NovelToon NovelToon
KEISTIMEWAAAN AZAM

KEISTIMEWAAAN AZAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror / Matabatin / Hantu / Mata Batin
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Alfrelen

kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17

Sebenarnya tidak jauh dari situ ada Kanendra yang terus mengawasi kelakuan kedua orang tersebut dan juga tuyul.

awalnya kanendra mau bertindak, tapi dia melihat si tuyul dengan langkah tengilnya sudah menghampiri kedua orang itu.

Kanendra hanya melihat saja, sampai dengan terjadinya kejadian tadi. kanendra hampir ketawa dengan tingkah laku si tuyul yang menjahili kedua orang itu.

" hehehe,,,bisa juga tuh gundul main jitak kepala orang itu, seperti aku jitak kepala dia tadi. sepertinya dia melampiaskan kesalnya tadi sama orang itu,,,hehehe,,dasar gundul " gumam Kanendra yang tertawa

Juber dan Tandil yang sudah di sepeda motornya langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut. kemudian mereka kembali ke tempat penginapan mereka. setelah sampai di kamar penginapan, mereka melihat kepala mereka di cermin dan sudah ada benjolan besar sebesar telur ayam kampung.

" aauwwww,,,sakit banget ndill, mana benjolnya besar lagi ndill,,,gila juga tuh setan, gak kira kira dia ngejitaknya " ucap Juber yang sedang bercermin

" iya ber, mana sama lagi ukuran benjol kita ber, parah banget tuh setan " kata Tandil

" udah ndill, kamu laporan terus sama mbah, aku males laporan sama dia, gak ada ahklaknya tuh orang tua " ucap Juber

" iya ber, ni aku mau laporan dulu " kata Tandil sambil mengeluarkan handphone dan menghubungi nomor mbah,

tuuttt,,,

tuuttt,,,

tuuttt,,,

panggilan terhubung ke mbah

Mbah Pono yang berada di rumahnya mendengar suara ponselnya dan melihat panggilan dari siapa, ternyata tandil yang menelpon, mbah kemudian langsung angkat panggilan tersebut.

" hallo "

" iya hallo mbah " kata Tandil

" gimana hasilnya, berhasil atau tidak " tanya Mbah Pono

" gagal mbah ! kami mau melaporkan kalo kami gagal mbah, karena pada saat kami mau masuk, kepala kami di jitak mbah, jadi kami kabur mbah " jelas Tandil

" guooblokkk !! kalian gak ada yang becus kalau kerja ! di jitak aja kalian malah kabur, harusnya kalian jitak balik,,lawan lah " ucap Mbah Pono kesal

" masalahnya mbah yang jitak kami ni penunggu rumah itu mbah, gimana caranya kami jitak balik ? mana sakit banget lagi mbah jitakannya, serasa pakek martil mbah, sampai benjol kepala kami " kata Tandil sekaligus mengeluh

" hmmmm,,,rupanya ada penjaganya rumah itu ya. baik lah, besok mbah akan ikut kalian untuk ambil benda itu. udahh jangan cengeng jadi orang, gitu aja kok ngeluh " ucap Mbah Pono

" bukan cengeng mbah, nanti mbah rasain aja sendiri gimana rasanya kena jitakan hantu penunggu rumah itu " kata Tandil

" ya sudah kalian obati dulu itu benjol kalian, besok mbah kesana " ucap Mbah Pono yang mengabaikan perkataan Tandil soal rasa sakit jitakan.

panggilan kemudian terputus. Tandil yang mau ngomong lagi malah heran saat terputus panggilan telponnya. Tandil seketika jadi begitu kesal.

" gimana ndill, apa kata mbah ? " tanya Juber

" emang sialan tuh orang tua bangke,,,main putusin aja telponnya ! dia bilang dia akan kesini, terus suruh obati benjol kita, mana aku mau bilang kirimin uang,,eeh malah di putusin aja " jelas Tandil

" nah itu dia, persis kek gitu lah perasaan ku kalo ngomong sama orang tua songong itu, makanya males aku ngomong ! nyuruhnya itu banyak tapi gak kasih modal buat kita,,geblek juga itu mbah " ucap Juber

mereka akhirnya jadi curhat kekesalan mereka terhadap mbah Pono, karena di nilai tidak ada perhatiannya sama sekali.

paginya Azam terbangun dari tidurnya dan di sana sudah ada tuyul dan Kanendra. azam yang melihat mereka jadi heran.

" om sama ndull kenapa liatin azam kek gitu " ucap Azam

" om tunggu azam bangun,,sekalian ada yang mau om tanya " kata Kanendra

" ohhh,, mau tanya apa om " ucap Azam

" azam kenal sama si gundul ini ? apa benar dia teman azam ? " tanya Kanendra

" iya om, azam kenal sama si ndull,,si ndull juga teman azam " ucap Azam

mendengar penjelasan azam kanendra jadi tersenyum, pasalnya dia lega kalau tuyul itu tidak berbohong.

" denger tuh raden, aku gak bohong kan ?! makanya raden jangan main asal jitak aja, sakit tau raden " sahut Tuyul

" terus kamu mau balas gitu ? aku kan cuma memastikan aja untuk menjaga keselamatan azam " ucap Kanendra

" kalo boleh sih aku mau ngebalesnya Raden, tapi jangan main jitak gitu dong ! kan bisa tanya dulu " kata Tuyul

" semalam kamu jitak dua orang kan ? sudah kamu lampiaskan terus apa lagi masalahnya ? malah kamu lebih keras jitaknya dari pada aku " ucap Kanendra

" hehehe,,,kok raden tau. iya raden gak usah di bahas lagi ya " kata Tuyul nyengir

tuyul sempat kaget kenapa kanendra bisa tahu kalau semalam dia sudah jitak orang.

" semalam kerja kamu bagus, sudah menghalangi kedua orang itu untuk mengambil benda pusaka yang ada di tangan azam " jelas dan puji kanendra ke tuyul

" owhh pantesan kedua orang itu mencurigakan sekali raden " kata Tuyul

" jadi tugas kamu awasi keadaan rumah ini jangan sampai ada orang jahat memasuki rumah ini " tegas kanendra

" siapp raden " jawab serius Tuyul

Azam yang mendengar percakapan itu jadi bingung, sebenarnya lagi ngomongin apa Kanendra sama si Tuyul.

di sisi lain Mbah Pono sudah dalam perjalanan menuju ke tempat penginapan anak buahnya yang koplak. Juber dan Tandil masih dalam keadaan tidur karena mereka sudah pusing akibat kepala mereka yang kena jitak.

beberapa saat kemudian mbah Pono pun tiba di tempat Juber dan Tandil. Mbah Pono lalu menuju kamar yang sudah di beri tahu oleh Tandil, sudah di depan pintu kamar. mbah Pono mengetuk pintu kamar.

Tok,,tok,,tok,,,

Tok,,tok,,tok,,,

Tok,,tok,,tok,,,

lama mengetuk pintu, pintu belum juga di bukakan. Mbah Pono jadi geram, yang awalnya pake tangan buat ketuk pintu berubah jadi kaki untuk gedor pintu kamar itu.

Dharrr,,,dharrr,,,

Dharrr,,,dharrr,,

Dharrr,,,dharrr,,

Juber dan Tandil langsung tersentak kaget dan terbangun karena mendengar gedoran pintu kamar yang keras.

" itu siapa sih gedor gedor pintu gak jelas gitu " ucap Tandil

" udah ndil biar aku yang buka pintunya,,,songong amat dia. macam punya banyak hutang aja kita di gedor gedor gitu " kata Juber

juber kemudian melangkahkan kakinya ke pintu dan membukanya.

'ceklek'

waktu mau memaki orang tersebut, Juber langsung cengengesan karena yang menggedor tadi adalah Mbah Pono.

" ehh mbah rupanya, kirain siapa tadi gedor gedor gitu, hehehe" nyengir Juber

" kenapa lama sekali bukain pintunya ?! terus kamu pikir emang siapa yang gedor haa ? gak senang kamu ber sama aku ya " ucap Mbah Pono

" ahh Mbah pikirannya jelek terus sama aku mbah. malahan senang banget aku mbah sama mbah, ya udah masuk dulu mbah biar enak ngomongnya" kata Juber dan mempersilahkan masuk

Mbah lalu masuk ke kamar mereka, Tandil kemudian melihat siapa yang masuk dan ternyata si mbah. Tandil dengan cepat pasang muka senyum walaupun awalnya geram karena terusik.

" cepet juga mbah sampenya, kirain sorean sampe sini " basa basi Tandil

" kalau aku sampe sekarang kenapa rupanya ? kalian ini bikin kesal aku aja, bisa gak sekali kali itu bikin senang aku gitu lohh " ucap Mbah Pono

Tandil dan Juber jadi mendongkol rasanya, ya mau apa lagi, orang tua kalau di lawan ya kualat, bisa bisa di kutuk nanti wkwkwwk.

1
Andri Ristianto
seperti nya bagus nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!