NovelToon NovelToon
Doll Controller

Doll Controller

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Summon / Spiritual
Popularitas:531
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

kekuatannya menyebabkan dia bisa mengendalikan boneka tapi semakin sering ia menggunakannya ia pun mulai di Kendalikan oleh kekuatan sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Cermin Terdistorsi dan Jaring Manipulasi

Di tengah kabut hijau keunguan Lembah Distorsi, Ryo, Lyra, dan Kapten Kael bersiap menghadapi ancaman baru. Menara spiral yang terbuat dari kayu dan batu yang memelintir menjulang di hadapan mereka, memancarkan gelombang energi eterik yang terasa panas dan menjerat. Ini adalah sarang Dalang yang menyimpang, Dalang yang berbicara dengan Sihir Benang Darah.

"Nama saya Kresna," suara itu kembali bergema, beresonansi langsung di dalam benak mereka, dipenuhi oleh otoritas yang menindas. "Dan benang-benang kalian... terlalu mudah untuk dipelintir."

Ryo segera memproyeksikan benang intinya, melindungi Lyra, Kael, dan para prajurit. Ia membentuk perisai mental, menolak gelombang manipulasi yang datang dari menara. Namun, ia merasakan tekanan yang luar biasa. Kresna adalah Dalang yang sangat kuat, mungkin sama kuatnya dengan dirinya, tetapi dengan filosofi yang sepenuhnya berlawanan.

"Benang Kresna berbeda," Ryo menjelaskan kepada Lyra dan Kael. "Ia tidak mencoba mencabut seperti Kekosongan. Ia mencoba menundukkan. Mengikat benang orang lain untuk menjadi bagian dari kehendaknya sendiri. Membentuk mereka menjadi cerminan dari dirinya."

Dari dalam menara, Kresna memproyeksikan ilusi. Para prajurit melihat orang yang paling mereka cintai terancam, melihat diri mereka sebagai pahlawan yang tidak diakui, atau melihat impian terdalam mereka menjadi kenyataan. Ilusi-ilusi itu dirancang untuk memecah belah, untuk memanipulasi benang-benang keinginan dan ketakutan.

"Jangan melihatnya!" Lyra berseru, mengikatkan ramuan penenang pada lengan para prajurit. "Fokus pada kenyataan! Ini hanya ilusi!"

Kapten Kael, dengan disiplin yang ditempa oleh pertempuran, menahan ilusi yang paling menggodanya. "Tetap fokus, prajurit! Abaikan bisikan! Kita ada di sini untuk melindungi Pangeran!"

Ryo melangkah maju, membiarkan benang intinya memancar. Ia tidak mencoba melawan ilusi Kresna secara langsung, melainkan mencoba mencari benang inti Kresna itu sendiri. "Aku merasakan dirimu, Kresna," Ryo membalas, suaranya kini memproyeksikan langsung ke dalam menara itu, melintasi jarak dan ilusi. "Kau bukan Dalang. Kau adalah penjara."

Tiba-tiba, dari puncak menara, sesosok bayangan turun. Itu adalah seorang pria, mengenakan jubah gelap yang seolah terbuat dari benang-benang yang dipelintir, kulitnya pucat pasi, dan matanya memancarkan cahaya hijau keunguan yang sama dengan kabut di lembah. Ia memegang sebuah tongkat yang terbuat dari kayu yang memelintir, di puncaknya ada sebuah kristal yang berdenyut, memancarkan energi eterik yang terdistorsi.

"Penjara?" Kresna tertawa, suaranya dingin. "Aku adalah kebebasan. Kebebasan dari kekacauan, dari keraguan. Aku menenun takdir yang sempurna, sebuah dunia di mana tidak ada yang berani menentang kehendakku."

Ryo merasakan benang-benang yang terdistorsi terpancar dari Kresna, menyebar ke seluruh lembah, memanipulasi alam itu sendiri. Kresna mampu memelintir benang kehidupan, membuat pohon-pohon bangkit dan menyerang, atau tanah menjadi jebakan.

"Dia bukan Dalang Jiwa sejati," Lyra berbisik, membaca gulungan. "Dia adalah Dalang Benang Darah. Dia tidak hanya mengikat, tetapi juga menanamkan benang 'dominasi' ke dalam benang inti orang lain. Ini adalah cara yang jauh lebih invasif. Kita tidak bisa hanya menolaknya, Ryo. Anda harus memutus benang-benang dominasinya tanpa merusak benang inti mereka."

"Memutus benang tanpa merusak inti," Ryo bergumam, memikirkan dilema ini. Ia tahu betapa sulitnya itu. Kesalahannya dengan Elara adalah bukti betapa rapuhnya benang inti seseorang.

"Anda harus menggunakan 'Gunting Jiwa'," Lyra membaca. "Sebuah teknik Dalang tingkat tinggi yang memungkinkan Dalang memotong benang-benang tertentu tanpa menyentuh inti. Tapi ini membutuhkan fokus absolut dan kepekaan yang luar biasa. Dan itu hanya bisa dilakukan jika ada benang inti Dalang lain yang menjadi 'penarik' untuk benang yang hendak diputus."

Ryo melihat ke arah Kresna, yang sedang menciptakan monster-monster dari dahan-dahan pohon yang memelintir, menyerang para prajurit. Kael memimpin pertahanan dengan gagah berani, tetapi jumlah mereka kalah jauh.

"Lyra," kata Ryo, menatap Lyra. "Kau adalah penariknya. Benang empati dan kebaikanmu akan menjadi penarik untuk benang-benang dominasi Kresna."

Lyra mengernyit, terkejut. "Aku? Tapi aku tidak memiliki kekuatan Dalang."

"Benarmu," Ryo membalas, memegang tangan Lyra. "Tapi benangmu adalah yang paling murni. Benangmu akan menarik keluar benang-benang dominasi yang tidak semestinya, seolah menarik duri dari daging yang sehat. Aku akan menggunakan 'Gunting Jiwa' melalui benangmu."

Sebuah rencana yang sangat berisiko. Ryo harus mempercayai Lyra sepenuhnya untuk menjadi penarik yang stabil, sementara ia sendiri harus menjaga fokus absolut untuk memotong benang-benang itu dengan presisi mematikan.

Kresna, melihat Ryo dan Lyra bersekutu, tertawa mengejek. "Dua benang lemah mencoba menentang Anyaman Takdir yang Sempurna!"

1
anggita
like👍 iklan. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!