NovelToon NovelToon
The Adgof

The Adgof

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romantis / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Setelah kecelakaan tragis empat tahun lalu, Lyodra Taylor terbangun dari koma panjang di Chicago dalam keadaan amnesia total. Keluarganya, yang menyimpan dendam dan mengira kecelakaan itu adalah sabotase bisnis, memilih memalsukan kematian Lyodra dan menghapus seluruh masa lalunya—termasuk rahasia bahwa ia sempat hamil dan keguguran saat kecelakaan terjadi.
Di sisi lain, Archello Dominic, sang kekasih yang hancur karena mengira Lyodra telah tiada, berubah menjadi pria yang dingin dan menutup diri. Di bawah tekanan ibunya, Archello terpaksa bertunangan dengan Oliver Bernardo, seorang gadis baik hati yang tidak tahu apa-apa tentang konspirasi besar di balik perjodohan mereka.
Tanpa mereka sadari, kecelakaan itu sebenarnya adalah skenario manipulatif kakek Oliver demi ambisi bisnis keluarga. Di tengah bayang-bayang masa lalu yang membeku dan kebohongan yang rapi tersusun, Archello mulai berjuang antara kesetiaannya pada memori Lyodra atau membuka hati bagi ketulusan Oliver.

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#8

Waktu adalah sungai yang terus mengalir, meski penghuninya mencoba membendung arus tersebut dengan kebohongan. Lima bulan telah berlalu sejak pesta pertunangan megah di New York.

Di Chicago, Lyodra Taylor kini bukan lagi gadis rapuh yang hanya bisa menatap langit-langit rumah sakit. Ia telah pulih secara fisik; kulitnya kembali merona dan langkah kakinya sudah kembali tegap. Namun, di balik fisik yang bugar itu, memorinya tetap merupakan padang salju yang bersih tanpa jejak.

Edric, adik laki-lakinya, kini berusia 20 tahun dan sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas bergengsi di Chicago. Hampir setiap hari, Edric mengajak Lyodra ke kampusnya. Ia tidak ingin kakaknya hanya berdiam diri di rumah di bawah pengawasan ketat orang tua mereka yang mulai berlebihan.

Suatu sore, di bawah pohon ek yang rimbun di area taman kampus, Edric menatap kakaknya yang sedang asyik menggambar sketsa bangunan di hadapan mereka. Hati Edric bergejolak. Ia mencintai keluarganya, namun nuraninya sebagai seorang pria terusik. Ia adalah saksi bisu betapa Archello Dominic pernah menjadi seluruh semesta bagi kakaknya.

"Kak," panggil Edric pelan.

Lyodra menoleh, tersenyum manis. "Ya, Ed?"

"Apa kau... benar-benar tidak mengingatnya sama sekali? Sedikit pun?"

Lyodra mengerutkan kening. "Mengingat siapa?"

"Ello."

Lyodra terdiam sejenak. Nama itu pernah meluncur dari bibirnya beberapa bulan lalu saat bangun dari mimpi buruk, namun kini nama itu terasa hambar. "Ello? Siapa dia? Teman sekolahku dulu?"

Edric menarik napas panjang. Persetan dengan aturan Daddy. Persetan dengan ancaman Mommy. Edric tidak tega melihat kakaknya hidup dalam kepalsuan. Dengan suara rendah, ia mulai bercerita. Ia melanggar sumpah keluarga Taylor.

"Dia bukan sekadar teman, Kak. Nama lengkapnya Archello Dominic. Dia adalah pria yang membuatmu merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia," Edric memulai.

Selama satu jam berikutnya, Edric menumpahkan segalanya. Tentang bagaimana Lyodra dan Archello bertemu sejak SMA, tentang bagaimana Archello yang pemberontak rela belajar teknik hanya agar bisa satu universitas dengan Lyodra. Ia menceritakan malam-malam di mana Archello menunggu Lyodra selesai kelas sastra, tentang motor hitam besar itu, hingga ke bagian yang paling menyakitkan: kehamilan Lyodra dan kecelakaan yang merenggut calon keponakannya.

"Kau kecelakaan saat ingin memberinya kejutan bahwa kau hamil, Kak. Kau mengalami pendarahan hebat. Kau kehilangan bayi itu... dan kami semua membiarkan Archello percaya bahwa kau juga sudah meninggal karena Daddy sangat membenci keluarga mereka."

Lyodra mendengarkan dengan mata membelalak. Ia merasa seperti sedang mendengarkan plot sebuah novel drama yang sangat menyedihkan. Namun, matanya tetap kering. Tidak ada denyut akrab di hatinya.

Edric mengeluarkan ponselnya, menunjukkan foto-foto lama yang ia simpan secara sembunyi-sembunyi. Foto Lyodra yang tertawa di pelukan seorang pria jangkung berwajah dingin namun menatap Lyodra dengan penuh pemujaan.

"Ini dia, Kak. Ini Archello."

Lyodra mengambil ponsel itu, menatap layar dengan saksama. Ia melihat wajah Archello—pria yang tempo hari ia lihat di berita televisi. Ia mencoba mencari getaran itu, mencoba memanggil kembali rasa cinta yang katanya pernah sangat luar biasa. Namun, hasilnya nihil.

"Wajahnya tampan," ucap Lyodra pelan, mengembalikan ponsel Edric. "Tapi maaf, Ed... aku tidak merasa mengenalnya. Ceritamu terdengar seperti milik orang lain bagiku."

Edric nyaris menangis melihat respons datar kakaknya.

Selama dua bulan berikutnya, Edric tidak menyerah. Hampir setiap hari ia membawa Lyodra ke tempat-tempat yang tenang, membacakan kembali pesan-pesan lama yang pernah Lyodra kirimkan padanya tentang Archello, dan terus memperlihatkan wajah Archello. Ia berharap ada satu kepingan yang memicu ledakan memori di otak kakaknya. Namun, selama dua bulan penuh itu, Lyodra hanya mendengarkan dengan simpati, seolah sedang menghibur adiknya yang sedang berhalusinasi.

Sementara itu di New York, lima bulan pertunangan telah mengubah dinamika di Mansion Dominic. Archello telah berubah. Nasehat ayahnya dan kehadiran Oliver yang tak kenal lelah mulai meruntuhkan dinding es di hatinya.

Archello mulai bisa tersenyum saat Oliver menceritakan hal-hal lucu tentang masa kecilnya. Ia mulai belajar untuk menghargai kehadiran gadis di sampingnya.

Archello tidak lagi menolak saat Oliver menggandeng lengannya di depan umum. Bahkan, dalam beberapa momen pribadi, Archello mulai menunjukkan afeksi fisik yang membuat jantung Oliver berdebar kencang.

Suatu malam di balkon mansion, Archello menarik Oliver ke dalam pelukannya. Ia mengecup pucuk kepala Oliver dengan lembut, lalu turun ke pipi dan punggung tangannya. Ia mencoba memberikan kehangatan yang bisa ia berikan. Ia ingin melepaskan Lyodra sepenuhnya, ingin memberikan Oliver haknya sebagai seorang pasangan.

"Terima kasih sudah menungguku, Oliver," bisik Archello di depan wajah gadis itu.

Oliver, yang merasa sangat dicintai saat itu, memberanikan diri. Ia menjinjit dan mengecup bibir Archello dengan lembut. Itu adalah ciuman yang penuh dengan harapan dan ketulusan. Archello tidak menarik diri, ia membiarkan Oliver menciumnya, namun ia tetap diam. Ia tidak membalas ciuman di bibir itu. Baginya, bibir adalah batas terakhir yang masih ia kunci untuk memorinya bersama Lyodra.

Oliver melepaskan tautan mereka, tersenyum meski ada sedikit rasa kecewa karena ciumannya tidak disambut dengan gairah yang sama. Namun baginya, kecupan Archello di pipi dan tangannya sudah merupakan kemajuan besar.

"Tidak apa-apa, Archello," bisik Oliver sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang pria itu. "Aku tahu kau sedang berusaha. Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku."

Archello memeluk Oliver erat, matanya menatap langit malam New York. Di dalam hatinya, ia berbisik: Maafkan aku, Ly. Aku harus terus berjalan. Gadis ini terlalu baik untuk aku sakiti dengan terus-menerus menatap masa lalu.

Ia tidak tahu bahwa di Chicago, adiknya sedang berusaha keras menghidupkan kembali namanya di kepala Lyodra. Archello sedang berjuang untuk melepaskan, sementara di sudut lain, Edric sedang berjuang untuk menariknya kembali.

Dan Lyodra? Ia terjebak di tengah-tengah sebagai penonton yang tidak tahu harus merasakan apa, sementara rahasia tentang kematian palsunya dan janin yang hilang masih tersimpan rapat di bawah kaki-kaki mereka yang terus melangkah.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Meris
suka dgn karakter Alexander Dominic
ros 🍂: Ma'aciww sudah mampir kak🥰
total 1 replies
Meris
Suka dgn ketegasan Ello...sbg suami yg bertanggungjawab.
winpar
gmna yh pertemuan mreka????
winpar
smkin seru thor 🥰😍
ros 🍂: Ma'aciww kak🥰
total 1 replies
winpar
ceritanya selalu aj bgus 🥰😍
ros 🍂: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
winpar
seru🥰😍
winpar
kk cerita ini msih lnjut kn kk????
ros 🍂: masih kak🙏
total 1 replies
winpar
smga cinta elo dan lyodra kuat mnghdpi neneknya yg jhat
Amy Chacha
sangat suka dengan alur ceritanya gk bertele2 dan kasian lyodra thor pertemukan dengan ello thor kasian lyodra thor
ros 🍂: Sabar kak ini ujian 🤭🥰
total 1 replies
Amy Chacha
lanjut lagi thor up yang banyak
Amy Chacha
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!