dijamin higienis.

" Woaaaahh..."

" Habis berapa ribu liter disinfektan kalau harus mensterilkan tempat permainan ini?"

" Heiihh... mobil apa itu?"

" Kayak pemadam kebakaran?" Jani melihat ada beberapa mobil dengan tangki besar berjajar didepan taman bermain.

" Pak... pak Sam?"

" Ada kebakaran ya?"

" Banyak mobil damkar kemari itu?"

" Ayok kita pergi dari sini."

" Cepaaatttt Yoyoo..!" Jani panik sendiri melihatnya, sedangkan Samuel dan Yoyo asyik menikmati hidangan mereka dimeja makan dadakan itu, tanpa memperdulikan Jani yang sudah berteriak heboh.

" Ckk..."

" Simpan saja tenagamu untuk menjaga Yoyo."

" Mending kamu makan dari pada teriak-teriak nggak jelas gitu!" Ucap Samuel sambil menyuapi Yoyo makan tanpa menoleh kearah Jani.

" Tapi itu ada kebakaran pak?" Jani mendekat kearah mereka, dia tidak habis pikir kenapa mereka santai begitu.

" Kakak diamlah!"

" Berisik tahu!"

" Itu mobil penyemprot disinfektan lah, haha...!" Yoyo berucap sambil mengunyah makanannya.

" Astaga... kenapa nggak bilang dari tadi!" Jani ingin marah tapi tidak berani, dua orang didepannya itu seperti sedang meledek dan menertawakannya.

" Woow.." Jani menjilat bi birnya sendiri saat melihat hidangan yang tersaji diatas meja.

" Kok ada yang jual makanan berkelas di taman bermain gini ya?" Jani langsung mengambil garpu dan sendoknya untuk menikmati hidangan istimewa itu.

" Jangan salah!"

" Ini makanan restoran bintang lima."

" Aku datangkan khusus kokinya kemari!"

" Mana mungkin hidangan kelas atas dijual dipinggir jalan!" Ucap Samuel mulai menyombongkan dirinya.

" Mulai deh sombongnya!" Umpat Jani perlahan.

" Apa kamu bilang?" Samuel tidak begitu jelas saat mendengar umpatan Rinjani.

" Owh tidak... bapak keren!"

" Bisa mendatangkan koki bintang lima ke tempat pedagang kaki lima." Dia tidak ingin membangunkan Raja hutan dari kedamaiannya.

" Tentu saja!"

" Sudah keren, tampan, berkelas, dan yang pasti kaya raya!"

" Gimana? apa kamu sudah mulai kagum denganku?" Samuel tersenyum miring melihat wajah Jani yang juga sedang menatap dirinya.

Hoeeek..! bukan kagum pak, lebih ke pengen muntah melihat kesombongan bapak, benar-benar bukan pria idaman gw banget bentukan kayak dia mah, coret langsung!

" Permisi pak.."

" Semua sudah selesai, sudah dijamin clear."

" Kami sudah menyemprot semua permainan disini!" Seorang pria berseragam merah mendekati mereka.

" Baiklah."

" Saya akan transfer seluruh biayanya dan bonus juga untuk kalian!"

" Silahkan kamu cek diakunmu!" Samuel langsung mengeluarkan ponselnya.

" Waaaaah... terima kasih banyak pak!"

" Anda sungguh pria yang sangat dermawan."

" Terima kasih sekali lagi, permisi..!" Pria itu membungkukkan kepalanya dan tersenyum bahagia.

" Hmm..."

" Tidak masalah!"

" Itu tidak seberapa!" Samuel tersenyum dengan bangga, dia melirik kearah Jani yang menatapnya dengan arti lain.

Dia berpikir bahwa semua wanita akan langsung menyanjungnya jika melihat seorang pria baik hati dan memiliki kekuasaan untuk melakukan segala apa yang dia inginkan dengan mudahnya.

" Okey kalau begitu kita bisa main Yoyo!"

" Yuk kita lets go!" Jani langsung menuntun Yoyo untuk segera turun ke arena bermain.

" Horeeeeee..."

" Kita main yang itu kak!" Yoyo menunjuk permainan roal coaster.

" Yoyo tidak takut?"

" Nanti kita muter-muter trus dibalik-balikkan lho?"

" Apa kamu tidak pusing nanti?" Jani malah ngeri sendiri melihatnya, dia memang suka permaianan yang menantang sedari jaman sekolah dulu, tapi Yoyo kan masih kecil pikirnya.

" Its okey kak!"

" Aku berani, yuk kita kesana!" Yoyo menarik-narik tangan Rinjani.

" Sebentar Yo!"

" Kita ajak Daddy main bersama yuk?" Jani melihat Samuel yang malah berjalan mundur, seperti tidak berminat menaiki permainan itu.

" Okey!" Yoyo langsung menyetujuinya, wajahnya sangat terlihat riang gembira sekali.

" Pak Sam, ayok ikut main!"

" Biar tambah seru, masak permainan segede ini cuma saya sama Yoyo saja yang bermain." Rinjani melihat ada yang aneh dari gelagat Samuel.

" Daddy, apa mau ikut gabung dengan kami?" Tanya Yoyo sambil memegang jari Samuel.

" Emm... daddy tidak suka naik permainan seperti ini."

" Daddy tunggu kalian disini saja okey?" Samuel mengacak rambut Yoyo dan berjalan mundur.

" Hmm... jangan bilang bapak takut naik permainan itu ya?"

" Woaah... kalah dong sama anak kecil seperti Yoyo!"

" Dia saja berani, masak daddynya mengkerut!" Ledek Jani dengan senyum meremehkan.

" Cemen banget!" Ucap Jani sambil melengos kearah lain.

" Ciiiihhh..."

" Apa kamu bilang?"

" Cemen!"

" Berani sekali kamu menantang saya seperti itu!" Harga diri Samuel jatuh berkali-kali didepan wanita ini.

" Okey... siapa takut!" Seperti mendapat suntikan kekuatan Samuel langsung berjalan dengan semangat bahkan mendahului mereka, walau sebenarnya keringat dingin Samuel sudah sedikit mengucur disana, saat masih kecil dia pernah terjebak dipermainan itu beberapa jam, bahkan saat posisinya berada diatas dan terbalik, karena terjadi konsleting pada alat pengendali permainan, sejak saat itu Samuel trauma menaiki segala jenis permainan seperti ini.

" Yoyooo...!"

" Ready? Jani bersorak sambil menaikkan kedua tangannya ke udara.

" Ready..!" Yoyo pun mengikuti gerakan Rinjani, sedangkan dikursi belakang, Samuel sudah gemetaran, bayangan masa lalunya langsung terlintas dipikirannya, dia memejamkan matanya dan memegang pegangan kursi dengan erat, jantungnya berdetak lebih cepat, bukan karena cinta tapi karena trauma.

Dan saat roal coaster itu mulai berjalan dengan cepat dan juga mulai meliuk-liuk diudara, Samuel menggigil dan mengucurkan keringat dingin disekujur tubuhnya, dia tidak berani membuka matanya, bahkan dia tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun.

" Yeeeeeeeee...."

" Akhirnya finish!"

" Gimana Yo? sukak nggak?" Jani langsung membantu membuka sabuk pengaman Yoyo dan membantunya turun dari sana tanpa menoleh ke belakang.

" Seruuuu kak!"

" Kalau begitu kita main yang lain ya kak?"

" Yang lebih keren lagi!" Ucap Yoyo yang bersorak kegirangan.

" Okey... siap tuan muda!" Jani pun terlihat semangat.

" Owh iya.. daddy kamu mana?" Jani melihat disekelilingnya namun tidak melihat Samuel.

" Nona... bantuin masnya!"

" Dia lemes ini." Ucap Salah satu penjaga permainan memapah Samuel untuk pergi dari tempat permainan.

" Pffffffttttthhhhh..." Rinjani langsung menutup mulutnya agar tidak tertawa dengan terbahak-bahak.

" Tadi katanya siapa takut?"

" Kenapa jadi loyo begitu!" Akhirnya Jani berusaha menahan tawa sambil mendekat kearah Samuel.

" Yaaah... daddy kamu payah Yo!"

" Masak kalah sama kamu, haha.." Jani akhirnya tidak bisa menahan tawa saat melihat wajah Samuel yang sudah pucat.

" Hooeeeeeeeeeeerkkkk..." Samuel langsung muntah dihadapan Rinjani.

Braaaaaaaaaaakkkk!

Samuel tiba-tiba ambruk dan pingsan mengenai tubuh Rinjani, sontak dia langsung menangkap dan memeluknya.

" ASTAGA..!"

" Pak Sammmm...!"

Trauma adalah hal sering dikaitkan dengan tekanan emosional dan psikologis yang besar, biasanya karena kejadian yang sangat disayangkan atau pengalaman yang berkaitan dengan kekerasan ataupun kejadian yang sangat membekas diingatan.

Trauma akan berdampak buruk apalagi kalau terjadi saat masih kecil karena Trauma masa kecil yang tidak diatasi dengan baik dapat menyebakan gangguan PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pascatrauma, salah satu masalah yang ditimbulkannya adalah hyperarousal.

Kondisi ini membuat seseorang tidak bisa mengatur emosi dengan baik atau menyebabkan gangguan lain, karena ada trauma di masa sebelumnya.

..." Jangan pernah mencoba memaksa orang lain dengan cara apapun, tersenyumlah sambil merangkul, jangan menarik tangan orang."...

Yok... yang mau ngasih hadiah dan jempolnya, ditunggu banget🥰

1
m Zaki mubalihg
banyak kata2 mutiaranya
Yant08
Luar biasa
Juragan Jengqol
ibunya ga ikut.... wah nyepelein ini namanya
Juragan Jengqol
sudah jam malam ini... 🤭🤣
Juragan Jengqol
lo juga ga berkelas jan. udah tau si bos punya trauma dan cemburuan, tapi ga bisa jaga mulut...
Juragan Jengqol
ya ga gitu juga jarkonah.... minum jus mah bisa kapan2 lah. lihat sikon lebih penting
Juragan Jengqol
Sayyidina Ali KW
Juragan Jengqol
sayyidina Ali KW
sri harjuni
bagus bnget
Nurjannah Rajja
O o oohhhhh udah ketemu benangnya tinggal jarumnya hehehe
Mas Al: Mbwak
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Ada 2 cara thor hihihi
@Al**
Bagus ceritanya
Rustan Sarny Apul Sinaga
eh kok the end thor...?
kaget aku tuh....he he he
Rustan Sarny Apul Sinaga
wes angel iki thor...
Suyatno Galih
kusut2 pada, penyesalan Samuel sm emaknya skrng krn ketergantungan nya sm rinjani, saat tragedi musibah dl pada ngupet kemana harta Mulu yg di agung kan
Suyatno Galih
sokorin lue Sam terlalu lebay jd ketahuan kan sm ibu Jani kan, mbuat masalah teros
Suyatno Galih
debat tak faedah
Suyatno Galih
modus si Sam, memang ada ya trauma ato depresi kumat obatnya di kekepin yg anget2 sm yg empuk2 gitu. akal akalan si sam itu mah
Suyatno Galih
Jani mulai nakal ya kamu, makkkk anak gadismu mulai nakal nihhhhh
Suyatno Galih
satu kata buat Samuel "LEBAY"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!