Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Roh Puncak
Sudah beberapa menit sejak pertempuran di lakukan, bau darah, suara dentuman pedang terdengar di setiap detik.
Sejauh pertempuran di lakukan, Exorcist sama sekali tidak bisa menembus pertahanan depan para iblis.
Daniel menembak para iblis dengan pistolnya memang ampuh, tapi dia merasakan tidak nyaman melihat mata ular Crystal merah itu.
Bukan hanya Daniel saja, Michael bersama timnya seorang Exorcist darah binatang yang akan menyerang dari samping justru terhambat Iblis level 6-7.
"Sahh!" Teriak ular itu, Asuna mendengar raungan itu langsung berhenti bergerak.
"Ledakan petir!" Reyhan menyerang iblis yang di sebelah Asuna. "Asuna ada apa? Cepat kembali mundur! Kita benar-benar kelelahan"
Asuna mengangguk lalu berlari mundur tapi saat berlari sesekali Asuna melirik Ular itu.
"Raungan barusan... Aku merasa familiar" gumam Asuna, dia merasa familiar karena dia pernah jadi Iblis.
"Lautan api!"
Zahra membuka jalur untuk mundur, Flower membanting dan memberi serbuk ilusi pada iblis.
"Sial, mereka tidak ada habisnya. Kenapa bisa seperti itu?" Reyhan menggeram kesal. Sudah ada banyak orang mati.
Asuna menatap tajam aura Gate berasal. "Mungkin karena Gate terus memasok iblis dari dalam. Makanya iblis tidak berhenti keluar"
Reyhan terkejut. "Apa benar seperti itu Zahra?"
Zahra mengangguk cepat dan berbicara sambil bertarung. "Ya! Memang seperti itu cara kerja Gate, mengambil iblis dari alam dan memberi energi untuk evolusi dan berserk!"
"Lautan api!" Zahra membereskan iblis di sekitar nya, Flower melompat ke belakang Reyhan.
"Kita harus segera kesana sekarang" tegas Flower. "Zahra, Asuna, Reyhan"
Mereka bertiga mengangguk lalu Zahra memakai kuda api, Flower masuk ke dalam akar bunga besar.
Asuna menarik nafas dan energi meledak dari dalam tubuh nya, rambut Asuna terbang ke langit.
Reyhan melihat ketiganya dengan takjub. "Perubahan kalian benar-benar hebat" Reyhan berharap dia memiliki jurus seperti itu.
"Hei bocah, apa kau tidak mau memakaiku?" Suara naga dari pedang petir muncul.
Reyhan terkejut suara naga itu ada di kepalanya. "Tuan Naga? Kenapa anda bisa berbicara dengan saya?"
"Humph lupakan itu, pakai pedang ku dan kau akan mendapatkan kekuatan ku"
Reyhan bersemangat lalu memasukkan pengakuan petir di pedang. Sejenak Reyhan melihat perubahan pada pedang yaitu bersinar listrik.
Bukan hanya pada pedang saja, Reyhan juga merasakan kekuatan petir meluap dari tubuhnya.
Zahra tersenyum tipis melihat perubahan pada Reyhan. "Siap Reyhan?"
Reyhan mengangguk lalu mereka berempat menembus barisan iblis di depan mereka dengan cepat.
"Lautan api!" Zahra menghanguskan iblis dengan apinya.
"Hantaman akar!" Flower menghantam banyak iblis dengan akarnya secara ganas.
Asuna memejamkan matanya lalu kedua tinjunya bertemu. "Mari kita lakukan" matanya terbuka lalu berlari cepat.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Asuna bergerak secepat kilat, dan dalam setiap gerakannya Asuna menghabisi iblis dengan tinjunya.
Jedar!, petir menyambar Iblis-iblis yang mendekati Reyhan. Reyhan menyeringai dengan pedang di bahunya.
"Lihat, mereka ketakutan tak berani mendekatiku" Reyhan di kepung banyak iblis tapi tidak berani menyerang karena siapapun yang mendekat akan tersambar petir.
Reyhan menghela nafas lalu memegang pedang nya. "Sudah cukup bermain-main, saatnya aku menyerang dengan serius"
"Hora!"
Reyhan menebas iblis-iblis itu dengan pedangnya, namun dalam setiap tebasan Reyhan energi petir itu merembet ke segala arah.
Reyhan tertawa senang lalu lebih bersemangat membunuh para iblis.
"Ledakan petir!" Reyhan menancapkan pedangnya di tanah, dan tanah itu retak mengeluarkan cahaya petir.
Bom!, tanah mengeluarkan ledakan petir menyebabakan gelombang listrik yang mampu membunuh semua iblis di sekitarnya.
Zahra menebas iblis terakhir di depan pintu masuk sekolah. "Semuanya ayo cepat masuk!"
Asuna dan Reyhan mengangguk lalu masuk ke dalam gedung, akan tetapi Flower menolak masuk.
"Flower ada apa? Kenapa tidak masuk?"
Flower tersenyum manis. "Kalau aku masuk tidak ada siapapun yang bertahan"
Zahra terbelakak. "Tidak jangan bercanda, di sini ada ratusan iblis! Kau bisa mati!"
Flower tersenyum. "Kalau mati ya biarlah" Flower menumbuhkan bunga mawar dan bunga mawar raksasa.
Mawar-mawar merah itu menutupi sekolah dan akar-akarnya juga menghalau iblis masuk lewat jendela.
Bau mawar harum tercium, ular Crystal merah mendesis seperti kesal, dia melihat ke bawah jika ada Exorcist yang berhasil mendekati pintu masuk.
"Sah!" Ular Crystal merah bergerak cepat dari atas, mulutnya terbuka lebar saat tepat di atas Zahra dan Flower.
....
Reyhan, Asuna terus berlari meski Zahra dan Flower menjaga di luar. "Sial, hanya kita saja yang bisa Asuna!" Desis Reyhan.
Asuna memukul setiap iblis di depan dengan cepat. "Ya tuan!" Asuna menghentak kaki kanannya.
Dom!, Asuna melesat menyebabkan gelombang kaca pecah, dan tendangan itu membunuh iblis level 6 dengan mudah.
Reyhan menggeleng dengan cepat. "Sial, Asuna benar-benar kuat" Reyhan mendesis lalu dia menemukan ruang guru.
"Ini dia, asal Gate" Reyhan hendak membuka Gate.
Namun Asuna memegang pergelangan Reyhan. "Tuan, tunggu sebentar" dahi Asuna berkerut. "Ada yang aneh"
Reyhan mendengus. "Apanya yang aneh?"
"Tuan, kenapa ruangan sepenting ini sama sekali tidak di jaga?" Asuna bertanya.
"Tunggu, apa msksudmu-
Kring!, pintu di tendang keras sampai kaca pecah.
Asuna bahkan Reyhan tersungkur jatuh. " Sial apa itu tadi" Reyhan menyipitkan matanya waspada.
"Ouh ternyata kamu ya, aku kira siapa" Lumine berbicara dengan nada manja. Tapi Reyhan tak percaya karena tubuh Lumine adalah Medusa!.
Asuna berdiri di depan Reyhan berpose siap. "Tuan, dia bukan lawan anda. Medusa adalah iblis level 8 yang merepotkan karena sinar batunya"
Lumine tertawa keras lalu mendesis. "Ya seperti itu, tapi kamu yang menabrakku kemarin tidak akan aku maafkan"
"Yo Reyhan, kulihat dari ingatan tubuh ini kau adalah orang yang di benci nya" Devan keluar dari ruangan guru.
Reyhan tersentak. "Devan? Kenapa bisa-
"Oh tunggu dulu" jari Devan menggeleng. "Aku bukan Devan, aku Le Or Nold, iblis bawahan terkuat tuan ku" Devan tersenyum.
"Apa?" Reyhan terkejut. "Jadi kau merasuki Devan?"
Devan mengangguk, ekspresi nya terlihat lelah. "Yah benar-benar melelahkan, tapi itu tidak akan lama karena setelah kalian semua mati kami akan menguasai dunia kalian" terkekeh.
Lumine tertawa kecil juga lalu menunjuk Asuna. "Kamu ini adalah iblis kan? Ada energi iblis di dalam mu. Kenapa kau mengikuti manusia lemah sepertinya?" Menyindir Reyhan.
Reyhan hendak maju karena tak terima di bilang lemah. Akan tetapi Asuna menahan tangannya di depan dada Reyhan agar tak maju.
"Kenapa katamu? Bukankah sudah jelas jika aku sebelum nya adalah manusia jadi apa aneh aku mengikuti manusia?" Matanya berkilat dingin.
Lumine dan Devan terkejut, Asuna mendesis lalu tinjunya adu tos lagi. "Sudahlah, hentikan omong kosong ini. Ayo bertarung!"
Lumine mendesis. "Ya, aku suka usulan itu"
Gerakan Asuna secepat ledakan lagi, akan tetapi Lumine dengan mudah memegang kaki Asuna yang akan mengenai wajahnya.
Asuna terbelakak tapi karena dia lincah, Asuna melilit leher Lumine dan melemparnya ke lorong.
Bush!, Asuna bergerak secepat ledakan dan adu tinju yang keras terdengar dari sebelah.
Devan menatap sinis Reyhan, Devan mengeluarkan pedang merah darah bercampur besi hitam.
Wajah Reyhan tetap dingin, dia memegang erat pedangnya lalu keduanya melompat dan pedang mereka tabrakan.
"Kecepatan petir!"
Suitzz!, Reyhan berpindah ke belakang Devan.
Devan memutar bola matanya, karena dia di udara saat melompat dia tidak bisa menghindar.
"Ledakan petir!" Reyhan mengenai pinggang Devan dan membuatnya terhempas menembus 2 kelas.
Reyhan memerhatikan dengan fokus, dia tahu jika Devan tidak akan kalah semudah itu.
Tapi Reyhan melihat sinar samar-samar warna merah. Reyhan merasakan firasat buruk, jadi Reyhan memiringkan kepalanya.
Bush! Muncul serangan seperti laser besar warna merah. Mata Reyhan melebar, dadanya berdebar karena jika dia telat sedetik saja dia sudah jadi abu.
Devan melangkah berjalan santai dengan menyeret pedangnya. "Cih, kau hanya beruntung bisa menyerang ku" wujud Devan berubah jadi kadal hitam berzirah kesatria Iblis.
Reyhan tersentak dan dia segera melompat mundur sejauh-jauhnya, Devan terkekeh lalu menebas angin dengan pedangnya.
Energi pedangnya mengejar Reyhan, Reyhan terbelakak dan akhirnya serangan Devan mengenai nya.
"Uhak!" Reyhan muntah darah, dia melihat darah di perutnya dengan tak percaya.
"S-sial" Reyhan meraih pedangnya, namun Devan lebih dulu datang dan menginjak tangan Reyhan.
"Akh!!" Teriak Reyhan, tapi Devan terlihat seperti menikmati nya.
"Dengar ya Reyhan, aku ini Le Or Nold iblis level 9 dan biar kuberi tahu sesuatu. Sebenarnya tuanku sedang berevolusi jadi dia akan naik ke level 11, maka habislah kalian semua" tertawa jahat.
Begitu Reyhan mendengar itu, dia langsung khawatir dan takut jika terjadi sesuatu pada Zahra dan Flower.
"Sial!" Reyhan berusaha keras untuk berdiri.
Le Or Nold melirik nya lalu mengangkat kakinya ke atas dan menginjak-injak punggung Reyhan dengan keras. "Mati! mati! mati! mati! mati! mati! mati!" Hina Le Or Nold.
Reyhan memuntahkan seteguk darah, hidung dan matanya juga hingga akhirnya pandangan Reyhan kabur sebelum gelap.
Le Or Nold mengusap kepalanya puas. "Akhirnya dia mati juga" Le Or Nold kembali ke wujud Devan dan berjalan ke Lumine untuk membantunya.
Akan tetapi pedang petir di tangan Reyhan gemetar dan memberikan sengatan listrik.
"Ugh" Reyhan terbangun dan menarik nafas dalam-dalam. "Sial itu sakit sekali" Reyhan memegang perut nya lalu berdiri.
"Bagaimana caraku melawan iblis seperti itu? Dia bahkan level 9, aku melawan 5 sebelumnya saja kesusahan" gumamnya.
[Maka Host perlu memanggil bantuan]
"Bantuan?" Reyhan terkejut lalu baru ingat jika ada fitur saat dia membunuh iblis maka akan ada notifikasi meminta hadiah gacha atau budak.
"Sistem, katakan padaku berapa aku bunuh iblis" tanyanya tak sabar.
[Host membunuh 68 iblis]
[Apakah host ingin gacha atau budak?]
Reyhan tersenyum lebar lalu menatap ke depan. "40 gacha dan sisanya budak"
[Baik, 28 budak telah di transfer. Budak Iblis level 4-7 telah hadir]
Reyhan melihat ke belakang jika Iblis-iblis itu sudah berpenampilan seperti Asuna. Yaitu manusia dan mereka berpakaian jas hitam dan memegang senjata tajam masing-masing sesuai keterampilan.
[Selamat host mendapatkan uang 2 juta rupiah! Selamat host mendapatkan ramuan penyembuhan level 1! Selamat host mendapatkan uang 20 juta rupiah! Selamat host mendapatkan uang 40 juta rupiah! Selamat host mendapatkan zirah langka perak! Selamat host mendapatkan teknik baru tebasan petir!....
Notifikasi dari sistem sampai 40x membuat kepala Reyhan sangat berdengung.
"Kebanyakan adalah hadiah uang ya, tapi sistem aku juga dapat barang baru yaitu ramuan"
[Host dapat memakai ramuan level 1 untuk menyembuhkan luka luar, host dapat menyembuhkan luka dalam dengan level 2, dengan level 3 host dapat menyembuhkan organ]
Reyhan menyeringai lalu mengambil ramuan level 1 lalu meminumnya dan benar saja. Goresan dan luka di tubuhnya hilang.
"Hebat!"
Debom!, ledakan dari depan terdengar keras.
Siu!, bahkan di sebelah Reyhan ada seseorang yang terlempar. Dengan sigap budak Reyhan menangkap Asuna.
Reyhan melihat kondisi Asuna yang terluka parah dengan kesal. "Kau!" Menunjuk Le Or Nold dan Lumine yang datang.
Keduanya tersenyum geli melihat Iblis-iblis muncul tapi membela Reyhan dan berpakaian manusia.
"Apa ini? Lucu sekali, kenapa makin banyak orang seperti nya?" Ejek Lumine.
Reyhan tak menjawab, dia berbalik ke Asuna lalu meminumkan ramuan level 2. Seketika Asuna batuk beberapa kali lalu bangun.
"T-tuan..." Ucapnya pelan dan serak.
Reyhan memegang kedua tangan Asuna dengan kuat. "Serahkanlah pada kami selanjutnya"
Sing, tap, sring.
40 budak Reyhan yang baru mengeluarkan berbagai senjata mereka. Mata mereka terpancar merah seperti marah dan dendam.
Le Or Nold dan Lumine terdiam, keduanya merasakan energi benci dan dendam yang kuat pada mereka.
"Aku tidak akan ketinggalan" suara Naga terdengar di telinga mereka.
Groah!!, dari punggung Reyhan sosok naga petir mencekam mengaum memberikan intimidasi kuat pada mereka.
.....