NovelToon NovelToon
THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

THE CAPTAIN'S UNEXPCTED WIFE

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pernikahan Kilat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

"Status 'Ayah' itu sudah mati. Mulai hari ini, aku adalah suamimu."
Kehilangan ibu sekaligus kebebasan dalam satu malam membuat dunia Gladies runtuh. Dipaksa menikahi Arkan, pelindung keluarganya yang berubah menjadi sosok asing yang dominan, Gladies terjebak dalam pernikahan tanpa cinta. Ia percaya Arkan hanya menginginkan hartanya, sementara Arkan percaya hanya ketegasan yang bisa menyelamatkan Gladies. Mampukah mereka berlayar di samudra rumah tangga yang penuh amarah, ataukah mereka akan hancur sebelum mencapai dermaga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Suasana hangat di anjungan tadi seketika menguap, berganti dengan ketegangan yang mencekam.

Setelah mengantar Gladis kembali ke kabin, Arkan sempat mengecup dahi istrinya dengan janji manis.

"Tunggu di sini, kunci pintu dari dalam. Jangan buka untuk siapa pun kecuali suaramu mendengar kode kita," bisik Arkan lembut.

Gladis mengangguk manja, membayangkan rasa dingin dan manisnya gelato cokelat tanpa kacang yang akan dibawa suaminya.

Ia mengunci pintu dengan bunyi klik yang mantap, tanpa tahu bahwa itu mungkin terakhir kalinya ia melihat senyum tenang Arkan malam ini.

Arkan berjalan cepat menyusuri koridor dek lima menuju restoran Italia yang masih buka 24 jam.

Kapal terasa begitu sunyi, sebuah kesunyian yang tidak lazim.

Saat ia melewati tikungan koridor yang agak gelap...

DOR!

Suara ledakan senjata api memecah keheningan, bergema memekakkan telinga di lorong besi itu.

"Argh!" Arkan tersungkur, rasa panas yang membakar seketika menjalar dari betis kanannya.

Darah segar mulai merembes keluar, membasahi celana seragam putihnya yang bersih.

Arkan mengerang, berusaha menekan lukanya dengan tangan gemetar.

Ia mendongak, dan jantungnya seakan berhenti berdetak.

Di ujung koridor, berdiri tiga orang pria bertopeng dengan seragam taktis hitam, memegang senapan serbu otomatis.

"Kapten Arkan. Akhirnya kita bertemu," ucap salah satu pria dengan suara serak yang mengerikan.

Arkan mencoba bangkit meski kakinya terasa lumpuh.

Matanya menyapu sekeliling dan ia melihat pemandangan yang lebih mengerikan: Gerald dan dua perwira jaga lainnya diseret dalam keadaan tangan terikat dan wajah lebam.

"Perompak..." desis Arkan tajam, giginya gemertak menahan sakit.

"Bagaimana bisa kalian menembus sistem keamanan kapal ini?"

Pria yang tampaknya menjadi pemimpin itu tertawa kecil, melangkah mendekat dan menekan luka tembak di kaki Arkan dengan ujung sepatunya, membuat Arkan berteriak tertahan.

"Jangan salahkan kami, salahkan orang dalammu yang sangat murah hati memberikan kode akses pintu darurat," bisik si perompak.

"Sekarang, Kapten, beri kami kunci akses ke ruang kontrol mesin dan brankas utama, atau aku akan mulai membersihkan kapal ini dari penumpang dimulai dari kabin VIP."

Darah Arkan berdesir hebat. Kabin VIP. Tempat Gladis mengunci diri. Tempat istri dan anak kembar yang belum lahir itu berada.

Arkan sadar, ini bukan sekadar pencurian. Ini adalah sabotase terorganisir.

Ia harus tetap tenang, meski peluru bersarang di kakinya dan nyawa keluarganya sedang diujung tanduk.

Jantung Gladis seakan berhenti berdetak saat suara ledakan itu merambat hingga ke dalam kabin.

Dengan tangan gemetar, ia segera menyalakan monitor pengawas yang terhubung dengan sistem CCTV internal kapal.

"Arkan!" pekik Gladis tertahan, air mata langsung membanjiri pipinya saat melihat suaminya tergeletak di koridor dengan kaki bersimbah darah, dikelilingi oleh pria-pria bersenjata.

Namun, naluri sebagai istri seorang kapten dan seorang ibu yang harus melindungi anak kembar di perutnya membuat Gladis bangkit.

Ia tidak boleh lemah. Mengingat pelajaran navigasi yang baru saja diberikan Arkan di anjungan tadi, Gladis tahu apa yang harus dilakukan.

Ia berlari menuju konsol darurat di dalam kabin VIP.

Dengan jari yang lincah meski gemetar, ia menekan tombol pemancar sinyal satelit.

Ia mengirimkan Kode Morse: S-O-S secara berulang-ulang ke frekuensi internasional dan markas besar perusahaan pelayaran mereka di Istanbul.

Short-short-short, long-long-long, short-short-short...

Sambil menunggu balasan, Gladis membuka peta digital ECDIS yang ada di tablet kontrol kabin. Ia melihat posisi mereka saat ini.

"Pelabuhan terdekat. Marmaris, Turki," gumamnya sambil menghapus air mata dengan kasar.

Dengan keberanian yang luar biasa, Gladis mencoba mengakses sistem kemudi otomatis (Auto-Pilot) dari konsol cadangan di kabinnya.

Ia mengubah koordinat kapal, mengarahkan raksasa besi itu menuju pelabuhan terdekat dengan kecepatan maksimal.

Ia harus membawa kapal ini ke wilayah yang bisa dijangkau oleh polisi perairan atau angkatan laut sebelum para perompak itu menguasai seluruh sistem mesin.

Di layar CCTV, ia melihat Arkan menatap ke arah salah satu kamera, seolah-olah suaminya tahu bahwa Gladis sedang memperhatikannya.

Mata Arkan menyipit, memberi kode rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu: Tetap di sana, jangan keluar.

Suasana di koridor berubah menjadi hiruk-pikuk yang brutal.

Para perompak menyadari bahwa kemudi kapal tidak lagi berada di bawah kendali anjungan, melainkan telah dialihkan ke kabin VIP.

"Brengsek! Kapalnya berputar arah!" teriak sang pemimpin.

"Cari siapa yang ada di dalam kabin itu!"

Mereka berlari menuju pintu kabin Gladis dan mulai menembaki kaca jendela besar yang menghadap ke koridor.

DOR! DOR! DOR!

Peluru-peluru itu hanya terpental, meninggalkan bekas putih pada lapisan kaca anti-peluru yang tebal.

"JALANG!! Buka pintunya!" teriak salah satu perompak dengan emosi yang meledak.

Karena tembakan tidak mempan, salah satu dari mereka mengambil sebuah balok besi berat dari alat pemadam api terdekat.

Dengan tenaga membabi buta, mereka menghantamkan besi itu berkali-kali ke sudut bingkai kaca yang paling lemah.

KRAKK!

Kaca itu retak seribu, menciptakan celah kecil.

Tanpa ampun, mereka mengarahkan moncong senjata melalui celah tersebut dan memberondong ke arah dalam kabin.

DOR! DOR! DOR!

Gladis yang sedang berdiri membelakangi pintu di depan konsol kendali tersentak hebat.

Rasa panas yang luar biasa menyengat tubuhnya. Tiga peluru bersarang di punggungnya, menghancurkan keheningan kabin itu dengan bau mesiu dan darah.

"Uhukk..." Gladis memuntahkan darah, namun tangannya tetap mencengkeram tepian meja.

Penglihatannya mulai mengabur, dunianya berputar, namun ia melihat perutnya—ia ingat si kembar.

Aku tidak boleh membiarkan mereka mengambil kemudi ini, batinnya dalam sisa kesadaran.

Dengan jari-jari yang bersimbah darah, Gladis menekan rangkaian kode perintah terakhir: SYSTEM LOCKDOWN - PERMANENT.

Layar monitor berubah menjadi merah terang. Sistem kemudi terkunci secara total ke arah pelabuhan Turki, dan tidak ada satu pun orang di kapal itu—bahkan Arkan sekalipun—yang bisa mengubahnya tanpa kode reset dari pusat di darat.

Setelah bunyi bip panjang tanda sistem terkunci, kekuatan Gladis habis.

Ia luruh ke lantai, jatuh pingsan di tengah genangan darahnya sendiri, tepat saat pintu kabin mulai terbuka paksa.

Namun, di saat maut terasa begitu dekat, suara gemuruh helikopter tiba-tiba mengguncang langit malam.

Cahaya lampu sorot raksasa menerangi seluruh dek kapal.

"POLISI PERAIRAN TURKI! LETAKKAN SENJATA KALIAN!"

Sinyal SOS yang dikirim Gladis tepat sasaran. Pasukan elite Satuan Keamanan Laut Turki melakukan fast-roping dari helikopter, turun ke dek dengan presisi mematikan.

Suara baku tembak kembali terdengar, namun kali ini bukan suara teror, melainkan suara pembebasan.

Dalam hitungan menit, para perompak yang sudah terpojok berhasil dilumpuhkan dan diborgol.

Arkan, yang menyeret kakinya dengan sisa tenaga sambil menahan sakit luar biasa, berhasil mencapai pintu kabin yang terbuka.

Matanya membelalak melihat Gladis yang tergeletak tak berdaya.

"GLADIIIIIS!!!"

1
Linda Liddia
Ayooo syila kamu pasti bisa 💪💪💪
Linda Liddia
Makasih udh up lg kk othor..
my name is pho: sama-sama kak🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
Vita Vita ambisi kamu untuk menjadi istrinya Gerald sudah menyebabkan kamu jadi gila, dan sekarang terima konsekuensinya kamu berurusan dengan aparat hukum
Linda Liddia
Akhirnya kebenaran terungkap..Emang keren bgt Kapten Arkan langsung sigap..
Makasih kk othor udh up 2 bab nti up lg yg banyak geh 🤣
my name is pho: ditunggu ya kak🥰
total 1 replies
Linda Liddia
Wiiihhh paraaahhh bgt si vita emangnya gegara cinta ditolak org bisa jadi gila bisa berbuat apa saja
Ariany Sudjana
aduh kok jadi begini ceritanya? kemarin psikopat Delon, sekarang Vita juga jadi psikopat
Linda Liddia
Sakiiiiitttt bgt tuh si vita..
Sabaarr ya namanya blm jodoh..
Linda Liddia
Kok kemaren & hari ini cuma up 1 bab thor..
my name is pho: sabar kak ya
kemarin hujan deras banjir kak 🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
kenapa dulu Arkan tidak langsung membunuh Elisa? malah ditahan polisi
Linda Liddia
Terima kasih udh up 3 bab..
Semangat selalu..
Ditunggu up2 selanjutnya..
Ariany Sudjana
kalau saya sih lebih suka diselesaikan dengan cara mafia yah, dibawa ke gudang bawah tanah. sayangnya bukan cerita mafia ini
Ariany Sudjana
jadi Delon itu anaknya si pelacur pirang? orang yang sudah buat Gladys bunuh diri
my name is pho: iya kak
total 1 replies
Ariany Sudjana
aduh kok ceritanya jadi begini sih? ga tega bacanya
Ariany Sudjana
sudah dinasehati papa kamu dan kamu tidak percaya arsyila, kamu ini bodoh , bodoh sekali
my name is pho: sabar kak. sabar
total 1 replies
Linda Liddia
Satu kata utk arsyila TOLOL udh di ingetin sama papa tercinta tapi masih ngeyel
my name is pho: bucin kak
total 1 replies
Linda Liddia
wah siapa kah Delon ini apakah dia punya niat yg tdk baik sama arsyila..??? Pacaran kok mesti diem2 anehkan
Linda Liddia
Wah selamat ya Gladys gak nyangka si baby twins mau punya adek..
Kk othor aku penasaran lho brp usianya si arkan ini udh tua bgt kali ya secara pernah menikah dgn ibunya Gladys & jadi ayah sambungnya gladys
my name is pho: sekitar 50 an kak
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, sehat selalu Gladys dan bayi dalam kandungan, juga si kembar dan tentu saja sang kapten
Linda Liddia
Wow selamat ya Gladys udh jadi sarjana 💃💃💃
Linda Liddia
🤣🤣🤣 cilok ya Gladys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!