NovelToon NovelToon
Dinikahi Duda Mandul!!

Dinikahi Duda Mandul!!

Status: tamat
Genre:Janda / Duda / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hanela cantik

Kirana menatap kedua anaknya dengan sedih. Arka, yang baru berusia delapan tahun, dan Tiara, yang berusia lima tahun. Setelah kematian suaminya, Arya, tiga tahun yang lalu, Kirana memilih untuk tidak menikah lagi. Ia bertekad, apa pun yang terjadi, ia akan menjadi pelindung tunggal bagi dua harta yang ditinggalkan suaminya.

Meskipun hidup mereka pas-pasan, di mana Kirana bekerja sebagai karyawan di sebuah toko sembako dengan gaji yang hanya cukup untuk menyambung makan harian, ia berusaha menutupi kepahitan hidupnya dengan senyum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Yuda baru pulang sore ini. Entah mengapa, sejak kejadian di toko kemarin, hatinya seperti punya arah baru. Sesuatu yang membuatnya ingin memperlambat langkah, seolah berharap bisa pulang bersama.

Setibanya di jalan dekat gang toko, Yuda kembali memelankan laju motornya. Waktunya sudah sangat pas, sedikit lewat dari jam kepulangan Kirana. Ia menyusuri jalan pelan-pelan, matanya mencari sosok Kirana yang biasa berjalan kaki membawa tas belanjaan.

Satu menit berlalu. Yuda sudah melewati toko itu, namun Kirana tidak terlihat.

Yuda mengernyit. Ia putar balik motornya dan kembali ke depan toko. Pintu toko sudah tertutup rapat. Hanya ada beberapa pembeli yang lalu-lalang, tetapi tidak ada Kirana.

“Aduh, kok enggak ada, ya?” gumam Yuda dalam hati. “Apa dia pulang lebih cepat? Atau ada urusan lain?”

Ia merasa kecewa. Penantian yang ia sengaja lakukan di pabrik terasa sia-sia. Ia menoleh ke arah jalan yang biasa dilalui Kirana, berharap wanita itu muncul dari kejauhan, tapi nihil.

Hatinya merosot pelan. Ada kecewa yang menggelayut tanpa alasan jelas. Dia bahkan tak berhak menunggu, tapi tetap saja… perasaan itu muncul. Mungkin Kirana sedang lembur? Atau menjemput anaknya lebih cepat? Atau sengaja menghindar?

Yuda akhirnya menarik napas panjang dan kembali masuk ke motornya.

“Yud, kamu berharap terlalu jauh,” gumamnya pahit sambil menyalakan mesin. Ia pulang dengan kepala penuh tanya yang tak punya jawaban.

Malam hari, Yuda sedang duduk di sofa ruang keluarga, membaca koran dengan pikiran yang masih melayang pada Kirana. Ia belum sempat menghubungi Kirana, karena takut terlalu mengganggu.

Lasma muncul dari dapur, membawa sebuah kotak kue yang terbungkus rapi.

“Yud, antar ini sebentar,” kata Lasma, menyerahkan kotak kue cokelat itu.

Mata Yuda langsung berbinar. “Ke mana, Bu?”

“Ya ke rumah Kirana, dong,” jawab Lasma sambil tersenyum. " ibu buat kue ini lagi, waktu itu arka sama Tiara sua banget sama ini kue"

Semangat Yuda langsung bangkit. Ini adalah kesempatan yang ia butuhkan!

“Siap, Bu! Yuda antar sekarang,” ujar Yuda, segera mengambil kunci mobil. Ia tidak mau lagi mengambil risiko dengan motor di malam hari.

Yuda tiba di depan rumah Kirana. Ia mengambil kotak kue, lalu berjalan ke pintu dan mengetuknya pelan.

Tidak lama kemudian, pintu terbuka. Namun, yang muncul bukanlah Kirana, melainkan Arka, putranya. Wajah Arka terlihat pucat dan dipenuhi air mata.

“Arka? Kenapa, Nak?” tanya Yuda terkejut, melihat kondisi Arka yang menangis.

Arka tidak menjawab, ia hanya terisak dan menarik tangan Yuda. “Om Yuda! Tolong!”

Yuda segera meletakkan kotak kue di lantai dan berjongkok.

“Tolong apa, Sayang? Bilang sama Om!”

Saat itulah, dari dalam rumah, terdengar suara Kirana. Suara yang penuh dengan keputusasaan dan kesakitan.

“Tiara! Sayang! Sadar, Nak! Astaga!” Terdengar isakan keras dari Kirana.

Tanpa berpikir panjang, Yuda mendorong pintu yang terbuka itu, lalu berlari masuk mengikuti sumber suara. Arka terus menangis di belakangnya.

Yuda tiba di kamar tidur yang remang-remang. Pemandangan di depannya membuat jantungnya mencelos.

Kirana duduk di lantai, memangku Tiara yang terkulai lemas. Kirana sedang menepuk-nepuk pipi Tiara dengan panik, wajahnya basah oleh air mata.

Ia terlalu fokus pada Tiara hingga tidak menyadari Yuda sudah berdiri di ambang pintu.

“Mbak Kirana!” seru Yuda.

Kirana terlonjak kaget dan mendongak. Matanya yang merah bengkak menatap Yuda dengan pandangan kosong, tidak menyangka ada orang lain di sana.

“Mas Yuda?” bisik Kirana, suaranya tercekat.

“Maafkan saya, Mbak! Saya lancang masuk tanpa permisi,” kata Yuda cepat. Namun, ia tidak memberikan waktu untuk Kirana merespons. Yuda melihat wajah Tiara yang pucat dan tubuhnya yang menegang karena kejang demam.

Yuda segera mengambil alih kendali. Instingnya mengambil alih kepanikan.

“Jangan panik, Mbak! Kita bawa dia ke rumah sakit sekarang!” perintah Yuda tegas.

Tanpa menunggu Kirana menjawab, Yuda langsung mengangkat tubuh Tiara dari pangkuan Kirana.

"Mbak kita bawa Tiara sekarang kerumah sakit. Nanti makin lama dibiarkan bisa bahaya" ucap Yuda sambil keluar menggendong Tiara dipelukannya.

Yuda menggendong Tiara yang terbungkus selimut, bergegas menuju mobilnya. Kirana, yang masih gemetar karena syok, cepat-cepat mengambil dompet dan tasnya, lalu berlari menyusul Yuda. Arka menangis kencang, memeluk erat pinggang Kirana.

“Arka, tenang sayang. Jangan nangis, ya. Kita mau bawa Tiara sembuh,” bisik Kirana, mencoba menenangkan Arka sambil melangkah cepat.

Yuda membuka pintu mobilnya. Ia meletakkan Tiara dengan hati-hati di kursi belakang yang sudah ia rebahkan sedikit.

“Mbak Kirana duduk di belakang saja, temani Tiara,” pinta Yuda.

Kirana segera masuk. Arka yang masih menangis histeris ikut masuk, duduk di samping Ibunya. Yuda menutup pintu, dan dalam hitungan detik, ia sudah berada di balik kemudi.

Sepanjang perjalanan yang terasa sangat lama, Kirana terus memeluk Tiara, meremas tangan putrinya sambil melantunkan doa. Arka menangis di pelukan Kirana yang lain.

Melihat kaca spion, Yuda melihat betapa paniknya Kirana. Wajah wanita itu tampak pucat, air mata membasahi pipinya.

“Mbak Kirana, tenang. Tarik napas, Mbak,” ujar Yuda, suaranya berusaha terdengar mantap. “Tiara akan baik-baik saja. Kejang demam pada anak itu biasa terjadi. Kita sudah cepat. Dokter pasti bisa menanganinya.”

Kirana menggeleng, isakannya semakin keras. “Saya takut, Mas. Saya takut sekali…”

Setibanya di IGD rumah sakit, Yuda segera membunyikan klakson dan berteriak meminta bantuan. Para perawat langsung sigap membawa Tiara menggunakan stretcher. Kirana mengikuti langkah perawat dengan mata kosong, sementara Arka masih menangis kencang.

Di area tunggu pendaftaran, Yuda segera mengurus administrasi. Ia melihat Kirana berdiri kaku, menatap pintu IGD tempat Tiara dibawa masuk.

Yuda mendekati Kirana. Arka yang menangis keras, masih memeluk kaki Ibunya, membuat Kirana tidak bisa bergerak dan fokus.

“Mbak, biar saya yang gendong Arka,” kata Yuda lembut.

Kirana mendongak. “Tidak usah, Mas. Maaf, saya jadi merepotkan.”

Ia dengan sigap mengangkat tubuh Arka, menariknya dari pelukan Kirana.

Arka, yang tadinya menolak, terdiam sejenak ketika diangkat Yuda. Yuda mendekap Arka dengan kuat, menepuk-nepuk punggungnya.

“Arka, jagoan. Sudah ya nangisnya. Om di sini. Om akan bantu Bunda. Tiara pasti sembuh,” bisik Yuda di telinga Arka. Perlahan, isakan Arka mereda, ia menenggelamkan wajahnya di bahu Yuda. Syoknya mulai mereda dalam pelukan Yuda.

Setelah Arka tenang di gendongannya, Yuda kembali menatap Kirana. Kirana masih gemetar, pandangannya ke mana-mana.

1
Talnis Marsy
kok bisa arka suka sama Lilis?? kan saudara dekat bapaknya kakak adek sama ibunya Lilis.
emang boleh nya nikah?
Nengsih17
sudah hamil tua kenapa masih bertahan di kamar lantai 2 ya, bukannya lebih baik pindah ke lantai bawah
Ghiffari Zaka
duh dasar Mak Mak ya....,sabar ya Ra,Yuda ujiannya banyak yu,selain emak2 yg julid aja jg tu si ulat Keket laura🤭🤭🤭
sabar2 ya.....🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
hadduuuh...ibu2 nyinyir tu ya gt,harus di tampil sm yg nerah2 segepok br diem😂😂😂😂,
selamat ya Ra,Yuda semoga SAMAWA🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
😂😂😂duuuh malunyaaaaa🙈🙈🙈🙈🙈
Ghiffari Zaka
AQ kok jadi pusing ya?????,
ni mobilnya hitam apa putih to?????
Ghiffari Zaka
tuh kaaaan,apa yg AQ khawatirkan akhirnya terjadi kan....wiiiiih kasihan loh itu bocah pasti nnt trauma dech....
Ghiffari Zaka
GK bs komen thooor🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
wah ini ni yg buat ser seran....pasti dlm kurun waktu itu,akan di manfaatkan Laura buat menghancurkan dan merusak perasaan Kirana ke Yuda,waaaah...pahit pahit lok mmng gini ceritanya.....
Ghiffari Zaka
bagus Yuda,AQ suka karena km tegas,km melindungi,tp km hrs ttp waspada takutnya Laura itu licik dan mlh menyakiti kinara dan ank2nya....
Ghiffari Zaka
hati2 Yudi,waspada,takutnya nnt dia mencelakai Kirana dan ank2nya.....
Ghiffari Zaka
ya Allah....nyesek bngt ya.....
Ghiffari Zaka
terima aja Kirana....kalian ud sm2 dewasa dan sama2 punya pengalaman berumah tangga,yah walau GK sm akhirnya tp ttp punya pengalaman kan...
Ghiffari Zaka
mantap Yuda,JD lah laki2 yg gantle🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
AQ GK bs komen thooor......
biarlah AQ pasrahkan nasib mereka di ujung jarimu thooor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
AQ masih nyimak Thor....sambil mikir tentunya,mikir kira2 apa aja yg di bawa sm Bu lama,soalnya SMP mobil penuh loh😬😬😬😬
Ghiffari Zaka
lanjut thooor.....
Ghiffari Zaka
berarti kebaikan dr tuda jangan km tolak ya Kiara.....semoga km berjodoh aja deh sm yuda🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
dengan kejadian ini semoga membuka hati dan cara fikir Kiara,disini lah baru kita tau peran seorang lelaki itu sangat kita butuhkan di samping wanita,kita gak bs abai dengan itu,dan karena itulah Allah memasang masangkan kita di dunia ini🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
duh terenyuh bngt AQ bacanya...AQ jadi bayangin gmn perasaan seorg ibu,ketika ank sakit tp GK ada biaya buat berobat....AQ gak kuat thooor...karena AQ pernah di posisi itu dan Alhamdulillah ada yg baik hati menolong aq😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!