NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN MAMA SASA

Kontrak kerja di luar negeri telah selesai, dan mama Sasa memutuskan untuk tidak lanjut menjadi TKW. Sudah tua, sedangkan Sasa juga sudah menikah dan punya rumah sendiri, bolehlah kalau sang mama menumpang hidup dengan Sasa.

Sejak kemarin, beliau menghubungi Sasa tak ada balasan sama sekali, memang hubungan mereka tidak dekat, dan belum tentu mereka berkomunikasi intens. "Ke mana dia?" tanya beliau tak sabar, kembali menghubungi Sasa dan tak ada balasan.

Beliau pun nekad untuk pulang ke Indonesia, langsung menuju ke rumah Sasa, beliau masih ingat Sasa pernah memberikan alamat rumah Sakti.

Saat sampai di depan rumah Sasa, pintu tampak sepi, mana di perumahan elit, tak ada yang bisa ditanyai. Beruntung mama Sasa menuju ke pos security, dan ada kabar kalau Bu Sasa sudah lama tidak pulang ke rumah tersebut.

Mama Sasa meminta nomor Sakti, karena mama Sasa mengaku telah menghubungi Sasa tapi tidak ada balasan sama sekali. Begitu mendapat nomor Sakti, mama Sasa langsung menghubungi, dan akan dijemput oleh Sakti secepatnya.

Sakti sendiri tak mau menghindar, ia akan bicara jujur kondisi Sasa karena mau bagaimana pun yang bisa ikhlas merawat Sasa adalah mamanya sendiri. Bu Anggita juga tak bisa sewaktu-waktu merawatnya.

Mama Sasa tersenyum bahagia, karena tak mengira anak yang ditinggalkan sejak bayi berhasil tumbuh menjadi perempuan cantik sampai dinikahi atasannya sendiri. Berbeda dengan ekspresi Sakti, dia tegang, karena bagaimana pun mama Sasa tak tahu kondisi rumah tangga Sakti dan Sasa. Ia belum siap sebenarnya cerita di mana Sasa sekarang.

"Sasa di mana sih, kok dihubungi gak pernah diangkat. Mama juga salah sih, menghubungi Sasa saat butuh, gak pernah tanya kesehariannya, lagian mama pikir ada kamu, pasti dia juga gak kesepian, iya kan?" tanya mama Sasa yang ternyata banyak omong dan sok dekat dengan Sakti.

Sakti hanya tersenyum saja, mama Sasa sedikit bingung karena mobil Sakti mengarah ke pelataran rumah sakit jiwa. Beliau langsung bingung, "Kenapa ke sini?" tanya mama Sasa.

"Mari turun, Ma. Saya jelaskan bersama dokter yang mengobati Sasa," ucap Sakti masih ambigu.

"Jangan bilang Sasa gila dan dirawat di sini?" tanya beliau dengan mata melotot. Wajar beliau kaget. Putri yang dianggap tumbuh menjadi gadis baik, ternyata menjadi pasien di rumah sakit jiwa. "Jangan bercanda Sakti," sentak beliau.

Sakti hanya mengangguk pelan. "Maaf," ucap Sakti. Mama Sasa langsung menangis. Beliau tak rela sang putri menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Ibu di mana pun tak akan tega. Ingin bertemu dan tinggal bersama, malah dihadapkan kenyataan seperti ini.

"Kok bisa anak saya jadi gila, ini hukuman bagi saya kah karena selama ini tak memperhatikan dia dengan baik," ucap mama Sasa menyudutkan Sakti.

Sakti tak mau tambah masalah, dia mendengar saja segala macam tuduhan dari mama Sasa, yang kurang memperhatikan Sasa, sampai ke tuduhan Sakti kemungkinan selingkuh, Sakti tidak menimpali hanya diam, dan sesekali minta maaf. Hingga Sakti menawarkan bertemu dokter dan datang ke kamar Sasa.

Mama Sasa pun menurunkan ego, dia bersama Sakti menuju ke dokter Fandy, kebetulan tidak ada praktik pagi, hanya visit pasien saja. Setelah itu, Sakti mengajak ke ruangan beliau.

Di situlah, dokter Fandy menunjukkan rekam medik kejiwaan Sasa. Trauma Sasa dimulai sejak kecil, dipendam, dan dilupakan, sampai menikah dengan Sakti dia belum bisa menyembuhkan inner childnya, ditumpuk dengan masalah rumah tangga yang mendasari hubungan orang tua Sakti dan Sasa yang tak bisa menyatu, menyebabkan Sasa overthinking secara terus menerus, berakhir dirinya mengalami kecemasan berlebihan sampai melukai orang sekitarnya.

"Kalau dia tidak menikah dengan Sakti bisa jadi gak jadi gila kan, Dok?" tanya mama Sasa, jelas beliau menyalahkan Sakti karena munculnya gangguan mental Sasa saat bersama pria ini.

Dokter Fandy melihat Sakti sekilas, tampak pasrah dan tak ada bantahan meski disalahkan sedemikian rupa. "Belum tentu, Bu. Bakal trauma Sasa sudah terjadi sejak kecil, akhirnya menumpuk. Kita tidak bisa menyalahkan keadaan sekarang, yang penting menangani dengan tepat. Sasa bukan gila atau hilang akal, kami melakukan perawatan untuk menstabilkan emosi dan membesarkan hati Sasa bahwa dirinya berharga."

"Ini semua salah kamu, salah orang tua kamu juga. Kamu harusnya kalau sudah punya istri ya nomor satukan istri kamu, bukan orang tua kamu! Lagian, Sasa tidak punya ayah bukan dia yang salah, tapi saya!"

Mungkin Sakti tidak bisa kalau disinggung orang tuanya, apalagi orang luar sampai menyalahkan orang tua Sakti yang tidak seburuk dipikirkan oleh mama Sasa, "Anda yang melahirkan juga menyumbang trauma Sasa paling besar," dokter Fandy menatap Sakti. Aura bossy mulai keluar. Tatapan mengintimidasi pada mantan mertuanya cukup membuktikan kalau dalam keadaan ini tidak hanya Sakti yang salah, tapi Sasa juga ada salah karena keras kepalanya.

"Berani kamu melimpahkan kesalahan ke saya!" tantang mama Sasa penuh amarah. Dokter Fandy kemudian menghentikan perdebatan itu sebelum mama Sasa juga bersikap anarkis, maklum emak-emak mana mau dilawan, Sakti berdiri.

"Tanggung jawab saya sudah selesai, apalagi dia sudah menjadi mantan istri, segala kewajiban di pengadilan sudah saya selesaikan, begitu juga dengan biaya perawatan Sasa sampai detik ini. Saya dianggap penyumbang utama, nyatanya dari kecil Sasa juga sudah punya trauma, kini giliran penyumbang trauma lain yang membayar perawatan, saya permisi!"

Dokter Fandy mengangguk, tak bisa melarang karena mama Sasa juga main menyalahkan Sakti terus tanpa dirinya introspeksi. Harusnya sebagai orang tua bijak, tak perlu menyalahkan yang dulu, cukup ikuti prosedur pengobatan, mendampingi Sasa dengan kasih sayang sebagai ganti masa kecilnya dulu.

"Kamu benar-benar pria kurang ajar! Harusnya kamu yang membiayai Sasa, bukan saya!" asisten dokter Fandy segera menenangkan mama Sasa, dan asisten lain mengantar Sakti ke ruangan keuangan rumah sakit.

Mama Sasa beruntung mendengarkan apa yang disampaikan dokter Fandy, dan tak lama diantarkan ke Sasa. Saat ini perempuan itu sedang berkebun di area rumah sakit, salah satu terapinya adalah menenangkan diri dengan bersentuhan di alam. Sasa tampak seperti orang sehat, bahkan dia juga mengobrol dengan perawat yang piket dalam pendampingan pasien di kebun.

"Seandainya Sasa pulangkan saja bagaimana, dokter?" tanya mama Sasa karena ia bisa membayangkan biaya perawatan yang tak murah dan berlangsung lama.

"Kami tetap sarankan untuk Sasa melakukan perawatan, Ibu. Dia masuk di rumah sakit karena tidak ada yang mendampingi dalam kesehariannya, apakah ibu sanggup dan bersedia merawat putri ibu dengan baik, menjaga emosinya agar stabil?" tanya dokter Fandy.

Tentu saja mama Sasa tak bisa menjawab langsung, karena memang ia tidak dekat dengan Sasa. Padahal mama Sasa juga berniat menumpang pada Sasa bukan malah menanggung hidup Sasa.

"Nanti saya pertimbangkan dulu, dokter. Memang Sakti yang kurang ajar!" sekali lagi mama Sasa menyalahkan Sakti tanpa mau berterimakasih atas apa yang dilakukan pria itu selama ini. Memang ya, keburukan orang akan selalu tampak besar dibanding kebaikan yang telah mereka lakukan.

1
Oktavia Zuriko
semangat bang sak meluluhkan hati adek iparmu🤭 si ellin emng mulutnya minta ditampol🤣
Oktavia Zuriko: betul kak si ellin tukang kompornya😄
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
perlu sholat malam pak sakti🤭
Lel: boleh2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ads yg perlu d tabok nih🤭
Lel: memang perlu ditabok si elin
total 1 replies
Septyana Kartika
Ayo Pepet terus bang Sak....
eh kok g enak y manggil nya
Lel: enaknya dipanggil apa dong
total 1 replies
Ray Aza
aigoooo... udah dipasrahin tuh wa. 😍
Ray Aza: ga lah. masa iya kebahagian sakti n iswa tergantung sasa? sdh diksh kesempatah 5 th bknnya memperbaiki diri mlh menggila. sdh saatnya sakti n iswa bahagia. anggap aja 5th kmrn hukuman sakti krn kualat sm ortu
total 2 replies
Ray Aza
kawin kawin kawinnn..! eh salah, nikah ding. 😅😅😅
Ray Aza: biarin aja, sdh bkn tgjwb sakti. msh untujng dibiayain sampe sembuh, msh diksh pekerjaan jg. ga fair bgt krn sasa hidup sakti jd tergadai
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya wa terima aja y..tuh udah dapet ijin dari ayang kai🤭
Lel: galau tapi
total 1 replies
Ovha Selvia
Jadi wajar sih sasa overtinking sama sakti dan iswa.. Lihat aja, bagaimana perhatiannya sakti ke iswa.. Apalagi sakti memang mendam perasaan ke iswa.. Semoga sasa cpt sembuh dan jadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan move on dari sakti ya sa, semoga kamu juga dpt jodoh yg terbaik.
Lel: aamiin
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
please thor sama sakti aja biar mm pp bhgia
Lel: enaknya gimana ya
total 1 replies
Septyana Kartika
Kan ada mas Duda ,Wa
Lel: hwkwkkw senangnya pendukung sakti
total 1 replies
Heni Fitoria
dah nikah aja sama sakti, wa. lagian kaisar udh ksh lampu hijau....
Lel: hwkwkkw senangnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dbikin sikone pas mama papa lagi g ada jd sakti bs menolong iswa🤭 pertama ny y bs nyentuh iswa pun krn darurat..dl pas ngajak kencan iswa buat bkn cemburu kai kyne g d kntk fisik
Lel: iya cuma jalan sama makan es krim
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
org g bener ky mma e sada g dpt musibah apa2 nih. nah itu loh orgtua mcm apa gt yg pnya prinsip memanfaatkan anak merasa itu hak nya dan kwjbn anak membenarkan memaklumi perbuatan orgtuanya..yg pntg dr sndiri seneng duit banyak bhkn g peduli skalipun ibarat kata ngerampok anak sndiri, mau anak mskn kelaparan dsb g pdli yg pntg dia byk duit
Lel: tunggu berita mengejutkan lainnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jebul penak dadi konco timbang bojo ya🤭
Lel: betul
total 1 replies
Nita Yusnia
mulai dah... sasa tuh dgn laki laki mana pun pasti nethink trus otaknya... dr Fandy yg bkn siapa siapa dia z di cemburuin... siapa jg yg tahan & mau sama kamu Sa klo udh tau karakter otak kamu
Lel: dulu waktu muda juga sering gonta ganti pacar juga sblm sama Sakti
total 1 replies
Ray Aza
serah kamu aja deh sa
Lel: masih keras kepala
total 1 replies
Septyana Kartika
mbk Micin terjebak antara kata Bakti dan kesehatan mentalnya...Melu aku ae mbk
Septyana Kartika: mancing
total 2 replies
Masha 235
error mamanya Sasa ni
Masha 235: ho oh ..bukanya minta maaf, ini malah ..
total 2 replies
Septyana Kartika
Hmmm mungkin mamanya mbk Micin ,sesekali perlu d ajak k pengajian nya Mama Dedeh
Lel: mari buk
total 1 replies
Ovha Selvia
Tinggalkan aja mamamu yg sampah itu sa.. Jgn mau diperbudak lagi, bukannya dia tak pernah benar2 merawatmu? Bahkan tak pernah tulus menyayangimu..
Lel: enaknya kayak gitu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!