NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Setelah memperoleh informasi mengenai Danau Seribu Bulan, Yan Kai tidak lagi memiliki alasan untuk tetap berada di Kota Perak. Ia kembali ke penginapan hanya untuk membereskan barang-barangnya, membeli sedikit persediaan makanan kering, lalu segera meninggalkan kota melalui gerbang timur.

Tujuannya kini hanya satu. Hutan Kabut Kematian.

Menurut informasi dari Paviliun Mata Elang, hutan itu berjarak sekitar dua hari perjalanan dari Kota Perak. Bagi orang biasa, perjalanan sejauh itu tentu sangat melelahkan.

Namun bagi seorang kultivator seperti Yan Kai, jarak tersebut bukanlah masalah. Dengan mengerahkan Qi ke kedua kakinya, ia mampu berlari jauh lebih cepat daripada kuda biasa.

Selama dua hari penuh, perjalanan berlangsung dengan lancar. Ia hanya berhenti sesekali untuk beristirahat dan berkultivasi pada malam hari.

Menjelang sore di hari kedua, kabut putih yang sangat tebal mulai terlihat di kejauhan. Kabut itu menyelimuti seluruh kawasan hutan hingga mustahil melihat apa yang berada jauh di dalamnya. Pepohonan yang menjulang tinggi tampak seperti bayangan-bayangan raksasa yang berdiri diam di balik lautan kabut.

Yan Kai akhirnya tiba di depan Hutan Kabut Kematian. Ia berhenti sejenak sambil mengamati keadaan sekitar. Benar saja, tidak jauh dari pintu masuk hutan, berdiri empat orang pria berjubah hitam dengan lambang tengkorak merah di dada mereka. Tatapan mereka tajam, sementara pedang di pinggang telah siap dicabut kapan saja.

Yan Kai mempersempit matanya. Ia perlahan merasakan aura yang dipancarkan keempat orang itu. "Ranah Pembangunan Fondasi Tahap Puncak..."

Bagi kultivator pemula, keempat orang itu mungkin merupakan penghalang yang sangat sulit dilewati. Namun Yan Kai kini telah berada di Ranah Pemurnian Qi Tahap Awal.

Perbedaan satu ranah penuh bukanlah sesuatu yang bisa ditutupi dengan jumlah. "Bahkan sepuluh orang seperti mereka, aku masih sanggup menghadapinya."

Yan Kai tidak berniat membuang waktu. Ia langsung melangkah menuju pintu masuk hutan. Keempat pria itu segera menyadari keberadaannya. Salah seorang di antara mereka menyeringai. "Berhenti. Hutan ini bukan tempat yang bisa dimasuki sembarang orang."

Pria lainnya menambahkan dengan nada dingin. "Serahkan seluruh hartamu. Kalau tidak, kau akan mati di sini."

Yan Kai tetap berjalan tanpa menjawab. Sikap itu langsung membuat wajah keempat pria tersebut berubah muram. "Berani mengabaikan kami? Bunuh dia!"

Clang!

Empat bilah pedang langsung terhunus bersamaan. Mereka bergerak dari empat arah berbeda dengan kerja sama yang cukup baik. Namun di mata Yan Kai, gerakan mereka terlalu lambat.

Whusss!

Tubuhnya menghilang dari tempat semula.

"Apa?!"

Keempat pria itu langsung kehilangan jejaknya. Detik berikutnya, Yan Kai telah muncul di belakang salah satu dari mereka.

Slash!

Pedangnya berkilat. Kepala pria itu langsung terlepas dari tubuhnya. Darah menyembur ke udara.

"Tidak mungkin!"

Tiga orang lainnya segera menyerang dengan panik. Namun Yan Kai bergerak seperti bayangan. Setiap langkahnya begitu ringan, setiap ayunan pedangnya selalu mengenai titik mematikan.

Clang! Slash! Buk!

Dalam beberapa tarikan napas saja, pria kedua roboh dengan dada tertembus pedang. Pria ketiga tewas akibat lehernya tersayat. Sementara pria terakhir mencoba melarikan diri. Sayangnya, Yan Kai sudah berdiri tepat di hadapannya.

Pria itu memucat. "Tunggu... aku bisa..."

Slash!

Pedang Yan Kai melintas tanpa ragu. Tubuh pria itu perlahan ambruk ke tanah.

Keheningan kembali menyelimuti pintu masuk hutan. Yan Kai berdiri diam beberapa saat. Empat mayat tergeletak di sekelilingnya. Ini adalah pertama kalinya ia membunuh manusia.

Namun anehnya, hatinya tetap tenang. Ia tidak merasakan penyesalan sedikit pun. Keempat orang itu memang berniat membunuh dan merampas hartanya sejak awal. Jika ia menunjukkan belas kasihan, mungkin justru dirinya yang akan menjadi mayat di tempat ini.

Yan Kai menghela napas pelan. "Inilah dunia kultivasi. Terkadang, untuk bertahan hidup, seseorang harus mengangkat pedang."

Ia kemudian melepas satu per satu Cincin Ruang dari jari keempat pria tersebut. Setelah memeriksa isinya, ia menemukan cukup banyak koin emas, beberapa pil penyembuh tingkat rendah, herba biasa, serta beberapa senjata yang kualitasnya tidak terlalu istimewa.

Meski bukan harta yang luar biasa, semuanya tetap ia simpan ke dalam Cincin Ruangnya. Tidak ada alasan untuk menyia-nyiakan sumber daya.

Setelah memastikan tidak ada lagi yang tertinggal, Yan Kai mengangkat kepalanya. Tatapannya mengarah ke lautan kabut yang memenuhi bagian dalam hutan. Tanpa sedikit pun keraguan, ia melangkahkan kaki memasuki Hutan Kabut Kematian.

...

Kabut putih yang tebal segera menyelimuti tubuh Yan Kai begitu ia melangkahkan kaki lebih dalam ke Hutan Kabut Kematian. Jarak pandangnya berkurang drastis, bahkan pepohonan yang hanya berjarak belasan meter sudah tampak samar-samar di balik kabut.

Suasana di dalam hutan juga jauh lebih sunyi dibanding hutan biasa. Tidak terdengar suara burung ataupun hewan kecil. Yang terdengar hanyalah embusan angin dan sesekali raungan binatang iblis dari kejauhan.

Yan Kai menggenggam erat gagang pedangnya. Seluruh indranya bekerja maksimal. Ia tahu, di tempat seperti ini, bahaya bisa datang dari segala arah.

Benar saja. Baru beberapa ratus meter memasuki hutan...

Grrraaa...

Raungan rendah terdengar dari balik semak-semak. Sesaat kemudian, enam ekor serigala berbulu hitam melompat keluar dan mengepung Yan Kai.

Mata mereka memancarkan cahaya hijau yang dipenuhi rasa lapar. Tubuh mereka jauh lebih besar dibanding serigala biasa, taring-taring tajam terlihat jelas ketika mereka menggeram.

"Binatang iblis Tingkat 1..." Yan Kai segera mengenali kekuatan mereka. Binatang iblis Tingkat 1 memiliki kekuatan yang setara dengan kultivator Ranah Pengumpulan Qi. Bagi Yan Kai saat ini, mereka sama sekali bukan ancaman.

Salah seekor serigala langsung menerjang.

Whusss!

Yan Kai melangkah ke samping. Pedangnya berkelebat.

Slash!

Kepala serigala itu langsung terpisah dari tubuhnya. Lima lainnya meraung bersamaan, menyerbu dari berbagai arah. Namun gerakan mereka tampak begitu lambat di mata Yan Kai.

Whusss! Whusss! Clang! Slash!

Dalam beberapa tarikan napas saja, seluruh serigala telah tergeletak tak bernyawa. Yan Kai segera membelah kepala mereka satu per satu.

Tak lama kemudian, enam butir inti jiwa berwarna putih pucat berhasil ia keluarkan. Meski kualitasnya tidak tinggi, inti jiwa tersebut tetap memiliki nilai yang cukup baik. Ia menyimpannya ke dalam Cincin Ruang.

"Perjalanan baru saja dimulai..." gumamnya pelan.

Yan Kai kembali melanjutkan langkah. Beberapa saat kemudian, aroma segar tiba-tiba tercium oleh hidungnya. Ia menghentikan langkah. Aroma itu berasal dari balik bebatuan di dekat sebuah aliran sungai kecil. Saat menyingkirkan semak-semak, matanya langsung berbinar.

Di sana tumbuh belasan batang ginseng dengan akar berwarna kebiruan. Daunnya memancarkan cahaya spiritual yang lembut.

"Ginseng Air..."

Yan Kai segera mengingat pengetahuan yang pernah ia dengar di Sekte Hutan Bambu. Herba ini hanya tumbuh di tempat yang memiliki energi spiritual air yang sangat melimpah.

Usianya kurang lebih seratus tahun. Dan yang paling mengejutkan, jumlahnya tidak hanya satu, melainkan lebih dari sepuluh batang.

Yan Kai segera mencabut seluruh ginseng itu dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak. Selesai memanen semuanya, senyum puas pun muncul di wajahnya. "Kalau dijual, harganya pasti cukup tinggi."

Ia kembali melanjutkan perjalanan. Namun belum sampai satu jam berjalan...

Bumm... bumm...

Tanah tiba-tiba bergetar pelan, getarannya semakin lama semakin kuat. Yan Kai segera menghunus pedangnya. Dari balik kabut, muncul seekor binatang iblis raksasa.

Tubuhnya setinggi hampir empat meter, kulitnya berwarna abu-abu gelap dan tampak sekeras baja. Yang paling mencolok, makhluk itu memiliki dua kepala badak dengan sepasang tanduk besar yang memancarkan aura ganas.

"Hmm?" Yan Kai langsung menyipitkan matanya. "Badak Kepala Dua..." Binatang iblis Tingkat 3. Kekuatannya setara dengan kultivator Ranah Pemurnian Qi.

Raaargh!!

Badak itu meraung keras sebelum menghentakkan kedua kakinya.

Bumm!

Tubuh raksasanya melesat ke arah Yan Kai dengan kecepatan yang sama sekali tidak sesuai ukuran tubuhnya. Yan Kai segera melompat menghindar.

Brak!

Pohon besar di belakangnya langsung hancur diterjang badak tersebut. "Tenaganya luar biasa." Yan Kai tidak berani meremehkannya.

Ia mengerahkan Qi ke seluruh tubuh. Pedangnya diselimuti nyala api merah.

Whusss!

Ia melesat menuju sisi tubuh badak.

Slash!

Pedangnya berhasil meninggalkan luka panjang. Namun kulit binatang itu terlalu keras, lukanya tidak terlalu dalam. Badak tersebut langsung mengayunkan tanduknya. Yan Kai menangkis dengan pedang.

Clang!

Benturan keras membuat lengannya sedikit mati rasa. "Kalau hanya mengandalkan api, tidak cukup."

Tanpa ragu lagi, Yan Kai mengalirkan sedikit energi kegelapan ke bilah pedangnya. Kabut hitam perlahan menyelimuti mata pedang. Namun kali ini ia mengendalikannya dengan sangat hati-hati agar tidak terlalu banyak terbuang.

Whusss!

Yan Kai memanfaatkan celah ketika badak itu kembali menyeruduk. Ia berputar ke sisi kiri tubuh lawannya. "Teknik Pedang Bayangan!"

Puluhan bayangan pedang muncul bersamaan.

Slash! Slash! Slash!

Serangan bertubi-tubi akhirnya berhasil menembus pertahanan kulit badak.

Raaargh!!

Binatang iblis itu meraung kesakitan. Sebelum sempat membalas, Yan Kai melompat tinggi. Seluruh Qi dan energi kegelapan terkumpul di ujung pedangnya. "Berakhir!"

Slash!

Pedangnya menebas lurus ke bawah, tepat mengenai pertemuan kedua leher badak.

Boom!

Darah menyembur ke segala arah. Tubuh raksasa itu berguncang beberapa kali, lalu ambruk menghantam tanah dengan suara yang menggelegar. Debu beterbangan memenuhi sekeliling.

Yan Kai menghela napas panjang. Pertarungan ini jauh lebih sulit dibanding menghadapi binatang iblis Tingkat 2 dahulu. Namun ia tetap berhasil menang.

Tanpa membuang waktu, Yan Kai segera membelah kepala Badak Kepala Dua itu. Tak lama kemudian, sebuah inti jiwa berwarna kuning keemasan sebesar kepalan tangan berhasil ia keluarkan. Aura spiritual yang dipancarkannya jauh lebih kuat dibanding inti jiwa yang pernah ia miliki sebelumnya.

Yan Kai menyimpannya dengan hati-hati ke dalam Cincin Ruang. Senyum tipis pun muncul di wajahnya.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!