Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pangeran Xavier Yang Posesif
Malam semakin larut dan pekat, pangeran xavier tidak berhenti melakukan olahraganya.
Kayana mengeluarkan nyanyian indahnya di kamar mewah itu, pangeran xavier bagaikan sang casanova yang tiada lelah bercinta.
"Pangeran, katamu kamu ingin membantuku, lalu aku harus melepaskan penyamaran ku mulai kapan?" Tanyanya dengan nahan menahan desahannya. Pangeran xavier masih berada di atas tubuhnya memacu dengan gerakan lambat dan memejamkan matanya.
Pangeran xavier membuka matanya. Dia menatap istrinya yang terlihat berkeringat dan terlihat seksi di matanya. "Besok sayang, besok pagi kamu sudah harus menjadi istri xavier tidak perlu sembunyi lagi sayang, Karena aku akan melindungi mu sayang. kamu tidak perlu khawatir." Jawabnya memacu gerakan lebih cepat dan mencium bibir kayana dengan sangat posesif dan kuasa.
Sedang di sebuah apartemen.
Seorang gadis duduk di tepi kasur, menatap ponselnya yang memperlihatkan foto dirinya bersama pria yang menjadi porosnya dunia. Pria yang tersenyum hangat dan selalu ada disampingnya, kini menghilang menjauh darinya. Tatapan matanya berubah, bukan lagi sekedar rindu, tetapi obsesi yang pekat yang membakar kewarasannya.
"Aku tidak akan membiarkan wanita manapun memiliki kamu, karena kamu hanya milikku pangeran xavier. Aku akan menghabisi para wanita yang mendekati mu. Aku tidak selembut yang kamu kira. Ibuku saja bisa mendapatkan pria yang dia inginkan walaupun dia hanya seorang pelayan. Kini aku pun mampu melakukan hal yang sama." Ucapnya dengan nada dingin.
Di kepalanya rencana gelap mulai tersusun rapi. Sebuah kecelakaan kecil, fitnah yang tidak terlihat, jebakan yang akan menghancurkan reputasi tunangannya dan juga menggodanya dengan obat perangsang tingkat tinggi yang dia siapkan. "Kamu milikku pangeran xavier, milik aruna." Bisiknya lirih dengan senyuman yang mengerikan.
Sedangkan di apartemen pangeran xavier.
"Pangeran tangan mu sudah dong." Ucap kayana tangan pangeran xavier masih bermain di melon nya. Membuat kayana menahan desahan ekstra, karena jika pangeran xavier mendengarkan desahannya, sudah di pastikan dia akan melahapnya kembali.
Pangeran xavier mengecup bibir kayanya. "Sayang, aku ingin memiliki anak yang banyak. Kedua orang tuaku juga sangat tidak sabar menantikan cucu. Jadi, kamu harus siap kapan pun aku meminta untuk membuatnya. Terlebih lagi, aku sangat candu tubuhmu. Besok kamu ikut ke kantor ku sayang. Tidak perlu ke sekolah lagi. Karena kamu akan kuliah sayang. Aku sudah mendaftarkan kamu sayang." Ucap mengecup kembali bibir kayana.
"Iya pangeran, pangeran aku sangat mengantuk aku tidur ya." Ucapnya dengan nada lelah.
"Hmm, iya sayang tidurlah sudah malam." Jawabnya mengecup kening dan bibir kayana lalu memeluknya. Pangeran xavier tersenyum tipis melihat istrinya tertidur pulas. Diapun akhirnya tertidur menyusul kayana yang tertidur pulas.
Sedang di sebuah mansion sangat besar. seorang pria berdiri di balkon kamarnya dia menatap bingkai foto yang terdapat gadis kecil sangat cantik dengan rambut silvernya dan bola mata birunya. "Aku sudah sejauh ini my queen, aku melakukan semua ini untukmu. Hingga aku memiliki kekuasaan dan kekayaan. Dan aku pastikan aku akan menemukan mu. Aku akan menghukum lita seberat-beratnya karena memisahkan ku darimu." Bisiknya dengan nada dingin. Dia mengusap lembut foto gadis itu pandangannya penuh obsesi yang benar-benar gelap.
Pagi pun tiba..
Sinar mentari mengintip dari balik tirai, tetapi pangeran xavier lebih dulu terjaga. Pangeran xavier mengecup bibir dan kening istrinya kayana. "Aku selalu tergoda sayang, kepadamu, membuat xavier mini selalu bangkit." Ucapnya dengan mengecup kembali bibir kayana. Lalu dia menyelimuti istrinya lebih rapat agar tidak terganggu. Lalu melangkah pelan menuju dapur.
Pagi ini pangeran xavier ingin memberikan kejutan kepada istrinya, semalam telah melayaninya..
Dia melangkah keluar dari kamarnya dan menuju dapurnya. Dia menghidupkan kompor. Dia memasak nasi goreng dan telur mata sapi. Lalu dia juga membuatkan roti bakar untuk istrinya. karena dia yakin, istrinya makan akan lahap dan banyak. Dia membuat kopi dan susu coklat kesukaan istrinya. Setelah selesai dia menatanya dengan rapi.
Lalu dia melangkah ke kamar mandi membawa sarapan untuk istrinya. Pangeran xavier melihat kayana masih terlelap. Dia mengecup bibir kayana tiga kali dan keempat kali dia melumatnya dengan penuh posesif. membuat kayana terbangun karena lumatan dan hisapan di bibirnya.
Kayana membuka matanya, dia melihat Pangeran xavier sedang memejamkan matanya menikmati bibirnya. Kayana memukul dada bidangnya, hingga pangeran xavier melepaskan ciumannya.
"Selamat pagi istriku, ayo bangun. Aku telah membuatkan sarapan untuk mu." Ucapnya dengan nada serak menahan hasratnya yang bangkit.
Mata kayana terbelalak. Terkejut pangeran xavier membuatkan sarapan dan dia melihat nasi goreng dan roti bakar ada di meja. masakan dan harum kopi membuat kayana lapar. "Pangeran xavier kamu masak?" tanyanya dengan nada tidak percaya.
Pangeran xavier tersenyum tipis, melihat wajah terkejut sang istri yang mengetahui dia yang memasak. "Sayang, jangan berwajah menggemaskan seperti itu, nanti aku yang melahap mu duluan mau?" Tanyanya dengan nada lembut namun terdengar tidak main-main.
"Ish, aku belum sarapan. Aku mau dong pangeran. Aku sangat lapar." ucapnya nada lembutnya.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Aku suapi sayang." Jawabnya dengan nada sangat lembut dan mengecup bibir kayana.
Kayana tersenyum hangat. Dia berpikir ternyata sifat pangeran xavier tidak seperti yang dia pikirkan, hanya untuk hasratnya memang masih sama sesuai novel yang di tulisnya. "Makan bersama, satu piring bersama bagaimana?" Tanyanya dengan nada santainya.
Pangeran xavier menarik tengkuk kayana dan mencium bibirnya dengan lembut tetapi tidak lama. "Baik sayang." Jawaban dengan nada mulai hangat.
Sedangkan di sebuah apartemen.
Seorang wanita sudah berpakaian sangat cantik dan juga dandanan yang terlihat sangat elegant. Dia akan datang ke kantor pangeran xavier, dia tahu pangeran xavier berada di negara itu ingin mengejar calon istrinya. Dan dia tidak akan membiarkan itu terjadi. Dia juga penasaran dengan calon istri pangeran xavier. Karena waktu itu dia hanya melihat sebentar.
"Lihatlah, aku kun sangat cantik. Aku yakin dia rindu aku, tetapi karena tuntutan agar menikah jadi pangeran terpaksa. Sebenarnya dia sangat mencintai ku. Dan dia pasti terkejut melihat aku ada di negara ini." Ucapnya dengan penuh percaya diri.
Sedangkan pangeran xavier sedang mengukung kayana. "Sayang, aku tidak tahan apa lagi melihat dirimu yang masih naked. Jika tidak dituntaskan aku merasa tidak enak badan sayang." Bisik pengeran xavier di telinga kayana.
Kayana geleng-geleng kepala melihat hasrat pangeran xavier yang sangat besar. "Baiklah pangeran, tetapi hanya sekali ya? aku ingin pamit ke para sahabat ku." Ucapnya dengan nada santainya.
"Iya sayang, aku akan mengantarkan kamu." Jawabnya dengan nada sangat lembut.
penasaran