NovelToon NovelToon
Kubalas Suami Brengsekku

Kubalas Suami Brengsekku

Status: tamat
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:204.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.

Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.

Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.

Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Racun yang Disiapkan

Satu bulan berlalu...

Fandi dan bibi Erma sudah berpikir untuk memasukkan Sarah ke rumah Ratih. Dengan alasan supaya Ratih tidak terlalu lelah.

Ratih yang berpikir, hari ini pasti akan datang. Tentu saja, tidak menyia-nyiakan kesempatan yang baik.

"Aku rasa bibi benar. Kita butuh orang yang bekerja di rumah ini lagi. Tapi aku tidak butuh pengasuh, ibu sudah siapkan pengasuh dari yayasan yang sangat bisa di percaya. Kita butuh pelayan di bagian laundry!" kata Ratih.

Bibi Erma cukup terkejut. Selama ini bukanya mereka selalu mencuci pakaian di laundry langganan. Kenapa tiba-tiba ingin mempekerjakan pelayan di bagian laundry.

"Nyonya, bukannya untuk laundry..."

"Aku sudah memikirkan ini, Bi. Pakaiannya Rafa, aku jadi tidak percaya kalau di cuci diluar. Pekerjakan saja orang yang bibi rekomendasikan itu. Di bagian laundry, lagipula di sini hanya tinggal tiga orang kan? aku rasa satu pelayan bagian laundry saja cukup!" kata Ratih dengan tegas.

Bibi Erma sedikit heran dengan Ratih. Kenapa dia bisa punya pemikiran seperti itu. Dulu, Ratih itu selalu menurut pada bibi Erma, kenapa sekarang malah tidak pernah melakukan saran dari bibi Erma.

Bibi Erma yang berpikir, kalau Sarah harus bekerja di bagian laundry, itu cukup berat dan melelahkan. Belum tentu juga Sarah mau melakukannya, segera menoleh ke arah Fandi. Dia ingin pria yang sudah menjadi kekasih anaknya selama 7 tahun itu, membantunya.

Mendapatkan tatapan serius dari bibi Erma. Fandi yang berada di samping Ratih mulai bicara.

"Sayang, aku rasa tidak masalah kita pakai jasa laundry luar. Tempat itu sangat profesional..."

"Mas, kamu mana paham. Kamu seharian ada di perusahaan. Setelah itu masih harus bertemu klien, jarang pulang. Tidak pernah tahu kan, kalau Rafa suka merah-merah badannya?" sela Ratih.

Fandi langsung bungkam. Karena semua yang dikatakan Ratih memang benar. Dia lebih sering ada di luar. Setelah dari perusahaan, dia malah sibuk dengan Sarah. Jadi, dia juga tidak bisa membantah Ratih.

Bibi Erma terlihat kesal saat Fandi terdiam begitu saja.

"Nyonya, bibi akan menegur tempat laundry itu. Supaya mereka lebih memperhatikan pakaian bayi..."

"Bibi tidak perlu melakukan itu. Aku sudah pesan mesin cuci yang baru dan juga mesin pengering. Aku juga sudah siapkan kamar pelayan di samping ruangan laundry. Jadi, kalau dia mengerjakan pekerjaannya, dia sama sekali tidak perlu masuk ke rumah utama. Bibi yang harus ambil pakaian dari ruangan laundry. Jangan berpikir aku tidak percaya pada rekomendasi bibi ya. Aku hanya tidak mau Rafa terkontaminasi hal-hal yang tidak penting. Sudah ya, aku akan bawa Rafa ke rumah sakit. Hari ini jadwal Rafa imunisasi!"

Setelah mengatakan semua itu, Ratih langsung bersiap meninggalkan Fandi dan bibi Erma. Dia sama sekali tak perduli pada Fandi.

Kalau dulu, dia pasti akan minta Fandi ikut. Sekarang dia bahkan tidak ingin pria itu ikut.

"Sayang... aku bisa menemanimu!" kata Fandi.

"Tidak usah mas, selama aku belum masuk kantor. Kamu pegang urusan kantor!" kata Ratih yang bahkan tak menoleh.

Perubahan sikap Ratih pada Fandi memang sangat kentara.

"Bi, apa bibi merasa kalau Ratih ini aneh sekarang. Dia seperti tak perduli padaku, dia hanya memperhatikan Rafa. Dulu kalau aku belum pulang, dia terus menghubungiku, bikin pusing, dan mendesak untuk cepat pulang. Sekarang..."

"Ya wajarlah, namanya juga baru punya anak satu. Dia sayang sekali pada Rafa itu juga bagus! sekarang kamu pikirkan bagaimana bicara pada Sarah. Tujuannya masuk rumah ini untuk dekat dengan Rafa. Kalau cuma jadi pelayan laundry, mana bisa dia dekat dengan Rafa!" kata bibi Erma.

**

Di rumah sakit, Maya sudah datang bersama dengan pengasuh yang mereka siapkan. Seorang yang sangat ahli di bidangnya. Wanita yang usianya sekitar 37 tahun itu, punya sertifikat resmi untuk pekerjaannya tersebut.

"Namanya Asih, bibi Asih ini sudah sangat berpengalaman. Kamu bisa mengandalkan dia!" kata Maya.

"Terima kasih, Bu. Dan tolong carikan aku dua orang satpam lagi!" kata Ratih.

Mata mengernyitkan keningnya.

"Loh, kenapa nak? bukannya di rumahmu sudah ada satpam? Joni sudah bekerja di sana 3 tahun. Apa dia mau berhenti?"

Ratih menggelengkan kepalanya.

"Belum bu, tapi sebentar lagi dia akan berhenti!" kata Ratih.

"Oh begitu. Baiklah, kalau masalah itu ibu akan minta ayahmu melakukannya. Dia yang paham masalah itu! bagaimana dengan imunisasi Rafa?" tanya Maya.

"Sudah bu, perkembangannya bagus. Berat badan dan semuanya bagus. Aku akan ambil obat di apotik dulu. Ibu duluan saja ke mobil, tolong bawa Rafa ya, Bu!"

Mata langsung terlihat senang.

"Wah, cucu oma. Tentu saja, Oma akan dengan senang hati bawa Rafa! Bibi Asih, bawa tas Rafa!" kata Maya.

"Baik nyonya!"

Keduanya lantas pergi meninggalkan Ratih. Sementara Ratih mengeluarkan ponselnya.

"Kamu dimana?" tanya Ratih.

[Lantai tiga, di depan ruangan laboratorium]

"Aku kesana!"

Langkah Ratih cepat menuju ke tempat yang di sebutkan oleh seseorang yang dia hubungi tadi.

Hingga dia melihat seorang pria berjas semi formal dengan seorang petugas laboratorium.

"Ben!"

"Kita masuk dulu ke ruangan!" kata Ben ketika dia melihat Ratih.

Di dalam ruangan laboratorium itu. Petugas yang tadi bersama dengan Ben. Meletakkan satu botol kecil berisi cairan bening ke atas meja.

"Ini obat yang kamu minta. Ratih, ini cukup berbahaya, kalau kamu menghirupnya juga..."

"Aku tidak akan menghirupnya!" sela Ratih.

Wanita itu lantas meraih botol bening itu, lalu menoleh ke arah petugas laboratorium itu. "Cara pakainya di semprotkan saja kan?" tanya Ratih.

"Benar, tapi menghirupnya dalam waktu lama. Akan menimbulkan kerusakan organ tubuh bagian dalam!"

"Memang hal seperti itu yang aku inginkan. Berapa lama orang itu akan mati?" tanya Ratih.

Ben cukup terkejut, sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh Ratih. Siapa yang ingin dia habisii perlahan?

"Nyonya minta jangka panjang bukan? Obat ini akan melumpuhkan seseorang secara perlahan dalam waktu 8 sampai 9 tahun. Tapi untuk membuat masalah pada kesehatan secara serius dalam 5 sampai 6 tahun. Sudah akan mulai terasa. Setelah itu, tidak akan ada obatnya!"

Ratih tersenyum puas. Dia sungguh puas dengan jawaban dari pertanyaannya itu.

"Terima kasih, aku jamin tidak akan ada yang tahu. Aku akan membayarmu 100 juta untuk satu botolnya, apa cukup?" tanya Ratih dengan sangat serius.

Petugas itu tentu saja langsung mengangguk. Botol itu hanya berisi 7 mililiter racun saja. Dan di bayar 100 juta. Itu lebih dari gajinya selama 3 tahun.

"Bagus! kalau obat ini habis, aku akan minta padamu lagi!" kata Ratih yang langsung menyimpan obat itu.

Dia berjalan dengan cepat keluar dari laboratorium.

"Ratih!" panggil Ben.

"Ben, aku punya satu pekerjaan lagi untukmu!" kata Ratih menyela sebelum Ben bicara.

***

Bersambung...

1
Atoen Bumz Bums
bagaimana cara menghilangkan penyakit judi ini biar DIA berhenti gak mau LG,
aku muak nahankan
Alvia Vi
wahhh
Thor aku baru mampir...
seru cerita nya
Noer: terima kasih
total 1 replies
Achmad
bagus ceritanya
Noer: terima kasih
total 1 replies
guntur 1609
sadis Ratih. menhancutkna mental erma. tapi emang pantas kok
guntur 1609
dasar gk tahu diri, gk sadar juga kalian. gk tahu ja kalian klu bom yg di tanam Ratih tinggal tgu ledakan yg dahsyat🤣🤣🤣
guntur 1609
bagus ben
guntur 1609
kalajengking nya
guntur 1609
gak tahu ja kalian. bahwa cucumu yg kalian buang
guntur 1609
apa mngkn khalid ayahnya ben ya
guntur 1609
rasain kalian. di preteli satu oersatu
guntur 1609
brti Rafa anaknya ben
Elsa Devika
tamatlah sudah Al kisah Sarah
tinggal nunggu Fandi sma erma
راني
famdi kasihan bgt kmu
راني
bang ben ceo yang menyamar ya
Elsa Devika
aligator rawa² gak tuh🤭
gina altira
kebakaran jenggot tuh Trio ubur"
gina altira
Ratih mengulang waktu
Ika Yanti Unyil
meski ada fiksinya tentang kelahiran kembali Ratih,tapi tetap keren novelnya thor.bisa membalas mereka semua yang sudah berbuat jahat dan mendapatkan karma yang sesuai.
berbahagialah ben dan ratih...
terus semangat berkarya thor ❤️❤️❤️
Noer: terima kasih
total 1 replies
adriani kd
seru.. seru..
Noer: terima kasih
total 1 replies
rumah poke
bagus
Noer: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!