NovelToon NovelToon
Ku Mohon Berikan Aku Kesempatan Kedua

Ku Mohon Berikan Aku Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:161
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

Pernikahan yang di dasari oleh paksaan sering kali tidak berjalan harmonis dan ironisnya Nika dan Devan harus terlibat di hubungan yang seperti itu.

Nika yang menyetujui pernikahan itu hanya karena semata mata untuk keselamatan perusahaan keluarga nya yang sudah susah payah di bangun oleh para sesepuh keluarganya.

Sedangkan Devan yang menyusulkan persyaratan pernikahan sebagai jaminan bukan semata mata menginginkan tubuh Nika sebagai hadiah dari kedermawanannya menyelamatkan perusahaan keluarga Nika namun jauh dari itu Devan memiliki alasan tersembunyi yang jauh dari perkiraan Nika.

Dan sepanjang pernikahan yang sudah berjalan Nika yang memang memiliki watak yang keras kepala sering sekali memberikan perilaku dingin dan kata kata menyakitkan pada Devan suaminya hanya untuk membuat pria itu menyerah akan pernikahan mereka.

Dan saat harapan Nika hampir terwujud mengapa bukan senang yang ia rasakan? Novel ini akan menceritakan perjuangan Nika untuk kembali mengambil hati suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Dansa Martabak dan Rahasia di Balik Topeng

Ruang tamu kediaman Adiguna yang biasanya sunyi dan berwibawa kini telah berubah fungsi menjadi studio dansa dadakan. Karpet Persia yang mahal telah digulung ke sudut, menyisakan lantai marmer dingin yang mengkilap. Di sudut ruangan, sebuah speaker bluetooth memutarkan lagu waltz klasik dengan volume yang cukup keras hingga membuat lampu kristal di langit-langit bergetar halus.

Nika berdiri di tengah ruangan, mengenakan daster sutra favoritnya namun dengan sepatu hak tinggi dua belas sentimeter yang berkilau. Di tangannya, ia memegang sebuah piring berisi martabak manis rasa cokelat kacang yang baru saja dipesan lewat ojek daring.

"Mas! Ayo cepat! Pesta topeng itu tinggal tiga hari lagi, dan aku tidak mau kita terlihat seperti dua balok kayu yang saling berbenturan di lantai dansa!" seru Nika sambil mengunyah potongan kecil martabak.

Devan keluar dari ruang kerja dengan wajah lelah, masih mengenakan kemeja yang kancing atasnya terbuka. Ia menatap pemandangan di depannya dengan dahi berkerut. "Ni, aku bisa berdansa. Aku sudah ikut kelas dansa formal sejak umur tujuh tahun untuk keperluan acara bisnis Papa."

"Itu dansa bisnis, Mas! Kaku dan membosankan. Aku mau kita berdansa dengan 'jiwa'. Dansa yang membuat paman-paman jahat itu terpana dan lupa cara bernapas!" Nika meletakkan piring martabaknya di atas meja kopi, lalu menarik tangan Devan paksa. "Sekarang, letakkan tanganmu di pinggangku. Tangan satunya pegang tanganku. Nah, begitu."

Mereka mulai bergerak mengikuti irama musik. Satu, dua, tiga... satu, dua, tiga...

"Mas, jangan lihat kakimu terus! Lihat mataku! Bayangkan aku adalah proyek paling berharga yang pernah kamu tangani," bisik Nika, mencoba menciptakan suasana romantis.

Devan mencoba fokus. Ia menatap mata Nika yang berbinar jenaka. Perlahan, ia mulai menikmati ritme tersebut. Namun, masalah muncul ketika Nika merasa "jiwa" dansanya mulai meledak. Ia tiba-tiba melakukan gerakan putaran yang tidak ada dalam draf waltz standar.

"Nika, tunggu! Itu terlalu cepat—"

Sret!

Kaki Nika yang mengenakan sepatu hak tinggi terpeleset sedikit ceceran minyak dari martabak yang tadi sempat jatuh ke lantai. Untuk menjaga keseimbangan, Nika secara refleks meraih benda terdekat: piring martabak di meja kopi.

Alih-alih jatuh, Nika justru berhasil berdiri tegak, namun tangannya kini memegang piring martabak itu tinggi-tinggi di udara, sementara satu kakinya terangkat ke belakang seperti balerina profesional.

"Ta-da! Martabak Swan Lake!" seru Nika dengan wajah bangga, meski napasnya terengah.

Devan terdiam, menatap istrinya yang berpose aneh sambil memegang piring berisi martabak yang hampir tumpah ke wajahnya. "Ni... jika kamu melakukan itu di kapal pesiar nanti, aku berjanji akan langsung melompat ke laut karena malu."

"Enak saja! Ini namanya improvisasi, Mas Bos! Kamu tahu tidak, dalam spionase, gerakan tak terduga adalah kunci untuk mengalihkan perhatian lawan. Sambil aku melakukan pose ini, kamu bisa menyelinap dan mencuri dokumen rahasia mereka!" jawab Nika sambil menyuapkan satu potong martabak ke mulut Devan yang sedang terbuka karena takjub.

Devan mengunyah martabak itu dengan pasrah. "Baiklah. Tapi tolong, simpan martabaknya di rumah. Di pesta nanti, kita hanya akan berdansa... secara normal. Tanpa makanan di tangan."

Setelah sesi dansa yang melelahkan dan mengenyangkan tersebut, mereka duduk bersandar di sofa. Suasana yang tadinya penuh tawa perlahan berubah menjadi serius saat Devan mengeluarkan undangan pesta topeng yang mereka temukan kemarin.

"Aku sudah meminta tim IT untuk melacak kode QR tersembunyi di balik stempel lilin undangan ini," ucap Devan sambil menunjukkan layar ponselnya. "Undangan ini dikirim dari sebuah firma hukum yang selama ini menjadi 'mesin pencuci uang' untuk pamanmu, Surya, dan beberapa kolega Papa-mu yang sakit hati."

Nika merapatkan duduknya ke Devan. "Jadi, ini jebakan?"

"Kemungkinan besar. Mereka tahu kita sedang dalam posisi kuat secara publik, jadi mereka ingin menarik kita ke 'wilayah' mereka. Kapal pesiar di tengah laut adalah tempat terbaik untuk melakukan tekanan tanpa ada campur tangan polisi dengan cepat," Devan mengusap dagunya, tatapannya menajam.

Nika terdiam sejenak. Ia teringat akan masa kecilnya, di mana paman-pamannya selalu terlihat baik namun memiliki mata yang rakus akan harta. "Mas, kalau mereka mau main topeng, aku akan buatkan topeng yang paling indah. Tapi aku juga akan pastikan topeng mereka retak malam itu."

"Apa rencanamu, Nyonya CEO?" tanya Devan, penasaran dengan apa yang ada di otak random istrinya.

Nika berdiri, berjalan menuju meja kerjanya dan mengambil buku sketsa. Ia menunjukkan sebuah desain topeng yang sangat unik. Topeng itu terlihat seperti wajah malaikat yang tenang, namun jika dilihat dari sudut tertentu dengan cahaya lampu kilat kamera, permukaan topeng itu akan memantulkan tulisan-tulisan kecil.

"Ini topeng dengan lapisan mikroskopis," jelas Nika semangat. "Aku akan mencetak semua bukti transaksi ilegal mereka di permukaan topeng kita. Jadi, setiap kali fotografer pesta mengambil foto kita dengan flash, bukti-bukti itu akan muncul dengan jelas di hasil fotonya dan langsung terunggah ke server kantor polisi yang sudah kita atur."

Devan tertegun. Ia mengambil buku sketsa itu dan mempelajarinya. "Ini... jenius. Tapi juga sangat berisiko. Kita akan menjadi sasaran empuk jika mereka sadar lebih awal."

"Itulah sebabnya kita harus berdansa, Mas! Dansa martabak tadi! Kita harus membuat mereka sibuk memperhatikan gerakan kita yang aneh sampai mereka tidak sadar kalau mereka sedang berpose di depan bukti kejahatan mereka sendiri," Nika tertawa kecil, sebuah tawa yang mengandung keberanian luar biasa.

Devan menarik Nika ke dalam pelukannya. Ia merasa bangga sekaligus ngeri memiliki istri yang kepintarannya dibungkus dengan cara-cara yang sangat tak terduga. "Oke. Kita lakukan. Tapi janji satu hal padaku."

"Apa itu?"

"Jangan bawa martabak asli ke atas kapal. Aku tidak mau bukti kejahatan mereka tercampur dengan noda cokelat kacang."

Nika tertawa terbahak-bahak, mencubit lengan Devan. "Iya, iya! Mas Bos cerewet sekali. Tapi sebagai gantinya, besok kamu harus menemaniku ke pasar barang antik. Aku butuh bulu merak asli dan sedikit bubuk mesiu untuk efek drama."

"Bubuk mesiu?! Nika, kita mau ke pesta, bukan mau meledakkan kapal!"

"Hanya sedikit untuk efek asap saat kita masuk, Mas! Biar dramatis!"

Malam itu, di bawah temaram lampu ruang tamu, mereka bukan lagi sekadar pasangan yang sedang belajar berdansa. Mereka adalah dua ksatria yang sedang mempersiapkan baju zirah paling estetik untuk perang yang akan datang. Perang di mana musik waltz akan menjadi latar belakang dari kehancuran sebuah konspirasi besar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!