NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Sinar matahari pagi di akhir pekan terasa jauh lebih cerah dan menyegarkan bagi Bima.

Dia berdiri di depan cermin kamar kosnya sambil merapikan kerah kemeja flanel pudar kesayangannya.

"Hari ini adalah hari pertamaku menjadi bos besar," ucap Bima dalam hati dengan senyum lebar di wajahnya.

Dia tidak berniat membeli pakaian baru yang mahal hanya untuk kunjungan pertamanya ke hotel.

Bima ingin melihat bagaimana sifat asli para karyawannya ketika berhadapan dengan orang yang penampilannya biasa saja.

Dia mengambil kunci mobilnya dari atas meja dan berjalan keluar menuju area parkir.

Lamborghini Urus hitam pekat itu langsung mengaum buas saat Bima menyalakan mesinnya.

Vrooom.

Mobil mewah itu membelah jalanan kota yang cukup lengang di hari Sabtu pagi ini.

Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit bagi Bima untuk tiba di gerbang megah Hotel Grand Cakrawala.

Air mancur raksasa dengan patung angsa emas menyambut kedatangannya di area depan lobi hotel.

Bima menghentikan mobilnya tepat di depan pintu kaca utama yang dijaga oleh beberapa petugas valet.

Seorang petugas valet berseragam merah rapi langsung berlari menghampiri pintu mobil Bima.

Petugas itu membukakan pintu dengan sikap membungkuk hormat yang sangat profesional.

"Selamat pagi, Tuan, selamat datang di Hotel Grand Cakrawala," sapa petugas valet itu dengan ramah.

Bima tersenyum dan menyerahkan kunci mobil bersimbol banteng emas itu kepadanya.

"Tolong parkirkan di tempat yang teduh, jangan sampai tergores," pesan Bima santai.

Petugas valet itu sedikit terkejut melihat pakaian Bima yang sangat sederhana untuk ukuran pemilik supercar.

Namun dia tetap mengangguk patuh dan membawa mobil itu menuju area parkir khusus tamu VIP.

Bima melangkah masuk ke dalam lobi hotel yang luasnya seukuran lapangan bola itu.

Lantai marmer putih yang memantulkan cahaya lampu gantung kristal raksasa membuat suasana terasa sangat mewah.

Aroma wewangian khas hotel bintang lima langsung menenangkan pikiran siapa saja yang masuk ke sana.

Bima berjalan santai menyusuri lobi sambil memperhatikan detail bangunan yang kini resmi menjadi miliknya itu.

Dia melangkah menuju meja resepsionis panjang yang dijaga oleh tiga orang staf wanita berwajah cantik.

Dua resepsionis sedang sibuk melayani tamu asing yang baru saja tiba dari bandara.

Sementara satu resepsionis lagi tampak sedang asyik merias wajahnya menggunakan cermin kecil di balik meja.

Bima berjalan mendekati resepsionis yang sedang merias wajah tersebut.

"Permisi, selamat pagi," sapa Bima dengan nada sopan.

Resepsionis wanita yang memiliki name tag bernama Cindy itu mendongak dengan tatapan kesal karena waktu santainya diganggu.

Cindy menatap Bima dari atas sampai bawah dengan pandangan menilai yang sangat merendahkan.

Kemeja flanel pudar, kaus oblong hitam, dan celana jins yang warnanya sudah mulai kusam.

"Ini bukan tempat untuk melamar pekerjaan sebagai petugas kebersihan, Mas," ucap Cindy dengan nada ketus.

"Pintu masuk untuk pelamar kerja ada di bagian belakang dekat area dapur."

Bima sedikit mengangkat sebelah alisnya mendengar sambutan yang sangat tidak ramah tersebut.

"Saya ke sini bukan untuk melamar pekerjaan," jawab Bima dengan wajah datar.

"Saya ingin bertemu dengan General Manager hotel ini, tolong panggilkan dia sekarang."

Cindy langsung tertawa kecil mendengar permintaan Bima yang menurutnya sangat konyol itu.

Dia menyilangkan kedua lengannya di dada dan menatap Bima dengan pandangan sinis.

"Mas ini lagi mabuk atau bagaimana?"

"General Manager kami, Pak Frans, itu orang yang sangat sibuk dan sedang memimpin rapat penting dengan jajaran direksi."

"Bahkan tamu VIP saja harus membuat janji berhari-hari sebelumnya untuk bisa bertemu dengan beliau."

"Lalu Mas yang penampilannya seperti gembel ini tiba-tiba datang dan menyuruh saya memanggilnya?"

Cindy menggelengkan kepalanya seolah sedang berhadapan dengan orang gila yang lepas dari rumah sakit.

Bima tidak terpancing emosi sedikit pun, dia justru merasa situasi ini sangat menarik untuk menguji kemampuan barunya.

Bima memfokuskan pandangannya tepat ke arah mata Cindy.

Sring.

Sistem Mata Identifikasi Tingkat Dewa langsung aktif di dalam retina Bima.

[Nama: Cindy Aurelia]

[Status: Resepsionis Senior Hotel Grand Cakrawala]

[Sifat Asli: Arogan, pemalas, dan materialistis]

[Rahasia Tersembunyi: Sering menggelapkan uang deposit tamu asing dan memanipulasi laporan keluhan pelanggan]

Rentetan informasi holografik berwarna biru itu muncul dengan sangat jelas di samping wajah Cindy.

Bima tersenyum tipis membaca rahasia memalukan dari wanita sombong di depannya ini.

"Pantas saja pelayanannya sangat buruk, ternyata dia ini parasit yang menggerogoti uang hotel dari dalam," ucap Bima dalam hati.

"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" bentak Cindy yang merasa risih ditatap oleh Bima.

"Cepat pergi dari sini sebelum saya memanggil petugas keamanan untuk mengusirmu!"

Bima menyandarkan kedua tangannya di atas meja marmer resepsionis itu dengan sangat santai.

"Mbak Cindy Aurelia yang terhormat," ucap Bima dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan mengintimidasi.

"Kamu sepertinya harus lebih berhati-hati dalam berbicara kepada orang lain."

"Apalagi jika orang itu tahu bahwa kamu memasukkan uang deposit tamu dari kamar 302 dan 405 ke dalam rekening pribadimu minggu lalu."

Wajah Cindy seketika berubah pucat pasi seolah aliran darahnya mendadak berhenti mengalir.

Matanya membelalak lebar menatap pemuda berkemeja lusuh yang entah bagaimana bisa mengetahui rahasia terbesarnya.

"K-kamu bicara sembarangan! Jangan menuduhku tanpa bukti!" bantah Cindy dengan suara bergetar karena panik.

"Bukti? Laporan manipulasi pembukuan di komputermu itu sudah cukup untuk menjebloskanmu ke penjara," balas Bima tanpa ragu.

Cindy menelan ludah dengan susah payah, kakinya mendadak terasa lemas hingga dia harus berpegangan pada meja.

"Sekarang, sebelum saya memanggil polisi, angkat teleponmu dan hubungi Pak Frans," perintah Bima mutlak.

"Katakan padanya bahwa Bima Aditama sedang menunggunya di lobi utama sekarang juga."

Tangan Cindy gemetar hebat saat dia mengangkat gagang telepon interkom di mejanya.

Dia tidak tahu siapa pemuda ini, tapi aura kekuasaan yang dipancarkan Bima membuatnya tidak berani membantah lagi.

Cindy memutar nomor ekstensi ruang rapat eksekutif di lantai atas dengan susah payah.

"H-halo, ruangan Pak Frans? Tolong sampaikan ada tamu bernama Tuan Bima Aditama mencari beliau di lobi."

Cindy meletakkan kembali gagang telepon itu lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam karena ketakutan.

Bima hanya diam berdiri di depan meja resepsionis itu sambil menunggu dengan sabar.

Kurang dari tiga menit kemudian, suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar dari arah lift VIP.

Seorang pria paruh baya berkacamata tebal dan mengenakan jas abu-abu mahal berlari kecil melintasi lobi.

Napas pria itu terengah-engah dan wajahnya dipenuhi keringat dingin yang mengucur deras.

Pria itu adalah Frans, General Manager Hotel Grand Cakrawala yang sangat dihormati oleh seluruh staf.

Frans langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru lobi untuk mencari sosok bos barunya.

Pagi ini dia baru saja menerima email resmi dari firma hukum internasional bahwa kepemilikan hotel telah berpindah tangan.

Dan nama pemilik tunggal yang baru itu adalah Bima Aditama.

Mata Frans tertuju pada seorang pemuda sederhana yang berdiri di depan meja resepsionis.

Frans buru-buru merapikan jasnya dan melangkah mendekati Bima dengan sikap sangat menunduk.

"Selamat pagi, Tuan Bima!" sapa Frans dengan suara keras yang menggema di area lobi.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!