NovelToon NovelToon
My Possessiv Damian

My Possessiv Damian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

Zona dewasa ‼️ Harap bijak dalam memilih bacaan!

Valerie seorang mahasiswa fresh graduate, cantik ,pintar, berkelas, sebenarnya hidupnya normal layaknya mahasiswi biasa, namun semuanya berubah saat sebuah kejadian yang membuatnya harus terikat dengan seorang gangster bernama Damian Callister.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Valerie mondar-mandir di dalam kamarnya dengan langkah gelisah. Pikirannya berputar liar, menyusun berbagai skenario untuk mendapatkan kembali kartu identitasnya. "Apa aku harus kembali ke hotel itu besok?" gumamnya pelan. "Bertanya pada staf pembersih kamar... ya, mungkin mereka menemukannya saat merapikan sprei."

Namun, sebuah kemungkinan yang jauh lebih buruk menghantam benaknya. Bagaimana jika bukan staf hotel yang menemukannya? Bagaimana jika pria misterius itu yang memungutnya?

"Sial," Valerie meremas jemarinya. "Kalau kartunya di tangan pria itu, dia pasti sudah tahu identitasku".

Ia membayangkan wajah pria itu saat terbangun nanti—pasti pria itu akan murka karena menyadari telah dibius oleh gadis yang dianggapnya mangsa. Valerie tertawa kering, lebih tepatnya menertawakan kecerobohannya sendiri.

Gadis secerdas dia, yang selalu teliti dalam setiap langkah, kini justru melakukan kesalahan amatir karena terburu-buru.

Ia mencoba duduk di tepi kasur, menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan. "Tenang, Valerie. Tenang," bisiknya pada diri sendiri.

Ia mencoba menghibur diri dengan logika yang ia buat-buat. "Pria seperti dia... pasti punya urusan yang jauh lebih besar daripada sekadar mengurusi mahasiswi yang memberinya obat tidur.

Dia pasti tidak akan membuang-buang waktunya hanya untuk mencariku dan membalas dendam."

Valerie menghembuskan napas panjang, mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa masalah ini akan selesai hanya dengan mengurus KTM baru di kampus.

Malam mulai larut, menyisakan kesunyian yang sedikit mencekam di koridor apartemen. Sekitar jam delapan malam, Valerie baru saja menyelesaikan makan malamnya.

Perutnya sudah kenyang, dan niat awalnya adalah segera duduk di depan laptop untuk mengerjakan tugas dosen yang mulai menumpuk.

Namun, indra penciumannya menangkap aroma tidak sedap yang berasal dari sudut dapur. Ia meringis teringat tumpukan sampah sejak kemarin yang belum sempat ia buang karena jadwalnya yang sangat padat.

"Huft, kalau dibiarkan sampai besok, bisa-bisa dapurku bau sampah," gumamnya.

Valerie pun menenteng beberapa kantong plastik berisi sampah keluar dari unitnya. Ia menekan tombol lift dan turun menuju lantai bawah.

Tempat pembuangan akhir di apartemen ini memang terletak di area luar, tepatnya di sisi taman yang sedikit temaram namun tetap asri.

Di sana, nampak beberapa tong sampah besar yang sudah diberi label berdasarkan kategori: sampah basah dan sampah kering. Dengan telaten, Valerie mulai memilah kantong-kantong plastiknya, memastikan semuanya masuk ke tempat yang benar.

Suasana taman malam itu sangat sepi. Hanya ada suara jangkrik dan gesekan daun-daun yang tertiup angin. Valerie tidak menyadari bahwa dari balik pepohonan taman yang rimbun, sepasang mata tajam sedang memperhatikannya dengan intens.

Seorang pria sedang berdiri bersandar pada pilar beton, sosoknya hampir menyatu dengan kegelapan malam.

Suasana taman yang sepi berubah menjadi mimpi buruk bagi Valerie. Saat ia baru saja berdiri dan hendak melangkah kembali menuju lobi, sebuah bayangan bergerak cepat dari balik kegelapan.

Tanpa sempat menyadari kehadiran orang lain, sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di lehernya dan membekap mulutnya dengan sangat kuat dari arah belakang.

Valerie tersentak, matanya membelalak kaget. Ia mencoba meronta sekuat tenaga, menyikut ke arah belakang dan berusaha melepaskan bekapannya. Namun, sapu tangan yang menekan mulut dan hidungnya ternyata sudah dibasahi dengan obat bius berdosis kuat.

Aroma kimia yang tajam menusuk indra penciumannya. Hanya dalam hitungan detik, perlawanan Valerie mulai melemah.

Pandangannya mengabur, detak jantungnya yang tadinya berpacu kencang perlahan melambat, hingga akhirnya tubuh ramping itu jatuh lunglai tak sadarkan diri di dalam dekapan sang penyerang.

Pria bertubuh tegap itu memastikan mangsanya sudah benar-benar pingsan.

Dengan gerakan yang terlatih dan dingin, ia mengangkat tubuh Valerie dan memikulnya di bahu layaknya memikul sekarung beras. Ia melangkah cepat menuju sudut parkiran yang gelap dan minim cahaya.

Di sana, sebuah mobil sedan hitam sudah menunggu dengan mesin yang menyala halus. Temannya yang duduk di kursi kemudi segera membuka pintu belakang begitu melihat rekannya datang membawa Valerie.

Dengan hati-hati namun efisien, mereka meletakkan tubuh Valerie yang tak berdaya di bangku belakang.

Pria itu kemudian menutup pintu, lalu ia dan temannya segera masuk ke bangku depan.Tanpa menyalakan lampu utama di area parkir, mobil sedan hitam itu meluncur perlahan meninggalkan area apartemen, membawa Valerie pergi menuju tempat yang tidak diketahui.

1
@RearthaZ
lanjutin terus ceritanya kak
@RearthaZ
awalan cerita yang bagus kak
Raffa Ahmad
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!