Setelah kepergian sang ayah untuk selama nya, Clarisa mendapati satu kenyataan pahit bahwa suami nya telah mendua kan diri nya. Hal yang lebih menyakitkan adalah wanita yang menjadi selingkuhan nya adalah adik tiri nya.
Sang suami lebih memilih sang adik dan hal itu di dukung oleh ibu tiri nya, Clarisa kembali ke kampung halaman ibu nya dan tinggal bersama sang nenek setelah dia memilih berpisah dari pada di madu.
Tapi ternyata takdir berkata lain, Clarisa bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah bos dari sang mantan suami. Pria itu jatuh cinta pada Clarisa kemudian menikahi nya.
Suami baru Clarisa membawa nya kembali ke kota tempat di mana sang mantan suami dan keluarga nya berada, kedatangan Clarisa kali ini membuat dia mengetahui rahasia di balik kecelakaan yang merenggut nyawa ibu nya puluhan tahun yang lalu.
Ikutan kisah Clarisa yang membalas perbuatan orang yang menjadi dalang di balik kecelakaan yang di alami oleh ibu hingga membuat sang ibu meregang nyawa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
Malam ini Alvian tidak bisa tidur, pertemuan nya kembali dengan wanita yang sempat mengisi relung hati nya itu membuat dia tidak bisa memejam kan mata nya.
"Perempuan itu bernama Risa, nama yang sangat cantik secantik orang nya!" Guman Alvian sambil mata nya terus menerawang jauh.
Pertemuan Alvian dan Risa pertama kali terjadi beberapa tahun yang lalu, satu minggu sebelum Risa menikah dengan Arvin.
Risa yang dulu nya bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan milik teman nya Alvian, Alvian terpaku melihat Risa ketika dia menemani atasan nya dalam pertemuan dengan Alvian. Pada waktu itu, perusahaan milik Alvian. bekerja sama dengan perusahaan tempat Risa bekerja.
Kenyataan pahit harus di terima oleh Arvin ketika dia mengetahui bahwa Risa sudah mengundurkan diri dari perusahaan itu setelah menikah dengan suami nya, Alvian terpaksa harus mengubur semua keinginan nya dalam- dalam dan mengikhlas kan wanita yang dia cintai memilih untuk hidup dengan laki - laki lain.
Tapi kini dia Tuhan kembali mempertemukan diri nya dengan Risa, membuat Alvian sangat bahagia. Alvian meraih ponsel nya dan segera menghubungi seseorang.
"Hallo, cari tahu semua nya tentang orang ini, foto dan data diri nya sudah aku kirim kan melalui email mu!" Alvian memberi perintah pada seseorang di seberang sana.
Alvian pun segera mematikan sambungan telepon nya setelah memberi perintah pada seseorang di seberang sana. Dia mendadak teringat bagai mana dia bisa melihat wanita yang sangat dia cintai pagi tadi, di jalan raya.
******
Flash back on.
Mobil yang di kendarai oleh supir nya Alvian menyusui jalanan yang masih lengang, Alvian duduk dengan santai di dalam nya sambil memeriksa beberapa email yang masuk ke ponsel nya.
Alvian tiba di kota ini tadi malam, dia harus meninjau sendiri perusahaan cabang nya di kota ini. Perusahaan milik nya saat ini sedang menggarap proyek pembangunan hotel berbintang di kota ini.
"Ada apa pak? Kenapa berhenti?" Alvian bertanya pada sopir nya.
"Maaf pak, di depan sedang ada macet. Seperti nya ada yang kecelakaan!" Sopir nya memberi tahu diri nya.
Karena merasa penasaran, Alvian pun akhir nya memilih untuk turun dari dalam mobil nya untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi di depan nya.
Alvian melihat seorang nenek yang jadi korban tabrak lari, seperti nya dia adalah pedagang kue keliling. Bisa di lihat semua kue dagangan nya bercecer di jalan, Alvian berinisiatif menolong nenek tersebut.
Tapi sebelum dia mencapai nenek itu, seorang pengendara motor berhenti di tepi jalan dan dia bergegas membantu nenek itu. Tapi yang membuat nya terkejut adalah ternyata wanita yang menolong nenek itu adalah wanita yang sangat dia cintai selama ini.
"Risa, dia ada di sini?" Alvian terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.
Alvian melihat Risa membawa nenek itu ke klinik terdekat, Alvian secara diam - diam mengikuti mereka dari belakang. Dia takut jika mereka membutuhkan bantuan.
Tidak lama Risa keluar dari klinik itu dan membawa nenek itu pergi, sang nenek yang tadi di tolong nya seperti nya sudah mendapat kan penanganan medis.
Alvian memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor nya, dan di sana dia di sambut dengan ramah oleh pak Abi, orang kepercayaan nya.
"Selamat datang pak Alvian, silah kan, silah kan!" Pak Abi menjabat tangan Alvian dan mempersilahkan nya untuk masuk.
"Terima kasih banyak pak Abi karena sudah mengurus perusahaan ini dengan baik!" Alvian langsung mengikuti pak Abi masuk ke dalam ruangan milik nya yang sudah lama dia tinggal kan.
"Pak Alvian, apakah bapak mau meninjau proyek kita sekarang?" Tanya pak Abi.
"Iya pak, secepat nya saya akan meninjau nya secara langsung!" Alvian mengangguk kan kepala nya.
"Pak Alvian, saya minta maaf sebelum nya. Bu Risa, manajer yang saya tugas kan untuk menemani bapak dalam peninjauan itu belum datang ke kantor!" Pak Abi berkata sambil menunduk kan kepala nya.
"Pak Abi, apakah selama ini manajer itu sering datang terlambat?" Tanya Alvian lagi.
"Tidak pak, selama bekerja di sini dia adalah orang yang paling disiplin. Tapi saya tidak tahu kenapa hari ini dia belum datang juga!" Pak Abi pun merasa heran, tidak biasa nya Risa datang terlambat.
"Baik lah jalan begitu, kita tunggu saja dulu!" Alvian pun penasaran apalah benar Risa yang di maksud oleh pak Abi adalah Risa yang selama ini dia cintai.
Sudah satu jam berlalu, tapi Risa tidak kunjung tiba do kantor. Sehingga pak Abi merasa kesal di buat nya.
"Pak Alvian, saat ini ada pekerjaan yang harus saya selesai kan. Saya Permisi dulu, saya akan kabari bapak jika bu Risa sudah tiba! Dan jika bapak butuh sesuatu, bapak bisa menghubungi saya langsung!" Pak Abi pun pamit pada pak Alvian.
"Silahkan pak Abi!" Alvian pun mempersilahkan bawahan nya pergi dari ruangan nya.
Sepeninggal nya pak Abi dari ruangan nya, Alvian kembali teringat dengan Risa. Dia pun langsung mengotak- atik benda pipih di tangan nya. Alvian memeriksa data para karyawan di perusahaan nya lewat email. Data keluar masuk karyawan di perusahaan milik nya biasanya akan di kirim kan pada nya secara langsung lewat email, jadi dia bisa memeriksa nya kapan dan di mana saja.
"Risa, ternyata ini benar kamu!" Mata Alvian melotot tidak percaya saat dia membaca data diri salah satu manger di perusahaan milik nya.
"Ini benar kamu Risa, aku kembali bertemu dengan mu setelah sekian lama!" Sebuah senyuman mengembang di sudut bibir nya Alvian.
Selama ini dia berusaha menghapus ingatan nya tentang wanita yang tidak bisa dia miliki tersebut, tapi sekarang wanita itu kembali hadir di dalam hidup nya.
Rasa rindu yang sudah membuncah di dalam dada akhir nya membawa langkah Alvian menuju ke ruangan pak Abi, entah kenapa dia merasa seolah- olah ada sesuatu yang menarik nya untuk datang ke sana.
Ketika Alvian membuka pintu ruangan nya pak Abi, dia mendengar bahwa pak Abi sedang memarahi Risa.
"Maaf pak, jika kesalahan saya bisa membuat perusahaan merugi, maka saya siap menerima semua konsekuensi nya!" Terdengar suara Risa di dalam sana.
"Bu Risa,,,,,,!" Belum selesai pak Abi menerus kan ucapan nya, seketika pintu ruangan nya di buka dari luar dan tampak lah pak Alvian di depan pintu.
Seketika mata Alvian melihat wanita yang sudah sangat lama dia rindukan itu ada di hadapan nya, ingin sekali dia memeluk nya tapi sebisa mungkin dia menjaga image dan wibawa nya di hadapan para bawahan nya.
Flash back off.