NovelToon NovelToon
THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

"Status 'Ayah' itu sudah mati. Mulai hari ini, aku adalah suamimu."
Kehilangan ibu sekaligus kebebasan dalam satu malam membuat dunia Gladies runtuh. Dipaksa menikahi Arkan, pelindung keluarganya yang berubah menjadi sosok asing yang dominan, Gladies terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Ia percaya Arkan hanya menginginkan hartanya, sementara Arkan percaya hanya ketegasan yang bisa menyelamatkan Gladies. Mampukah mereka berlayar di samudra rumah tangga yang penuh amarah, ataukah mereka akan hancur sebelum mencapai dermaga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Arkan berdiri mematung di bawah pancuran air hangat, menatapi botol sabun cair yang baru saja diantarkan oleh pelayan kabin atas perintah Gerald.

Biasanya, ia menggunakan sabun dengan aroma sandalwood atau musk yang maskulin dan elegan. Namun sekarang, di tangannya tergenggam botol sabun berwarna hijau terang dengan label bergambar buah-buahan ceria.

"Aroma melon?" gumam Arkan pelan.

Ia menghela napas pasrah, lalu mulai membasuh tubuhnya dengan sabun tersebut.

Seketika, seluruh kamar mandi mewah itu dipenuhi aroma manis yang segar, persis seperti permen buah anak-anak.

Arkan merasa martabatnya sebagai nakhoda kapal paling disegani di samudera sedikit merosot, namun demi kenyamanan perut istrinya, ia rela menjadi "toko buah berjalan."

Setelah memastikan aroma parfumnya benar-benar hilang, Arkan hanya mengenakan celana kain santai dan keluar dari kamar mandi.

Begitu ia mendekat ke ranjang, Gladis yang semula tampak lemas tiba-tiba mendongak.

Hidungnya kembang-kempis menghirup udara.

"Hmm... manis sekali," bisik Gladis.

Tanpa diduga, Gladis bangkit dan langsung memeluk tubuh Arkan dari belakang.

Ia menyandarkan wajahnya di punggung kokoh Arkan yang masih sedikit lembap, menghirup dalam-dalam aroma buah yang menempel di kulit suaminya.

"Aku suka aroma melon," ucap Gladis manja sambil mengecup punggung Arkan berkali-kali.

"Segar sekali, tidak membuat kepalaku pening seperti tadi."

Arkan terkekeh rendah, ia memutar tubuhnya perlahan sehingga kini ia bisa mendekap Gladis dengan sempurna. Ia mengelus rambut istrinya yang mulai berantakan.

"Apapun untukmu, Sayang. Bahkan jika aku harus mandi dengan aroma stroberi setiap hari, aku akan melakukannya," goda Arkan.

Wajah Gladis merona merah. Rasa mual yang tadi menyiksanya kini berganti dengan rasa kantuk yang luar biasa.

Efek samping dari pemulihan pasca-infeksi dan kehamilan mudanya membuat tubuh Gladis terasa sangat berat.

Arkan menyadari mata istrinya yang mulai sayu. Ia perlahan membimbing Gladis untuk kembali berbaring di atas bantal yang empuk.

"Ayo, kita tidur. Kamu butuh banyak istirahat agar nakhoda kecil kita ini juga kuat," bisik Arkan lembut.

Arkan ikut naik ke atas ranjang dan menarik selimut sutra mereka hingga menyelimuti tubuh keduanya.

Ia merengkuh Gladis dalam pelukannya, membiarkan kepala istrinya bersandar di dadanya yang bidang.

"Arkan..." panggil Gladis pelan sebelum matanya terpejam sepenuhnya.

"Ya, Sayang?"

"Jangan ganti sabunnya ya. Aku suka aroma ini."

Arkan tersenyum lebar, ia mengecup puncak kepala Gladis dengan penuh kasih.

"Iya, Sayang. Tidurlah."

Malam itu, di tengah deburan ombak Mediterania yang tenang, sang Kapten besar Ocean Empress tertidur dengan aroma melon yang manis, menjaga istri dan calon buah hatinya dalam keheningan malam yang damai.

Arkan baru saja akan menarik napas panjang untuk menyusul Gladis ke alam mimpi, namun tiba-tiba matanya terbuka lebar.

Langit-langit kabin yang mewah seolah berubah menjadi bayangan piring besar berisi hidangan yang sangat spesifik.

Kerongkongannya mendadak terasa kering, dan perutnya memberikan sensasi lapar yang sangat asing.

Bukan lapar biasa, melainkan keinginan yang mendesak untuk mengecap rasa pedas, asam, dan gurih secara bersamaan.

"Gladis..." gumam Arkan, suaranya terdengar agak frustrasi.

Gladis yang sudah berada di ambang kantuk, hanya bergumam tidak jelas.

"Hmm?"

"Tiba-tiba aku ingin makan ikan bakar. Yang ikannya masih segar, baru ditangkap dari laut, lalu ada sambal matahnya, tapi pakai irisan mangga muda yang asam pedas."

Gladis yang tadinya sudah memejamkan mata, seketika membuka matanya lebar-lebar.

Ia bangkit sedikit dari dada Arkan, menatap wajah suaminya yang tampak sangat serius namun terlihat gelisah.

"Ikan bakar? Sambal matah mangga?" Gladis mengerutkan keningnya, lalu tawanya pecah dalam suara kecil yang renyah.

"Arkan, ini sudah lewat tengah malam! Dan kita di tengah laut, bukan di pinggir pantai Bali!"

Arkan mengusap wajahnya dengan kasar. "Aku tahu, Sayang. Tapi rasanya aku bisa membayangkan aromanya sekarang. Asam dari mangganya, pedas cabainya, aku sangat menginginkannya sekarang juga."

Gladis tertawa lebih keras kali ini, ia mengelus pipi Arkan yang terlihat merona karena malu.

"Aku yang hamil, kenapa malah kamu yang ngidam? Biasanya kan istri yang merepotkan suami, kenapa sekarang malah Kapten besar yang minta sambal mangga tengah malam?"

Arkan hanya bisa mendengus pasrah sambil memeluk pinggang Gladis lebih erat.

"Mungkin nakhoda kecil ini sedang mengerjaiku melalui ayahnya. Dia tahu ibunya sedang tidak boleh mual, jadi dia mengirimkan pesanan makanannya lewat perutku."

"Lucu sekali," goda Gladis sambil menoel hidung Arkan.

"Jadi, apa Kapten Ocean Empress akan turun ke dapur sekarang dan membangunkan koki eksekutif hanya untuk sambal mangga?"

Arkan terdiam sejenak, menimbang harga dirinya sebagai nakhoda dengan keinginan lidahnya yang sudah tidak tertahankan.

Akhirnya, ia meraih telepon di nakas dengan wajah pasrah.

"Gerald?" ucap Arkan saat sambungan terhubung.

"Ya, Kapten? Ada darurat?" suara Gerald di seberang terdengar sigap meski sedikit serak.

"Tolong hubungi kepala koki. Katakan aku butuh ikan bakar dan sambal matah dengan irisan mangga muda. Sekarang."

Ada jeda cukup lama di seberang telepon. "Maaf Kapten, mangga muda?"

"Jangan tanya dua kali, Gerald. Cari mangga di gudang pendingin atau manfaatkan apa saja yang rasanya asam. Aku tunggu di kabin pribadi sepuluh menit lagi."

Arkan menutup telepon dan menatap Gladis yang masih asyik menertawakannya.

"Ayo, temani aku makan. Kalau aku menderita karena keinginan ini sendirian, itu tidak adil," ucap Arkan sambil menarik Gladis untuk bangun.

Arkan segera mengenakan kemeja santai berwarna putih tanpa parfum dan membantu Gladis mengenakan cardigan agar tidak kedinginan.

Ia tidak ingin Gerald atau pelayan melihatnya hanya mengenakan kaos dalam, meskipun rasa laparnya sudah di ujung tanduk.

Tak berselang lama, pintu kabin diketuk pelan. Gerald masuk membawa nampan besar yang aromanya langsung memenuhi ruangan.

Ikan kakap merah yang dibakar dengan bumbu kecap meresap, lengkap dengan mangkuk kecil berisi sambal matah yang dipenuhi irisan mangga muda yang segar.

"Ini pesanan Anda, Kapten. Koki beruntung karena masih menyimpan beberapa mangga muda dari pelabuhan terakhir," ucap Gerald sambil menata makanan di meja makan kabin dengan wajah yang berusaha tetap formal, meski batinnya heran melihat selera makan bosnya yang mendadak ekstrem.

Aroma ikan bakar itu ternyata tidak membuat Gladis mual, justru membangkitkan nafsu makannya. Namun, ia tidak menginginkan ikan.

"Gerald," panggil Gladis pelan.

"Apakah koki punya stok nangka muda? Aku... aku tiba-tiba ingin sekali makan nasi gudeg Jogja. Lengkap dengan krecek dan telurnya."

Arkan menghentikan gerakannya yang baru saja ingin menyuap.

Ia menatap Gladis dengan takjub. "Gudeg? Di tengah Mediterania?"

Gerald menarik napas dalam, mentalnya sebagai kepala pelayan kapal pesiar mewah benar-benar diuji malam ini.

"Akan saya usahakan, Nyonya. Kebetulan koki spesialis masakan Asia kita orang Indonesia, mungkin dia punya simpanan bumbu instan atau stok nangka kaleng berkualitas."

Sepuluh menit kemudian, keajaiban terjadi. Sebuah piring berisi nasi gudeg hangat dengan aroma santan yang manis gurih tersaji di depan Gladis.

Malam itu, meja makan di dalam kabin menjadi saksi pemandangan yang unik.

Arkan yang biasanya makan dengan sangat elegan dan porsi yang terkontrol, kini terlihat sangat berbeda.

Ia menyantap ikan bakar itu dengan sangat lahap.

Sambal matah mangga yang pedas dan asam itu seolah menjadi bahan bakar baru baginya.

"Enak sekali..." gumam Arkan, wajahnya tampak sangat puas setiap kali irisan mangga muda itu menyentuh lidahnya.

Gladis sampai berhenti menyuap gudegnya hanya untuk memperhatikan Arkan.

Ia tertawa kecil melihat suaminya yang gagah itu sampai menambah porsi nasi untuk kedua kalinya.

"Pelan-pelan, Arkan. Ikan itu tidak akan lari ke laut lagi," goda Gladis sambil menyodorkan segelas air putih.

Arkan menelan suapannya, lalu menatap Gladis dengan cengiran yang jarang terlihat.

"Aku tidak tahu kenapa, tapi rasanya ini makanan paling enak yang pernah kumakan seumur hidupku. Kenapa kamu hanya menonton? Habiskan gudegmu, Sayang."

"Aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan selahap itu," sahut Gladis lembut.

Ia merasa sangat bahagia. Meskipun mereka berada di tengah samudera dengan segala ancaman dari orang-orang seperti Alex atau Paman Dayu, momen sederhana seperti makan bersama di tengah malam ini terasa begitu sangat berharga.

"Mungkin nakhoda kecil kita ini benar-benar laki-laki," ucap Arkan sambil mengusap perutnya yang kenyang.

"Seleranya sangat kuat, persis ayahnya."

Gladis tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Arkan setelah mereka selesai makan.

"Atau mungkin, dia hanya ingin ayahnya belajar bagaimana rasanya menjadi orang tua yang harus memenuhi keinginan aneh setiap saat."

1
Ariany Sudjana
wah mantap ini Gladys 😄 cocok jadi pasangan hidup Arkan
Ita Putri
seruuuu
lanjut💪💪
Ariany Sudjana
bagus Gladys kamu harus tegas, jangan biarkan pelakor murahan seperti Angela merusak rumah tangga kamu dengan Arkan
Ariany Sudjana
sedih lihat perjuangan Gladys sampai segitunya demi menyelamatkan suami tercinta
Ariany Sudjana
ini kenap sih ada pelakor datang? Gladys yang berjuang menyelamatkan Arkan di pulau, malah dipeluk pelakor, dan orang tua Arkan juga diam, jangan-jangan Arkan sudah dijodohkan dengan perempuan ga jelas itu
Ariany Sudjana
Suka dengan karakter Gladys, tidak peduli dengan semua halangan, dia hadapi demi menyelamatkan suami tercinta, walaupun awalnya mereka berdua menikah karena terpaksa
Ariany Sudjana
Alex harus dihukum berat, jangan biarkan dia lolos
Ariany Sudjana
semoga Arkan dan Gladys lekas ditemukan dengan kondisi selamat dan sehat. semangat juang Gladys luar biasa, tidak ada sosok manja, semua dilakukan demi keselamatan suami tercinta
Ariany Sudjana
semoga Arkan bisa diselamatkan dan bisa sadar kembali dan kembali sehat, jangan tinggalkan Gladys
Ariany Sudjana
bagus Arkan, jangan biarkan Gladys hancur karena omongan julid dari orang yang ingin menghancurkan rumah tangga kalian
Ariany Sudjana
tetap waspada yah Arkan dan Gladys, jangan biarkan Alex atau siapapun menghancurkan rumah tangga kamu kalian
Ita Putri
sweet banget gk sih mereka berdua 🥰
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Gladys sudah tahu kejadian sebenarnya, dan jangan pernah meragukan suami kamu untuk melindungi kamu Gladys
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Gladys kamu jangan bodoh, jangan mudah emosi, Arkan itu kapten kapal, dan dia harus menjaga wibawanya di depan seluruh penumpang. dan lagi, jangan karena kamu istrinya, Arkan harus percaya begitu saja, tidak seperti itu. bukti paling kuat CCTV, dan jika bukti itu keluar, nama kamu bisa dibersihkan. ingat Gladys, Alex dan antek-anteknya ada di sekeliling kamu, segala cara akan dilakukan untuk menjatuhkan kamu dan Arkan
Ariany Sudjana
bukannya seram Gladys, tapi itu cara Arkan untuk melindungi kamu selaku istrinya
Ita Putri
alur cerita seru gk bertele tele
karakter tokohnya sama sama menonjol
ceritanya bagus banget
my name is pho: terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ita Putri
semangatnya outhor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!