NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:159.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Makan bareng

Shanum tak bisa banyak bergerak di bawah sana, ditambah...ia menatap perutnya yang lapar, hawa yang mulai gerah, dan pengap.

Naka tega! matanya hampir dibuat berkaca-kaca menatap ke arah Naka. Ingin sekali Shanum beranjak dan mengusir kedua teman Naka itu, pergi ngga?!

Dari bawah sana, Shanum mencolek-colek kaki Naka yang berbulu tak lebat itu, awalnya Naka hanya menggerak-gerakan kecil kakinya, layaknya digigit nyamuk. Namun Shanum tak menyerah begitu saja dengan mulai menja mah dengan meraba kaki Naka, hingga tangannya mulai mencubit-cubit kecil membuatnya menjauhkan sedikit posisi duduknya dan melirik Shanum penuh peringatan.

Gadis itu melotot pada Naka, usir ngga?!

Jangan gosipan dulu kaya emak-emak deh Naka !

Hingga akhirnya ketika ia masih sibuk mengganggu Naka, tangannya berhenti di kaki besar Naka yang hampir ia cabut bulunya itu. Memandang intens meski tentu saja bukan sedang mengamati betapa mo nyetnya kaki sang tunangan.

"Si Canza anjirrr, masih nyangkut di SMA Karya Bangsa. Udah gila aja, nungguin si Adrian keluar."

Naka terdengar ikut bersuara, suara dalam dan beratnya memang berciri khas, seperti sedang mengintimidasi penuh introgasi, "gara-gara minggu lalu?"

Shanum mendengar dengan seksama, Adrian---SMA Karya Bangsa...ia tak aneh dan pernah mendengarnya.

"Serius?" lagi, tanya Naka pada Lutfi dan Savero.

Ada kekehan sumbang Vero dan ocehan Lutfi, "lah gue pikir juga becanda. Pas gue wa tanyain dia barusan katanya abis ngasih pelajaran buat si Adrian."

Vero mengangguk, "makanya dia yang paling ngga setuju juga sama ide OSIS buat undang sekolah lain, karena pasti ada Karya Bangsa juga yang kita undang."

"Gue pastiin ngga ada orang itu." Angguk Naka, "udah gue telfon juga sih Abrar, si Adrian bukan anggota OSIS atau MPKnya dan ngga akan terlibat apapun. Kalaupun pahitnya dia ada...gue sama Abrar yang pastikan dia ngga akan berulah lagi sama anak Budi Pekerti."

"Hah, udah ketauan emang dari dulu. Bisa-bisanya dia doang yang gangguin, padahal modus."

"Tapi si Pandu kayanya tau..."

"Ketebak lah an jing. Keliatan banget. Lah yang lain aja terlalu sibuk jadi ngga mikir kesitu."

Lalu Terdengar seperti Vero yang melakukan sambungan telfon pada Canza yang speakernya dinyalakan, "Nza dimana Lo?"

Udah mau sampe rumah gue!

"Sini, gue sama Lutfi lagi di BS printing, nge-mie bareng Naka."

Shanum membeliak, yang benar saja! Mau sampe jam berapa ia disini! Jika Canza juga malah ikut bergabung.

Shanum kembali mencubit-cubit kaki Naka, kini memberikan peringatannya dengan menyodorkan kepalan tangan.

Naka menyunggingkan senyumnya tipis, "besok aja. Gue juga mau balik ini." Putus Naka yang kemudian menyudahi telfon dengan Canza sekaligus Savero dan Lutfi yang turut pamit setelah menghabiskan dua cup mie.

Orang lapar memang buas, setelah memastikan Savero dan Lutfi keluar dari ruangan, Shanum tak lagi menunggu Naka menggeser kursinya, ia langsung mendorong dengan menyembulkan kepalanya menyundul sesuatu yang mengganggu sejak tadi, sampai Naka refleks melindunginya, "Sha..."

Shanum sudah tak kuat lagi, "Naka Lo tega!" ia bangkit berdiri tepat di depan Naka.

Wajahnya itu benar-benar tak menampakan sedikit pun muka bercanda, mata Shanum mengilat dan menyarangkan bogeman-bogeman mentahnya pada Naka, bahkan tak memberikan kesempatan untuk cowok ini bangun dari duduknya membuat Naka hanya bisa melindungi wajahnya dengan kedua lengan.

"Mie gue Lo kasih ke Vero! Gue laper Naka! Dari tadi, mana Lo semua malah gosipan, lamaaa! Ada gue disini tuh gimana kek cara lo, ini malah ikutan ngobrol!" omel Shanum kembali menyarangkan pukulannya, "Sha ih, kan lo sendiri yang milih ngumpet disitu. Coba tadi kalo lo muncul...ngga akan susah begitu."

"Reseee!" hardik Shanum begitu berapi-api untuk memukul Naka.

Pemuda ini tak tinggal diam, ia justru menahan tangan Shanum yang sejak tadi memukulinya. Gerakan menahan serangan yang berujung Shanum tertarik ke arahnya dan brukk..ia jatuh di pangkuan Naka.

Shanum sempat terdiam, meski kemudian masih berontak. Terang saja, kondisi hatinya tak bisa terkontrol untuk memberikan degupan kencang bersamaan dengan wajahnya yang memanas sampai ke telinga.

"Lepasin tangan gue. Gue mau balik aja...sendiri." ancam Shanum dengan wajah lebih tenang mendekati kecewa. Sementara kedua tangannya ditahan Naka.

Benar keduanya berada dalam jarak pandang yang hanya beberapa inci saja. Ada usaha Shanum lagi yang mencoba untuk melepaskan diri, tapi tenaga menahan Naka jelas lebih besar.

Shanum merasakan hal yang mulai mengarah pada---ketidakberesan. Dari tatapan Naka, dari diamnya Naka. Meski kemudian analisanya terlalu lama sebab Naka sudah menyarangkan bibirnya di bibir Shanum.

Kejadian di kandang singa terulang kembali. Rahang tegas itu tak lagi terbantahkan mendominasi.

Sorot mata tunduk Shanum, bersama dengan urat yang mengendur dari tangan. Ia tak lagi berontak justru melemas.

Merasa jika Shanum tak lagi melawan Naka melepaskan kedua tangannya beralih dengan menekan lembut kepala Shanum, meraih leher tunangannya dan memberikan usapan menenangkan.

Ciuman itu tidak profesional, hanya mengandalkan naluri liar sisi remaja berbekal pengetahuan menonton film dimana adegan begini selalu terselip di film genre romantic dan perasaan kasih sayang yang membuncah.

Naka dan Shanum hanya merasa harus saling menggigit dengan hati-hati, merasa nyaman jika mengusap lembut benda kenyal dengan lidah masing-masing dan merasa perlu berinteraksi dengan belitan daging tak bertulang sambil mengabsen isian mulut.

Jemari Shanum menekan dada Naka demi menyudahi adegan baru yang dianggap suatu kemajuan di hubungan mereka itu, dan rupanya....akan selalu terulang jika keduanya sedang bersama tanpa siapapun.

"Gue takut kita kebablasan. Gue takut Lo kebablasan terus gue ngga bisa lawan juga." Lirih Shanum dengan bibirnya yang memerah. Naka mengusap garis bibir Shanum yang basah dengan jempol setelah melepas leher Shanum.

Naka menggeleng, "gigit aja lidah gue." Entengnya, "buat kasih rambu."

Sebenarnya Shanum tak ingin membahas ini, tapi hal itu sejak tadi mengusiknya, ia tiba-tiba mengehkeh, "Ka...Lo ngga pake dala maann ya?"

"Kerasa ganjel?" tanya nya justru santai.

Shanum meledakan tawa, memegang kedua pundak Naka, lalu menyembunyikan wajahnya di samping bahu Naka.

"Makanya dari tadi gue ngga berani gerak." Shanum masih tertawa.

Alih-alih turun dari pangkuan, begitupun Naka yang tidak meminta Shanum turun, ia justru menggeser kursinya untuk merapat ke arah meja, "mungkin mienya udah terlalu ngembang udah dingin juga, tapi mie punya gue sengaja ngga gue makan...kita makan barengan, pake sosis sama baso siap makan aja temennya biar kenyang..." jelas Naka, nyatanya ia menahan lapar juga agar mie miliknya bisa dimakan bersama Shanum.

Shanum mengangguk kembali senang, tangannya membuka penutup mie, "iya ih, udah ngembang." Serunya mengambil sosis siap makan dengan isi keju dan berbumbu pedas serta baso siap makan untuk ia satukan ke dalam kuah mie yang hampir surut.

Shanum makan dengan lahap, lalu bergantian ia menyuapkan mie itu ke dalam mulut Naka.

"Pedes ngga? Kata gue mah lumayan..."

Naka mengangguk, "lumayan. Enak yang isi keju."

.

.

.

.

.

1
deeRa
Astogeh, jujur sekali🤣🤣🤣🤣🤣
Anis Jmb
senyam senyum baca kisah mereka,,,🤭sweet ny naka😍
Visencia Alingga
kaaaaannnnnnn, ini bocah mulutnya los dollllll 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
mommyanis
Naka teeinspirasi dr si rusa yg mo nyosor Shanum td kayaknya 😂😂😂😂
deeRa
Waduuhh 😅
Ray Aza
otakku knp mendadak traveling yak? 🤣🤣🤣🤣
Kh2103💙
Hadeuh....bang nesh anakmu tuh maen k**op aja... pengen cepet" dihalalin tuh.. sebelum kejadian kayak ortunya terjadi, mending jaga"...😊😊
Maria Kibtiyah
ya salam segala daleman di omongin🤭
Visencia Alingga
ujung2nya di pangku jg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Zahra Astri
aduuuch bahaya klo berdua² trz,,😄
klo keblabasan ya bablas num,,😄
bablas angin e trz kembung,,🤣🤣
Visencia Alingga
bola dunia maksudnya ya kan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Visencia Alingga
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ieda1195
sederhana tp kok sweet yaaa
Visencia Alingga
jangan di raba2 num-num, nti ada yg tegak walaupun ga setinggi monas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
May Maya
yukkkkk kuatkan iman n Imin kalian jgn sampai kebablasan meskipun ortu Klian merestui n dari kluarga kaya raya tp tetap aja GK baik n akan bs jd Boomerang tuk kalian sendiri d umur yg masih muda n labil KLO kalian sampai punya debay. jgn ya dek ya jgn 😆
Eci Rahmayati
di surudukkkk c burung Kaka tua nya 🤣
Ade Salamah Alam
haaaaaaahhhhhhhhh
rizky tria
om Nes itu loh anaknya harus dipasang cctv, lengah dikit pd nyosor 🤭🤣🤣
Sri Wahyuni Abuzar
omaasa icaaaa...naka nac kall bin ja hill 🤣🤣
Iccha Risa
tuh Naka inget Sha laper, jadi disimpen tuh mienya... manisnya perlakuan mas mas ketos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!