NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Denganmu Saja

Ethan menepuk bahu Raga keras, “Bagaimana situasinya?” suaranya rendah dan tajam.

Raga menurunkan teropong thermalnya, bersandar pada dinding lambung kapal yang berkarat.

“Akhirnya kau datang,” gumamnya menegakkan tubuh. “Aku tidak mengenali siapa pun di dalam sana, Ethan. Kupikir ada pihak ketiga yang sengaja mencampuri transaksi kita.”

Ponsel Celine berpendar, permintaan terhubung dari Rega. Ia menggeser layar cepat, seketika mata bulatnya menyipit tajam.

“Ini tidak masuk akal,” ucap Celine pelan, ia menunjukkan layarnya pada Ethan. “Montgomery versus Montgomery.”

Ethan bergeming sesaat sebelum rahangnya mengeras. Ia mengambil ponselnya dan menekan satu nomor dengan dingin.

“Berhenti ikut campur urusanku, Paman,” ucapnya datar, penuh tekanan.

Tawa renyah terdengar dari seberang, tawa yang hanya membuat suasana semakin mencekik.

“Kau terlalu pemarah, Ethan. Apa maksudmu? Aku bahkan belum melakukan apa pun.”

“Bukan kau, tapi bocah itu.” Nada Ethan berubah gelap, nyaris menggeram. “Sampaikan padanya untuk berhenti, atau aku benar-benar akan menghabisinya.”

Tak ada jawaban. Keheningan di seberang sana menandakan satu hal, orang itu tahu Ethan tidak sedang berbicara dalam metafora.

Celine dan Raga saling melirik.

“Well,” Celine menarik napas dan menyimpan ponselnya, “ternyata ini hanya prank.”

Ia mencopot rompi anti pelurunya dan menyerahkannya pada Raga. Gerakannya anggun, seperti seorang putri yang bosan menghadapi kekacauan.

“Aku tahu kalian bisa mengurus sisanya,” katanya sambil mengedip, nada menggoda dan berbahaya dalam satu waktu.

Gaun hitamnya sudah terkoyak, untung saja heels stiletto masih terpasang kokoh di kakinya. Dengan satu gerakan anggun, ia melepaskan ikatan rambutnya. Gelombang cokelat keemasannya jatuh ke bahu, mengubah dirinya dari prajurit gelap menjadi sosialita yang siap untuk berpesta.

Celine melangkah menuju kapal pesiar yang dipenuhi cahaya temaram dan musik malam yang mewah.

“Wow…” bisiknya ringan, jemari menyisir rambutnya. “Night party yang menyenangkan.”

“Celine,” panggil Ethan dari belakang, nadanya penuh ancaman. “Jangan macam-macam.”

Ia melepaskan rompinya sendiri dan melemparkannya pada Raga. “Urus tikus kecil itu,” perintahnya pendek, sebelum mengejar Celine yang sudah menaiki gangway kapal.

Raga mematung, menatap dua rompi mahal yang kini menumpuk di tangannya.

“Andaikan aku tahu begini,” gumamnya muram, “aku akan pura-pura tidur waktu Sambo menghubungi.”

Plung! Dua rompi jatuh ke laut tanpa peringatan.

“Menjadi asisten pewaris Montgomery adalah pekerjaan paling menyedihkan di dunia,” desisnya.

Ethan berhenti di ambang pintu lounge VIP kapal pesiar, rahangnya mengeras saat matanya menangkap sosok yang tidak seharusnya berada di sana. Celine berdiri di tengah kerumunan, tubuhnya bergerak mengikuti irama bass yang menghentak lantai kayu kapal. Rambutnya yang terurai bergoyang lembut setiap kali ia memutar tubuh. Gaun hitam koyak itu justru membuatnya semakin menggoda. Beberapa pria bersiul, bahkan terang-terangan mengikuti setiap arah gerakan tubuhnya.

Ethan merasa darahnya naik tanpa izin. Amarah dan kepemilikan bercampur menjadi satu membuatnya ingin membungkam seluruh ruangan detik ini juga.

“Gadis nakal…” bisiknya dalam.

Tanpa menunggu jeda, Ethan menerobos kerumunan dan meraih pergelangan tangan Celine tegas.

Celine terbelalak. “Ethan, aku masih ingin di sini,” gerutunya manja.

Pria itu tidak menjawab, tapi genggamannya panas dan kuat. Larangan absolut yang tidak memberi pilihan.

Celine mendengus kesal, menoleh sekali lagi ke arah lampu-lampu neon yang berputar, pada musik yang membuat tubuhnya ingin terus menari. Ia sangat menyukai pesta, tapi… ia lebih menyukai pria yang sedang menariknya keluar dari surga ini.

Gadis itu perlahan merilekskan lengannya, sudut bibirnya perlahan terangkat. Jemarinya bergerak sedikit, membiarkan dirinya ditarik tanpa perlawanan. Heelsnya mengetuk lantai kapal dengan ritme halus yang selaras dengan kaki Ethan.

Ethan menarik Celine melewati pesisir pantai, semakin jauh dari pelabuhan hingga suara mesin kapal tenggelam dalam desir ombak. Mereka keluar dari jalan belakang, jalan berpasir yang gelap tanpa penerangan memadai. Hamparan pasir menyulitkan langkah Celine, heels tinggi yang ia kenakan tenggelam dan tersangkut di setiap langkah.

Napasnya terengah, rambut panjangnya berkibar diterpa angin laut yang lembab. Tali heels yang tipis menggesek kulit pergelangan kakinya, meninggalkan garis merah yang mulai perih. Ia sempat meringis kecil, tapi tidak mengucapkan keluhan apa pun. Genggaman Ethan yang kokoh di tangannya lebih dari cukup untuk membuat rasa sakit itu menguap.

Langkah Celine terhenti tiba-tiba, menahan tangan Ethan.

“Ada apa?” Pria itu menoleh cepat.

Celine tidak menjawab. Ia berjinjit, sedikit goyah tapi cukup tinggi untuk meraih belakang leher Ethan, menarik wajah pria itu turun dan menyatukan bibir mereka. Celine memejamkan mata lama. Dan ketika kelopak matanya perlahan terbuka, sorot matanya bersinggungan dengan sorot gelap Ethan.

Ethan memejamkan mata, mengubah kecupan menjadi lumatan yang dalam. Tangannya naik ke punggung Celine, jemarinya menyusuri tulang gaun, menarik tubuhnya lebih rapat. Ciuman itu memanjang, menghangatkan udara dingin yang berhembus liar dari pantai.

Lampu-lampu dermaga dari kejauhan berkelip memantul di permukaan laut seperti ribuan bintang yang terjatuh ke air. Ombak lembut menyapu pasir dekat kaki mereka, membawa suara menenangkan yang menjadi latar bagi detak jantung keduanya.

Celine duduk di tepian dermaga, memeluk lengan Ethan di sisinya erat sembari menggoyangkan kakinya. Setidaknya sampai Ethan tiba-tiba bangkit dan berlutut di kakinya.

“Ada apa, Ethan?” tanya Celine penuh tanya.

Pria itu mendengus, menarik pergelangan kaki Celine tanpa izin, lalu melepas heels mahal yang sejak tadi menyiksa kulitnya. Ia memutar botol air mineral, membuka tutupnya dengan satu tangan, dan menuangkannya langsung ke luka kecil di pergelangan kaki Celine.

“Ssssh sakit…” Celine meringis, bahunya naik menahan perih.

Ethan justru menekan sedikit area lukanya dengan sengaja dan tanpa ekspresi.

“Aww! Ethan! Kau menyakitiku!” Celine cemberut, bibirnya mengerucut, tapi sayangnya tidak cukup untuk meluluhkan Ethan.

“Jangan ceroboh,” suara Ethan datar, dingin, tapi matanya sempat turun memeriksa luka itu sekali lagi. “Aku tidak suka.”

Celine menunduk kecil. “Maaf…” ucapnya pelan, hampir terdengar seperti bisikan.

Ethan menghela napas panjang seolah sedang memadamkan amarah di hatinya.

“Ayo kita pulang.”

Celine langsung mengangkat kedua tangan, ekspresinya berubah manja.

“Gendong.”

Ethan mendengus. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melempar botol air mineral kosong ke tempat sampah tepat sasaran, lalu berjongkok membelakangi Celine.

Celine tersenyum lebar, ia naik ke punggung Ethan seperti anak kecil yang menemukan bahagianya. Ethan berdiri perlahan, kedua tangannya menahan paha Celine agar tidak jatuh, sementara tangan kanan memegang heels wanita itu.

Celine menyandarkan kepala di punggung lebar Ethan. Rasanya hangat dan aman, batinnya.

“Kau terlalu ringan, Celine. Hentikan diet murahanmu itu dan makanlah dengan banyak.” Suara Ethan memecah keheningan.

Celine menggeleng, “Aku tidak ingin gemuk, Ethan. Kau tidak menyukainya.”

Langkah Ethan terhenti, “Kapan aku mengatakan itu?”

“Waktu kita SMA, kau meminta Sambo untuk menurunkan berat badannya sebagai syarat untuk bergabung dengan Amox.”

Ethan menoleh kebelakang, lalu menghela napas kasar sebelum kembali melangkah dalam kegelapan.

“Jangan mengingatnya lagi!” perintahnya dingin.

Di bawah langit malam yang indah dan suara ombak memeluk pantai, Ethan berjalan tanpa tergesa membawa Celine di punggungnya.

1
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
/Facepalm//Facepalm/ bisa aja alasannya.
Diva Yuwena
Si cantikan lama" obsesi sama ethan😬
Fazira Aisyah
Rega memang yg ter Best 👍👍👍
Fazira Aisyah
Keputusan yg bijak Celine walau bikin aku mewek 😭😭😭, Kalian memang harus saling berjauhan dulu, saling menjauh dan jgn bertemu, dgn saling berjauhan kalian akan mengerti perasaan dan hati masing-masing, terutama Untuk Ethan. dan bertemu lah kembali dalam keadaan yg lebih baik dan siap, tanpa ada paksaan dr siapanya piur dari ❤ sendiri, Semoga dengan langkah yg di ambil Celine ini, Ethan akan Menyadari perasaan Cinta yg tanpa paksaan, atau cinta yg sdh terlanjur terbiasa dr kecil, atau apapun itu.,..
Fbian Danish
huaaaaaa😭😭😭😭😭😭 km bikin aku nangis tengah malam tor...... setelah bolak balik nungguin km up, akhirnyaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RAIN GUNAWAN: ikut sedih😭😭😭
total 1 replies
Irma Luthfah
si tika ini dia ko muka tembok bangettt yah.. gak tau diri
Rahayu Ayu
Rega.... Rega.... aksi mu sungguh luar biasa,
Berharap Cantika kapok oleh ancaman Rega, kalaupun si Cantika mau mencoba lagi jadi racun untuk si SEthan, berharap Rega juga tidak melupakan dan merealisasikan ancamannya.
sagi🏹
selama Cantika masih berkeliaran di sekitar Ethan maka hubungan Ethan dan Celine tidak akan pernah ada titik temu dan tidak akan pernah membaik selagi Cantika masih menghantui kehidupan mereka.
itin
haisshhhhh.... rega terlalu bermain main dgn cantika ntar jatuh cinta baru nyaho loh.... males lihat ethan berharap di rega ehhhh podo ae 🤭😁
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aduh jgn 😭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Semoga Cantika kapok ,gak coba ganggu Ethan lagi...
Kalau aku sih dukung Cantika,bisa liat juga gimana kata hati Ethan...mau tetap ngurus Cantika atau fokus ke Celine... Rega,kamu ganggu Cantika aja,udah berbinar tuh matanya liat Ethan.akhirnya mewek liat pisau mu 😆😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aku jadi penasaran.. gimana cara Ethan buat jauhin Cantika 🤭
total 5 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Astaga apa maksudnya manggil² Ethan 🤣 bener-bener ga punya muka
astr.id_est
haish si ular ni belum di pecat k...
mampus kau 🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
masih juga gatel deketin Ethan...
baru di gertak Rega aja udah nangis, gimana mau jadi pendamping Ethan 😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
colok ni 😒
Felycia R. Fernandez
Regan ini teman sejati Celine...💗
Felycia R. Fernandez
ulat bulu mulai naik daun...
Felycia R. Fernandez: jijay aku kk 🤣
total 2 replies
astr.id_est
Aaaa celine ku harap kau selalu bahagia....☺
murni l.toruan
Pilihan hidup adalah kita yang memilihnya, jangan menyesal telah salah pilih Ethan
Laztrii Aryyanna
tumben,,,,,, syudah waras kah Skrang 🤣
siska nirmala
ceritanya keren...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!