Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Langit sore di atas kota metropolitan mendadak berubah menjadi gelap gulita.
Awan hitam pekat menggantung rendah menutupi cahaya matahari yang tadinya terik.
Gemuruh suara petir menyambar bersahut-sahutan di balik gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi.
Tak lama kemudian, titik-titik air hujan mulai turun membasahi jalanan aspal yang panas.
Rintik hujan itu dengan cepat berubah menjadi badai deras yang mengguyur seluruh sudut kota tanpa ampun.
Di pinggir jalan raya kawasan komersial elit, seorang wanita tampak berjalan sempoyongan tanpa payung pelindung.
Vira memeluk tubuhnya sendiri yang basah kuyup dan menggigil kencang.
Air hujan bercampur dengan air mata mengalir deras di wajahnya yang pucat pasi dan kusam.
"Dingin..." bisik Vira dengan bibir bergetar hebat hingga gigi bagian atas dan bawahnya beradu.
Perutnya yang membuncit terasa melilit sangat sakit akibat tidak ada makanan yang masuk sejak kemarin.
Kaki telanjangnya terasa lemas karena sebelah sepatu hak tingginya sudah patah dan dibuang di jalanan antah berantah.
Vira mencoba berteduh di bawah kanopi sebuah toko mewah yang sudah tutup.
Brrgh...
Tiupan angin malam yang dingin menusuk hingga ke tulang sumsumnya.
"Kenapa takdir jadi seperti ini..." ratap Vira terisak-isak sendirian di dalam kegelapan malam.
Ia menatap kosong ke arah jalan raya yang basah oleh genangan air hujan.
Lalu-lalang mobil mewah berharga miliaran rupiah melintas dengan cepat di depannya.
Setiap kali mobil berjenis sport melintas, hati Vira berdenyut nyeri mengingatkan pada sosok Bayu.
Pria yang dulu selalu melindunginya dari hujan dan panas kini telah menjadi penguasa mutlak di puncak menara kemewahan.
"Bayu... maafkan aku..." isak Vira memanggil nama mantan suaminya dengan suara parau yang tenggelam oleh deru air hujan.
Tidak ada satu pun orang yang sudi melirik atau menolong wanita malang di pinggir jalan itu.
Orang-orang kaya berlari cepat menuju mobil pribadi mereka dengan payung besar yang melindungi pakaian mahal mereka.
Vira merasa dirinya tidak lebih dari sehelai sampah busuk yang dibuang di got pembuangan.
"Hei, wanita di sana! Jangan mengotori depan toko saya!" bentak seorang pemilik toko dari balik pintu kaca dengan nada ketus.
Vira terperanjat kaget, lalu menyeret kakinya yang gemetar menjauh dari kanopi toko tersebut.
Ia kembali menerobos derasnya air hujan malam yang membekukan tubuhnya.
Langkah kakinya yang tertatih-tatih terus berjalan tanpa arah tujuan yang pasti di tengah gelapnya malam.
Di tempat terpisah, di dalam ruang keluarga The Crown Penthouse yang hangat dan mewah, suasana sangat kontras dengan penderitaan Vira di jalanan.
Bayu duduk bersandar santai di sofa kulit Italia sambil menikmati secangkir cokelat panas.
Layar transparan sistem berukuran besar melayang pelan di hadapannya menampilkan data aset korporasi terbaru.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Seluruh konsolidasi aset korporat di sektor properti dan hiburan malam telah mencapai 100 persen.]
[Mendapatkan pencapaian status Konglomerat Mutlak Kota Besar.]
Bayu membaca notifikasi sistem itu dengan senyuman tipis di bibirnya.
Kirana melangkah mendekati meja sambil membawa sebuah map laporan keuangan akhir pekan.
"Semua laporan restrukturisasi hotel dan klub malam sudah beres, Tuan," lapor Kirana dengan suara lembut dan profesional.
"Bagus, Kirana," jawab Bayu tenang meletakkan cangkirnya di atas meja marmer.
"Kamu bekerja sangat luar biasa selama proses ekspansi ini."
Kirana tersenyum tipis menanggapi pujian dari atasannya tersebut.
"Itu adalah bagian dari tugas saya, Tuan Bayu," balas Kirana sopan.
"Lalu, apakah ada agenda khusus untuk esok hari?"
"Tidak ada agenda berat," jawab Bayu bersandar lebih nyaman.
"Kita hanya perlu memantau perkembangan perusahaan dari jauh."
Kirana mengangguk paham, lalu berdiri siaga di samping sofa tempat Bayu duduk.
Hubungan kerja di antara mereka kini telah berkembang menjadi sebuah sinergi profesional yang sangat solid dan saling percaya.
Kirana tidak pernah lagi meragukan setiap keputusan strategis yang diambil oleh Bayu.
Sebaliknya, Bayu sangat menghargai dedikasi tinggi dan loyalitas mutlak yang ditunjukkan oleh sekretaris pribadinya itu.
"Tuan," panggil Kirana pelan memecah keheningan malam.
"Ada apa, Kirana?" tanya Bayu menoleh ke arah sekretarisnya.
"Apakah Anda sama sekali tidak merasa kasihan pada kondisi mantan istri Anda yang kini hidup terlantar di jalanan?" tanya Kirana hati-hati.
Bayu terdiam sejenak, menatap ke luar jendela kaca raksasa yang dibasahi titik-titik air hujan.
"Kasihan?" tanya Bayu mengulang kata itu dengan nada datar.
"Apakah dia pernah merasa kasihan padaku saat aku bekerja rangkap tiga demi menghidupinya?"
Kirana terdiam, tidak melanjutkan pertanyaannya karena mengerti betapa dalam luka pengkhianatan yang pernah dirasakan atasannya.
"Orang yang menanam benih pengkhianatan harus siap menuai badai kehancuran," ucap Bayu dingin.
"Itu adalah hukum alam yang adil."
"Saya mengerti, Tuan," jawab Kirana menunduk hormat.
Bayu kembali mengalihkan pandangannya ke arah layar sistem yang masih berkedip tipis di tepi pandangannya.
Perjalanan hidupnya dari seorang pria tertindas hingga menjadi penguasa mutlak adalah bukti nyata bahwa takdir bisa diubah jika seseorang memiliki tekad dan kekuatan yang tepat.
Di luar gedung penthouse yang megah itu, badai hujan malam terus menderu kencang membawa serta sisa-sisa penyesalan terakhir dari masa lalu yang kelam.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰