NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:470.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuma 60%

"Jiayi, apa yang kau bawa..?" tanya bibi Xia pada sang putri bungsu, begitu anak kesayangannya itu memasuki dapur.

Jang Jiayi antusias menjawab "ibu, ini adalah sirup Raisin, sangat manis seperti gula dan madu."

Mata bibi Xia membola sempurna dengan mulut membentuk lingkaran sebesar bola pingpong.

"Jangan membohongi ibu, sejak kapan kau menjadi nakal begini..?" sungut bibi Xia berkancah pinggang.

Wajah ceria Jang Jiayi kontan cemberut. Ia menghentakkan satu kakinya ketanah.

Gadis cilik itu menyambar mangkuk kosong, mengisinya dengan satu sendok sirup Raisin lalu dilarutkan dengan air hangat.

"Ibu coba saja kalau tidak percaya...!"

Dahi bibi Xia mengkerut, bergerak ragu mengambil cangkir yang putrinya sodorkan.

Satu seruputan, lalu dicercap. Kemudian dua tegukan tergesa, sampai air dalam mangkuk habis.

"Ini, kau mendapatkannya dari mana..?" tanya bibi Xia dengan wajah berseri.

"Bibi Jia----

Jang Jiayi menceritakan pengalamannya kehutan bersama Lizi dan Feng. Menjelaskan manfaat rempah dan bumbu yang ia bawa lalu menceritakan keadaan sahabat perempuannya serta mimpi yang didapatkan.

"Benarkah...?"

Jang Jiayi mengangguk mantap.

"Ya Dewa langit, Dewa matahari, Dewa pemilik semesta alam. Syukurlah, gadis malang itu telah sembuh dan bisa hidup normal seperti yang lain." ucap syukur bahagia bibi Xia gaungkan bagi Qing Lizi.

"Aku ingin belajar ilmu pengobatan bersama Lizi, boleh ya bu..?"

"Tentu saja boleh..!" jawab cepat bibi Xia "gadis itu sangat diberkati langit, mendapatkan berkah mimpi yang begitu berharga. Ini pasti balasan atas segala penderitaan yang ia alami selama ini."

Jang Jiayi mengangguk "benar, berkat kesabaran bibi Jia dan nenek Mei."

"Nanti sore urusan memasak serahkan padaku. Akan aku tunjukan pada ibu bagaimana cara mengolah semua bumbu ini." kata Jiayi menunjuk aneka bahan diatas meja.

Itu semua hasil pembagian rata dengan Lizi dan Feng.

Ditempat tinggal keluarga Huang juga terjadi hal serupa.

Huang Feng membuat secangkir teh untuk orangtua dan adik lelaki semata wayang, menjabarkan cara mengolah serta fungsi tanaman dan buah yang ia bawa.

"Kau ini, kenapa diterima..? mereka saja kesulitan untuk makan, apa lagi bibimu itu baru diceraikan." oceh Yu Ying, menampar lengan kekar putranya.

"Ibu, bibi Jia memaksa. Lagi pula dihutan masih banyak, sirup Raisin juga mereka ada dua toples. Besok aku akan kehutan menggali semua umbi lalu membaginya kebibi Jia."

"Memang harus begitu. Sesusah-susahnya kita, masih jauh lebih baik dari kehidupan mereka. Sekarang ada dua janda dirumah itu, ladang mereka tak seluas milik kita, gaji Qing Jian sebagai prajurit juga tidak banyak. Jangan memanfaatkan mereka."

"Ibu, aku mana berani melakukannya..? memangnya putramu ini sejahat itu..?"

"Tentu saja tidak..!" sambar cepat Yu Ying.

"Kedua putraku sangat hebat, berhati bersih. Ibu yakin kalian tidak akan mungkin tega mengecewakan kami sebagai orangtua dan leluhur kita."

Huang Feng mengajari bibi Ying mengolah umbi dengan menggunakan per bumbuan yang didapat dihutan.

Pada akhirnya, tiga rumah didesa Zitan makan malam dengan sup dan tumis berbumbu. Enak, semua puas. Tak lagi cuma rasa asin atau hambar karena garam habis.

Malam hari dirumah keluarga Qing.

"Selamat nona..! berkat kebaikanmu berbagi pengetahuan, bahan makanan, air roh spiritual dan membuka awal perubahan dalam hal per bumbuan. Alam dimensi jiwa milikmu naik level."

Qing Lizi yang baru mengunci pintu kamar melonjak kaget, suara Qiao An menggema nyaring disunyinya kamar berukir 50 x 50 itu.

"Benarkah..!" pekik Qing Shi spontan.

"Nona..!"

"Ups..!" Lizi membekap mulutnya erat.

Gadis itu berdehem "ruangan apa yang terbuka..?"

"Nona bisa memilih sendiri."

Qing Lizi makin girang. Ternyata ia bisa menentukan dan mengatur alam dimensi jiwa sesuka hatinya.

"Em, aku ingin semua peralatan medis dan obat-obat yang ada diabad modern."

"Tidak makanan..?"

"Tidak, itu nanti saja."

Awalnya Lizi memang menginginkan bahan pangan komplit, seperti supermarket, lahan pertanian dan perkebunan.

Namun setelah tadi pergi kehutan, ia tahu ada banyak sumber daya disana yang bisa dimanfaatkan menjadi makanan.

"Baik, karena nona menyelesaikan misi lebih dari satu persoalan, maka level ruangan yang terbuka 60%."

"Yaa, kenapa begitu..?"

"Itu aturannya nona, tidak ada bantahan. Nona belum memiliki kekuatan, otomatis terbukanya ruang yang terkunci tidak bisa langsung 100%"

Qing Lizi berdecak keras, menggertakan gigi seraya meninju udara.

"Dasar pelit..!" maki Qing Lizi.

Qiao An abai, ia memproses pembukaan alam dimensi jiwa seperti yang majikannya mau.

"Silahkan diperiksa nona, apotik abad modern sudah terbuka."

Qing Lizi mendengus, memutar iris korneanya kesal.

Gadis itu menutup mata, mengusap permukaan cincin lembut.

Dua detik ia sudah berpindah.

Alam dimensi miliknya bertambah luas satu kilo meter, disana apotik modern berdiri.

Bangunan dua lantai dengan arsitektur era kehidupan lamanya. Berdinding beton bercat putih salju, dengan rak-rak serbaguna dan etalase kaca.

Lizi memeriksanya dengan cermat. Peralatan medis dan obat-obat tersusun rapi meski memang belum komplit.

Lantai pertama semua peralatan medis modern tersedia dari awal pertama kali benda itu ditemukan sampai keversi terbaru.

Lantai dua obat-obatan. Sama halnya seperti dilantai bawah, disini juga belum lengkap.

Empat puluh persen lagi, Qing Lizi akan giat melakukan misi sekaligus memperkuat fisik dan kemampuan tubuhnya.

"Qiao An, apa yang tidak ada didinasti Hongcu ini..? atau yang sulit didapat karena sangat langka..?"

"Banyak nona..! ini abad kedua terbentuknya dunia manusia yang mengenal adab dan etika. Jiwa nona dibawa kemasa ini, tentu memiliki maksud. Seiring berjalannya waktu, nona akan mengerti semua sendiri."

"Abad sebelumnya bagaimana..?"

"Semua sama seperti sekarang, tapi belum ada gula, kain sutra dan kertas. Bahkan abad pertama semua manusia telanjang, kanibal, tak beretika dan menganut hukum rimba."

Qing Lizi mendesis, bulu kuduknya sontak saja berdiri merinding.

Tidak bisa dibayangkan kalau dirinya terlempar diabad pertama. Pasti Qing Lizi akan memilih untuk mati lagi saja.

"Memangnya apa yang nona butuhkan..?"

"Uang...!"

Tubuh naga putih bertiara merah delima Qiao An langsung terhempas lemah ketanah.

Kenapa semua orang didunia hanya menginginkan satu hal, uang..?

Bahkan uang lebih berharga dari nyawa dan perasaan.

Dari masa antah berantah hingga diera semua serba digital, manusia yang hidup didunia amat mengidolakan uang.

Kerja mati-matian demi uang.

Berbuat kejahatan, korupsi lupa daratan dan Tuhan. Cuma karena uang, keserakahan membeli kekuasaan dan moral.

Uang, secuil kertas dan logam yang bisa merubah dunia dalam sekejab mata.

Retina Qing Lizi menyipit, melihat kelakuan Qiao An.

"kenapa kau..?"

"Tidak apa-apa..!" jawab malas sang naga betina "nona, sebaiknya kau keluar. Aku ingin tidur..!"

"Hei, tempat ini milikku, enak saja kau mengusirku."

"Jangan lupa kalau aku yang menjaganya, aku bisa melakukan apa saja. Jadi, berbaik hatilah padaku nona..!"

"Ck, sialan..!"

"Nona...!"

"Diam kau...!"

Qing Lizi langsung meninggalkan alam dimensi jiwa, merebahkan tubuhnya keranjang kayu berkasur tipis, menarik selimut lusuh lalu terlelap tidur.

1
Memyr 67
𝖾𝖼𝗂𝗒𝖾 𝗉𝖽𝗄𝗍 𝗒𝗈𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖺 𝗃𝗂𝖺𝗇
Memyr 67
𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖻𝖾𝖽𝖺 𝗃𝖺𝗎𝗁. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝗃𝖺𝖽𝗂𝗄𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄. 𝖽𝗂 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗋𝖺𝗍𝗎. 𝖺𝗇𝗍𝖺𝗋𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗎𝖽𝖺𝗄 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝗃𝖺𝗎𝗁 𝗄𝖺𝗇𝗀 𝖼𝗎𝗒𝖺𝗇, 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗅𝖺𝗄𝗂.
Babe Babe
sepertinya ceritanya menarik
SENJA
udah mau mati masih aja jahat astaga 😤🤮
SENJA
bener juga sih 🤣
Babe Babe
aku baru baca
SENJA
jahat perdana mentri, memang pantes disiksa 😤
Memyr 67
𝗁𝖾𝗁𝖾𝗁𝗁 𝗂𝗋𝗂 𝖽𝖾𝗇𝗀𝗄𝗂 𝖺𝗃𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗃𝖺𝗁𝖺𝗍 𝖺𝗃𝖺, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗒𝗀 𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝖻𝗎 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂, 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍
Memyr 67
𝗆𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖼𝗂 𝗃𝗎𝗀𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖺𝗉𝖺? 𝖽𝗂𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝖺𝗉𝖺𝗉𝗎𝗇 𝗍𝖾𝗇𝗍𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗓𝗂 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗆𝗀
Memyr 67
𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺. 𝗒𝗀 𝗉𝖾𝗇𝗍𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝗋𝖾𝖺𝖽𝖾𝗋.
Shena R
Kerana uang ada lah segalanya 🤭🤭🤭
Memyr 67
𝗎𝗅𝖺𝗋 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗁𝗄𝗈𝗍𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁. 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗂𝗁 𝖽𝗈𝗇𝗀. 𝖻𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝖺 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Shena R
Wow💪😍🤭
Datu Zahra
Terharu, Lizi baik banget ❤️❤️❤️
Osie
lizi mau donk satu pil nya buat benerin jari tanganku yg putus pasca laka lantas
miss blue 💙💙💙
aq ampe lupa sama ibunya lizy 😭😭😭
@Mita🥰
lanjut thor 😍😍😍
Atik Kiswati
lnjt....
Wiwin Ma Vinha
bikin🥺🥺 nih cerita eps kali ini
Datu Zahra
ada liagi weh portal teleportasi, ah katrok kalian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!