NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

"Leana itu nggak pantas buat ka Ray". Ucap Melinda

"Atas dasar apa kamu bilang Lea tidak pantas untukku".

"Dia itu bekas orang kak, lagian kakak bisa kan dapat yang lebih baik dari dia".

Isabella mulai gerah dengan apa yang Melinda ucapkan.

"Jaga mulutmu itu Mel. Aku sudah nahan banget ya untuk nggak bungkam mulutmu itu".

"Isabel". Tegur Asael

"Beb, kamu bela dia apa bela aku sih".

"Bukan begitu, aku nggak mau kamu turun tangan".

"Ingat ya Mel, kamu harusnya banyak bersykur kalau kamu cari masalah terus aku nggak akan bisa menjamin hidup kamu sama Reno kedepannya". Ancam Asael

"Loh, Melin cuma bilang yang sebenarnya kok ka lagian kalian jangan terkecoh dengan wajah polosnya itu kak, aku aja dulu yang satu kamar dengannya ketipu sama kepolosannya itu". Jelas Melinda

"Ray, kamu lihat Leana dulu gih dari tadi dia belum keluar loh". Cegah sang mama ketika Ray ingin membogem wajah cantiknya Melinda itu.

Ray yang sudah menahan emosi segera masuk ke kamarnya menemui Leana.

"Melin, jangan urusin kehidupan Ray dan Leana. Urusin saja kehidupan keluargamu, lagian harusnya kamu berterima kasih dengan Ray kalau saja dia tidak mau bantu suami kamu itu jangan harap dia bisa tinggal di sini lagi".

"Maksud mama apa?".

"Duh udah ah tanya sendiri sana sama suami kamu itu".

Mama Ray masuk ke kamar beliau yang berada di lantai 1

Anggota keluarga Wilder kembali ke urusan masing-masing, Melinda duduk dengan santai sedangkan anaknya di urus oleh bibi rumah keluarga Wilder.

"Beginilah harusnya seorang nyonya muda, semua terlayani, tapi sampai sekarang Reno belum kasih uang bulanan padaku hah padahal ada tas yang mau aku beli". Gumam Melinda.

Reno pulang larut malam setelah dia memberanikan diri untuk bertemu dengan Leana, rasa penyesalan dalam dirinya terus belalu lalang di dalam dirinya, di tambah Leana yang semakin cantik ketika bersama dengan Ray."seandainya dia secantik itu saat bersamaku dulu, aku pasti tidak akan pernah berpaling darinya". Batin Reno

Setibanya dirumah dia melihat Melinda yang masih terjaga, bayi mereka juga tidak berada di dalam box bayinya.

"Dimana Adrian?". Tanya Reno

"Oh dia di jagain bibi, rewel banget dia".

"Kalau anak rewel itu harusnya kamu jaga". Marah Reno pada Melinda

"Apa sih Ren, kamu pulang-pulang malah marah sama aku?".

"Lagian kamu ibunya ngapain bibi yang jaga, bibikan juga punya pekerjaan".

"Lah bibi kerja cuma cuci-cuci aja kan, dari pada nganggur mending jagain anak kita". Ucap Melinda santai.

"Nggak habis fikir aku sama kamu Mel".

"Iya aku juga nggak habis fikir sama kamu, ngapain kamu sama Leana di taman?".

"Aku nggak sengaja ketemu sama dia".

"Bilang aja kalau kamu mau ngejar dia". Tanya Melinda penuh selidik pada suaminya

"Mana mungkin, aku sudah punya anak istri ngapain juga ngejar-ngejar mantan". Alasan Reno

"sudah lah Mel, aku mau mandi dan tidur besok aku lembur".

"Hah lembur, ada uangnya dong".

Reno berlalu begitu saja di depan Melinda.

Di kamar mandi sahwat Reno berada di ujung tanduk, tapi dia tidak ingin bersama dengan Melinda. Di dalam fikirannya kini hanya ada Leana yang semakin cantik, dia menuntaskan sahwatnya yang berada di ujung tanduk dengan membayangkan Leana saat mereka masih bersama dulu.

Paginya Reno segera menyalakan mobilnya untuk pergi ke kantor, karena Melinda masih bermalas-malasan di kasur dan enggan bangun untuk melayani Reno sebelum bekerja.

"Ku fikir dia rajin, bukankah dulu dia bilang bahwa dia sangat rajin jika menjadi istrinya nanti, nyatanya dia begini, hah menyesal aku menikahinya". Batin Reno ketika di dalam mobilnya

Setibanya di kantor dia di minta untuk ke kantor ayahnya dia berfikir bahwa ayahnya akan mengembalikannya menjadi seorang manager.

"Ada apa yah?".

Asael dan Ray melihat ke arah Reno, sedangkan ayahnya duduk di singgah sananya.

"Duduk". Perintah tuan Wilder

"Ada apa ayah manggil aku pagi-pagi begini".

"Ini uang untuk kamu"

"Apa ini bonus untuk Reno yah?".

"Cari tempat tinggal kamu sendiri dengan istri dan anakmu".

"Loh kenapa ayah begini?".

"Ini juga bukan uang sedikit Reno, ayah hanya ingin kamu belajar hidup mandiri".

"Itu hanya alasan klise ayah, jika Reno tidak dirumah lalu siapa yang akan menemani mama dirumah?".

"Ini sudah keputusan ayah".

"Reno tidak mau ayah, anak Reno juga masih kecil".

"Reno".

"Pokoknya Reno tidak akan keluar dari rumah".

Reno berdiri dan keluar dari ruangan ayahnya.

Tuan Wilder tidak ingin terjadi keributan lagi di rumahnya, terutama anak-anaknya, karena bagi beliau semua anak harus akur namun Ray yang keras kepala tidak akan mau hidup akur bersama dengan Reno.

"Lihat saja dulu yah jangan buru-buru meminta dia keluar dari rumah". Pinta Asael

"Lantas ayah harus bagaimana lagi Asa? Reno itu anak ayah juga dia adik kalian berdua".

"Tidak sudi aku punya adik seperti dia". Ucap Ray lalu keluar dari ruangan ayahnya

"Asa juga pamit yah". Pamit Asael

Rasa sakit kepala kembali menghampiri tuan Wilder, dia juga sudah menerima hasil test DNA dirinya dan Reno dan hasilnya nihil mereka bukan ayah dan anak, tapi beliau sangat sayang pada Reno, karena anak itu sangat mirip dengan mantan kekasihnya. Bukan ingin menghianati pernikahannya dengan ibu dari kedua anak kandungnya, namun rasa bersalah itu selalu hadir dalam benaknya.

"Keyra, apa yang harus aku lakukan Reno bukanlah anak kita lantas dia anak diasa Keyra".

Gumam tuan Wilder mengingat mantan kekasihnya.

Meminta Reno keluar dari rumah mungkin jalan terbaik bagi semuanya, namun beliau juga sangat sayang pada cucunya dan dia adalah cucu pertama keluarga Wilder.

Melihat kembali foto tuan Wilder bersama Keyra ibu Reno membuat beliau bernostagia, betapa bahagianya kebersamaan mereka sebelum dia harus menikah dengan ibu Asael dan Ray lewat perjodohan keluarga.

Namun berkat perjodohan itu perusahaan beliau menjadi semakin maju karena ibu dari Asa dan Ray adalah investor tertinggi di perusahaan tersebut hingga memiliki beberapa cabang.

Apakah beliau cinta dengan ibu dari anaknya, tentu saja tidak. Karena bagaimanapun tuan Wilder masih mencintai Keyra walaupun dia sudah meninggal namun dengan adanya Reno dalam hidupnya tuan Wilder akan selalu merasa bahwa Keyra selalu ada di samping.

"Ah kenapa harus begini Keyra, kenapa Reno bukanlah anakku. Apa aku harus mempertahankan Reno dalam rumah tanggaku, baiklah Keyra ini semua untuk penebusan kesalahanku padamu, jika merawat Reno akan membuatmu bahagia di sana, aku akan melakukannya walaupun aku harus menghadapi keluargaku sendiri". Yakin tuan Wilder pada dirinya sendiri.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!