Seorang gadis cantik berusia 18 tahun bernama Tiara, terpaksa menikah dengan Kenan, Boss Ayahnya yang berusia 26 tahun untuk melunasi hutang Ayahnya.
Awalnya Tiara menolak karena ia masih ingin melanjutkan pendidikannya, tapi Kenan memaksanya sehingga Tiara tidak dapat menolaknya.
Tiara juga harus menerima kenyataan, setelah menikah dia hanya dianggap pelayan.Kenan sendiri sebenarnya memiliki seorang kekasih.
Penasaran sama kisah mereka?
Simak aja ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Setelah makan malam Tiara mandi karena belum mandi dari tadi.Saat mandi Tiara merasa kepalanya pusing.Tiara menganggap kalau dia masuk angin.Selesai mandi Tiara melilitkan handuk ditubuhnya.Ia lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.Seketika listrik padam,Tiara takut gelap.Ia buru-buru dari kamar mandi.Saking takutnya ia lupa kalau belum pakai baju dan hanya menggunakan handuk.
"Bi Sumi! Bi Sumi! Bi Sumi!,"teriak Tiara hampir menangis.Bi Sumi juga tidak muncul.Tiara juga tidak tahu Bi Sumi ada dimana.
"Aku takut.Bi Sumi dimana sih? , "batin Tiara.
Tiba-tiba ada seseorang menyalakan senter ponsel depannya.Tiara mengira itu Bi Sumi karena suasan gelap dan tidak bisa melihatnya dengan jelas.Apalagi posisi orang itu membelakangi Tiara.Tiara lalu memeluk orang itu tanpa ragu-ragu karena ketakutan.
"Bi... Darimana aja sih?Aku takut,"ucap Tiara.Kenan kaget Tiara memeluknya dari belakang.Kenan juga merasa kalau Tiara tubunhya hangat seperti orang demam.
"Tiara lepas,"ucap Kenan sambil melepas pelukan Tiara.Tiara kaget mendengar suara Kenan.Ia ternyata memeluk Kenan,tapi Tiara enggan melepas pelukannya karena takut gelap.
"Maaf Tuan.Saya takut gelap,"ucap Tiara sambil menangis dan semangis erat memeluk Kenan.
Kenan tetap berusaha melepas pelukan Tiara, karena terus bergulat handuk Tiara melorot dan ponsel Kenan jatuh.Namun tiba-tiba Tiara mendadak pingsan.Kenan langsung menahan tubuh Tiara agar tidak jatuh kelantai dan tanpa sengaja Kenan merasa memegang sesuatu yang kenyal dan padat.
"Apa yang aku pegang,"batin Kenan.
Seketika lampunya nyala.Kenan lalu kaget memegang payudara kecil Tiara.Ia juga kaget melihat Tiara tanpa busana karena handuknya melorot.
"Tubuhnya begitu indah tidak ada cacat sedikitpun,pasti dia merawatnya dengan baik.Bagian itunyapun terlihat masih rapat dan kencang, pasti belum ada yang menyentuhnya.Tunggu,Kenapa pikiranku jadi aneh-aneh gini?Sadar Kenan Tiara hanya istri sementara kamu,"gumam Kenan.
Kenan lalu cepat-cepat melilitkan handuk ketubuh Tiara.Setelah itu mengangkat Tiara dan membawanya kekamar tamu karena Ia enggan masuk kamar pelayan.Sampai dikamar tamu Kenan membaringkan Tiara ditempat tidur.
"Bi Sumi!Bi Sumi!Bi Sumi!,"teriak Kenan.
"Menyebalkan!Dia sungguh merepotkan,"batin Kenan.
Bi Sumi datang memenuhi panggilan Kenan.Saat Bi Sumi masuk kamar tamu,Ia kaget melihat Tiara tidak sadarkan diri dan hanya berbalut handuk.
"Tuan.Apa yang terjadi dengan Non Tiara?Jangan-jangan Tuan....,"Bi Sumi mikirnya Tiara diapa-apain sama Kenan. Kenan tahu jalan pikiran Bi Sumi.
"Bibi.Jangan berfikir yang macem-macem!Sekarang pakaikan dia baju!,"perintah Kenan.Bi Sumi mengiyakannya.
Bi Sumi lalu menuju kamar Tiara mengambil pakaian Tiara.Sedangkan Kenan menelpon Dr. Aris untuk memeriksa Tiara, karena sepertinya Tiara demam.
Dr.Aris:Ada apa Ken? Mamamu drop lagi?
Kenan:Mama baik-baik aja kok.
Dr. Aris:Terus ada apa nelpon saya?
Kenan:Dokter bisa kerumah sekarang?Anak pembanti saya sakit.
Dr.Aris:Oke.Saya kesana sekarang.
Bi Sumi kembali dengan membawa pakaian Tiara.Kenan keluar kamar dan Bi Sumi langsung memakaikan Tiara baju.Selesai memakaikan Tiara baju,Bi Sumi keluar.
"Sudah saya pakaikan,tapi sepertinya Non Tiara lagi demam, Tuan,"ucap Bi Sumi.Bi Sumi khawatir dengan keadaan Tiara.
"Sudah saya panggilkan dokter,"ucap Kenan.
Tak lama terdengar suara ketukan pintu.Kenan menyuruh Bi Sumi membuka pintu.Dr.Aris datang,Ia lalu diantar Bi Sumi ketempat Kenan. Setelah itu Bi Sumi melanjutkan pekerjaannya.Dr.Arispun langsung memeriksa Tiara.Dr.Aris heran melihat ada memar dipipi Tiara.
"Kenapa pipinya memar?,"tanya Dr. Aris.
"Dia jatoh tadi, Dok,"Kenan berbohong. Dr. Aris menggelengkan kepalanya.Ia tahu memar itu pasti bukan karena jatuh.
Selesai memeriksa Dr. Aris menjelaskan bahwa Tiara hanya demam biasa, tapi demamnya cukup tinggi.Dr.Aris memberikan satu bungkus obat pada Kenan untuk Tiara.Ia juga menyarankan Kenan untuk mengompres Tiara agar demamnya cepat turun.Setelah itu Dr. Aris pamitan pulang.Kenan mengantarnya sampai depan rumahnya.Kemudian Kenan kembali kekamar tamu.
"Semoga dia cepat sembuh.Kalau nggak siapa yang akan jaga mama?,"gumam Kenan.
Kenan lalu mengambil baskom berisi air,handuk kecil,dan salap.Ia lalu mengompres Tiara.Kenan juga mengoleskan salep dipipi Tiara yang memar. Kenan menunggu Tiara sadar di pinggir tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Tiga puluh menit kemudian Tiara sadar.
"Akhirnya kamu sadar juga,"ucap Kenan lalu hendak pergi.Baru mau berdiri Tiara menarik tangannya.
"Jangan pergi Farel! Jangan tinggalkan aku!,"ucap Tiara sambil menarik tangan Kenan. Tiara berhalusinasi karena demamnya yang tinggi.Ia mengira Kenan itu Farel.
"Farel! Siapa dia? Pacaranya? Hebat sekali dia sudah memiliki penggantiku,"batin Kenan.
Kenan melepas tangan Tiara, tapi Tiara malah memeluknya dengan erat.
"Aku mohon jangan pergi Farel! Aku takut!, "ucap Tiara sambil menangis.Kenan kesal Tiara terus menerus mengira dirinya Farel, tapi ia tiba-tiba iab dengan Tiara.
"Oke...Oke...Aku tidak akan pergi.Aku akan menemanimu disini,"ucap Kenan. Kenan lalu berbaring disebelah Tiara.Tiara memeluknya dan bersandar didada Kenan hingga tertidur.
Hati Kenan terus bergetar berada didekat Tiara,bahkan Ia merasa jatungnya sepertinya mau copot karena deg-degan.Kenan merasa tidak pernah merasakan hal seperti ini Saat tidur dengan Sarah.Ini pertama kalinya ia tidur dengan Tiara.Tiba-tiba Kenan merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.Juniornya mulai menegang.Kenan lalu menenangkan dirinya dan iapun tertidur
tokohnya anak usia sekolah/pelajar
terkesan penulis ABG