Laura seorang gadis yang berkeinginan menjadi model internasional. Laura seorang gadis yang suka berpakaian sexy karena memang bentuk tubuhnya yang aduhai.
Namun pertemuannya dengan Zakia membuat dia tiba-tiba berubah haluan. Laura merubah 100% penampilannya.
Laura yang tidak pernah berpacaran harus menerima perjodohan sebagai syarat untuk menjadi seorang Model oleh Orang Tuanya. Sampailah dia dipertemukan dengan seorang CEO yang terkenal dengan keganasan nya dan gila akan kebersihan.
Akankah Laura bisa menaklukan kerasnya hati sang CEO?
Akankah Laura bisa bersatu?
Yuk ikutin kisahnya..🤗🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Laura Sudah Pergi
"A-apa? lalu bagaimana respon Papi?" tanya Jason.
Jason panik. Jason takut Papi akan menyelidiki sesuatu tentang Laura dan keluarganya.
"Tidak ada. Papi cuma tersedak waktu mendengarnya," ujar Maryam.
Maryam tersenyum melihat respon putranya.
"Apa Papi marah?" tanya Jason.
Jason memang bisa bicara apa saja dengan Sang Mami tanpa mempergunakan mode galak. Didepan sang Mami dia akan berubah menjadi seekor kelinci yang menggemaskan.
"Tidak. Papi hanya diam saja. Memang siapa gadis itu?" tanya Maryam menyelidik.
"Jason nggak mau bilang. Percuma juga bilang karena tidak akan berpengaruh dengan perjodohan itu. Apa yang Papi katakan adalah harga mati," ujar Jason mengerucutkan bibirnya.
"Kau tahu nak. Anugrah tuhan yang paling besar buat Mami dan Papi adalah memiliki anak seperti Jason dan sidney. Kau tahu kenapa?" ucap Maryam. Jason menggelengkan kepala pelan.
"Karena kalian memiliki simbol kepatuhan pada Orang Tua yang mungkin tidak semua dimiliki oleh orang tua yang lain. Kalian sangat patuh akan hal baik, karena kalian percaya apapun yang Mami dan Papi lakukan pasti hal yang terbaik untuk masa depan anak-anak Papi dan Mami," sambung Maryam.
Jason meletakkan kepalanya dipangkuan sang Mami.
"Hidup itu cuma sekali Mi. Seorang gadis bisa saja menghianatiku tapi tidak dengan Orang Tuaku. Jason adalah seorang laki-laki yang tidak akan merasa rugi bila dicampakan seorang wanita. Walau suatu saat wanita yang menjadi pilihan Papi dan Mami juga menghianatiku, diluar sana masih bisa kutemukan yang lebih baik lagi," ujar Jason.
Senyum Maryam mengembang mendengar penuturan Jason.
"Apa gadis yang kamu sukai itu sangat istimewa? ceritakan sama Mami," ujar Maryam.
"Sebenarnya Jason tidak tahu apa Jason suka dia atau hanya sekedar kagum saja.Tapi jujur dia seorang gadis aneh dan menarik menurut Jason." Jawab Jason.
Jason menerawang membayangkan wajah cantik Laura.
"Aneh dan menarik?" Maryam menyimak.
"Ya. Disaat para gadis selalu histeris saat melihatku atau bertemu denganku, dia malah bersikap sebaliknya cuek dan nampak tidak perduli dengan kehadiranku. Awalnya aku merasa jengkel karena merasa diabaikan dan merasa ketampananku sudah berkurang," ucap Jason.
Maryam terkekeh mendengar tingkat kepercayaan diri anaknya itu.
"Mami tahu? kami sering kali dipertemukan dalam situasi tertentu dan tanpa sengaja. Contohnya kemarin, Jason sangat terkejut saat tahu gadis itu bisa mengendarai motor besar. Dan Mami tahu? dia juga sempat mengajak kami untuk balapan karena tersinggung mobilku mendahului motornya. Andai saja Mami melihat gayanya yang ugal-ugalan itu," sambung Jason.
Jason tersenyum dengan pancaran mata yang berbinar saat menceritakan tentang sosok Laura.
"Apa dia cantik?" tanya Maryam.
Maryam menatap Jason yang sedang menerawang seperti membayangkan sesuatu.
"Sangat cantik." Jawab Jason singkat.
"Ap-...." Kata-kata Maryam terpotong karena Jason lebih dulu mendeskripsikan tentang sosok Laura.
"Dia sangat cantik. Matanya seperti safir berwarna biru, rambutnya blonde. Tingginya pun semampai, bodynya indah dan senyumnya juga menawan," ujar Jason.
Jason mendeskripsikan semua apa yang dilihatnya baik didunia nyata maupun didunia maya. Jason memang sempat mencuri beberapa foto dimedia sosial milik Laura beberapa hari yang lalu.
"Sepertinya kamu memang sudah jatuh cinta padanya Son," ujar Maryam tersenyum.
"Maybe.Tapi Jason harus segera melupakan perasaan itu bukan?" Jawab Jason yang tiba-tiba kembali muram.
"Apa kamu mau lihat foto calon istrimu?" Maryam menawarkan.
"Tidak perlu Mi. Apapun pilihan Papi dan Mami walau wujudnya seperti kera sekalipun Jason akan terima," ucap Jason. Maryam terkekeh.
"Baiklah sayang...kamu segera minum obatmu. Setelah itu beristirahatlah, sebentar lagi adikmu akan pulang," ujar Maryam.
"Apa sidney libur kuliah?" tanya Jason.
"Ya. Kali ini sepertinya libur panjang." Jawab Maryam.
Jason mengangguk. Maryam meninggalkan Jason untuk beristirahat.
*****
Pukul 2 siang pesawat sidney telah mendarat sampai dikota J. Sidney membuka ponselnya yang ternyata sudah banyak pesan chat dari Riko. Sidney sangat senang karena yang menjemputnya adalah Riko, seorang kakak dan sekaligus pria yang diam-diam disukainya.
"Kakak udah lama nunggu?" tanya Sidney sembari melepas kaca mata hitamnya dan memeluk Riko.
"Baru sampai juga. Kamu tambah cantik aja dek," ujar Riko.
Riko mengacak rambut sidney. Wajah sidney bersemu merah saat mendengar kata pujian dari Riko.
"Benarkah? itu berarti suatu saat bisa dong kakak liat Sidney sebagai seorang wanita," ucap Sidney. Riko mengerutkan dahinya.
"Bercanda. Hahaha...." Tawa Sidney terdengar renyah ditelinga Riko.
"Kamu itu tetap adik kecilku dan tidak akan pernah berubah meskipun kelak kamu menikah dengan orang lain," ujar Riko yang kembali mengacak rambut Sidney.
"Tapi ney maunya menikah sama kak Riko. Bisakah?" batin Sidney.
"Yuk kita pulang. Mami sudah menunggu kedatanganmu," ucap Riko. Sidney mengembangkan senyumnya.
Riko dan Sidney tiba dimension setelah 1 jam kemudian. Sidney disambut hangat oleh keluarganya karena memang gadis itu sudah lama tidak pulang.
*****
Keesokan harinya...
Hari ini wajah Jason sudah tampak lebih baik dari hari kemarin. Kesehatannya berangsur membaik setelah rutin meminum obat. Jason sedang duduk ditaman belakang ditemani sidney yang sedang asyik membaca majalah.
"Kak. Pacar kakak sekarang siapa?" tanya Sidney.
Jiwa kepo sidney sedang meronta.
"Tidak ada." Jawab Jason singkat.
Jason sibuk stalking media sosial milik Laura.
"Huh. Kakak payah, ngakunya tampan padahal nggak laku. Jangan-jangan masih belum bisa move on dari sigatel itu," ujar Sidney yang langsung mendapat tatapan dingin.
"Jaga bicaramu. Kakak nggak mau mendengar kamu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas pada siapapun. Bersikap anggunlah." Hardik Jason. Sidney langsung mencebikan bibirnya.
"Ya mau gimana lagi memang itu kenyataanya. Aku sempat bertemu dengannya di Australi baru-baru ini. Dia jalan dengan Om-Om paruhbaya yang nggak tahu dia siapa," ucap Sidney.
"Andara ada di Australi? bersama Om-om." batin Jason.
"Mungkin dia lagi liburan dengan Orang tuanya." Jawab Jason yang terkesan membela Andara.
"Terserah saja. Bela saja terus," ujar Sidney.
Sidney tampak kesal melihat kebodohan kakaknya itu. Jason tidak memperdulikan raut wajah sidney yang sudah berubah drastis.Tiba-tiba Riko datang membawa beberapa map dan camilan pesanan Sidney.
"Laura sudah pergi ke London sekitar satu jam yang lalu," ujar Riko.
Jason langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang asyik stalking.
"Biarkan saja," jawab Jason.
Jason nampak tidak perduli. Namun jauh dilubuk hatinya seperti ada yang meremas, seperti ada sesuatu yang tertinggal dan ingin minta dibawa serta.
"Eh? Laura? siapa dia?" tanya Sidney penasaran.
"Salah satu peserta penerima beasiswa." Jawab Jason yang langsung disambut dengan kerutan dikening sidney.
Riko mengedipkan mata kearah Sidney. Agar gadis itu tidak lagi banyak bertanya, Sidney mengangguk tanda mengerti.
"Oh ya Son. Ini ada beberapa berkas yang butuh tanda tangan loe," ujar Riko.
Jason hanya diam dan mengambil berkas itu dari tangan Riko. Jason beranjak dari duduknya dan pergi masuk kedalam rumah.
"Kak Jason kenapa? siapa Laura kak?" tanya Sidney.
Sidney tidak mau berhenti sebelum dia memperoleh jawaban yang memuaskan.
"Patah hati kayaknya hahahaha...Laura gadis yang diam-diam Jason sukai. Tapi cintanya harus kandas karena Papi dan Mami akan menjodohkan dia dengan gadis lain," ujar Riko.
"A-apa?...
Jangan Lupa Like,Komen dan Vote🤗🙏